
Sementara
Max , Joe ,Cuan dan Jio terlempar jauh.
entah di mana mereka sekarang berada .
bingung mau berbuat bagaimana akhirnya .
Mark bersama anak buah nya , dengan badan yang penuh dengan dedaunan.untuk penyamaran mereka . perlahan masuk kedalam pepohonan , bersembunyi.
"Ssstttt....diam ditempat , seperti ada suara helikopter datang , coba kamu lihat ." ucap Mark memakai bahasa isyarat.
Anak buah Mark yang bertubuh tinggi kurus tapi kekar. mengambil alat melihat jarak jauh .teropong
"Sir...yang datang benar helikopter , tapi tidak tau mereka lawan atau teman ." masih memakai bahasa isyarat.
"Ada tanda bunga tidak , cek yang benar." Mark mulai merasa tak tenang , tangan nya mengepal menyadari mereka dijebak. tahu begini ia akan menyelidiki lebih dahulu sebelum berangkat.
kecerobohan yang berakibat fatal.
Terlanjur...ia harus menghadapi nya.
"Sir...nothing ( tuan tidak ada )." jawab nya dengan wajah memucat.
Mark memberi tanda agar bersiap , serentak senjata dan bom ditangan para anak buah nya yang sudah siap mereka rentangkan kedepan.
Penasaran...
Mark mengambil teropong ditangan anak buah nya .
geram Mark memgenggam tangan nya hingga memutih . mengetahui siapa yang datang.
"Mafia black Skull ." masih Memakai gerakan tangan.
Melihat gerakan tangan Mark , anak buah nya terdiam. mengetahui betapa kecam nya mafia black Skull itu..
"Kalian takut ." gerakan tangan Mark menegang. menatap tajam satu persatu .
Anak buah mark yang terlatih bahasa isyarat , mereka pakai saat terdesak , memandang Mark intens.
"Apa kalian takut ???.." gerakan tangan Mark mengepal tanda ia menahan marah.
Dengan tegas mereka menjawab dengan menjulurkan tangan ke atas berulang - ulang.
arti nya mereka tidak takut .
"Bagus ." Mark mengacungkan jempol nya. senang .
berfikir bagaimana cara nya agar bisa menolong Max dan yang lain .
"Max bersabarlah..." batin Mark masih memantau orang dalam helikopter .
siapa yang keluar.
"What..."pekik Mark dengan mata melotot . tak sadar jika jeritan nya bisa di dengar musuh.
Dengan cepat anak buah nya yang tinggi kurus tapi tegap itu membungkam mulut Mark.
"Sssst...."peringatan pria itu. dengan telunjuk di bibir nya.
"Hans Anderson ???.
"Foto tanpa blis , untuk bukti." perintah Mark geram . tanpa di perintah kedua kali beberapa anak buah Mark yang memegang handpone membidik setiap gerakan Hans Anderson.
"Setauku , Hans dijodohkan dengan Via , mengapa ia begitu kejam membuat Via seperti ini , apa maksud nya ." batin Mark memegang dagu nya , tanda sedang berfikir .
"Rupa - rupa nya ia musuh dalam selimut tuan. " bisik pria kurus tapi tegap itu.
"HM....
__ADS_1
"Dalam helikopter hanya lima orang , jika mereka mengetahui keadaan kita. tembak ditempat.' ucap Mark masih Makai gerakan tangan.
Anak buah Mark menjawab dengan anggukan kepala..
Sementara itu.
Max , Cuan , Jio serta yang lain nya terlempar jauh. saat terkena bom.
karena mereka berada di dataran tinggi.
saat pihak musuh melemparkan bom. tanah seketika longsor.
mereka terbawa longsoran tanah , 5erpisah sejauh 2 mtr.
Cuan terhantam ranting pohon , tersangkut tak berdaya pingsan . dengan dahan pohon menancap dipundak nya.
Jio separuh tubuh nya tertimbun tanah longsoran dan di atas badan nya..ada tumpukan kayu..
Sedangkan Max ia juga pingsan karena kena percikan dari bom yang menancap di tubuh nya.
Keadaan mereka saat ini antara hidup dan mati..memperhatikan , berharap ada pertolongan yang datang dan menolong mereka.
Dan Joe entah berada dimana ....
Hari sudah menjelang pagi. menunjukkan pukul 05.00.
"Arg...ada dimana aku ." ucap Joe merintih kesakitan melihat sekeliling nya . ia yang terlempar jauh dari teman - teman nya .
Saat sadar tangan kiri dan kaki kiri nya patah tak dapat digerakkan. di antara timbunan dahan pohon yang tumbang.
"Dimana yang lain ." dengan tangan kanan berusaha mencari handpone nya di kantong.
"Arrg....badan ku sakit...help ..help me ( tolong saya ) ." teriak tertahan Joe ketika bergerak sedikit.keluar darah dari tangan kiri nya..
Dan ia sadar saat ini musuh masih mengintai nya.
Via dan dua orang bodyguard Mark terlempar lebih jauh.
****
"Ah sudah pagi ." dengan mata mengecil akibat sinar matahari yang menerpa nya.
"Aku dimana ." merasakan sakit seluruh tubuh. berusaha menyingkirkan ranting dan pasir yang melekat ditubuh nya .
"Adakah yang bisa menolong ku ? ." menatap sekeliling nya.
Tak ada seorang pun disana...sepi .
Via melihat kebawah lumayan tinggi , kira - kita bisa tidak ia turun .
mencoba turun perlahan , merayap seperti ckcak. Via menginjak dahan yang lumayan kuat untuk ukuran tubuh nya.
Perlahan tapi pasti , Via bisa turun kebawah , walau kaki nya lecet akibat gesekan kulit nya dan pohon. karena ia merayap seperti cicak.
Bersyukur ia hanya lecet saja. dan tangan kanan nya yang biru legam.
Dengan berjalan terseok - Seok Via mencari orang yang bisa menolong nya dan ia kenal.
"Seperti habis gempa ." guma Via menatap sekeliling nya.
kembali berjalan , mungkin ada orang yang lewat dan bisa di minta pertolongan.harapan Via.
Berjalan Tampa tahu harus kemana , Via berjalan terus .
sambil berjalan Via menyingkir kan ranting - ranting yang menghalangi jalan nya.
Hingga tak sengaja ia menginjak sebuah tangan .
"Ini tangan ???. " sok Via melihat nya.
__ADS_1
perlahan ia menghapus tanah diatas tangan itu , hingga tak sadar sampai terlihat itu adalah orang..
"Ia sudah tak bernafas. " jerit tertahan Via. memandang lekat pria yang sudah tak bernyawa itu.
"Ia sepertiiii....dan melihat sebelah kanan berjarak tiga meter dari pria yang Via temukan .
Via memeriksa pria kedua yang membawa nya keluar .
"Sama...ia sudah tak bernafas ." guma Via lirih.
ya seperti pria yang membawa ku keluar dari tempat laknak itu ," batin Via sambil mencari - cari .
****
"Ini ada apa ya ." Via merasa heran semakin jauh ia berjalan semakin banyak pepohonan yang tumbang dan pecahan ...seperti pecahan apa Via tidak mengerti. sebab saat dibawa ia dalam keadaan pingsan.
berjalan , berjala dan berjalan , semakin ia berjalan semakin banyak menemukan pecahan .bom....
Tiba - tiba terdengar suara..
help...help me ( tolong ...tolong saya ).
suara lirih seperti Via mengenal suara itu...
"Seperti suara...." Via memutar badan nya kekiri dan ke kanan melihat darimana asal suara itu .
Sambil berjalan , tetap memasang telinga nya..
"Apa hantu ???...
masa hantu di pagi hari ." batin Via sambil menengadahkan wajah nya melihat sinar matahari yang menampakkan sinar nya dengan malu - malu kucing.
"Help...help me ." suara nya pelan sekali.
"Kaya nya sebelah kiri ku ." ucap Via Tampa ragu , ia semakin mempercepat langkah nya.
Dari kejauhan Via seperti melihat tangan yang bergerak lemah.
Help me...suara yang lirih .
"Ha itu seperti suara ...seperti suara
suara om Joe...om Joe ya suara om Joe .." setengah berlari Via menghampiri suara itu berada.
Semakin dekat Via semakin yakin jika itu suara orang yang dikenal...
"Hallo....
are you ok ?." tanya Via meyakin kan diri nya jika ia salah orang., perlahan membalikkan badan pria itu.
"Haa..
om Joe....om ." Via memeriksa detak jantung dan denyut nadi..serta meletakkan telunjuk nya ke hidung Joe.
"Masih hidup ." ucap Via sambil menghilangkan tanah yang menutup badan Joe..
"Om...om bangun ." suara Via bergetar..
"Om....om bangun ." masih panik Via menepuk kedua pipi Joe.
"Om sadar om....jangan bikin aku takut ." ucap Via berdiri melihat sekeliling nya..ada beberapa manusia yang tergeletak.
"Via itu kamu ." teriak Cuan diatas dengan tubuh lemah.
"I..iya ." tanya Via heran. sebab ia tak mengenali siapa pria yang tersangkut di pohon.
guys disini dulu ya..
maaf bila ada kata 6ang typo.
__ADS_1
terima kasih yang masih mau baca karya Ku.
happy reading .