TAKDIR

TAKDIR
bucin


__ADS_3

Terasa nafas Via menyentuh kulit dada


Doni.hingga membuat hati laki laki itu berdesir hebat.


"Kak , please jangan ragu.


lagipula apa yang Kakak ragukan " ucap Via mengangkat satu alis nya.


Menghela nafas panjang.tubuh yang tadi kaku mulai bergerak .


Doni membalas pelukan Via dengan pelukan hangat pula.


Ia kecup kening harum , gadis yang dulu ia cintai diam - diam .sambil memejamkan mata menghirup dalam - dalam sensasi harum vanila , yang selalu ia gilai dari tubuh Via.


Aroma itu menghadirkan sebuah sensasi kesegaran .


"Aku disini bersama mu , dulu aku lebih baik mencintai mu diam - diam , sampai - sampai aku berfikir tidak mau kembali ke Indonesia.


kadang aku tidak tahu harus bagaimana. " ucap nya lirih sambil mempererat pelukan nya .


Via terdiam , ia sedang menikmati pundak ternyaman di dunia.


Cinta membuat nya tak tahu harus bagaimana..


Bagaimana dengan perasaan 6ang ia sendiri diam -.diam mencintai pria bertubuh kekar ini.


Mengapa keraguan selalu di hinggapi oleh Doni...


"Tahukah kak , aku juga mencintai kakak diam - diam ".menengadah hingga wajah mereka tidak ada jarak.


"Ia mengapa aku harus ragu terhadap Mr Bruno yang notabene orang kaya raya ke tiga disini " terdiam Doni memasukkan jawaban Via kedalam hati nya.


"Mengapa aku harus ragu ???.


Bukan ragu dengan cinta..


tapi ragu dengan keadaan .


mengapa ??..


ya mengapa , mengapa keraguan selalu menghampiri ku " batin Doni dalam hati lebih mempererat lagi pelukan nya.


"Jika cinta Kakak campur adukkan dengan logika , itu hanya akan membuat kita sakit kak ,sejak awal aku tidak mencari logika atas dasar cintamu kepada ku kak , aku hanya tidak mau kakak pergi.


yang aku tahu , aku merasa tidak tidak mempunyai nyawa dan hampa tanpa kakak disisi ku " ucap Via panjang lebar .


"Aku juga tak memiliki nyawa saat kamu tidak disisi ku ..rasanya aku ingin terbang mencari mu.sedalam itukah cinta kita Via , dulu saat kamu pergi dari rumah Ricky. aku bagai orang gila mencari mu...saat aku sudah menemukan mu , kamu sudah menjadi anak orang kaya ??.."ungkap Doni.meri gis.


"Tapi Via , jika kamu bersama ku.akan ada banyak bahaya yang menimpa mu." berusaha mengelak.


"Tampa kakak disisi ku , aku memang dalam bahaya..


kakak sendiri yang menemukan ku dalam keadaan Luka parah , ingat tidak ?? .menatap Doni.


Doni hanya menganggukkan kepala.


"Jika masalah ini selesai , kita bicara dengan dad and momy.,ok ??? " Via meunggu jawaban.


"Ok.."jawab Doni kembali menyesap bibir Via. terlihat ragu.


"Sudah kak , jangan ragu - ragu ..


Hmmmppttt..


Doni 5ak memberi Via luang untuk berbicara.


Ketika dua orang saling mencintai terhanyut dalam kata cinta.


garis lurus yang memancarkan cinta.maka alam yang akan mengambil ahli sisa nya.


"Love you " bisik Doni.


Kembali mencium bibir Via Tampa permisi.


"Love you too " ucap Via.


Memejamkan mata saat bibir mereka bersentuhan .ketika bibir nya di oangut sedemikian lembut oleh Doni.


Ada sedikit ******* disetiap hembusan nafas Via.


Kedua telapak tangan nya menangkup pipi Doni.


merasakan hangat nya wajah tampan Doni, yang sedang mengatakan cinta lewat kecupan .


Ia terima semua gerakan itu , sang lelaki senang mengerakkan bibir bawahnya, hingga menyapu bibir bawah Via.


Kadang membawa nya sedikit ke atas lalu di lepaskan nya kembali.


Doni menatap Via yang sedang memejamkan mata.ia mengulangi dari awal.


Mengulum bibir Via dengan bibir nya sendiri.


Kian lama kian menuntut , agar tiap kenikmatan dalam tiap kecupan ia serahkan kepada nya.


"Aku mencintaimu sayang " bisik Doni dengan suara yang gemuruh.


Bermesraan setelah bertengkar ada kenikmatan tersendiri.


"Aku juga mencintai mu Kak " balas Via memandang sendu.


Kembali mereka berciuman.


tak ada siapa - siapa dalam rumah ini.


Membuat Doni dan Via semakin larut dalam buaian kemesraan.


Tangan Doni bermain diantara rambut harum. merayap dibalik tengkuk dan terkadang turun sambil mengusap - usap punggung Via.


Semua serasa sangat benar , dunia milik mereka berdua.


yang lain ngontrak...itulah sepasang kekasih yang sedang di mabuk asrama...eeh salah asmara.


Doni merasakan manis bibi Via , membuat nya mabuk kepayang hingga terbang ke langit ketujuh .


Semua terjadi begitu saja ketika mereka saling tatap dan hanyut dalam diam.


Tangan tak bisa diam begitu saja.hingga terus , mengelus memegang tubuh kekasih nya.


Mencengkram lembut pinggang ramping sang wanita. udara menjadi penuh dengan aura cinta mereka berdua .


"Aku menginginkan nya Via , boleh ??..


Via tak menjawab ia hanya menganggukkan kepala.


Menahan desah yang akan keluar ketika Doni mulai nakal mengelus gunung kembar nya...


"Hmmfff... ' kembali mencium bibir Via.


Mulai mencium leher Via yang putih dan jenjang.

__ADS_1


"ini akan sakit , tapi percayalah aku akan perlahan melakukan nya " ucap Doni menahan hasrat nya.


Via menatap Doni , ada ketakutan disana. dan kembali mengangguk dengan mata sayu.


"Jika boleh !!! " suara Doni bertanya menahan hasrat nya.


Sekali lagi Via menganggukkan kepala..


Saat ia melepaskan baju Via perlahan perlahan hingga melorot ke bawah..


"Apa aku akan merusak Via , mengapa aku jadi seperti ini. ??? " batin Doni dalam hati.


"Aku tidak boleh merusak nya " sambil


Melihat Via yang juga sedang menahan hasrat nya.


"Aku tak ingin merusak nya " kalimat itu terus menerus ada di dalam hati Doni.ia jongkok mengambil dress Via yang ia lempar sembarangan dan memakai kan kembali ke tubuh Via.tak ingin Via hilang kepercayaan terhadap nya.


"Ke...kenapa Kak " Suara Via serak , gugup dan malu.


"Tidak apa - apa , lebih baik begini saja " memeluk via dan berbaring disebelah nya. hingga kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu tertidur saling berpelukkan.


****


Keesokan hari nya...jam menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Doni terbangun ketika terdengar bunyi alarm di handpone nya.


"Hoooohh " Doni merenggangkan otot nya. kebiasaan nya saat bangun tidur.


"Aku harus segera mandi ".memandang Via tersenyum.. sambil menyibak anak rambut yang menutup.wajah Via.


Merasa ada yang menyentuh nya , Via terbangun. perlahan Memicingkan mata , sambil mengumpulkan nyawa nya..


"Morning sayang " sapa Doni tersenyum.


"Morning kak.." bangun dan duduk masih di atas kasur.


Cup ...


"Morning kiss " ucap Doni menatap mesra.sambil meletakkan kedua tangan nya dibelakang kepala .


"HM..." menundukkan kepala.


"Kakak mau berangkat kerja ?? " tersenyum malu dengan tingkah Doni.


"Iya...siang nanti aku ada meeting.


Kamu tidak boleh keluar mansion " ucap Doni.


"Kalau begitu , kakak mandi aku buatkan sarapan , sudah siang nanti kakak terlambat . " ucap Via bangun.


"Memang bisa masak ?? " merasa tak percaya.


" waktu di Indonesia , setiap kakak sarapan itu siapa yang masak , ingat tidak kak " tanya Via dengan tangan yang tak berhenti bergerak.


"Aku pikir kamu lupa masak setelah jadi orang penting " yengir melihat Via melotot.


"Ok...cantik aku mandi ." ucap nya sambil tertawa


Doni pun masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Selesai mandi dan berpakaian rapi dengan jas pas di tubuh berwarna biru navy . semakin membuat nya terlihat tampan , Doni berjalan ke dapur.


Ia mendapatkan Via sedang memasak.


"HM...harum nya masakan mu " memeluk Via dari belakang. ia meletakkan dagu nya di pundak Via.


"Ku bantu " bergegas mengambil piring .


Meletakkan omlet di kedua piring untuk nya dan Via..


"Ayo , sayang kita makan " mengajak Via untuk makan , ia menarik lembut Via . untuk segera duduk.


Duduk bersama dalam satu meja makan , layak sepasang suami istri membuat Doni merasa sangat bahagia.


Via yang mengambil nasi kedalam piring beserta omlet dan meletakkan air minum ke Gelas Doni.


Memang terlihat seperti sepasang suami istri baru beneran.


Layanan yang Via lakukan membuat sang suami senang dan bangga.


Sambil makan Doni senyum - senyum melihat Via.


"Kakak kenapa liat nya kaya gitu ? " tanya Via merasa ia ditatap seperti itu.


"Aku lagi berhayal , andai benar seperti ini , kamu memasak buat aku dan kita makan bersama , dengan anak -.anak.kita kelak " ucap Doni memandang wajah Via yang sudah memerah. sambil mengelus pipi Via .


"Kenapa hanya andai saja kak " ucap Via , sadar ia berbicara salah menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.tawa tertahan..


"Suatu saat kelak akan ku wujudkan.."ucap Doni lirih meskipun apa yang dikatakan tidak


sesuai dengan hati nya..ya Doni tetap ragu dengan keluarga angkat Via.


Mr Bruno..


"Ku tunggu ucapan kakak " menunduk.


kadang merasa apakah Doni hanya mempermainkan nya saja atau apa ???


Tak mengerti mengapa ia harus ragu.


cup..


"Ya...


Selesai makan Doni bersiap berangkat kerja.


Keluar , Via.mengamtarkan sampai depan pintu.


"Sudah tak usah sampai keluar , tutup pintu dan ingat pesan ku " ucap Doni memegang tangan Via..


"Ya kak...


"Bye ...


"Bye ' balas Via mengoyang kan tangan kanan nya.kekanan dan kiri.


"bye..."ucap Doni sekali lagi.


"Bye .." Via menahan tawa nya.


"Bye " ucap Doni tapi ia belum membuka pintu, hanya berdiri didepan pintu.


"Bye....


"Bye...Kakak sayang , muach " ucap Via genit sambil membuka pintu dan mendorong perlahan.


"Aku akan merindukan mu . biar pintu aku yang tutup..kamu jangan keluar " ucap nya sekali lagi.

__ADS_1


'Bye...."tapi tak menutup pintu..


"Astaga...ada apa dengan mu kak ".menghampiri nya.


'Kak, kamu kenapa, nanti terlambat sampai kantor " ketika melihat Doni masih menatap tak berkedip.


"Hmmpppptttt....


Tiba - tiba Doni menarik tubuh Via dan mencium nya.lembut.


"Bye..."sambil menghapus Saliva nya di bibir Via yang sudah menjadi candu bagi nya , ketika kembali kalimat itu keluar dari bibir Doni. tak tahan Via tertawa terbahak - bahak.


"He..he..


bye cantik " menutup.pintu.


baru saja ia akan memutar tubuh nya.


Doni datang kembali , memeluk Via dari belakang dan mencium nya..


Tingkah Doni yang absurs membuat diri nya sendiri bingung.


"Bye ...." senyum kuda.


"Kapan kakak kerja kalau gitu !.." tegur Via geli melihat nya..


"Iya aku pergi....bye. ' menutup pintu.


Sebelum Doni kembali lagi , Via berjalan setengah lari menutup pintu dari dalam..


Tok...tok...tok.


Via membuka berupa jendela kecil diantara pintu.


"Ko ditutup ?? " 0mel Doni.


"He..he..bye..Uda kakak nanti terlambat " dengan wajah yang cemberut Via menatap Doni..


"He..he..aku jadi malas Via..


"Kak Ricky menunggu kakak.."sambil geleng - geleng kepala.


"Ok...bye , tunggu aku ya muach..'kissbay jarak jauh .


Mengangkat benda pipih itu.


"Jaga wanita ku , jarak dekat " perintah nya kepada seseorang.


"Baik tuan...


"Kenapa aku jadi bucin seperti ini " batin Doni sambil berjalan menuju basemen ,


dengan kecepatan penuh Doni menjalankan mobil nya menuju perusahaan. dimana para petinggi menunggu nya.


Yang seharusnya Ricky , entah mengapa ia yang harus menghandle itu semua.


Memang sudah tugas nya sih..


tapi jika para petinggi yang hadir, seharusnya Ricky pun harus hadir juga.


Ya itulah bos yang sedang bucin juga.


****


Sementara itu..


Di sebuah rumah sakit.


"Mom , ada kabar dari Via ?? " tanya. Mr Bruno dengan suara masih lemas.


"Belum dad " mengambil tangan sang suami mengengam erat.


"Ada dimana anak itu mom ??..


"Aku tidak tahu dad , aku tidak tahu.yang aku tahu ia dalam keadaan baik - baik saja.


*flashback*.


Saat itu Doni dan Ricky sedang berjalan memasuki perusahaan dimana Mr Bruno sebagai owner nya.


menghampiri resepsionis ..


"Pagi Miss , kami ingin bertemu Mr Bruno " ucap Doni.samvil bermain dengan dawai nya.


"Silahkan masuk saja tuan, anda sudah di tunggu beliau ..


"Terima kasih..


"Your welcome " ucap nya sambil menunduk kan kepala.


naik lift khusus , mereka menghampiri meja sang sekretaris yang kosong , tak ada orang.


Terdengar Mr Bruno sedang berbicara.


"Aku sangat ingin anak ku menikah dengan orang yang paling tidak selevel bangsawan " ucap Mr Bruno kepada seseorang.


Doni mendengar itu dengan jelas , hingga membuat tangan nya mengatung di udara. sampai - sampai tak jadi mengetuk pintu.


"Bagaimana jika anak anda dan anak saya kita jodohkan " ucap orang itu.


"Baik dengan senang hati.." terdengar tawa Mr Bruno dan seseorang.


"Kenapa tidak jadi mengetuk pintu ? " tanya Ricky heran .


"Seperti nya Mr Bruno ada tamu " ucap Doni .


"Oh...kalau begitu kita tunggu saja " ucap Ricky sambil meletakkan bokongnya . di sebuah sofa dekat meja sekretaris.


"Ya...saya ingin yang terbaik untuk nya " ucap Mr Bruno semakin terdengar suara nya..


"Sama saya juga ingin yang terbaik untuk anak saya . anak perempuan anda seorang gadis yang sangat kuat dan tidak macam -.macam kalau saya lihat.ia gadis yang tegas dan pintar , saya sudah tidak sabar ' ucap nya panjang lebar terdwngat senang.


Kreek...


Mr Bruno membuka pintu.


""Ternyata bangsawan Anderson " batin Doni dalam hati.


"Oh..Mr Ricky dan Mr Doni sudah datang , mengapa anda tak mengetuk pintu ?? ' tanya Mr Bruno dan merasa 5ak enak hati, sebab ia terlalu lama berbincang dengan Mr Anderson.


Itulah mengapa Doni selalu ragu dengan keadaan...ia seperti merasa tak ada banding nya dengan Bruno yang notebene kaya dari lahir.


Pembicaraan kedua pria paruh baya itu membuat Doni merasa tak berdaya , akhir nya ia semakin dalam mencintai Via diam - diam


"Pagi tuan , nyonya " sapa Joe dipagi ini.


saat ia membesuk Mr Bruno yang sudah dinyatakan dokter melewati masa kritis.


sekali lagi like and cmnd nya guys.

__ADS_1


maafken selalu terlambat.


__ADS_2