TAKDIR

TAKDIR
kecelakaan


__ADS_3

"Maafkan aku , maafkan aku ." ucap Doni berkali - kali. sambil duduk dipinggir rajang.


"Tiada yang perlu dimaafkan kak ." Via menunduk dengan wajah memerah malu .dengan yang kejadian barusan .


"Tapi kenapa kak ?..


Aku selalu melihat kakak ragu - ragu dengan ku..


tidak cintakah Kakak terhadap ku ." Via menunduk.


"Jangan tanya cinta atau tidak Via.


aku sangat..sangat sayang dan mencintai mu melebihi apapun ." kedua tangan Doni mengangkat wajah Via yang menunduk.


"Jika kakak sayang dan cinta sama aku , kenapa harus ada keraguan salam diri kakak ." menatap sayu.


"Apa yang membuat kakak ragu ?? " dengan mata yang berkaca - kaca.


"Please don't cry aku..." tak tahan Doni melihat Via menangis.ia memeluk dengan erat.ia merasa tak tega.


"Aku sangat sayang dan cinta sama kamu..


entahlah...keraguan itu tiba - tiba datang menghampiri ku , bukan keraguan tentang dirimu, tapi... ." perlahan menghapus air mata nya.


"Tapi apa ???


"Kenapa kakak ragu ???." berbagai pertanyaan timbul di benak Via


apakah ia ragu akan cinta Via atau ???...


"Aku tidak ragu akan cinta mu Via .."


Doni merangkum kedua pipi Via , terlihat semburat merah muda menjalar diantara pipi dan airmata Via.


"Apa kakak ragu dengan kesucian ku.??"tantang Via.


"Now..." geleng - geleng kepala menatap Via seperti tak berdaya


"Jadi ??." masih tak mengerti arti tatapan Doni.


"Jika aku bercerita siapa aku , kamu akan meninggalkan aku ?." pertanyaan yang membuat alis Via terangkat satu.


"Apapun itu kak , aku akan selalu bersama mu ." meyakini Via.


"Bukan apa - apa , kamu adalah anak dan penerus dari Mr Bruno. jadi ... " menatap Via.


"Aku hanya anak angkat .!" setengah teriak Via meyakini nya.


"Walau kamu anak angkat , mereka tidak punya siapa - siapa.keluarga juga mereka tidak punya . jadi kekayaan Mr Bruno semua akan di serahkan kepadamu , karena mereka sangat menyayangi mu." jawab Doni menatap sayu.


Deg...


"Apa kak Doni minder ? . " batin Via dalam hati.


"jadi , apa kakak minder


..??? " tanya Via polos.


"Mereka memang menyayangi ku, tapi untuk diperusahaan aku ga percaya . 0lease ku mohon.jika kakak mencintai dan menyayangi ku bertahanlah jangan tinggalkan aku ." memandang kedepan .


Doni hanya terdiam seribu bahasa , sambil menarik nafas panjang.


"Sudah tidurlah ." bangun dan berjalan keluar.


"Kakak mau kemana ??." tanya Via ketika melihat Doni ingin keluar.


"Mau ketempat Melly , istirahatlah ." membuka pintu dan berjalan keluar.


Sesampai dirumah Melly. hari sudah pagi.


tok...tok..tok.


"Don , masuklah ." menatap Doni tak percaya , masih pagi sudah ada didepan pintu dirumah nya.


"Ada masalah apa ?? " Melly mengangkat satu alis nya.


"A...aku, tak tahu harus bagaimana .


Ak..aku mencintai Via , but selalu ragu ." menarik nafas panjang. seperti lega bercerita dengan Melly.


"Apa yang kamu ragukan ? ' menatap tak percaya , seorang Doni bisa tak percaya diri.


"Entahlah..."ragu - ragu.


"Huuf , klw kamu tetap ragu , bagaimana memulai sebuah hubungan ?.Melly mencoba mengorek sedikit demi sedikit . sebab ia mengetahui asal usul Doni yang hanya sepintas saja.


"Kalau dengan Via aku tidak ragu Melly , tapi dengan keluarga nya." menarik nafas panjang.


"Kenapa dengan keluarga nya ??...


Toh kamu punya perusahaan dan itu tidak kecil , kamu sudah mapan .' tanya Melly sekaligus mengingatkan Doni . ia jadi tak mengerti.


"Keluarga angkat Via orang kaya Melly.


aku pernah mendengar .jika Via nanti menemukan jodoh dan menikah , kekayaan ia harus melebihi nya . setidak nya seorang bangsawan " menatap kedepan.


****


Jika begini Melly hanya menarik nafas panjang. tak tahu harus bagaimana .


"Jika cinta Via akan memilihnya Don apapun permasalahan kalian , sebab yang saya tahu ia sangat mencintai mu ." memberi semangat Doni.


"Huuufff...


entahlah Melly , mengapa aku jadi seperti ini.tidak percaya diri seperti nya ." menarik nafas panjang. memandang Doni yang tampak pamit berjalan keluar dari rumah Melly dengan kepala menunduk dan pulang .


Melly hanya menggelengkan kepala melihat kemurungan Doni.


Hati nya bergeming dalam keadaan yang membelenggu hati , yang tidak bisa dengan mudah untuk berubah.


"Kakak..." teriak Via melihat nya turun dari mobil.


Berlari dan spontan memeluk Doni.


betapa senang nya Via melihat kedatangan Doni .


Doni terhentak , harum nya shampo langsung menyeruak indera penciuman nya. kejadian semalam belum lepas dari ingatan nya .


Ia bisa merasakan manis nya bibir dan ******* lembut yang keluar dari bibir Via.


Dan sekarang ia merasakan pelukan hangat itu.Via melingkar tangan nya dipinggang , menenggelamkan kepala nya di dada nya.


bahkan tubuh nya ikut bergerak sangking kerasnya Via memeluk.


Jantung nya terus berdebar.


"Oh maaf ." Via melerai pelukan nya. sambil tersenyum malu , terlihat gugup Dengan pipi yang memerah.


Doni pun salah tingkah , ia mencuri pandang melihat wajah Via yang bersemu merah malu. hati nya tak berhenti berkecamuk .


Tersenyum melihat Via yang masih malu salah tingkah. dengan meremas kedua tangan nya.

__ADS_1


"Ko diem ??...


kenapa pelukan nya dilepas ??." goda Doni semakin jadi melihat Via semakin memerah pipi nya.


"Cie malu ..." ujar Doni berjalan sambil terkekeh melihat Via. mendekat. menarik tangan Via lembut dan memeluknya .


"Kamu kangen aku ???..."mengelus kepala Via.


Tak menjawab Via menenggelamkan wajah nya di dada Doni.


"Kakak semalam kemana ?.


apa kakak marah sama aku ?." tanya Via polos.


"He..he..he...semalam aku kerumah Melly , ada sedikit urusan ." ucap nya berbohong.


"o. " jawab Via singkat.


"Kak. apa HM..." tak melanjutkan kalimat nya.


"Kenapa , HM ?." menatap Via heran.


"Jika aku pulang apa sudah boleh dan aman ? ." tanya Via hati - hati ia tak ingin Doni tersingung.


"Tunggu dua hari lagi , aku ingin memastikan apakah kamu bisa bebas pulang ?.." menarik nafas.


"Kenapa kak ??." tak mengerti.


"Hanya liat situasi , aman 5idak nya kamu keluar ." ucap Doni mengelus pipi Via lembut.


Via hanya terdiam mendengar ucapan Doni , ia sudah sangat merindukan kedua orang tua angkat nya.


****


Sementara itu.


Braaak...


Ricky menendang sofa dan meja dengan kasar.


Setelah mengantar ayu , ia kembali pulang dengan marah.


Melihat Ayu sangat akrab dengan beberapa orang laki - laki.


Ketika ia tanya , hanya teman jawab nya.


jawaban yang ia sendiri tak percaya .


"Ada apa dengan aku ? ...


Mengapa jadi uring - uringan seperti ini ?


apakah ini yang nama nya cinta ." batin Ricky dalam hati.memandang sofa yang terguling dihadapan nya.


Doni menopang kedua dagu nya dengan resah.


Ayu tak juga mau pergi dari ingatan nya.


"Apakah mungkin aku mencintai nya ?." ia belum juga menemukan jawaban.


"Huuuff....menarik nafas panjang.


Hati nya gamang , apakah ia mencintai Ayu ?.


Tapi mengapa harus segelisah dan marah seperti ini .Ricky masing berperang dengan berbagai pertanyaan .


Benarkah rasa itu tumbuh Tampa ia sadari sebelum nya.


Bunyi ponsel menyentak pikiran nya yang sedang berkelana.


Ternyata sang sekretaris yang menghubungi nya.


segera ia raih handpone yang tergeletak di depan nya. menggeser terima telefon berwarna hijau .


📞Hallo..."ujar Ricky ketus.


📞sory sir. saya mengganggu. saya mau tanya. apa kah laporan keuangan harus saya kirim ke email bapak ?." tanya sang sekretaris diseberang sana.


Ricky 6erdiam pertanyaan sang sekretaris membuat nya semakin marah. ingin rasa nya ia meninju perempuan bule sang sekretaris yang tak tahu ia sedang marah.


"la...gimana tahu , jarak berjauhan ." batin Ricky menepuk jidat nya bertanya sendiri dan jawab sendiri.


Menandakan menahan marah tingkat dewa.


📞 sir....sir. anda masih disana ? ." tanya sang sekretaris bingung.


📞Ya saya masih disini." menarik nafas panjang.


📞kirimkan segera dan segera hubungi Doni.


kirimkan juga laporan itu ke Doni ." ucap nya mematikan telefon nya sepihak .


"Yes ." cicit sang sekretaris.


Beberapa hari ini sang owner dan assisten nya hanya menyuruhnya melakukan semua pekerjaan.


entah berada dimana sang owner dan assitent nya , sehingga ia harus menyelesaikan pekerja yang membludak tak karuan.


pontang panting hingga lembur tiap malam.


****


Matahari mulai menyingsing , sinar yang malu - malu keluar menyelisik sinar nya yang hangat. melalui celah gorden yang tersingkap.


Via menarik kedua tangan nya ke atas , meluruskan otot nya yang kaku.


Kriiiing.....


Kriiinnnngggg....


Doni Calling ....


📞Hallo ." jawab Via memejamkan mata , masih engan bangun .dengan suara bangun tidur. tak melihat siapa yang menghubungi nya .


📞Via , cepat bangun dan bersiaplah ." terdengar suara Melly disana...


📞Melly ada apa ???.." merasa heran tiba - tiba , Melly menghubungi nya pagi - pagi.


📞Nanti kuberitahu , cepat bersiaplah ." dengan nada memerintah.


Tut...Tut...Tut.


Melly menghentikan pembicaraan sepihak.


"Ada apa ini ." batin Via dalam hati. bergegas menuju kamar mandi.


Tin...tiiiinnn


suara klakson seperti tak sabar


Seorang maid membuka pintu mansion.

__ADS_1


"Iya , sebentar." teriak Via. dari dalam.


setengah berlari menghampiri Melly.


"Ada apa Melly ???.." tanya Via penasaran .


"Don...Doni kecelakaan ." terbata - bata.


tak tega melihat Via.


"Melly tahu darimana ?." tak percaya.menahan air bening itu jatuh .


"Saya di hubungi pihak kepolisian nona , mereka melihat nomor handpone terakhir yang dihubungi Mr Doni , kecelakaan tunggal non.tapi saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki ." ucap sang supir.


"Doni ...Doni ke..kecelakaan dimana ?." terbata - bata.


"Melly..." menatap Melly sayu.


"Sudah kita berdoa saja agar Doni tidak apa - apa ." mengelus tangan Via lembut.


"Aku tak percaya Doni bisa kecelakaan tunggal ." dengan bibir gemetar .


"Sebentar aku hubungi max ." ucap Melly mengambil benda pintar itu.


Dengan melangkah lebar Melly temui max , dengan cepat max membuka pintu mendengar suara bel apartemen nya yang berbunyi.


Setelah dibuka , ternyata Melly.


"Ada apa Mel ." meletakkan kedua tangan di dada.marah karena merasa pagi - pagi ia sudah diganggu Melly.


"Doni kecelakaan.." ucap nya terengah - emgah..


Sontak max terdiam mendengar kabar itu.


"Max , kenapa bengong , ayo kita kerumah sakit ." jerit Melly.


"Ha..i..iya , kita harus kerumah sakit sekarang ." setengah berlari menggambil kunci kontak mobil nya.pikiran nya merancau kemana - mana.


Apa mungkin Doni bisa kecelakaan tunggal.ia seorang yang sangat berhati - hati.tiga bulan sekali ia selalu memeriksa keadaan mobil nya.


"Ayo kita berangkat...


Dengan kecepatan penuh max dan via serta Melly .menuju rumah sakit.


Hampir muntah Via dibuat nya..


Turun dari mobil Melly memapah Via yang terpukul. tubuh nya tiba - tiba melemah. langkah kaki nya berat seiring


pipi nya yang terus dialiri air mata.


trauma akan kehilangan seseorang masih bersarang dibenak nya .


Dengan di peluk Melly , Via berjalan tertatih - tatih menuju ruang ICU.


hingga sekarang Doni belum sadarkan diri.ia mengalami kecelakaan tunggal.


mobil yang di bawa nya mengalami rem blong ,.hingga menabrak tiang listrik.


Kesigapan warga sekitar , menjadi dewa penyelamat. dengan susah payah dan cekatan . mereka mengeluarkan Doni dari dalam mobil. sebelum mobilnya meledak. karena tangki bensin yang bocor.


Mata Via meleleh , haruskah ia kehilangan orang yang dicintai nya untuk yang kedua kali ????.


kapan kebahagian ia dapat kan .


ya Tuhan , Via menangis terguguh , sambil menutup mulut nya.


****


Dalam ruang sepi Doni terbujur kaku tak sadarkan diri.Cervical colleter menjepit leher nya yang yang mengalami cidera tulang leher.


kepala terikat perban karena benturan perban .oksigen disamping nya.


sedangkan bedside monitor di atas kepala Doni terus bekerja. mencatat detak nadi , jantung , tekanan darah terus menerus.


"Don." lirih Via menatap Doni sayu.


ia raih tangan Doni yang dingin.


"Don...bangun , ini aku , bukan nya kamu berjanji akan mengantarkan ku ke rumah orang tua angkat KUA dan melamar ku , bangunlah ." bisik Via parau. ia usap pipi Doni yang dingin.


Melly yang melihat membekap mulut dan ikut menangis.


perasaan sedih ikut menjalar mengerumuni jari nya. prihatin dengan Via dan Doni. kapan kebahagiaan menghampiri nya.air minum ia teguk.


Melly mengurut dada nya yang sesak karena kejadian hari ini.


takdir memang sulit ditebak.


jika TUHAN belum berkehendak , maka itu tidak akan terjadi.


Doni yang sudah lama mencintai Via diam - diam , akan sadarkah ???...


"Melly , polisi menanyaiku , mereka menangkap kejangalan. pada kecelakaan tunggal yang di alami Doni . " ucap Max duduk sambil mengatur nafas nya.karena ia berlari menghampiri Melly dan Via.


Melly terperangah , ada apa lagi ini ?.


"Seperti nya , ada yang menyabotase mobil Doni. rem blong tidak mungkin terjadi . kalau ada seseorang yang jahat mengakali nya. aku tahu mobil seperti apa yang dikendarai Doni. service berjangka tentu rutin dilakukan." ucap Max panjang lebar.


"Ha...


ada yang sabotase ??..


Siapa yang melakukan nya ? " tanya Melly kaget mendengar nya.


Max mengangkat bahu nya.


"Apa mungkin orang yang selama ini mengincar Doni dan Via ?" tanya Melly .


"Semalam Doni dirumah dan berangkat ke kantor, apa mungkin orang kantor ? "


berarguman .


"Belum tentu , mungkin benar apa kata kamu tadi. orang jahat yang mengincar Doni dan Via , but i don't now . " sangah max.


Sejenak Melly terdiam. , otak nya diajak menjabari satu persatu kejadian kronologi yang menimpa Doni.


"Pekerjaan mereka sangat rapi , hampir - hampir membuat kepolisian terkecoh .untung mereka teliti ." setelah lama terdiam.


Melly menoleh penuturan max membuat nya sangat penasaran.


"Apa....ah." memukul jidatnya , ia terlalu bodoh memikirkan hal semacam itu.


lalu siapa yang berani melakukan ini semua ???..


menjadi teka teki buat Melly.


Max menyandarkan punggung nya , lelah mulai mendera tubuh dan pikiran yang sejak tadi berfikir keras.


guy maaf ya bila ada yg typo


bagaimana kelanjutan Doni dan Via.?

__ADS_1


like and cmnd dunh


__ADS_2