
"pagi ma, pa" sapa Zain yang turun dari tangga menuju meja makan.
"pagi Zain" balas mama dengan senyuman manis.
"pagi sayang" sapa istri Zain yaitu Yuni.
Zain pun mendekati Yuni dan memberikan ciuman tipis di bibir manis Yuni.
begitu lah rumah tangga Zain, yang sangat harmonis. mereka tidak malu untuk menunjukkan ke mesraan mereka di depan umum atau orang banyak.
karena bagi nya dunia hanya milik mereka, rumah tangga mereka bukan dibangun atas keinginan orang lain, tapi dibangun atas cinta dan kasih sayang yang mereka berikan.
ayah derwin dan mama Yani yang melihat anak begitu mesra merasa bahagia. apalagi ini pagi hari, membuat hati mereka adem dan merasa beruntung.
"sayang duduk lah, aku akan siap kan makanan dan bekal untuk mu" perintah Yuni, dengan senyum manisnya dan pergi ke dapur untuk mempersiapkan bekalnya.
membuat Zain merasa bahwa Yuni adalah istri yang snagat sempurna, walaupun dunia mengatakan tidak.
setelah selesai Yuni ke meja makan lalu mengambilkan makanan untuk Zain yang berada di meja makan.
selasai mengambilnya Yuni duduk di samping Zain dan mengambil makanan untuk dirinya.
tak lama kemudian Kevin Dateng turun tangga bersama Keysa, yang terlihat Keysa manja dengan Kevin yaitu di gendong oleh Kevin.
yah begitulah Kevin dan Keysa yang sangat erat. dan saling menyayangi satu sama lain.
"pagi ma, pa bang" sapa Kevin.
"pagi sayang, ayo cepat kemari biar makan" balas mama.
sesampainya di meja makan Kevin mencium kening ibu nya dan Keysa berahli dari Kevin menuju mama Yani.
"gimana sama hari ini Vin, apa kamu sibuk?" tanya papa.
"emm,,, lumayan sih pa. soalnya kan ada mahasiswa baru jadi banyak persiapan yang harus dilakukan"
jawab Kevin dengan santai.
mama pun menyiapkan sarapan Kevin.
lalu Kevin menikmati sarapan nya itu, saat makan tiba tiba si kecil mungil ingin di manja oleh Kevin lagi.
keysa ingin apa yang Abang makannya itu yang dia makan. dia ingin disuapi oleh abangnya.
tanpa amarah, atau emosi, kesal. justru Kevin Mala menyuapinya dengan senang hati. bahkan tak jarang mereka berdua tertawa.
semakin adem hati mama Yani dan papa derwin pagi hari ini dibuat anak anaknya. kakak yang melihat ke dua adiknya itu merasa sangat bahagia.
"ma, pa" panggil Zain.
membuyarkan lamunan kebahagiaan mereka.
"ada apa Zain?" tanya papa.
yang amsih menikmati makanannya.
"emmm,,, nanti malam Zain buat acara makan malam dirumah. boleh gak pa?"
__ADS_1
tanya Zain merasa ragu.
"boleh dong,, masak gak boleh. emang dalam rangka apa?" jawab papa dengan antusias.
"e enggak ada si pa, gak dalam rangka apa apa. cuma, semalam Zain ngundang guru Zain pa"
jawab Zain jujur.
"oo yaudah bagus kalau gitu" jawab papa.
"emang itu guru berkesan bagi mu Zain? sampai kamu ngundang dia makan malam?" tanya mama penasaran dengan menantu nya ini.
"hahah,, iya ma. bahkan Zain sampai disini karena dulu terinspirasi oleh mereka berdua ma" jawab Zain jujur sambil mengingat kenangannya dulu saat kedua guru itu mengajari Zain.
"oo yaudah yang, kalau gitu mau disiapin makanan apa saja yang?"
tanya Yuni ikut antusias.
karena juga Yuni penasaran seperti apa gurunya, hingga membuat suaminya memuji nya sebegitu bagusnya.
"siapin aja apa yang ada yang, gak perlu repot-repot. karena mereka juga orang yang sederhana kok, mereka gak suka yang mewah mewah" ucap Zain.
membuat mama tersenyum.
"yaudah tenang saja Zain, serahkan sama koki Handalan rumah kita. pasti beres" ucap papa melirik ke mama.
membuat mama malu tak karuan.
"iya pa, Zain tau pa. ke dua superhero wanita kita pasti mampu pa" jawab Zain cengengesan.
"wah kebetulan sekali ini ma" ucap Kevin yang ingat sesuatu.
"kenapa Vin?" tanya mama heran.
"iya ma, Kevin kemarin ngundang Clara untuk makan dirumah. jadi pas banget kan ma"
jelas Kevin.
"waaah iya sayang. bagus tuh makin ramai makin seru bukan" ucap mama antusias.
"Zain berapa orang yang akan Dateng nanti malam?" tanya mama.
"emmm, sekitar empat lima orang lah ma. karena Zain dulu juga lumayan dekat dengan anak anaknya ma"
jelas Zain.
mama pun mengangguk, seperti menghitung sesuatu.
"kenapa ma?" tanya Kevin yang heran melihat mamanya.
"emmm kak, berarti kita nanti siang harus masak banyak. jadi kamu bantu mama selama mama di dapur!" perintah mama.
Yuni yang terpanggil pun mendengarkan mama dan hanya mengangguk kan kepalanya.
"ma" panggil Kevin.
"kenapa Vin?" tanya mama.
__ADS_1
"ma, mungkin Kevin pulangnya agak sore. karena memang Kevin di kampus banyak kegiatan. apa lagi sekarang mau masuk mahasiswa baru, jadi agak sibuk"
ucap Kevin lemas.
"iii kok kamu lemas sih,,, yaudah gapapa. kamu siapkan tugas mu dulu di kampus. selesai kan satu persatu tugas kampus mu. mama paham, yaudah sekarang kamu pergi ke kampus gih.. entar telat"
balas mama, sambil memberi kan energi positif dan semangat pada anaknya.
Kevin pun pergi berpamitan kepada kedua orang tua nya karena memang Kevin juga sudah menghabis kan makanan nya.
seperti biasa drama antara Kakak adek selalu ada di pagi hari.
Kevin sebenar nya gak tega meninggalkan adek mungil nya itu menangis, namun apa boleh buat dia harus cepat Dateng ke kampus agar Kevin bisa pulang cepat.
mobil Kevin pun melaju dan pergi meninggalkan rumah nya.
di dalam terlihat Zain masih menikmati makanan nya.
"Zain, gimana sama perusahaan. aman?" tanya papa mengenai perusahaan.
"oo aman kok pa.. ya ada juga sih beberapa masalah pa, tapi sejauh ini masih aman lah,, masih bisa di selesaikan"
jawab Zain dengan santai.
tak terasa makanan Zain sudah habis.
Zain pun berpamitan sama kedua orang tua dan pergi ke luar rumah.
namun, Yuni yang menyadari bekal Zain ketinggalan akhirnya Yuni mengejar Zain.
ketinggalan bekal atau berkas itu sudah menjadi kebiasaan suami nya yang gak akan pernah hilang dari suami nya.
tapi Yuni tetap sabar, menghadapi kelupaan suami nya. yang terpenting bagi Yuni adalah Zain laki laki yang baik, dia mampu melindungi Yuni, bahkan dia sanggup menerima Yuni apa ada nya, bukan ada apa nya.
"yang, bekal mu" panggil Yuni memasang wajah capek.
"oo iya maaf sayang tadi aku lupa" jawab Zain dengan senyuman manisnya.
"iya gapapa, asal jangan lupa sama aku aja" bucin Yuni.
"lahh,,, kalau itu ya enggak lah. kamu kan selalu ada di sini" balas Zain dengan bucinannya sambil menunjukkan jantung Zain.
membaut pipi Yuni memerah karena merasa malu.
Zain pun memberikan dia kecupan dikeningnya. lalu Zain pergi meninggal Yuni yang masih berdiri di depan rumah.
Yuni masuk lalu mama memanggil Yuni.
"iya ma sabar" teriak Yuni.
Yuni menghampiri mama
"Yuni, bahan dikulkas kebetulan sudah habis jadi kamu siap kan mobil kita belanja keperluan rumah dan makan malam nanti"
perintah mama.
Yuni pun mengangguk
__ADS_1