
"dokter, ada pasien di ruang IGD yang harus di periksa sekarang! karena pasien itu sedang kritis dok"
ucap perawat yang tergesa gesa.
"baik lah, kita kesana!!"
perintah seorang dokter yang melangkah meninggalkan ruangannya.
"kemana dokter yang lain?"
tanya dokter tersebut dengan sedikit terburu buru.
"para dokter hari ini banyak yang cuti dok, dokter Faris, sedang cuti tiga hari karena kerabat nya ada yang mengadakan acara, dokter Seva dia sedang menangani pasien yang lagi kritis juga dok"
jawab perawat tersebut yang masih setia berjalan dibelakang dokter tersebut.
"baiklah. apa riwayat penyakit pasien?"
tanya dokter lagi.
dengan segera perawat tersebut membuka dokumen data yang berisi riwayat pasien yang selalu ia bawa kemana mana.
"pasien tersebut, mengalami kecelakaan sejak beberapa hari lalu dok. akibat kecelakaan tersebut, menurut data ini pasien tersebut mengalami gumpalan darah di bagian otaknya"
"lalu kenapa masih tidak melakukan tindakan operasi!"
tanya dokter tersebut dengan marah.
"kami sudah memberitahu kan keluarga pasien, namun pihak keluarga belum bisa membayar nya. akibat nya pasien tidak dapat ditangani dengan segera"
jawab perawat tersebut ketakutan.
"jika seperti ini, kenapa tidak sekalian saja kalian bunuh itu pasien langsung!! kalian memberikan maut dengan perlahan, jika kalian di posisinya pasti kalian akan merasa kesakitan. itu sama saja kalian menyiksa pasien"
gerutu dokter tersebut yang memang sangat tidak menyukai peraturan di setiap rumah sakit.
yang harus membayar kan terlebih dahulu, baru bisa melakukan tindakan medis lebih lanjut. namun, apalah daya seorang dokter ini yang hanya menjalankan tugasnya.
saat sampai di depan ruangan pasien, dengan segera dokter itu masuk dan memeriksa pasien tersebut. lalu menyuntikkan nya obat pereda perih.
lima belas menit siap memeriksa Pasien itu, dokter tersebut pun keluar dari ruangan itu dan menjumpai keluarga pasien yang masih setia menunggu di luar sana.
"dok, bagaimana dengan keadaan putra saya?"
tanya ibu paruh baya itu dengan mata sembab.
__ADS_1
"keadaan anak ibu baik baik saja, hanya saja tindakan operasi harus segera dilakukan. jika menundanya lagi lebih lama, maka itu akan berpengaruh pada hidup dan mati anak ibu"
jawab dokter tersebut yang merasa iba dengan keluarga Pasien.
seketika ibu paruh baya itu menangis histeris, membuat jiwa dokter ini tak sanggup menahan rasa kasihan nya.
"dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya dok!!! lakukan yang terbaik. saya pasti akan membayar nya dok!! saya pasti akan membayar nya"
ucap pria tua tersebut yang memohon kepada dokter tersebut.
"pak, kami akan melakukan yang terbaik asal bapak membayar administrasi nya terlebih dahulu. jika sudah membayar administrasi nya maka tindakan medis akan segera di lakukan"
jawab perawat tersebut yang masih setia di belakang dokter.
jawaban perawat tersebut membuat dokter ini marah. namun, ia menahannya. karena tak mungkin baginya untuk marah di depan keluarga pasien.
"dok, tolong dok selamat kan anak saya... dia memiliki seorang istri yang sedang mengandung anak nya... dia harus selamat dok demi calon anaknya.."
ucap ibu paruh baya itu dengan sisa tenaga yang ia punya, air mata yang tadinya terlihat kini sudah tak bisa keluar lagi.
dokter tersebut pun segera memeluk ibu paruh baya tersebut dengan tulus, ia memeluknya dengan erat, mengelus punggung belakang Sang ibu paruh baya tersebut.
ia dapat merasakan apa yang ibu itu rasakan. air mata pun kian menetes perlahan di pipi dokter ini. sudah banyak kasus yang ia tangani dalam situasi seperti ini, tapi entah mengapa hatinya begitu luluh ketika melihat air mata dari keluarga pasien yang tak mampu membayar administrasi rumah sakit.
"buk, saya janji akan memberikan yang terbaik buat anak ibu"
ucap dokter tersebut memberikan harapan kepada keluarga pasien.
"dokter janji?"
tanya ibu paruh baya tersebut yang tak percaya dengan pendengaran nya.
dokter tersebut pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum lebar. membuat sang ibu yang tadi nya berwajah sembab kini tersenyum dengan cerah, seakan secercah harapan pun kini mulai terlihat.
"saya janji buk. perawat, bilang sama asisten saya untuk mengurus administrasi pasien ini. semua segala keperluan nya harus di selesaikan! aku mau besok sudah harus siap, dan pasien harus segera di operasi besok"
ucap dokter tersebut memberikan perintah kepada perawat yang masih setia disana.
"baik dok"
jawab perawat tersebut yang segera meninggalkan dokter dan keluarga pasien, lalu menghubungi asisten pribadi dokter tersebut.
ia membayar semua administrasi pasien ini bukan tanpa alasan. ia membayarnya karena ia memikirkan istri pasien yang sedang hamil. sebagai seorang dokter ia tahu bagaimana kondisi ibu hamil, pasti ibu hamil tersebut akan mengalami depresi berat ketika sang suami meninggalkan nya dalam keadaan hamil.
dan sebagai seorang dokter ia tahu bahwa sang anak masih memerlukan sosok seorang ayah.
__ADS_1
ini sudah biasa terjadi, Beberapa kali dokter tersebut sering membantu keluarga pasien yang dalam kesusahan. ia sering membantu melunaskan administrasi pasien yang kesusahan.
"dok makasih ya dok makasih.."
ucap kedua paruh baya tersebut dnegan rintihan air mata bahagia.
"makasih dok sekali lagi makasih dok"
ucap pria paruh baya tersebut yang berlutut dihadapan dokter tersebut hendak menyentuh kaki dokter tersebut.
dengan segera dokter yang melihatnya pun langsung mengangkat pria paruh baya tersebut yang sedang menangis dan mengucapkan kata terima kasih yang tiada hentinya, sebelum ia menyentuh kakinya.
"pak, apa yang bapak lakukan? saya membantu bapak bukan untuk di sujud seperti ini. saya membantu bapak karena sebagian harta saya juga terdapat hak orang di sana"
ucap dokter yang tak suka melihat perilaku pria tersebut.
"maaf kan bapak nak.. bapak hanya tidak tau bagaimana cara membalas jasa mu ini nak.."
jawab bapak tersebut yang menunduk sembari menangis.
"iya nak. kami hanya tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan mu ini nak... satu kebaikan mu ini menyelamatkan dua makhluk hidup dan memberikan kebahagiaan bagi banyak keluarga"
sahut ibu paruh baya tersebut yang menatap dokter tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.
sebuah senyuman pun terlukis di wajah sang dokter.
"Bu, berterima kasih lah kepada Allah. karena berkat nya anak ibu akan segera sembuh, bukan karena saya. sekarang yang harus ibu dan bapak lakukan adalah hanya berdoa agar besok saat operasi, bisa berjalan dengan lancar"
ucap dokter tersebut.
"iya nak kami bersyukur bisa dipertemukan oleh mu. dan melalui perantara mu lah anak kami bisa diselamatkan. kau memiliki hati yang suci dok, hati mu sangat baik, kau sangat cantik dan ramah. pasti suami mu sangat beruntung memiliki mu, hati mu bagaikan malaikat nak. suami mu pasti sangat menyayangi mu"
ucap ibu paruh baya itu dengan lembut sembari menyentuh wajah sang dokter.
perkataan ibu tersebut membuat sang dokter merasa sedih. kata suami yang diucapkan sungguh sangat menusuk dihatinya.
"saya belum menikah Bu"
ucap sang dokter sembari tersenyum.
ibu yang mendengar nya pun tak percaya dengan ucapan sang dokter. ia sedikit terkejut atas pernyataan sang dokter.
"maaf, dok saya kira dokter sudah menikah. abis nya dokter baik, Solehah, ramah, cantik. masa gak laku?. tapi apapun itu ibu hanya bisa kasih doa agar kau segera dipertemukan dengan jodoh mu yang bisa membawa mu ke surga Jannah. karena ibu yakin, kau adalah calon istri yang di idamkan oleh setiap ibu mertua seperti ku, dan aku yakin kau akan menjadi istri yang Sholehah nanti dan bertanggung jawab"
ucap ibu tersebut panjang lebar memberikan doa yang terbaik buat sang dokter.
__ADS_1