
Kriiing....
Krriiiinnngg....
Handpone Mr Bruno berbunyi .
"Ya hallo " ketika melihat Mr Anderson yang menghubungi nya.
Dengan malas akhirnya Mr Bruno menekan ikon biru di smarphone nya.
"Aku sudah mendapatkan nomor plat mobil penculik itu dan kami sedang mencari nya ..."dengan nada uang marah.merasa tak enak hati.
"Terima kasih, saya tunggu berita nya " ucap Mr Bruno singkat.
tak ingin bertanya lebih , takut ia menjadi emosi...
Menginggat ia selalu menekannVia agar mau menikah dengan anak Mr Anderson.
"Dad bagaimana perkembangan pencarian anak kita ?" tanya Mrs Bruno dengan wajah yang sembab sebab ia tak berhenti menangis memikirkan nasip anak nya yang malang.
"Sabar mam , berdoa ya agar anak kita cepat di ketemukan ".ucap Mr Bruno lembut sambil mengusap belakang sang istri , ia sendiri merasa bersalah...
Akibat ke egoisan nya memaksa anak angkat yang sangat di sayangi nya untuk mau ikut ajakan Hans...
Ia juga sangat menyesal , mengapa tak lebih dulu mencari tahu sepat terjang Hans anak bangsawan yang kata orang selalu bergonta ganti pasangan..
"Oh my GOD " gumam Mrs Bruno , sampai memegang kepala nya yang sudah mulai pusing.
"Sabar mam..."Mr Bruno memeluk sang istri yang kembali menangis.
"Jahat sekali orang itu , apa salah anak ku " rintih nya membuat yang mendengar ikut merasakan sedih.
"Sudah ya mam , sekarang berdoa dan istirahat nanti jika Via kembali tetapi mam sakit karena menangis terus , bagaimana ? " ucap nya menghibur, walau di sisi hati nya ia masih merasakan Via tak akan kembali...
Menuruti apa yang di katakan sang suami Mrs Bruno berjalan perlahan menuju kamar.
"Oh my God...maafkan aku mam.. apa yang aku katakan .
Selalu harus di turuti hingga seperti ini " batin Mr Bruno meraup wajah nya dengan kasar melihat sang istri yang selalu menangis mengharapkan sang anak angkat kembali .
meratapi ke egoisan nya.
Via adalah harapan satu - satunya setelah kepergian anak semata wayang nya Willy untuk selama nya...
Mengambil smartphone nya..
Drrrrt...
Mr Bruno menghubungi seseorang.
"Saya tidak mau tahu , cepat temukan anak saya Via..terdengar ," penuh penekanan .
"Baik tuan " ucap seseorang disana.
Mr Bruno mengakhiri pembicaraan sepihak.
****
Sementara itu...
"Bos , bagaimana dengan cewe ini " ucap pria berwajah seram..
"Sayang bos kalau tidak dipakai " ucap nya nyengir sambil menelan Saliva menahan sesuatu hasrat yang mengebuh - gebuh.
"Kamu tidak melihat , dia sudah babak belur , sudah tak cantik " Kelly cemberut.
Sudah tidak cantik masih menginginkan nya..
"Sayang bos , mulus ko bos " alasan teman pria berwajah seram itu.
__ADS_1
yang memang sedari tadi ia mengelus paha Via dengan napsu.
"Ah...nanti setelah sampai kota kamu bisa mencari perempuan yang lebih cantik " bentak nya , melirik Via.
"HM....tapi boleh juga , biar tambah sengsara dia , kerja kan
Ha..ha..ha..ha...." tertawa terbahak - bahak.
Mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah gubuk kecil...
Via yang mulai sadar tapi pura - pura pingsan , mengumpulkan tenaga nya diam - diam..
"Ya TUHAN tolong aku , kumpulkan tenaga ku TUHAN .." jerit Via dalam hati , ketika
Mendengar apa yang akan di perbuat mereka....
"Harus begini kah takdir ku ' Via menangis dalam hati...
"Siapa pun itu tolong aku..."masih meratapi nasibnya ...
Tiba - tiba...
"Apa yang sedang kalian kerjakan setengah membentak seorang petani melihat orang - orang berwajah seram mengerumuni seorang gadis..
Ada yang sedang mengangkat rok Via..
"Teman - teman...ada orang yang akan berbuat jahat " teriak petani itu , melihat gelagat tak baik.
Segerombolan petani mengerumuni nya..
Via bangkit ingin berteriak , tetapi ia sudah di bekap teman laki -.laki berwajah seram itu..
"Ka..kami tidak sedang berbuat apa - apa , gadis ini sedang sakit.kami hendak bertanya dimana dokter terdekat " ucap Kelly pura - pura
"Ia..."jawab pria berwajah seram itu , ia tak ingin babak belur di hajar oleh para petani .
"Baik pak, terima kasih " ucap Kelly pura - pura senang dengan petunjuk sang petani , sambil menunduk dan memberi tanda agar cepat membawa Via..
Bergegas mereka menaikkan Via kedalam mobil.
Setelah mobil berjalan setengah perjalanan .
"Untung saja , kita belum apa - apain ni cewe , kalau tidak babak belur kita sama orang kampung " ucap nya setelah di rasakan aman , sambil melihat kebelakang .
"Maka nya kalau dibilang jangan disini ya jangan disini , lagian udah jelek juga.udah buang aja tuh disana.
ada jurang " ucap Kelly enteng.
"Iya lebih baik kita buang kesana , cepat berhenti..."ucap pria berwajah seram itu.
Dengan tak berperi kemanusiaan Via di lempar dengan kasar.
Mereka tak turun dari mobil..
Hanya melemparkan tubuh Via seperti melempar barang dengan seenak nya, Pria berwajah seram 8tu membawa mobil dengan kecepatan penuh.
"Ha..ha..ha..ha..rasakan pembalasan ku " Kelly tertawa terbahak - bahak.
Menertawakan Via yang tak bersalah apa - apa.
Via bergelinding hampir masuk jurang.
Dengan cepat ia menangkap batang pohon dan memeluk nya..
Pohon yang berdiri menjulang ke atas
Tertatih - tatih Via berusaha untuk naik ke atas, karena tubuh Via hampir terjatuh ke jurang yang kedalaman nya tidak di ketahui.
"Help...help..help me ."teriak Via lemah.
__ADS_1
dan pingsan kembali.karena tidak mempunyai tenaga.
Sebab dari kemarin Via tidak makan dan minum.
Kelly dan para penjahat itu dengan tega tak memberi Via makan dan minum sedikit pun.
***
Malam pun tiba , Via terbangun dari pingsan nya..
Perlahan ia merangkak , mendekati jalan...
Dan perlahan mengambil sebatang kayu yang tergeletak di tanah.
Ia mengoyang kan kayu itu dengan tangan yang lemah.
Hingga Via kembali tertidur , karena memang benar - benar sudah tidak kuat.
Selama tiga hari Via terlunta - luntah tidak ada yang menolong nya.
Sebab jalan 8tu , memang jarang ada orang yang melewati..
Via sangat putus asa..
Wajah yang memar dan tubuh penuh dengan luka .
Luka yang bernanah karena infeksi.
Jika luka itu cepat - cepat di bersihkan mungkin tidak akan seperti ini.
"Help...help me " suara lemah Via..
Berharap ada pertolongan .
"Huu....kalau karena besok panen ,alas aku melewati jalan ini, keburu aja biar cepat lewat sini " gerutu seorang pemuda tampan.
"Help...help me..." rintih Via meminta tolong.
Tiba - tiba melintas sebuah mobil mewah.
ciiiiiiiittttt....
seorang menghentikan mobil nya ketika ia melihat seperti kain berwarna navy tergeletak di tengah jalan.
yang bergerak - gerak dan ada ranting yang setengah berdiri di pegang Via yang lemah.
Penasaran ia berhenti , turun dan menghampiri nya..
"Eh ini orang , bukan kain kan " ucap nya mengerak - gerakkan tubuh Via..dengan kaki nya. merasa takut jika itu korban .ia takut tak ada saksi , ia yang akan di tuduh.
Ragu - ragu pria itu membalikkan tubuh Via..
"Haa Via ...." teriak Dion.tak tegaelihat nya.
Ya laki - laki itu adalah Dion , ia yang sedang menuju sebuah desa , dimana ia mempunyai pabrik giling beras
Usaha kecil - kecilkan Dion disana
Sebab beras sangat langkah di negeri Paman Sam dan mahal.
"Via...ada apa dengan mu " tanya Dion..
tak tega melihat nya , Dion mengendong Via ala bridal.
Masukkan kedalam mobil .
Dion melihat kekanan dan kiri , jika ada yang melihat nya .
Buru - buru membawa mobil dengan kecepatan penuh menuju rumah.
__ADS_1