TAKDIR

TAKDIR
rumah terbakar 2


__ADS_3

"Siapa yang melakukan ini , hiks ..hiks " melihat Via sinis..


Tante , melihat Via menghampiri polisi...


"Ia memberikan aku rumah , tetapi membakar rumah kenang - kenangan ku...


"Tante masih percaya Via , anak ga jelas itu " hasut seseorang membisik kan ke kuping Tante.


Dengan tatapan sinis dan marah , ia menghampiri Via bersama sang suami , yang sedang bertanya kepada polisi.


"Kamu memang jahat , kalau kamu memang ingin rumah ini.jangan kamu bakar.di rumah Tante ada surat - surat penting dan juga kenangan Tante ikut terbakar....


Kamu jahat " memukul kepala Via.


"Aduh Tan....ko.?? " Via menatap Tante tak percaya ...berusaha menutup kepala dengan kedua tangan.


mengapa aku jadi korban nya...


"Ibu....ada apa dengan mu ?? " teriak om marah sambil memegang ke dua tangan Tante...


"Apa bapak tidak melihat , dia anak yang kita tolong , sebenarnya berniat jahat.


memberi kita rumah , tapi dia membakar rumah kita " ucap Tante menunjuk - nunjuk Via yang tak percaya dengan perkataan Tante..


"Lo.....ada apa ini ???...


"Tan...untuk apa aku membakar rumah Tante , sedangkan aku memberi Tante rumah yang lebih bagus " teriak Via menahan tangis.


"Ia supaya kamu bisa membuat rumah disini..."dengan mata melotot.

__ADS_1


"Untuk apa Tante ...saya tidak butuh rumah...saya bisa beli tanah yang lebih luas dari ini " setengah menjerit Via berusaha menjelaskan ke Tante..


"Ga usah pura - pura polos kamu...


"Ibu...Via benar untuk apa ia membeli tanah cuma sepetak itu , padahal ia sudah memberi kita rumah...


"Untuk apa Bu..."bentak om , ia merasa malu kepada Via. yang sudah berbaik hati kepada keluarga nya..


"Eling Bu...eling " mengoyangkan badan nya...


"Kenapa kamu mempunyai fikiran seperti itu ...melihat Via yang terduduk sambil menangis...


"Ibu kenapa ????...


"Tapi pak , surat - surat penting kita hilang...kenangan kita disini dengan alam anak kita pak " ucap nya masih menangis.


"Tante , saya tidak yang seperti Tante pikirkan ..


Tante terdiam...


Via mengangkat kepala nya , terlihat dari kejauhan juragan tertawa sinis.


"Aku tau siapa pelaku nya om " ucap Via menatap tajam ke depan.


"Siapa ndu ???..." mengikuti arah pandang Via...


"Juragan ..." bisik nya..


"Ini hanya praduga saya saja " berjalan menghampiri polisi.

__ADS_1


"Bagaimana pak polisi hasil penyelidikan bapak ?? " tanya Via tak sabar.


"Anak buah saya menemu kan ini " menunjuk sebuah jerigen.


"Jerigen ini ada di sana " kembali menunjuk ke arah pepohonan .berjarak sepuluh langkah dari rumah Tante..


****


"HM....bensin pak " tanya Via sambil memberikan jerigen itu.


"Ya bensin...


Tadi anak buah saya yang tidak berseragam , bertanya dengan penduduk sekitar nya...


Sebelum terbakar , mereka mendengar suara seperti petasan , mereka kira itu tabung gas yang meledak , tapi saya mendapatkan jerigen sama satu lagi ini...


korek api gas " ucap polisi itu..


"Ada kemungkinan di bakar orang pak gitu maksud bapak ?? " tanya Via penasaran..


"Betul nona....


"Tuh dengar ga kamu, apa yang polisi bilang...


Ibu ini malu - maluin saja , sudah ditolong malah mentung " ucap om, tak enak hati dengan Via. yang terlihat masih berbicara serius Dengan polisi.


"Anda ada curiga dengan seseorang mungkin ? " tanya polisi itu menatap Via intens...


Via lalu menceritakan kejadian tadi pagi...

__ADS_1


sekali lagi terima kasih sudah mau baca novel ku


__ADS_2