
"Siapa yang melakukan ini , hiks ..hiks " melihat Via sinis..
Tante , melihat Via menghampiri polisi...
"Ia memberikan aku rumah , tetapi membakar rumah kenang - kenangan ku...
"Tante masih percaya Via , anak ga jelas itu " hasut seseorang membisik kan ke kuping Tante.
Dengan tatapan sinis dan marah , ia menghampiri Via bersama sang suami , yang sedang bertanya kepada polisi.
"Kamu memang jahat , kalau kamu memang ingin rumah ini.jangan kamu bakar.di rumah Tante ada surat - surat penting dan juga kenangan Tante ikut terbakar....
Kamu jahat " memukul kepala Via.
"Aduh Tan....ko.?? " Via menatap Tante tak percaya ...berusaha menutup kepala dengan kedua tangan.
mengapa aku jadi korban nya...
"Ibu....ada apa dengan mu ?? " teriak om marah sambil memegang ke dua tangan Tante...
"Apa bapak tidak melihat , dia anak yang kita tolong , sebenarnya berniat jahat.
memberi kita rumah , tapi dia membakar rumah kita " ucap Tante menunjuk - nunjuk Via yang tak percaya dengan perkataan Tante..
"Lo.....ada apa ini ???...
"Tan...untuk apa aku membakar rumah Tante , sedangkan aku memberi Tante rumah yang lebih bagus " teriak Via menahan tangis.
"Ia supaya kamu bisa membuat rumah disini..."dengan mata melotot.
__ADS_1
"Untuk apa Tante ...saya tidak butuh rumah...saya bisa beli tanah yang lebih luas dari ini " setengah menjerit Via berusaha menjelaskan ke Tante..
"Ga usah pura - pura polos kamu...
"Ibu...Via benar untuk apa ia membeli tanah cuma sepetak itu , padahal ia sudah memberi kita rumah...
"Untuk apa Bu..."bentak om , ia merasa malu kepada Via. yang sudah berbaik hati kepada keluarga nya..
"Eling Bu...eling " mengoyangkan badan nya...
"Kenapa kamu mempunyai fikiran seperti itu ...melihat Via yang terduduk sambil menangis...
"Ibu kenapa ????...
"Tapi pak , surat - surat penting kita hilang...kenangan kita disini dengan alam anak kita pak " ucap nya masih menangis.
"Tante , saya tidak yang seperti Tante pikirkan ..
Tante terdiam...
Via mengangkat kepala nya , terlihat dari kejauhan juragan tertawa sinis.
"Aku tau siapa pelaku nya om " ucap Via menatap tajam ke depan.
"Siapa ndu ???..." mengikuti arah pandang Via...
"Juragan ..." bisik nya..
"Ini hanya praduga saya saja " berjalan menghampiri polisi.
__ADS_1
"Bagaimana pak polisi hasil penyelidikan bapak ?? " tanya Via tak sabar.
"Anak buah saya menemu kan ini " menunjuk sebuah jerigen.
"Jerigen ini ada di sana " kembali menunjuk ke arah pepohonan .berjarak sepuluh langkah dari rumah Tante..
****
"HM....bensin pak " tanya Via sambil memberikan jerigen itu.
"Ya bensin...
Tadi anak buah saya yang tidak berseragam , bertanya dengan penduduk sekitar nya...
Sebelum terbakar , mereka mendengar suara seperti petasan , mereka kira itu tabung gas yang meledak , tapi saya mendapatkan jerigen sama satu lagi ini...
korek api gas " ucap polisi itu..
"Ada kemungkinan di bakar orang pak gitu maksud bapak ?? " tanya Via penasaran..
"Betul nona....
"Tuh dengar ga kamu, apa yang polisi bilang...
Ibu ini malu - maluin saja , sudah ditolong malah mentung " ucap om, tak enak hati dengan Via. yang terlihat masih berbicara serius Dengan polisi.
"Anda ada curiga dengan seseorang mungkin ? " tanya polisi itu menatap Via intens...
Via lalu menceritakan kejadian tadi pagi...
__ADS_1
sekali lagi terima kasih sudah mau baca novel ku