TAKDIR

TAKDIR
Apakah itu kamu nak ??


__ADS_3

Kalimat itu yang selalu Doni ingat dan membuat nya ragu jika akan berhadapan dengan Mr Bruno.


Walau hanya.mengatakan kepada Mr Bruno "aku suka kepada anak mu Mr Bruno "


Tapi itu hanya di dalam angan - angan Doni saja.


Entah mengapa ia bisa menjadi seperti itu , dengan keberadaan Mr Bruno.


Jika cinta mengapa harus ragu ???...


Hadapi semua dengan lapang dada.


Selalu merasa bimbang dengan pemikiran itu dalam diri Doni.


Mengapa...mengapa dan mengapa.


Doni pun tak tahu, ketika ia mendengar kalimat Mr Bruno sedang berbicara , ia menjadi minder.


Padahal Doni sudah mempunyai perusahaan yang di rintis step by step. hingga ia berhasil , itu di akui Riski.


Sebenarnya Risky sudah menyuruh Doni untuk berhenti bekerja dengan nya.


Tetapi karena Doni merasa ia berhutang budi dengan kakek Ricky, Suwito Bramantyo.


Suwito Bramantyo lah yang sudah mengangkat ia dari kesendirian di jalan ke tempat yang penuh kehangatan.


Suwito Bramantyo adalah kakek dari Ricky.


Saat itu Doni kecil yang diketemukan sedang menangis , ia di tinggal meningal oleh ibu nya.


Sang ibu yang tertabrak saat sedang menyebrang jalan setelah membelikan Doni bubur ayam untuk nya sarapan.


ya...tertabrak.


masih ingat dalam ingatan nya .


sang papa yang pergi dengan wanita lain..


Dengan tabah dan kuat , sang mama hendak membawa nya pulang kerumah orang tua nya..


rumah peninggalan sang kakek yang sudah lama meninggal.


Karena merasa itu jalan satu - satu nya , sang ibu ingin kembali kerumah orang tua nya dengan harapan ingin memulai hidup baru dan usaha disana.


Tapi rencana hanya tinggal rencana , takdir menentukan lain.


Ia tertabrak didepan mata nya.


Tak ada yang menolong nya saat itu , entah mengapa orang hanya melihat kasian dan pergi .


Doni kecil menangis tersedu - sedu didepan jasad sang mama yang sudah terbujur kaku dengan darah dimana - mana


Seorang anak kecil yang tak mengerti harus bagaimana.


sampai - sampai seorang pria setengah baya menolong nya.


Suwito yang merasa kasihan melihat Doni kecil.


Menolong sang ibu dan mengulurkan nya serta membawa Doni masuk kedalam keluarga nya.


ya Kakek Suwito yang sangat berjasa dalam hidup nya.


Sampai saat ini , ia tak tahu dimana sang papa . dan tak mau tahu.


Mengingat itu ia sangat .. sangat membenci sang papa.


"Andai mama masih ada ." guma Doni .


Merasa ia selalu sendiri.memyalahkan takdir hidup nya.


"Sir....


"Sir , are you ok " ucap sang sekretaris bingung memandang Doni yang terlihat melamun.


"Ah ya...


ada apa ?? .." ucap Doni tersentak dari lamunan nya.


"Saya dari tadi berbicara , tetapi anda sedang melamun..


apakah anda baik - baik saja ? " masih tak percaya melihat Doni tak bergeming


"HM...ah ya...


kita meeting jam berapa dan dengan siapa ? " tanya Doni.


"Ini sir ..


jam 11.00 nanti , dengan PT QQU , di restauran Asia " menyerahkan beberapa berkas sambil geleng - geleng kepala melihat Doni tidak fokus dalam bekerja.


"HM...restauran Asia ." batin Doni dalam hati .sambil mengambil benda pipih itu.


drrrttt....


📱hallo.


📱hallo Via , apakah kamu sudah memasak . " tanya Doni perhatian.


📱ini sedang memasak , ada apa ? ...


📱Tidak ada apa - apa , cuma ada clain ajak aku meeting di restauran Asia.


ingat kamu ..


(sambil tersenyum sumringah ).


Sang sektretaris yang melihat wajah Doni yang terlihat happy , ia pun ikut senang.


📱Aku juga memasak , masakan Asia ." ucap Via tersenyum.


📱Kalau boleh tau apa ???...


📱Kepo..


Sudah ah , nanti gosong. " ucap Via jail.


Memutus pembicaraan sepihak.


"Ya...malah di matiin ." gerutu Doni mengaruk kepala nya yang tak gatal. sambil memandang benda pipih itu.


"Sir ..." tegur sekretaris berambut pirang itu.


"Ah ya...ok.


beritahu saya jika sudah jam 11.00 ." ucap Doni kembali konsentrasi dengan pekerjaan nya yang menumpuk.


****


Lain dengan Ricky .


Ricky merasa dunia milik nya , yang lain kontrak.


Walau pun belum ada kalimat aku sayang kamu Ayu..


Mereka sudah seperti lama berpacaran.


Sampai - sampai orang yang melihat nya merasa iri.


Berjalan di sebuah mall .


Bagai sepasang merpati yang tak pernah ingkar janji.


ha...ingkar janji.


Berjalan bergandengan tangan , dengan mesra.


Ayu menatap Ricky , sosok pria tinggi dan tampan. bak artis atau model yang sering ia lihat di televisi.


Wajah tegas dengan pahatan sempurna .


Ayu melirik Ricky yang mempunyai tubuh proporsional.

__ADS_1


"Aku memang tampan ko yu ." ucap Ricky gr sadar Ayu sedang memperhatikan nya.


Dengan wajah memerah bagai tomat , Ayu menundukkan kepala terdiam mendengar ucapan Ricky yang absurd.


"He..he..he..betul bukan aku begitu tampan hingga kamu menatap ku lama " sekali lagi membanggakan diri.


Tak menjawab ucapan Ricky , Ayu melepaskan genggaman tangan Ricky dan mempercepat jalan nya..


"Apakah aku sudah membuat nya marah ." guma Ricky mengaruk kepala nya yang tak gatal.


Ayu...


Seorang pria berwajah manis memangil Ayu. seperti wajah orang Asia.


Setengah berlari menghampiri Ayu.


"Liem...." ucap Ayu , memalingkan wajah nya.menatap Liem.


Terlihat tatapan mata Ricky tak suka.


"Ada semut pengganggu ." batin Ricky dalam hati.


Eh...semut ???....


"Kaya cacing kepanasan lagi ." batin Ricky bersungut - sungut dalam hati , tak suka jika milik nya ada yang menganggu nya.


Ha....


Milik nya ???...


"Kapan kamu mengatakan aku suka kamu , ko malah milikku "batin Ricky sekali lagi mengumpat dalam hati.


"Dia siapa ? " tanya Liem ,.menunjuk Ricky yang sedang meletakkan 5angan nya di dada.


"Oh..itu..


"Saya Ricky ." ucap Ricky tak senang mendahului ucapan Ayu.


Liem mengulurkan tangan ketika Ricky berkata. dengan acuh Ricky hanya diam tak berniat membalas uluran tangan Liem.


Merasa terkejut saat tak mendapat balasan , Llem hanya diam dan menarik kembali tangan nya.


"Kamu milik ku , tak seorang pun boleh menyentuh mu ." batin Ricky dalam hati.


Dengan rahang yang mengeras.


Dalam hati...hanya dalam hati.


Dengan tatapan mata yang tajam, memandang Liem.


"Kamu baik - baik saja kan Ayu ?? " tanya Liem setengah berbisik , melirik Ricky yang sedang menatap nya tajam.


"Aku baik - baik saja . " ucap Ayu santai tak.mengerti situasi sedang memanas.


"Kenapa kamu tidak kuliah ???...


"HM ak...


"Ayo , ayu kita pergi ." menarik tangan Ayu setengah paksa.


Ricky tak ingin melihat keakraban Ayu dan Liem.


"Kak..aku ..."tak melanjutkan kalimat nya ketika menatap Ricky yang terlihat marah.


"Ok...Liem , sampai jumpa .' ucap Ayu dengan polos.


"Apa tak sadar kalau aku sedang marah ." batin Ricky dalam hati , terus menggenggam tangan Ayu, seakan tak ingin Ayu pergi .


"Kak kenapa ? " tanya Ayu dengan polos nya..


"Hadewe..."Ricky tepok jidat.


"Kamu polos amat sih Ayu, bikin...."batin Ricky menatap sayu Ayu.


Deg...


Deg...


"Kakak marah ??..." dengan mata puppy eye.


Ricky pun memandang wajah pupy eye nya Ayu.wajah polos yang sangat mengemaskan dan membuat nya ingin mencium .dan...meniduri nya.


Ha...meniduri nya ????..


"Kak ." tegur Ayu.


Ricky yang mendapat panggilan ,tersenyum.


Kembali tersenyum mendapatkan wajah polos itu.


Melihat wajah polos Ayu , ia seperti mendapat kekuatan.


Ibarat lampu yang kembali di


cash ulang


"HM...


tidak , asal kamu jangan bertemu lagi." ucap Ricky menatap kedepan .


"Ke...


"Ok.." Ayu sadar jika Ricky tak suka jika ia bertamu dengan laki - laki.


Tersenyum kembali Ricky mengandeng tangan Ayu. ia tak memperdulikan orang yang lewat menatap nya .


"Kakak tidak marah bulan ? " tanya Ayu merasa tak enak hati.


"Tidak , asal kamu tak bertemu dengan laki - laki tadi atau laki- laki siapa pun ." menahan marah.


"Tapi Liem hanya teman ku kak , ia...." ucapan Ayu yang polos terhenti ketika ia melihat wajah datar Ricky.


"Maaf . " ucap Ayu menunduk.


"Ku maafkan , asal tak kamu ulangi ." tetap dengan tatapan yang datar.


"Ih...orang ini kenapa ??....


apa habis kejedot pintu jidat nya ." batin Ayu dalam hati.mas8h tak mengerti.


"Ayo kita.makan ke Situ ." unjuk Ricky dengan dagu nya , yang sudah terlihat santai.


Tak menjawab ucapan Ricky , Ayu hanya menganggukkan kepala pelan.


****


Dikediaman Mr Bruno.


Mr Bruno yang belum kembali bekerja , karena ia di anjurkan untuk beristirahat dulu di rumah. saat ini Mr Bruno sedang bersama dengan ,


Sang ajudan sekaligus orang kepercayaan nya.


"Joe..


"Yes sir..


Joe yang berdiri dibelakang Mr Bruno mendekat.


"Sudah ada kabar tentang anak ku ? " menatap nanar kedepan.


Sang istri yang ia lihat selalu ceria , saat ini seperti robot.


Ia hidup dan berbicara saat ia mau.


selebihnya hanya memandang foto Via dan Willi.


Foto yang diambil saat Via dan Willy bertunangan.


Melihat sang istri seperti itu.


Mr Bruno mengerakkan gigi nya dan mengepalkan tangan.

__ADS_1


Menarik nafas panjang dan menghembuskan.


"Joe...kenapa belum mendapatkan berita Via..


Ada dimana ia sekarang , sedang apa ia , sehatlah ia ? " tanya Mr Bruno beruntun.ia sudah kesal.memgaoa sangat lama sekali.tidak mendapatkan kabar keadaan anak angkat yang ia sangat sayangi.


Walaupun hanya anak angkat.


"Aku harus bicara apa " batin Joe dalam hati merasa 5ak enak jika ia.melangar perintah Via.


"Maaf tuan , mungkin saat ini non Via sedang sibuk. membenarkan perusahaan tuan yang Koleos dari jarak jauh ." ucap Joe ragu - ragu.


"Iya aku tahu.


tapi bagaimana keadaan nya sekarang ?..


mengapa ia seperti menyembunyikan sesuatu ??..


Apakah engkau tidak berfikir , jika terjadi sesuatu dengan anak ku lagi bagaimana ? " ucap Mr Bruno penuh emosi ia sudah tak kuat lagi memikirkan bagaimana keadaan Via.


"Sabar sir , nona Via baik - baik saja. " ucap Joe walau ia sendiri tak yakin.


Sebab beberapa kali ia menghubungi nomor handpone Via. tapi tak kunjung aktif.


" Sampai kapan Joe !!!...


"Saya tak tahu tuan , mungkin sampai nona Via menghubungi kita kembali.


percaya lah ia baik - baik saja." ucap Joe panjang lebar.


"Tapi mengapa Joe ???...


"Karena ia sedang menyelidiki mengapa perusahaan anda dengan gampang nya mereka otak Atik dan membuat perusahaan Koleps." ucap Joe sekali lagi . berharap Mr Bruno sabar .


Mr Bruno menarik nafas panjang .


Krrriiiiinnnnngggg.....


Via calling.


"Your daughter sir . " pekik Joe tak sengaja. merasa senang baru saja di bicarakan menghubungi nya.


"Hallo ( Joe )


"Hallo uncle , anda berada dimana ? " tanya Via.


"Berikan kepada ku . " ucap Mr Bruno dengan mata yang berbinar.


anak angkat yang dianggap anak sendiri ternyata menghubungi nya .


"Saya berada dirumahnya nona. ini Mr Bruno ingin bicara dengan anda ( Joe ).


"Berikan ke Dad ...( Via ).


"Da..Dady ...apa kabar anda ??.." suara Via bergetar yang tertahan ingin menangis.


"Dad sehat sayang , bagaimana dengan mu . " terdengar suara Mr Bruno bergetar.


ia melirik sang istri masih dengan tatapan lurus kedepan.


"Via sehat dad.


dimana my mom ??? " tiba - tiba Via perasaan Via tak enak.


Berjalan perlahan dengan Joe dibelakang nya.


"Honey..ist your daughter Via ." melihat wajah Mrs Bruno.


"Helen honey...your daughter call you...


Mrs Bruno memandang tak percaya , sedih melihat sang istri menjadi seperti itu.


Stres...


kangen , dan takut kehilangan.


Sebab ia sudah kehilangan William tak ingin kehilangan lagi.


"Via bicara lah ." menyalakan speaker di handpone. tak tahu harus bagaimana , menyerahkan semua ke Via.


Mr Bruno mendekat ke sang istri , agar ia bisa melihat Via.walau lewat Videocall.


"Mom...momy.." jerit Via dengan suara serak menahan tangis.


"Vi...Vi..via ?? " dengan suara yang bergetar tak percaya .


"Yes mom...IM Via . "akhirnya Via tak tahan air bening di ujung mata Via akhir nya jatuh juga.


"Ist that you ?" Mrs Bruno menatap masih tak percaya .


"Yes mom....im Via ..


"Ada apa dengan momy , seperti tak percaya dan tak mengenal suara ku. " batin Via dalam hati menatap tak berkedip.


Mrs Bruno gemetar tak menyangka, ia masih bisa bertemu Via.


"Mom...


"Benarkah ini anak momy ??? " belum percaya.


Via mematikan telefon nya dan mengubah Videocall.


kriiiiinnnnng.....


"Mom....


"Sayang ini benar kamu ??..


kamu ada dimana .??...


sehatlah kamu nak ??? " beruntun pertanyaan Mrs Bruno . membuat nya terharu .


Dengan mata berkaca - kaca , ia memastikan jika itu memang anak angkat yang ia sayangi.


"Dad , benarkah ini Via ???..


Via yang kusayangi ??..." bertanya terus masih belum percaya.


"Yes honey , he Via ." membalikkan badan sambil segera menghapus kan air mata


"Yes mom i'm Via.." melihat terharu.


Ketika ia mengetahui mom dan Dady nya sakit karena memikirkan keberadaan nya.


"Via ada di suatu tempat , saat ini Via tak dapat menceritakan dimana Via.


mom and dad tenang , tak usah banyak pikir.Via sedang menyelidiki sesuatu. " ucap Via panjang lebar.


"Mom , Dad berdoa agar Via bisa melewati semua ini dan semangat , Via tak ingin momy and Dady sedih kemudian sakit . " menatap sedih orang tua angkat nya.


"Iya sayang ." jawab Mr dan Mrs Bruno berbareng.


"Momy and dad , sabar ya.


nanti Via pulang . " ucap nya .


"Via harus mendapatkan siapa yang telah membuat perusahaan Dady seperti itu ." tatapan mata marah.


"Sayang...perusahaan sudah seperti semula , mom takut kamu ada apa -.apa , karena jauh dari momy.


pulang lah nak ." ucap nya berharap.


"Now...


Via harus mendapatkan nya.." dengan gigi gemertak.


"Sudahlah nak...momy takut sekali. " ucap nya.


guys...maaf ya.emak telat uploud.


ternyata kalau lagi butek..inspirasi ilang entah kemana.

__ADS_1


like dan cmnd kalian berharga untuk ku.


happy reading.


__ADS_2