
Ini aku udah siapi segala sesuatu tapi sebelum kita mulai bejar lebih
baik makan dulu cemilan dengan jus yang di sajikan oleh mbok.
Wow....... enak nih tapi kok ada yang aneh dari berbagai macam cemilan di sini kok semuanya
buah mulai dengan buah potong apel, melon, semangka dan jus mangga ? oh itu...
aku yang pesani mbok ke gitu soalnya aku takut kalau makanannya macam-macam
bisa rugi di aku dong nanti berat badan kamu naik lalu aku harus membopongmu di
dalam lomba itu bisa-bisa aku pingsan menahan beratnya kamu. Ihhh ngeseli
banget ! oke-oke bercanda lagi pula buah sehat dengan tubuh kitakan. Kita mulai
belajarnya ( selesai makan buah dan minum jus) untuk awal lebih baik kita
ngerjai PR yang kemarin, kamu udah ngerjai apa belum ? iya belumlah aku sih
berniat menyalin punya Arya si juara dua, kamu ini belum-belum udah nyerah dan
ngambil jalan yang mudah lagi ya udah ambil bukumu biar coba kerjai kalau ada yang
tidak jelas baru tanya oke ( setelah kembali membawah buku ) iya udah kerjai !
masalahnya aku no 1 ajah gak tau ngerjainya gimana, ini no satu kita di suruh
nyari x dan untuk mengetahui x kita harus tau apa saja persamaan seperti sama
yang di contoh tapi ini bentunya konstan ngerti sampai sini. Iya ngerti aku mau
coba ngerjai nanti kalau aku tidak tau lagi baru menanyakan ke kamu. Yes aku
bisa mengerjakan satu sampai empat tapi yang nomor lima aku benar-benar tidak
paham ( menoleh ke arah Freda ) ihh dianya tidur tapi kalau dilihat-lihat lucu
juga dia ahhh aku punya rencana ( mencoret-coret wajah Freda ) hahahaha... lucunya tapi kalau ngerjai ini ahh
.. udah nggak ngerti tinggali ajah jadi ngantuk juga. Den Panca masih mau
cemilan lain ini mbok habis masaki yang enak ( nyamperi Panca dan Freda ) eehhh
pada tidur , mbok ada temannya Panca datang ? iya nih bu tadi sih belajar saya
datang kesini udah pada tidur nih! Ibu kok pulang cepat ? saya Cuma sebentar
ambil dokumen yang tertinggal, ini temannya Panca tapi kok mukanya ke
coret-coret gitu ? itu sih kerjaannya den Panca pasti bu. Oke !! mbok
coret-coret juga muka Panca biar impas, iya buk ! ( mencoret-coret wajah Panca
) kalau yang ke gini harus di abadikan ( ckriikkk bunyi kamera hp ) iya udah
__ADS_1
saya pergi dulu mbok nanti kalau mereka jam setengah enam juga belum bangun
lebih baik dibanguni. Iya bu hati-hati di jalan. Ahhh aku ketiduran ( setelah
satu jam ) hahahahaha mukanya Panca ( terbahak dengan keras ) apa sih, ganggu
banget “coret-coret itu masih di mukanya” ada dalam pikiranku hihihihi lucu
juga kalau mukamu ke gitu terus seruku. Apa muka aku juga begitu ? iss ini
pasti kerjaanmu ( pergi ke kamar mandi ) mukaku juga begitu ? itu berarti mukaku ( mengambil hp untuk berkaca )
kok aku juga kena ( pergi ke kamar mandi dan berpapasan dengan Freda ). Aku
sudah bereskan barangku tinggal pulang nih Mbok mau pamit pulang ( dapur ) oh
iya hati-hati di jalan ( ku balas dengan anggukan dan senyuman ) Panca aku
pulang iya ! tapi yang buat aku betek dia hanya menatap aku dengan diam dasar
aneh terus mengguman dalam pikiranku beranjak pergi dari rumah yang besar itu .
Ma... aku mau ngomng sesuatu...iya udah ngomnglah apa yang ingin Panca
bicarakan. Aku ingin mama mengambil motorku yang di Jakarta karena aku ingin
segera membawa motor ( duduk di hadapan Mama ) oke deh kalau itu keputusanmu
tapi apa kondisimu baik-baik saja kamu tidak terauma dengan motor itu jangan di paksakan kalau itu sulit dan menganggu
pikiranmu. Tidak kok ma.. aku benar-benar baik-baik saja tenang saja aku akan
nanti agen mama yang mengurus motornya
mungkin besok malam motornya sudah sampai, sudah sana tidur besokkan harus
sekolah, iya ma aku tidur dulu iya selamat malam ma. Pagi ini aku menunggu di parkiran sepeda soalnya ada
urusan dengan si Freda itu, kebiasaan banget nih orang datangnya lama ( datang
Freda naik sepeda ) kamu ngapai disini
Panca ( melihat panca ) oh kamu bawak sepeda iya makanya kamu disini, bukan !
aku disini menunggu kamu ada sesuatu yang ingin aku ongomongi ke kamu langsung
ajah kalau kegini kayaknya otakmu kurang sampai. Aku minta no wa kamu nanti
kalau ada yang ingin aku sampaikan atau masalah latihan dan matematika lebih mudah. Tapi hp aku sudah di tempat
satpam kitakan tidak boleh bawak hp hanya boleh saat di luar urusan sekolah. Iya udah pas pulangnya kamu
ingati aku bisa-bisa lupa, oke tenang saja ( tersenyum ) aku duluan ( pergi
meninggalkan Freda ). Ani selamat pagi ! kenapa mukamu merengut ? salamku juga
__ADS_1
gak di balas ? kamu tuh nah buat aku kesel kita nih kan teman tapi kenapa kamu
gak cerita kalau kamu pacaran sama Panca belum lama kamu ngomng Panca bukan
tipe kamu, jahat kamu Nom. Tunggu,,,,tunggu dulu, ini kayaknya ada kesalah
pahaman, apa yang salah ? aku sendiri yang lihat kamu ngobrol di pinggir jalan
seperti pasangan dijalan dekat sekolahan ini. Aku jelasi iya, Panca ngobrol sama aku di pinggir itu karena
memang kami kadang pulang bareng soalnya jalan arah rumahnya Panca itu satu
arah dengan rumahku tapi beda kompleks, Panca itu orang baru dan dia belum hapal gang-gang yang ada di sekitar
sini, apa itu namanya pacaran ? udahlah jangan marah-marah tidak jelas, Oh,,
maaf deh kalau aku salah seru Ani. Iya
aku maafi kok udah pagi-pagi gini harusnya semangat bukan malah merengut gitu
tersenyum dong ( kami sama-sama saling
melempar senyuman ). Hari ini juga sama seperti biasa tak ada yang berubah
antara aku dan Panca tetap tidak saling kenal jika di kelas, aku berniat pulang
sekolah akan latihan di rumah Panca manun cuaca hari ini terlihat tidak
mendukung meskipun belum hujan namun di siang hari ini bukan terik matahari
yang terlihat tapi warna gelap yang menyapa ( melihat dari balik jendela kelas
). Akirnya selesai juga pembelajaran hari ini “ Nom ...... kamu pulang naik apa
? oh Ani, aku pulang iya biasa naik sepeda kenapa Ni ? bukannya ini sebentar lagi hujan, kalau naik sepedah kamu
nanti basah semua, aku mau nawari naik mobil kak Efan ajah kalau kamu gak naik
sepeda karena kebetulan aku di jemput kak Efan udah nunggu di gerbang lagi. Iya
udah pulang ajah gak apa kok aku naik sepeda lagian belum hujan
(tik...tik....grussss....grusss) ahhhh gimana Nom hujan, makin deres ( hujan
yang langsung deras di tambah angin kencang ) udahlah aku bisa ngatasinya jadi
jangan khawatir iya kamu kan tau temanmu ini orangnya banyak akal dan juga daya
tahan tubuhnya kuat loh. Iya udah aku pulang iya nanti kak Efan lama nunggu
dahhhh...dahhh Nom hati-hati di jalan ,,, kamu juga hati-hati di jalan. Udahlah
aku juga harus pergi nanti keburuh deres juga keburuh gak bisa pulang (
mengambil sepeda , tapi sulit di geraki sepedahnya ) ihhh kok susah si majunya
__ADS_1
padahal udah hujan-hujanan gini, ngapasih gak mendukung banget nih sepedah
malah macet gini, apa lagi yang rusak ( memeriksa sepda dan hujan semakin deras) .