Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Suara Itu Tadi Malam?


__ADS_3

"ahh kenapa sih pada gak bisa dihubungin!!"


marah Asti merasa kesal di tinggalin.


sementara selimut ketakutan terus membayangi Asti. Asti pun mencoba untuk berzikir dalam hati, agar rasa takutnya hilang. kejadian tadi malam sukses membuat Asti takut, bahkan dia tidak bisa tidur dengan nyenyak tadi malam.


Asti pun mencoba memberanikan diri untuk melangkah dari kamar, namun saat melangkah Asti mendengar dengan jelas langkah orang yang seperti sedang berjalan sambil menyeret pedang yang panjang.


Asti mencoba berfikir untuk positif, karena jujur Asti bukan lah orang yang mudah takut walaupun sebenarnya dia merasa takut. tapi dia berani untuk melawan rasa takut tersebut.


Asti berusaha memikirkan hal hal baik, saat sampai depan villa Asti merasa aman.


Asti pun mencoba menelpon Billy namun tetap saja tidak diangkat.


sekarang hal tersebut dengan suasana tersebut berhasil membuat Asti menangis ketakutan. Asti berusaha tenang, dia pun memilih untuk menjauhi villa tersebut dan mendekati kolam renang.


rasa tenang kembali ia dapatkan saat melihat alam yang indah. rasa takut yang menghinggap perlahan lahan mulai hilang dan menjadi rasa sejuk yang ada di hati Asti.


saat sedang menatap indahnya alam, Asti tertuju pada satu rombongan remaja yang tampak jauh disana. Asti membulatkan matanya, menajamkan matanya memastikan itu adalah rombongannya.


dan benar saja itu teman teman Asti, dengan cepat Asti segera berlari bergabung bersama mereka dicampur dengan rasa kesal yang mulai membakar hatinya.


sesampainya disana.


semua mata tertuju pada Asti yang seperti kehabisan nafas. Asti pun segera mengatur nafasnya. dan mulai


"kenapa kalian tidak ada yang mengajakku? tidak ada yang membangunkan ku?"


kesal Asti.


semua masih heran, dan terdiam.


"kenapa gak ada yang jawab!"


bentak Asti.


"as, kamu kenapa? kok dateng Dateng marah marah gak jelas?"


sahut dini masih tidak mengerti kemarahan Asti.


"Din, kau kan sekamar dengan ku kenapa tidak membangunkan ku tadi pagi? kenapa meninggalkan ku sendiri di kamar? kenapa saat aku telpon tidak ada yang ngangkat?"


tanya Asti bertubi tubi, menahan amarahnya.


"oo itu, aku tadi pagi sempat membangunkan mu. tapi aku lihat kamu kecapean sekali, tidur mu pulas lagi. aku gak sanggup bangunin kamu. jadi aku suruh Kevin buat bangunin kamu"


seketika mata Asti langsung tertuju pada Kevin.


Kevin pun menjelaskannya


"iya benar aku disuruh bangunin kamu, tapi aku juga gak tega melihat kamu yang tertidur pulas sekali. jadi aku memutuskan untuk tidak mengganggumu. lagian itu hal biasakan kenapa kamu marah?"


tanya Kevin.


Asti yang ingin bercerita tentang kejadian yang menimpah dia dari tadi malam hingga tadi, terhenti.mulitnya seketika mengunci Asti untuk menceritakan hal tersebut. Asti takut itu hanya lah imajinasi nya saja.

__ADS_1


Asti pun terdiam.


dia mala melempar kan pertanyaan.


"gimana aku tidak marah, kalian di telpon tidak ada yang ngangkat. kan sebel"


"emang kamu ada nelpon?"


tanya dini dengan wajah datar.


"ada, kalian periksa hp kalian satu satu"


perintah Asti.


ternyata benar bahwa Asti ada telpon, dari sekian banyak orang yang Asti telpon hanya dini yang mendapatkan telpon dari Asti. namun itu hanya satu kali.


"sorry as, tadi sibuk dengan foto. teruskan ombak terlalu besar jadi gak denger. tapi kamu kenapa gak telpon lagi?"


ucap dini.


Asti merasa heran, karena dia bahkan menelpon dini berulang ulang kali.


"iya as? kamu bilang kamu telpon kami satu persatu. tapi punya ku gak ada?"


sambar Billy.


"iya as, punya ku juga kamu gak ada nelpon"


sambar Kevin lagi dengan wajah datar.


"kamu pasti masih kecapean ya, lebih baik kamu istirahat"


"enggak!!"


tolak Asti.


Asti pun terduduk di pasir putih tersebut. dia gak tau kenapa ini semua terjadi. Asti mulai di hantui lagi dengan ketakutan nya. dia berusaha untuk menahan tangisannya, namun tidak bisa.


pasalnya saat Asti mencoba menelpon mereka jaringan Asti masih aman bahkan koneksi nya bagus. bagaimana bisa tidak terhubung dengan mereka?


tiba tiba Asti berkata


"coba periksa jaringan kalian!"


semua pun menuruti perintah Asti, dan mereka semua mengatakan jaringannya bagus. bahkan mereka bisa masukkan story di akun sosial media milik mereka.


Asti mulai frustasi.


"kamu kenapa as? ada apa cerita? kenapa kamu seperti orang cemas?"


tanya Kevin.


Asti masih diam tak bicara. Asti mencoba mengambil nafas dalam dalam dan mengeluarkan nya perlahan.


"enggak aku gapapa. yaudah yuk lanjut main lagi, oh iya untuk soal tadi yang aku marah marah gak jelas itu aku minta maaf ya? mungkin karena aku sendirian di villa takut ditinggal kalian pergi, jadi aku sedikit kesal"

__ADS_1


ucap Asti mencari alasan untuk menutupi semuanya.


semua pun mengangguk, dan melanjutkan permainan mereka.


terlihat seru dimata Asti, namun Asti memilih untuk duduk menikmati pemandangan indah ini dari pada ikut main di dalamnya.


mungkin iya Asti kecapean, jadi pikiran negatif masuk.


pandangan mata menatap indahnya pantai namun pikiran dan hati masih memikirkan kejadian di luar nalar Asti.


kejadian dimana Asti tidak bisa memikirkan dengan logika lagi.


suara seretan pedang dan telpon yang tidak diangkat oleh mereka, bahkan tidak tersambung. membuat Asti masih berfikir, walaupun ada rasa takut yang besar di rasakan Asti.


tapi begitu lah Asti yang memang penakut, namun penasaran. rasa takutnya di kalah kan oleh rasa penasarannya. bahkan rasa penasarannya mampu membuat keberanian nya keluar.


"apa yang terjadi denganku? apakah ini hanya imajinasi ku yang buruk? tapi,, aku merasa bahwa ini bukan imajinasi ku? astaga bisa gila aku dibuat!! tenang as tenang,, ingat ada tuhan ya ingat itu"


kesal Asti dalam hati memikirkan hal ini.


Mela yang melihat Asti dari tadi, semakin penasaran apa yang terjadi dengan Asti.


Mela yakin Asti menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.


Mela pun mendekati Asti.


"as kenapa gak ikut main?"


tanya Mela basa basi.


"oh, iya lagi males. sepertinya aku kecapean, jadi aku ingin menghilangkan rasa capek ku dengan melihat pemandangan ini saja"


jawab Asti senyum.


"as, aku gak percaya dengan kata kata mu tadi"


ucap Mela tiba tiba membuat Asti kaget.


"ada sesuatu yang kau sembunyikan kan as?"


tanya Mela penasaran.


Asti berusaha tenang menjawab pertanyaan Mela


"enggak, aku gak nyembunyiin apapun dari kalian. aku kecapean karena tadi malam aku bergadang melihat isi sosial media ku"


"kau bergadang?"


tanya Mela.


"iya aku bergadang, jadi mungkin ini efek kecapean ku"


jawab Asti sambil tersenyum.


"kau mendengar suara itu tadi malam?"

__ADS_1


tanya Mela tepat sasaran.


Asti pun terdiam, tak menjawab pertanyaan Mela. Mala berusaha mengubah topik tapi Mela berusaha juga untuk mendapatkan jawaban Asti.


__ADS_2