Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Nasehat Clara


__ADS_3

dua hari setelah acara wisuda Jaka, Clara Dateng ke rumah keluarga Kevin. Clara memang sengaja Dateng karena ia ingin mama dan papa Kevin mewakili kedua orang tuanya.


selama ini kedua orang tua Kevin selalu mewakili Clara dalam setiap acara.


memang sebelum mama dan papa Clara pergi sibuk kerja, Clara selalu dititip kan oleh kedua orang tuanya di rumah kevin.


sehingga Clara sudah menganggap keluarga Kevin seperti keluarganya sendiri.


walaupun, Clara tidak tinggal bareng dengan keluarga Kevin.


"assalamualaikum Tante"


"waalaikumsalam, eh anak Tante yang cantik Dateng toh"


sambut mama Kevin dengan bahagia sambil mencium kening Clara.


"ayo masuk"


Clara pun masuk bersama mama Kevin.


sambil jalan mama Kevin nanya


"Clara, kamu sudah makan?"


"sudah Tante. tadi bibi dirumah masak ayam di goreng sama SOP kentang"


senyum Clara.


"oo iya tan, Kevin mana ya Tante? Clara ada urusan penting sama Kevin"


"oo itu Kevin dimeja makan, baru juga mau mulai makan. ayo duduk di meja makan"


Clara pun duduk disamping nya Kevin.


tiba tiba Kevin menggoda Clara di depan keluarganya.


"ma! ma!"


"apasih Vin?"


jawab mama malas menoleh ke Kevin.


"ini loh ma, ada yang baru naik pangkat jadi sarjana"


tanpa basa basi Clara pun mencubit paha Kevin.


Kevin merasa kesakitan namun ditahannya.


"Clara?"


panggil mama Kevin yang meminta kejelasan.


"eh,, iya tan. iya deh Clara kemarin udah lulus skripsi sidang akhir, jadi tiga hari lagi acara wisuda nya Tan. oo iya tante, macem biasa ya Tante. Clara undang tante untuk Dateng"


Clara cengengesan dan mama Kevin terlihat senang.


"wah,, selamat nih Yee,, ada yang udah sarjana"


goda kak Yuni.


Clara pun jadi malu.


"rencana mau kerja dimana Clara?"


tanya bang Zain.


"emm,, rencana mungkin mau terusin perusahaan papa deh bang barengan sama Jaka"


"loh,, kamu sudah serius dengan Jaka?"


Clara mengangguk, mendengar pertanyaan dari mama Kevin.


"Tan. Clara izin bawa Kevin dulu ya tan?"


mama Kevin pun mengangguk.


"Vin nanti ikut aku belanja ya?"


"iya"


jawab Kevin dengan melas.

__ADS_1


••••


"kamu mau belanja apa sih Ra?"


tanya Kevin sesampainya di mall.


"aku mau belanja untuk wisuda ku lah Vin. aku mau beli baju juga untuk keluarga Jaka sama keluarga mu. karena besok mereka akan Dateng jadi ini hari spesial ku"


jelas Clara.


"kenapa gak sama Jaka aja?"


"Jaka sibuk, dia lagi pergi sama keluarganya karena kerabat jauhnya ada acara. jadi gak mungkin dia gak Dateng"


jelas Clara.


"yaudah pilih lah baju yang kamu suka"


perintah Kevin.


Clara pun memilih beberapa baju. pertama yang dia beli adalah baju laki laki, dia memilih baju laki laki berkemeja batik. dengan dua pilihan warna, agar setiap keluarga berbeda.


"vin gimana menurutmu ini muat gak ya sama papa Jaka?"


tanya Clara ragu.


"lah aku mana tau, chat aja coba si Jaka. tanya ukuran setiap orang di keluarganya"


Clara pun langsung mengechat Jaka.


tak lama kemudian Jaka membalas.


Clara pun memilih dan membungkus kemeja batik tersebut lalu membayarnya.


"pegang!!"


perintah Clara.


"baik, ratu"


jawab Kevin menahan kesalnya.


agak lama sih memilih pakaian perempuan, karena begitu banyak pilihan membuat Clara bingung.


"vin, kira kira untuk Tante, kak Yuni, sama reysa yang ini cocok gak?"


tanya Clara lagi sambil menyodorkan satu baju ke arah Kevin.


Kevin menggeleng.


"tapi kan kev, ini warna nya lucu jarang lagi dapetnya"


mendapatkan jawaban seperti itu dari Clara membuat Kevin kesal.


"yaudah, ambil lah kalau kamu suka. aku yakin mama akan pakai"


"tapi yang ini juga bagus"


tunjuk Clara ke yang lain.


"yaudah terserah kamu, menurutmu bagus ambil"


jawab Kevin seadanya.


Asti pun membungkusnya, sekarang Asti memilih baju lagi.


"Clara! baju untuk siapa lagi ini?"


"astaga Vin,, ribet ya! ini baju untuk mama nya Jaka lah. udah diam aja!"


kesal Asti melihat Kevin begitu banyak omong.


Kevin pun diam dan memainkan hpnya.


lagi lagi Clara di buat bingung, tapi kali ini Clara tidak ingin tanya pendapat Kevin. karena Clara melihat Kevin lagi asik dengan hpnya.


dia pun memutuskan sendiri dan membungkusnya.


setelah selesai semua, Clara membayarnya di kasir.


lalu dengan siap siaga Kevin membawa belanjaan baju tersebut.

__ADS_1


"vin sekali lagi ya, aku mau belanja untuk aku sendiri"


bujuk Clara.


Kevin pun hanya mengangguk mengikuti Clara.


sesampainya disalah satu toko


Clara langsung kalap memilihnya. jujur dia merasa bingung, karena memang semua model dan warnanya sangat kekinian.


kenapa gak dari awal ya aku kesini? tapi gapapa deh. kan udah terlanjur


ucap Clara dalam hati.


dia pun memilih untuknya terlebih dahulu.


setelah selesai memilih Clara membayarnya.


namun, Kevin bingung kenapa ada dua baju?


"Clara, ini berlebihan. kenapa kamu beli dua baju?"


"apaan sih Vin. aku beli satu, satu nya lagi Asti. aku sudah janji kemarin sama dia"


senyum Clara.


selesai lah mereka dari berbelanja. waktu sudah menunjukkan jam makan siang, perut Clara sudah mulai demo dengan Clara.


"vin, sebelum pulang kita makan dulu yuk disana"


tunjuk Clara pada satu restoran.


mereka pun kesana membawa barang belanjaan yang penuh di tangan Kevin. jujur Kevin merasa tidak sanggup namun dia malu mengatakannya.


mereka pun segera memesan makanan. ketika makan datang mereka memakannya sambil sedikit berbicara.


ditengah pembicaraan tiba tiba Clara bertanya


"vin, sampai kapan kamu akan seperti ini?"


Kevin diam sejenak.


"sampai kapan apanya sih Ra?"


"sampai kapan kamu masih menutup hati mu demi ku? aku sudah melanjutkan langkah ku Vin, sekarang kamu haru belajar untuk melangkah"


"apaan sih Ra"


jawab Kevin merasa kesal.


"aku serius Vin! kamu harus buka hati. aku gak ingin kamu berhenti melangkah sampai sini"


Kevin diam menunjukkan raut melas.


"yaudah deh aku tau kamu gak mau bahas. tapi pesan ku ingat, kamu harus maju jangan berhenti sampai sini. aku ingin sahabatku ini tidak berhenti sampai sini. berhentilah jadi playboy Vin! aku yakin kamu bisa membuka hati untuk yang lain"


pesan Clara.


"iya iya"


jawab Kevin.


"vin"


"ha"


"gimana sama Asti. aku rasa dia pantas untuk mu?"


Kevin langsung menatap dalam mata Clara dan Clara pun tertawa puas.


"tapi emang benar Vin,, Asti tuh baik, cantik, imut, aku yakin dia bisa dan pantas buatmu. dan aku yakin juga bahwa kamu sebenarnya juga suka dia kan?"


"apaan sih, Clara. udah deh jangan bahas dia. yang suka sama dia juga siapa juga"


jawab Kevin menolak argumen Clara.


"gini deh aku taruhan nib sama kamu. aku taruhan kalau kamu menikah dengan cewek lain aku yang akan membiayai semua pesta pernikahan mu. tapi kalau kamu menikah sama Asti. kamu berani apa?"


"oke. kalau aku nikah sama Asti taruhan dari ku aku akan mengaku kalah lalu akan ku post di semua sosial media ku dan story"


mereka pun kembali menikmati makanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2