
"Haa....
mengapa aku tidak tahu !!!..
Jadi selama ini ???...
mengapa dad tidak cerita " batin Via menutup mulut nya dengan kedua tangan
"Saya juga tak ingin " ucap Mrs Bruno memeluk sang istri menahan tangis nya, merasa ia tidak bisa berbuat apa - apa
"Aku tak percaya , aku harus memeriksa nya " batin Via melupakan rasa haus nya.
Perlahan berjalan , agar tak di dengar Mr dan Mrs Bruno. Via kembali masuk kamar
Membuka laptop nya yang di bawa pulang .
Via melihat jurnal soft ware
dan melacak saldo perperiode aktivitas dan beberapa aset..
Deg...
menurun tidak ada peningkatan sejak tahun 2000.
"Tahun itu Willy sedang sakit ? " berfikir keras...
"Apa habis untuk pengobatan ?!..
"Tak mungkin." batin Via mengaruk kasar kepala nya .
"Aku sempat melihat jika perusahaan dad baik - baik saja " Via mengaruk kepala nya kasar.
Via cek hingga berkali - kali , tetap sama.
"Kenapa aku tidak tahu....
Bodoh sekali aku ...
ini pasti ada hubungan nya dengan peretas di komputer kantor " batin Via memijat dahi nya .
Berusaha mencari kesalahan pembukuan.
__ADS_1
"Apa ada yang korupsi di tiap departemen ????...."Via semakin pusing dibuat nya...
Via terus mencari dan mencari .
Penasaran mengapa perusahaan yang di pimpin dad angkatnya itu menjadi koleps seperti ini...
Tok...tok..tok..
Mendengar suara ketokan pintu , Via bergegas meletakkan laptop nya dimeja dan kembali ke tempat tidur .
Pura - pura tidur.
Kreek....
Via sayang ....
sudah bangun ? " tanya Mrs Bruno membuka pintu lebih lebar.
"Yes mam...."menarik kedua tangan nya, seakan ia baru bangun..
"Bangun sayang kita breakfast. " ucap Mrs Bruno seperti ada yang akan di bicara kan...
"Ok...." jawab Via singkat menyibak selimut tebal nya perlahan, seakan - akan malas bangun.
Sesudah mandi dan berganti pakaian.
Berdandan tipis , karena Via tidak suka berdandan menor.
Berjalan perlahan setengah melirik
Dimana kedua orang tua angkatnya sudah menunggu.
"Morning dad, mam " sapa Via sambil meletakkan bokongnya ke kursi .berupaya tidak terlihat sedih.
Duduk sambil mengambil hamburger kesukaan nya , ia melirik Mr Bruno yang bertanya kepada sang istri yang Via tak tahu apa , melalui gerakan bahasa isyarat mereka.
"Morning Via " balas Mr dan Mrs Bruno berbareng.
"Dad hari ini aku kembali bekerja...
Via sudah segar , setelah dalam perjalanan jauh...
__ADS_1
"Good girl , selalu semangat " ucap nya seperti ada yang ingin di utarakan, tapi tida tahu harus berkata darimana dulu .
****
"Via...."Mr Bruno terlihat tegang.
"Ya dad...
katakan lah , Via sudah siap "menahan debat di dada.
deg..
deg..
"Dad meminta , kamu mau ya berkenalan dengan Hans...
Berkenalan saja dulu please " ucap Mr Bruno mengatupkan kedua tangan nya.
****
Tak tega akhir nya Via menganggukkan kepala...
"Haaa...
Dady lega, dad kira kamu akan marah " ucap nya kedua tangan memegang dada .
"Tidak dad , Via tidak marah " menelan Saliva dengan susah.
"Nanti malam keluarga Anderson datang ke rumah , akan ada jamuan makan , kamu berdandan yang cantik ya " ucap nya sambil tersenyum.
"Yes dad...."dengan mata melirik Mrs Bruno yang terlihat senyum terpaksa...
"Good girl " mengajukan jempol nya.
"Apa dad akan menjodohkan aku ? " tanya Via tertunduk..
"Sayang , dad terpaksa...
Jika kamu tidak mau tidak apa - apa.
Kamu bicara kan nanti malam " ucapan nya lesu.
__ADS_1
terima kasih guys sudah mau mampir