
Aku meminta kepada keponakan ku untuk berbaris dengan rapi jika mau THR dari ku.. Sontak mendengar itu mereka pun berbaris dengan tertib tidak perebutan seperti tadi.
Yah karena ini merupakan hari raya maka kami pun sekeluarga pergi bersilaturahmi ke rumah sanak saudara.
"Selamat hari raya ya cinta ku. Mohon maaf lahir dan batin" Pesan Dika di pagi itu kepada ku.
"Iya selamat hari raya juga ya. Maaf lahir dan batin. Oh ya hari raya ke tiga kita berombongan ya pergi ke rumah teman-teman kita di Bengkalis sekalian .pergi ke rumah guru-guru kursus kita" Ujat ku.
"Oke cinta" Jawab nya.
***
Aku, Yus dan bang Rizen pergi menyeberang ke kota Terubuk tersebut untuk pergi bersilaturahmi ke rumah teman-teman kursus di Wiyatamandala beserta pergi bersilaturahmi ke rumah guru-guru kursus yang ada di sana.
Tentu saja tahun ini bang Rizen ikut bersama kamu untuk bersilaturahmi karena tahun ini dia juga mau berkunjung ke rumah kekasih barunya yaitu Arini. berbeda dengan tahun lalu dia tidak mempunyai kekasih. Di mana ia dikhianati oleh Nilam teman satu kursus kamu. Aku juga tidak tahu pasti penyebabnya yang jelas dia bercerita bahwa dia dikhianati dan Nilam kembali bersama kekasih lamanya. Itu artinya dalam menjadikan bang Rizen tersebut sebagai pelarian saja di saat dia sedang berada di dalam masalah bersama kekasihnya.
"Kita kemana dulu. Ngumpul di mana kita?" Tanya ku kepada kedua teman ku itu setelah kapal peri merapat tiba di pelabuhan Bengkalis.
"Ke rumah Arini saja kita" Jawab bang Rizen.. Yah Arini juga teman satu kurus kami. Hanya saja dia berbeda kelas dengan kami.
"Oke kita ke sana sekarang" Ujar ku lagi.
Kami pun menancap kam gas sepeda motor kami menuju ke rumah Arini sebagai tempat berkumpul kami di sana. Di tahun ini memang berbeda dari tahun yang lalu. Di mana tidak semua teman kurus kami ikut untuk bersilaturahmi. Hanya ada aku, Yus, Arini, dan Dika saja yang turut andil dalam bersilaturahmi ini Sehingga kami pun memutuskan untuk pergi ke rumah teman yang hadir saja dan juga pergi ke rumah guru-guru saja. Tidak seperti tahun dulu kami pergi ke daerah Jangkang dan juga Ketam putih.
"Dika, sekarang kami sudah tiba di Bengkalis dan ngumpul di rumah Arini.. Kamu ke sini ya" Ujar ku kepada laki-laki spesial itu.
"Oke cinta. Aku akan segera ke sana. Oh ya, di rumah kakak ku diadakan acara makan bersama keluarga. Nanti kita ke sana ya" Ujar Dika lagi.
"Wah, Dika mengajak kita untuk pergi ke rumah kakak nya karena di sana saudara-saudara nya pada ngumpul. Dan mengajak kita makan bersama di sana" Ujar ku lagi kepada kedua teman ku tadi termasuk Arini.
"Wah, bagus dong mungkin dia juga ingin memperkenalkan kamu dengan keluarga besar nya" Jawab Arini.
"Iya bisa jadi itu Mah" Tambah bang Rizen pula.
"Mungkin saja" Jawab ku kurang yakin. Karena yang aku tahu keluarga Dika begitu dekat dengan Fida. Dan jelas keluarga Dika mengetahui hanya Fida lah kekasih Dika bukan aku.
Ting...
Pesan dari Fida masuk secara tiba-tiba di ponsel ku.
"Fida? Ngapain dia menghubungi ku" Batin ku merasa heran melihat gadis itu mengirimkan pesan singkatnya kepadaku.
"Kak, kakak di mana sekarang?" Pesan nya.
"Lagi di Bengkalis dek" Jawab ku.
"Kak, kakak pergi bersilaturahmi bersama teman-teman kakak ya di sini. Aku boleh ikut kan?" Tanya nya kepada ku.
Sontak aku membulatkan mataku membaca pesan singkat dari gadis itu.
"Apaan sih ini anak masa iya dia mau ikut bersama kita di sini" Batin ku.
"Kenapa Mah?" Tanya Yus melihat wajahku yang berubah kesal seperti itu.
"Ini lo, si Fida kekasih nya Dika mau ikut kita" Jelas ku.
"Apa? Kekasih Dika? Maksud kamu apa?" Tanya Arini kaget.
"Dika itu mempunyai kekasih lagi selain aku" Jawab ku apa ada nya.
"Terus kamu mau di duakan?"
"Ya sebenarnya sih gak mau juga. Tapi jika aku masih bertahan sama dia, itu berarti jodoh ku ada bersama nya. Yah aku hanya mengikuti alur cerita ini ke mana cerita ini membawa hubungan kami" Jelas ku kepada Arini.
"Boleh ya kak. Dika gak kasih aku ikut sama kalian" Ujar nya lagi merengek karena aku tidak membalas pesan dari nya.
"Gimana? Apa kita izinin saja dia ikut?"
"Terserah kamu saja sih Mah. Jika hati mu kuat untuk menyaksikan hal-hal yang nantinya tidak pantas untuk kamu saksikan" Ujar Yus.
"Aku mau lihat bagaimana cara Dika melayani aku dan juga Fida jika kami bertiga bersama" Jawab ku.
__ADS_1
"Ya sudah jika begitu. Biarkan saja dia ikut bersama kita. Lagian aku juga heran deh sama dia ngapain juga dia mau berkumpul bersama geng kita. Emang nggak malu apa?" Ujar Yus.
"Ya karena dia takut jika Dika bersama ku. Malu gak malu, di tahan nya juga demi menghindar Dika berduaan bersama ku" Jawab ku.
"Sebentar ya aku balas dulu pesan nya"
"Ya sudah dek, datang saja di sini. Kami lagi di rumah Arini" Balas ku dan Share lokasi di mana kami berada.
"Ya ampun Ramah. Ternyata kamu wanita yang kuat ya. Bisa kamu membiarkan dia ikut bersama kita. Padahal kamu tahu nanti hati mu akan terluka" Ujar Arini.
"Gak masalah, kita ikuti saja permainan ini" Ujar ku.
"Cinta" Ujar Dika tersenyum kepada ku ketika diri nya duluan tiba di rumah Arini.
Tentu saja aku menyambut kedatangan laki-laki itu dengan senyuman. Yah Dika tidak tahu sama sekali bahwa Fida akan ikut bersama kami.
"Yus, fotoin dong kami berdua" Ujar ku memberikan ponsel ku kepada sahabat ku itu untuk mengabadikan momen kebersamaan kami di hari raya.
Yus pun mengambil foto kami berdua. Aku, Yus dan Dika sontak bercanda sambil tertawa bersama setelah berfoto.. Sedangkan bang Rizen dan Arini di dalam rumah untuk menyantap kue muhim yang ada.
Sontak raut wajah kebahagiaan yang terukir dari wajahnya Dika berubah bias menjadi murung melihat siapa yang datang berkumpul bersama kamu saat itu.
"Fida? Dari mana dia tahu aku di sini?" Batin Dika.
Bisa ku lihat kegelisahan mulai muncul di hati nya melihat gadis itu datang.
"Ngapain ke sini?" Tanya Dika dengan ketus kepada kekasih nya itu.
"Mau ikut juga" Jawab nya.
"Dari mana kamu tahu kami di sini?"
"Aku yang mengirimkan lokasi kita kepada nya. Dia mau ikut bersama kita. Apa salah nya jika dia mau ikut bersama kita" Ujar ku.
"Bukan kah lebih ramai kita bersilaturahmi akan lebih seru" Tambah ku lagi.
Dika hanya bisa menghela nafas beratnya mendengar ucapanku barusan. Aku tahu dia tidak setuju dengan keputusanku saat itu. Tapi keputusanku sudah bulat dan di saat ini Fida sudah bersama kami. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka dia harus terima semua ini.
Kami pun masuk ke rumah Arini untuk menyantap hidangan yang ada di hari raya itu.
Yah karena aku berkumpul bersama teman-temanku seperti biasa dunia ini terasa heboh. Aku tidak terlalu peduli kepada Dika dan juga Fida bersama kami saat itu.
Sesekali aku juga mengajak Dika bersenda gurau. Terkadang aku juga merasa kasihan kepada gadis itu karena diabaikan oleh Dika. Tapi itu salahnya sendiri ngapain juga dia mau ikut bersama kami. Jadi terima lah resiko nya.
"Ya sudah ayo kita pergi, kemana dulu ni?" Tanya ku kepada teman-teman ku.
"Ke rumah Dika saja dulu" Jawab Yus.
"Ke rumah kakak ku saja dulu. setelah itu ke rumah ibu Ita baru nanti ke rumah ku" Ujar Dika.
"Soal nya di rumah ku gak ada orang. Mereka ini sedang berkumpul di rumah kakakku yang sedang mengadakan makan bersama di sana"
"Oh gitu oke deh" Jawab ku.
***
"Ayo masuk" Ajak Dika kepada kami. Yah tentu saja kami merasa sungkan hadir di tengah-tengah keluarga besar Dika itu.
Dengan perasaan yang sulit untuk di jelaskan, kami masuk ke rumah kakak Dika tersebut.
"Ayo di makan" Ujar Dika kepada kami.
Yah di sana, terlihat Fida melayani kami selayak nya dia melayani tamu di rumah nya sendiri. Sontak hal itu semakin membuatku yakin bahwa gadis itu benar-benar dekat bersama keluarga Dika. Yah terbukti bahwa dia tidak merasa sungkan sama sekali berkumpul bersama keluarga besar Dika selayak nya seperti sudah menjadi keluarga nya.
Melihat hal itu nyali ku semakin ciut untuk bersama Dika. Ingin rasa nya aku cepat-cepat pergi dari rumah itu. Tapi apa lah daya, aku harus bertahan hingga teman-temanku selesai menyantap makanan mereka.
Aku dan Yus mengangkat piring kotor yang kami pakai untuk menyantap makanan kami tadi ke tempat pencucian piring.
Aku bermaksud ingin membantu untuk mencuci piring di rumah kakaknya Dika itu. Tapi ku lihat Fida begitu sigap mencuci piring itu. Sehingga aku hanya bisa diam dan melihat pekerjaannya. Dika pun menarik tangan ku.
"Ngapain di sini. Ayo duduk di depan sana" Ujar nya.
__ADS_1
Tampa di suruh ke dua kali nya, aku pun pergi ke depan kembali berkumpul bersama teman-temanku.
"Eh, pak" Ujar ku saat melihat ayah Dika yang sedang ngobrol bersama biasanya di sebelah rumah kakak Dika tersebut. Di mana saat itu kami ingin melanjutkan perjalanan kami ke rumah ibu Ita.
Aku pun mendekati ayahnya Dika untuk bersalaman kepadanya.
"Baru tiba?" Tanya nya.
"Iya pak" Jawab ku mencium punggung tangan lelaki paruh baya itu.
"Sudah makan?" Tanya nya lagi.
"Sudah kok pak, baru saja makan di dalam tadi" Jawab ku.
"Terus mau kemana?"
"Mau ke rumah ibu Ita pak. Bersilaturahmi di sana" Jelas ku lagi.
"Oh ya sudah hati-hati di jalan"
"Iya pak" Jawab ku.
***
"Assalamualaikum" Ucap salam kami berikan ketika kami sudah sampai di rumah guru kami Itu.
"Waalaikumsalam, eh kan sudah tiba ayo masuk" Ajak guru kami itu lagi.
Kami pun masuk di rumah panggung itu. Bisa ku lihat kita menatap heran kepada Fida karena dia tidak mengenali gadis itu.
"Siapa?" Tanya nya kepada kami menunjuk ke arah gadis itu.
"Oh ini adik nya Ramah" Jawab Yus seenak nya.
"Tepat nya madu nya" Bisik nya lagi ke telinga ku.
Aku menjeling melihat Yus berbisik seperti itu kepadaku.
"Oh adik Ramah" Jawab buk Ita percaya dengan ucapan Yus tadi.
"Kok tahun ini hanya segini yang hadir bersilaturahmi ke rumah Ibu? Biasanya kan kalian ramai." Tanya ibu Ita lagi.
"Gak tahu juga sih buk mereka semua kenapa gak bisa ikut bersilaturahmi bersama kami seperti dulu. Mungkin mereka pada sibuk dengan urusan mereka masing-masing kali" Jelas bang Rizen.
"Iya juga kali ya. Tapi kan seru jika kalian bersilaturahminya ramai-ramai seperti kemarin"
"Yah mau bagaimana lah bu, mereka pada sibuk. Nggak mungkin tadi paksain juga jika mereka nggak bisa" Ujar Arini.
"Iya juga sih, ya sudah ayo makan. Coba cicipi kue muih yang ada di meja ibu ini. Ini lah kue ibu di tahun ini gak terlalu banyak"
"Ini sudah banyak kok buk.. Cukup lengkap kuenya" Ujar ku pula sambil tersenyum.
Fida dan Dika dari tadi hanya diam tidak bisa berbuat apa. Yah mungkin Dika ingin juga bercengrama bersama aku dan juga teman-teman ku. Tapi dia takut nanti Fida nya akan tersinggung atau apa lah itu. Di saat itu posisi nya sedang serba salah dengan kehadiran kami berdua.
"Dek, jangan diam aja. Ayo di cicipi kue buatan ibu Ita ini" Ujar ku menawarkan kue yang ada di meja.
Fida hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan ku barusan.
"Ya sudah kami pulang dulu ya buk" Ujar bang Rizen.
"Iya terima kasih sudah berkunjung ke rumah ibu" Ujar buk Ita tersenyum kepada kami.
"Sama-sama buk" Jawab kami serentak.
***
Seperti yang Kami rencanakan setelah berkunjung ke rumah Bu Ita kamu pun pergi ke rumah Dika. Di sana, bang Rizen tidak ikut bersama kami. Hanya aku dan Yus saja ke sana berserta Fida. Yah bang Rizen dan Arini mempunyai urusan mendadak yang kami pun tidak tahu dosanya apa.
"Assalamualaikum" Ucap salam diberikan oleh Rio saat masuk ke rumah sahabat nya itu.
"Waalaikumsalam" Jawab kami serentak.
__ADS_1
Karena orang rumah Dika belum pulang, jadi seperti tadi. Fida lah yang melayani kami di rumah itu. Lagi-lagi gadis itu menunjukkan bahwa dirinyalah yang pantas untuk mendampingi Dika. Di mana dia begitu dekat dengan keluarga Dika dan sudah mendapatkan restu dari keluarganya. Dan aku harusnya sadar diri dan mencoba menjauh dari laki-laki itu karena aku tidak begitu dekat dengan mereka. Aku hanya sebagai benalu di dalam hubungan ini dimana Aku menumpang kebahagiaan antara mereka berdua.