Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Tertangkap Laras


__ADS_3

setiap perbuatan pasti ada pembalasan. hal tersebut yang akan di lakukan oleh Kevin.


amarah nya tidak bisa dikendalikan lagi, rasa nya dia ingin menghakimi Laras sendiri.


Asti yang melihat Kevin pagi ini, merasa ada yang berbeda.


tampak jelas di wajah Kevin amarah yang dia tahan, Asti mencoba memegang tangan Kevin perlahan.


Kevin yang merasa di sentuh langsung menatap ke arah Asti. Kevin dan Asti kali ini bertatap tatapan cukup lama.


sampai akhirnya, Kevin mencoba meredakan amarahnya.


berulang kali Kevin menarik nafas dan mengeluarkan nya perlahan dari mulutnya.


setelah menurut Asti, Kevin sudah reda. Asti pun bertanya pada Kevin perlahan.


"kev,, ada apa? kenapa kamu hari ini sangat marah?"


Kevin terdiam tidak menjawab pertanyaan Asti.


"kev,, cerita lah,, apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?"


Kevin terdiam sesaat.


"enggak, aku gak menyembunyikan sesuatu dari kamu. nanti kamu juga tau kok"


ucap Kevin datar yang fokus pada jalanan.


Asti yang mendengar nya, hanya diam tidak menanyakan nya lagi.


karena Asti paham saat ini Kevin tidak bisa di ajak bicara.


"kev,, apakah kau hari ini akan magang?"


tanya Asti.


"enggak,, hari ini kamu masuk kampus. semalam adalah hari terakhir aku magang"


ucap Kevin masih dengan wajah datar dan suara yang datar.


••••


bell berbunyi tanda pulang kuliah.


kali ini seluruh kampus di gempar kan oleh kedatangan seorang polisi.


"Asti,, apakah kamu tau apa maksud dan tujuan polisi Dateng hari ini?"


tanya Sindi.


"aku,, aku Mala tau sekarang. memang ada apa?"


Asti kaget.


"lah seharusnya aku yang nanya, kan kamu wakil ketua BEM. masa kamu gak tau masalah kayak gini?"


"kalau semalam sih setau ku semua baik baik saja,, tapi kenapa hari ini ada polisi?"


Asti heran.


"eh,, ayo kita kepoin yuk,, aku gak mau ketinggalan info nih"


ucap Julia yang dateng dateng sudah menarik tangan Asti.


Asti pun yang ditarik hanya pasrah, karena dia kalah tenaga dengan Julia.


saat baru keluar dari kelas, seluruh lorong sudah di penuhi mahasiswa mahasiswa. tak biasa nya lorong di penuhi mahasiswa.


"eh,, ada apa ya? tumben polisi Dateng"


"aduhh mati kita nih. semoga deh aku gak terlibat, takut dipanggil dadakan"


"eh eh eh denger denger sih kata nya si itu yang sok cantik itu,, katanya dia mau ditahan polisi"


"eh kenapa?"

__ADS_1


"kurang tau juga gue"


"ngeri banget sih polisi Dateng?"


"apa ada yang ketauan lagi kalau mahasiswa kita ada yang narkoba!"


semua mahasiswa menerka nerka apa yang terjadi sampai sampai pihak kepolisian Dateng ke kampus.


namun saat mendengar nama Laras dari mahasiswa lain, Asti langsung merasa ada yang tidak enak.


Asti segera melepaskan genggaman nya dari tangan Julia, dan segera pergi ke ruangan Kevin.


sesampainya di ruangan Kevin.


Asti tidak melihat Kevin di dalam ruangan nya, namun tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan Asti.


Asti kaget, dan beberapa kali mencoba melepaskan nya. namun, saat tau itu adalah Billy dia segera bernafas lega.


"bil,, kata kan pada ku kenapa polisi ada disini?"


tanya Asti.


"baiklah, tapi kau ikut aku"


Billy pun menggenggam tangan Asti dan pergi berjalan bersama dengan cepat.


ternyata Billy mengajak Asti keruangan dosen, alangkah kagetnya Asti, saat melihat Kevin yang duduk di sofa dosen bersama Laras dan beberapa orang dari pihak kepolisian.


"pak saya tidak mau tau,, ini orang harus di kasih hukuman yang berat!"


tegas Kevin kepada pihak kepolisian.


"sabar kev,, sabar. kamu tau kan ini akan merusak nama kampus, sebaiknya ini di bawa ke jalur keluarga saja ya"


bujuk salah satu dosen.


namun, Kevin tetap kekeh pada keputusan nya.


karena Asti yang melihat Kevin seperti ini, dia pun masuk dan memanggil Kevin untuk keluar dan menjelaskan apa yang terjadi.


"kata kan pada ku apa yang terjadi?"


tanya Asti.


Kevin menunjuk ke arah Asti.


"dia sengaja kirim orang untuk menabrak mu waktu itu!!"


ucap Kevin geram.


"maksudnya?"


Kevin pun menceritakan semua nya dari awal, hingga akhir.


"tapi kev,, itu sudah berlalu. sudah lah kasihan Laras???"


ucap Asti memohon kepada Kevin agar tidak menyangkut pautkan nya ke kepolisian.


"tidak,,, tidak bisa!! dia ingin mencelakakan orang yang aku sayang. enggak gak bisa!!"


"maksudnya apa? itu sudah berlalu kev?"


Kevin pun menceritakan nya lagi yang terjadi hari ini.


flashback on


sebelum Kevin masuk kelas, ternyata pagi ini dia sudah jumpa dengan Laras dengan wajah tak bersalahnya.


Kevin yang melihat Laras, rasa nya ingin segera memukul wanita jahat tersebut.


"kev,, aku mau ke kantin. yuk?"


ajak Laras dengan centilnya.


"aku tidak mau!"

__ADS_1


tegas Kevin yang sudah merasa enek sama wajah Laras


"kok gitu sih Vin??"


kecewa Laras.


"ingat ya Laras!! dulu kamu bisa seperti ini sama aku. tapi sekarang tidak setelah aku mengetahui sifat murahan mu sebenarnya"


"maksud kamu apa?"


tanya Laras yang pura pura tidak tau.


"wow,, action yang luar biasa Laras. kenapa kamu gak sekalian aja ambil jurusan yang sebanding dengan mu bermuka dua!!"


Laras yang kaget mendengar nya langsung diam terpaku.


"aku tau,,, kau tidak suka dengan Asti dan ingin mencelakakan Asti ku bukan? ingat!! ini masih peringatan pertama!! jika kau ulangi lagi kesalahan yang sama, aku tidak akan segan segan membawa kasus ini ke jalur hukum!!"


Kevin pun meninggalkan Laras sendiri.


bukannya Laras menyadari kesalahannya, Mala Laras mencoba membuat rencana lagi untuk mencelakai Asti.


saat laras permisi izin ke toilet, ternyata Kevin melihat Laras yang bukannya ke toilet namun Mala ke taman dekat toilet.


kebetulan saat itu Kevin lagi ingin kembali ke ruangan kelas selesai ia mengumpulkan tugas dari dosen.


Kevin yang merasa curiga pun menguping pembicaraan Laras, yang hendak mencelakai Asti lagi.


mendengar itu Kevin geram, dia pun berdiri dibelakang Laras tanpa di sadari Laras.


selesai menelpon Laras kaget melihat Kevin yang sudah berdiri di belakang nya.


"kev,,,, Kevin"


ucap Laras gugup.


"iya,, kenapa? takut? kamu masih tidak mendengar kan peringatan saya. lihat lah Laras, apa yang akan saya lakukan"


ucap Kevin meninggalkan Laras di taman.


Kevin pun menelpon polisi dan meminta polisi untuk menangkap Laras atas tuduhan pembunuhan berencana.


flashback off


"sayang,, Kevin,,, dengar kan aku. kasihan Laras!! jangan gara gara ini masa depan dia hancur kev"


bujuk Asti.


"enggak ini keputusan bulat ku!!"


tegas Kevin yang menolak Asti.


"kev,,, kamu sayang kan sama aku?"


"kamu kok tanya kayak gitu sih!!"


"kalau kamu sayang..."


ucapan Asti terpotong oleh Kevin.


"maka aku harus membasmi mereka mereka yang ingin mencelakakan orang ke sayangan ku!".


Kevin meninggalkan Asti sendiri dan kembali keruangan.


keputusan final pun sudah di ambil, Kevin tetap tidak memaafkan Laras walaupun Laras sudah meminta maaf berulang kali pada nya dan Asti.


Laras pun dibawa ke dalam mobil polisi dengan borgol ditangannya.


kali ini penyesalan mendalam yang dirasakan oleh Laras.


dia sangat menyesal atas tindakan nya tadi.


tapi itulah cinta yang membuat mata seseorang buta akan kebenaran.


namun, cinta seperti ini yang di lakukan Laras bukanlah bentuk cinta tetapi ini adalah bentuk obsesi, hanya ingin memiliki.

__ADS_1


jangan kata kan cinta, jika kamu tidak suka melihat orang yang kamu cintai bahagia bersama orang yang membuatnya nyaman.


karena cinta yang sesungguhnya tidak akan pernah membiarkan pasangannya merasa sedih.


__ADS_2