
"Jika benar itu Via sama om -om , lebih tepat nya suka sama om - om, atau diambil paksa sama om - om "batin Ricky mengacak - acak kasar rambut nya putus asa.
"Ya Tuhan , aku harap Via tidak seperti yang kupikir kan " batin Ricky bicara sendiri dalam hati.
"Ric...kamu kenapa sih , dari tadi seperti gelisah???
"Wow...malah ngelamun , makanan nya ga di makan "tanya Doni , melihat Ricky tak menyentuh makanan nya.
"Dari tadi ditanya ga jawab...bengong aja, ada apa sih "Doni semakin penasaran.
Ricky hanya menggelengkan kepala , kembali makan dengan setengah hati.
Penasaran Doni melihat keluar , sekali lagi tak menemukan apa pun .
Via yang baru keluar dari toko Tas,berhenti sejenak merasa ada yang memperhatikan . melihat sekelilingnya tapi tak menemukan apapun
Karena Ricky dan Doni di dalam restauran.terhalang oleh pepohonan.
"Seperti ada yang memperhatikan ku, tapi siapa "batin Via.
"Via , are you ok ? " tanya Mr Bruno yang saat itu mengajak Via untuk membeli tas , hadiah Mrs Bruno yang akan berulang tahun.
"Ya.."ucap Via sambil berjalan mengikuti Mr Bruno menuju parkir mobil.
"Kenapa perasaan ku tiba - tiba berdebar ??? ...."batin Via sambil memandang keluar .
"Apaa ...ada Ricky disini "batin Via memegang dada nya yang berdebar.
__ADS_1
"Huff....
tarikan nafas panjang Via membuat Mr Bruno menoleh.
"Ada apa Via , sejak tadi saya lihat kamu seperti gelisah ? " tanya Mr Bruno menatap Via intens.
"Sebelum pulang , boleh kah mampir sebentar ke makam Willy "pinta Via.
Sejak Willy tidak ada.Via menjadi terbiasa Selalu datang ke makam Willy.untuk mengeluarkan semua uneg -uneg nya.
"Kamu ada masalah.? " tanya Mr Bruno, karena ia tahu jika Via pergi kemakam Willy ,Nia sedang mempunyai masalah.
"Tidak ada apa - apa "ucap Via.pura - pura santai agar tak menjadi pikiran orang tua angkat nya.
"Are you sure ????...
****
Sesampai di pemakaman Via membeli bunga dan berjalan menuju makam Willy.
Ia Menatap makam Willy sendu.
"Ya sudah dad tunggu di mobil ya, jika kamu ingin bicara dengan Willy "ucap nya berjalan tanpa menunggu jawaban Via.
"Wil....kamu pasti tahu aku gelisah .
Kamu tahu....Ricky...
__ADS_1
Pria yang selalu menolong ku, sama seperti kamu...
Sama seperti kamu , aku juga mencintai nya walau hanya diam - diam .maafkan aku Willy ...pria itu dari masa lalu ku, entah ia masih menginggat ku atau sudah melupakan ku "ucap Via menghapus air mata nya yang turun perlahan.
"Saat ini mama sedang berulang tahun.alangkah senang nya jika kamu disisi ku Wil....
"Aku pergi dulu ..."ucap Via bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Mr Bruno.
****
"Selamat ulang tahun mam "teriak Via sambil setengah berlari menghampiri Mrs Bruno.
"Oh..nya God....kamu membuat kejutan ?...
"Ya...Via yang mengingatkan saya "ucap nya sambil mencium sang istri .
"Thanks Via, kamu ini terang untuk kami ,di sisa umur ku "ucap nya tak terasa air bening itu menetes.
"You the best.my mam "ucap Via sambil memeluk nya...
"Thank you so much." sambil memeluk ke dua orang yang di sayangi nya.
Setelah Mr Bruno.meniuo lilin...Via memberikan bungkusan itu.
"Aku and dad tidak tahu my mam ingin apa ?...
"Jadi kami berikan ini.....ucal Via.menye4ahkan sebuah bungkus
__ADS_1