Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Asti hilang!!


__ADS_3

Dalam suatu hubungan pasti ada yang namanya up dan down nya. ya, itu pasti terjadi. karena dalam berhubungan itu tidak hanya tentang rasa "aku suka kamu, aku juga sama" namun di dalamnya terlibat dua pemikiran yang harus di satukan.


berantam atau bertengkar, tidak bercakapan itu adalah hal yang sering terjadi di dalam suatu hubungan. namun, dia datang bukan sebagai perusak melainkan sebagai penguat, agar hubungan yang terjalin di antara dua orang tersebut semakin erat.


lantas kenapa banyak hubungan yang hancur karena masalah?


sebenarnya jawaban itu ada di diri kamu. ya diri kamu, karena kamu adalah penentu hidup mu. kamu berhak memilih untuk mengakhiri hubungan atau melanjutkan hubungan. intinya gini tergantung kamu bagaimana cara kamu menyikapi sebuah masalah dalam suatu hubungan.


dan ini lah yang terjadi kepada Kevin dan Asti. ada rasa cemburu dan marah terhadap sikap Kevin, yang memperlakukan perempuan berkebaya merah itu seperti itu.


Asti yang kesal pun akhirnya memukul bahu Billy pelan pelan, ingin mendapatkan jawaban dari Billy. karena Billy adalah sahabat Kevin.


Billy yang merasa ada seseorang yang memukul bahunya pun melihat ke belakang, ternyata tangan itu adalah tangan Asti.


Kevin pun memberikan kode kepada Asti dnegan menaikkan kedua alisnya, seolah ingin menanyakan kepada Asti ada apa.


Asti yang mengerti maksud dari kode Kevin pun, langsung bicara


"bil, itu siapa?"


Billy melihat bola mata Asti yang menuju ke arah seorang wanita yang sedang bersama Kevin. awalnya Billy kaget, melihat pemandangan dua orang tersebut. setelah di perjelas mata Billy, Billy pun seperti tidak asing dengan wajah tersebut. wajah yang sangat familiar di mata nya, namun dia lupa akan namanya.


setelah beberapa lama, Billy pun memelototkan matanya. seketika dia baru ingat


"oo dia itu jawab SMA Kevin? ya teman sekelas ku dulu"


"siapa nama nya?"


"namanya Lulu. dia dulu merupakan siswi terkenal juga di sekolah karena bakat dan kecantikan nya"


jawab Billy jujur.


"lalu?"


tanya Asti penasaran.


"lalu? dia pernah naksir sih sama Kevin. kalau yang aku dengar dia naksir sejak pertama masuk sekolah, dan kata nya sih dia masih naksir sama Kevin sampai kelas tiga. selebihnya kurang tau"


jawab Billy yang mulai malas membahas hal ini.


Billy tau jika diteruskan pasti ini akan membuat perang dunia ke empat, dimulai.


"bil, satu lagi! apa tanggapan Kevin saat dia tau perempuan itu suka sama dia?"


dengan malas Billy menjawab

__ADS_1


"Kevin bersikap biasa saja, ya sedikit ilfil dengannya. tapi Kevin juga sering memanfaatkan nya sebagai tukang suruh gitu. kan saat itu Kevin lagi benar benar jatuh cintanya sama Clara, kakak ipar mu itu!"


"oo"


jawab Asti singkat.


"yaudah yuk kesana?"


Billy menarik tangan Asti, membuat Asti terkejut. Billy berencana agar memperkenalkan Asti kepada perempuan tersebut. supaya Asti tidak salah paham nantinya.


"hai, ingat aku gak?"


ucap Billy tiba tiba memotong pembicaraan mereka.


•••••


setelah mereka puas berkeliling keliling candi, mereka pun memutuskan untuk pergi ke pasar tradisional. yang terkenal dengan kebersihannya di sana tidak itu saja bahkan pasar tradisional tersebut terkenal dengan ketertiban nya.


kalau dari candi tersebut jaraknya tidak lah terlalu jauh membutuhkan jalan kaki saja sekitar 15 menit.


di pasar tersebut juga di larang loh, bagi pengunjung untuk menggunakan sepeda motor. mereka boleh memarkirkan sepeda motor nya di tempat yang telah di sediakan oleh mereka.


setelah sampai sana, sungguh kebersihan dan ketertiban pasar ini sangat terjaga. bahkan Asti yang sering ke pasar, membayangkan pasti masyarakat pasar sini sama saja seperti yang lain. yang selalu melanggar aturan pemerintah.


suasana yang diberikan oleh pasar tradisional ini adalah suasana yang aman dan nyaman.


namun walaupun begitu, tetap saja bagi Asti dia merasa tidak aman, karena Lulu ikut dalam rombongan Kevin.


tapi Asti tidak menunjukkan sikap bencinya atau ketidak sukaan nya dengan Lulu. justru dia menghargai kehadiran Lulu, walaupun Asti sering dikacangi oleh Kevin sepanjang jalan.


"Vin, aku mau beli dulu ya disana?"


meminta izin Asti.


namun Kevin tidak menyahuti perkataan nya Mala sibuk bicara dengan Lulu.


Asti yang mengerti pun langsung pergi. sebelum Asti pergi ke salah satu toko di situ, Asti menghidupkan hpnya dan memvideokan nya.


"assalamualaikum, buk ini berapa ya harga nya?"


tanya Asti sembari menunjukkan buah jeruk yang tampak segar di matanya.


"oo ini, ini sekilo harganya dua belas ribu nak. ibu jamin ini manis"


penjual tersebut.

__ADS_1


selama memilih milih buahan pun interaksi antara penjual dan pembeli ini sangat lah akrab.


selain di kenal dengan kebersihan dan ketertiban disini ternyata ternyata penjual nya ramah ramah sekali.


bahkan keramahan tersebut dapat dirasakan oleh Asti sendiri sebagai pembeli.


tidak hanya buah buahan saja yang Asti beli, Asti dan yang lainnya juga memberi indrapermata khas dari tempat ini. dan beberapa barang yang memiliki nilai seni tinggi.


tak hanya mereka terkadang Lulu pun ikut membeli barang tersebut.


setelah membelinya Asti pun hendak bergabung dengan teman temannya kembali. namun saat kembali, Asti melihat Lulu memberikan gelang rakit yang baru saja di beli Lulu di toko ini.


gelang rakit yang dibeli Lulu sama dengan gelang rakit yang Asti beli. sengaja Asti beli dua karena satu lagi juga asti beli untuk Kevin.


sedangkan Kevin tampak begitu senang karena diberi gelang rakit dari Lulu. rasa tidak suka Asti pun semakin tinggi terhadap Lulu.


kali ini Lulu berhasil membuat Asti merasa kesal.


Dengan kesalnya Asti pun pergi meninggalkan teman temannya yang lain. menurutnya lebih dia pergi dari sana dari pada masuk dan melihat Lulu interaksi Lulu dan Kevin yang sangat membuat mata Asti risih.


•••••


di sisi lain, tidak ada satu orang pun di Anatar mereka yang sadar dengan ke pergian asti. mereka pun melanjuti perjalanan mereka untuk mengeliling setiap sudut pasar tersebut.


tak lupa juga sering sekali mereka mengabadikannya, dengan foto bersama.


pasar tradisional ini terletak di ujung kota. walaupun demikian namun sara tradisional ini tidak pernah sepi dikunjungi oleh para wisatawan.


ternyata saat berjalan semakin jauh, di ujung sudah sana terdapat makanan makanan jajanan. mereka pun segera membelinya karena perut yang sudah kelaparan.


dan tak jauh dari sana terdapat cafe yang sangat indah. menurut mereka walaupun pasar ini terletak di sudut kota, namun mereka juga tidak pernah ketinggalan akan trend yang terjadi.


mereka pun masuk ke dalam cafe sekalian istirahat sejenak.


pelayan Dateng, mereka pun memesan makanan yang disajikan oleh cafe ini.


semua telah memesannya, sekarang giliran Asti. Billy pun memanggil nama Asti karena sedari tadi Billy tidak mendengar suara Asti.


"as!! mau pesan apa loh? dari tadi kau gak bicara! ayo pesan!"


sambar dini tiba tiba yang masih tidak menyadari bahwa Asti hilang.


"iya as, biasanya kau nomor satu kalau udah tentang makanan? as!"


namun tidak ada sahutan dari suara Asti. gimana mau nyahuti kalau Asti gak ada;v

__ADS_1


__ADS_2