TAKDIR

TAKDIR
dilema


__ADS_3

"Nak...


"Maaf kan dad ya " mengelus lengan Via lembut...


"I don' understand mam , what happened ?? " tanya Via mengangkat kedua alis nya.


"Kamu lihat keluarga Anderson , mereka ingin kamu menjadi istri Hans , mam tidak setuju jika kamu tidak suka , tenang ya sayang " memegang dagu Via yang lancip dengan kedua tangan nya yang sudah terlihat kerutan dimana - mana.


"Deg...


Tak sadar Via menjatuhkan badan nya lemas.


"Are you ok ???...


"Gimana mau ok , apa yang harus ku jawab " batin Via bingung.


"Mam...aku belum mengenal Hans " Via memberanikan diri.


"Ya...kamu bilang saja ke mam jika tidak suka, mam akan mendukungnya " ucap Mrs Bruno dengan logat Amerika yang kental.


"Tapi nak...dad harap kamu mau mencoba nya " ucap Mr Bruno yang tiba - tiba datang.


"But dad , Via belum mengenal Hans...bagaimana langsung menikah " jawab Mrs Bruno tajam. , dengan wajah yang memerah.ia terlihat Manahan marah.


"Ya ..kenal dulu ...baru kamu bilang tidak. , jika tidak suka , dad tak mau ada kata penolakan " ucap Mr Bruno tak menjawab sangahan sang istri


"Daaad....."teriak Mrs Bruno , entah teriakan nya mungkin terdengar sampai keluar .


"Pelan kan suara mu " bentak Mr Bruno..


"Saran dad di dengar ya " menepuk pundak Via dan berjalan keluar .

__ADS_1


Seketika Mrs Bruno terdiam , ia merasa heran selama pernikahan nya tak pernah sedikit pun Mr Bruno membentak nya.


Via memandang punggung Mr Bruno yang perlahan menghilang dari hadapan nya.


****


"Nak....


Mrs Bruno tak dapat melanjutkan ucapan nya ketika ia melihat ada genangan air mata, dikelopak mata Via.


"Iam ok mam " menelan Saliva nya dengan susah.


"Mam akan bicara dengan dad ..


"Tidak seharusnya dad memaksa seperti itu " terdengar geram.


"Kenapa harus aku mam , kenapa ???....


"Mam sudah bilang jika kamu tidak suka katakan , mam akan selalu ada di belakang mu " menghapus air mata Via .


Ucapan Mrs Bruno terlihat tulus...ia akan membela anak semata wayang nya.walau anak angkat.


"Thanks mam .." berusaha tersenyum.


"Sudah istirahat lah "dengan senyum dipaksa Mrs Bruno keluar dari kamar Via.


"Ya TUHAN...kenapa takdirku seperti ini..."ucap Via perlahan sambil menangis telengkup di bantal.


Karena lelah menangis , Via tertidur.


Via terbangun ketika ia merasa tenggorokan nya yang kering dan lapar.

__ADS_1


Via melihat jam di dinding , meunjukan pukul 20.30.


"Pantas lapar , aku belum makan malam " guma Via bangun dan berjalan keluar dari kamar.


berjalan perlahan memasuki ruang makan


Via mendengar percakapan kedua orang tua angkat nya.


Sehingga membuat langkah Via terhenti.


"Dad ...mam heran, kenapa kamu terlalu memaksa Via.


"Walau ia bukan berasal dari rahim ku , ia tetap anak ku, aku tak ingin melihat nya ia terluka " ucap Mrs Bruno sambil menangis.


"Aku juga tak ingin mam , tapi apa boleh buat , hanya Via yang dapat menjelamatkan perusahaan kita dan keluarga " Mr Bruno menarik nafas panjang.


"Perusahaan sedang goyang , aku tak ingin mengambil resiko.


Berapa ratus karyawan yang harus menganggur " Mr Bruno meraup wajah nya kasar ..


Terlihat bibi Mrs Bruno bergetar , antara perusahaan dan nasip karyawan yang akan menganggu...


Dilema .....ya sebuah bagai buah simala kama ...


Deg...


thank like dan cmnd nya.


maaf jika emak typo


h a p p y r e a d i n g

__ADS_1


__ADS_2