Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Acara empat Bulanan


__ADS_3

"Vin, Vin kayak udah yakin aja gak akan pernah putusin Asti?"


sambar kawan Kevin yang lainnya mendengar jawaban Kevin.


"yakin lah!! kalau gak yakin gak akan ku jaga dia dengan baik. gak akan ku paksa dia untuk menerima ku"


ucap Kevin sembari menatap mata Asti yang semakin dalam.


"udah yuk kita lanjutkan perjalanan. kita sudah lumayan lama nih disini! jadi mari kita lanjutkan kembali agar sampai sana tidak kemalaman"


semua pun berdiri dan menghidupkan mesin sepeda motor nya masing-masing. mereka pun pergi dan melanjutkan perjalanan.


pemandangan yang indah sepanjang jalan, membuat Asti merasa tenang. di peluk nya Kevin dengan erat, karena pemandangan yang indah sepanjang jalan mampu membuat kebosanan dateng. Asti pun tertidur di perjalanan.


Kevin yang melihatnya melalui kaca spion nya itu pun langsung memegang tangan Asti dengan erat, agar Asti tidak jatuh. dia menurunkan kecepatan berlajunya.


•••••


"as, bangun yuk kita makan dulu"


ucap Kevin pelan membangunkan Asti.


perlahan mata Asti terbuka, dia melihat di sekeliling nya dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.


saat melihatnya, Asti seperti pernah kenal dengan tempat ini, namun karena nyawanya belum terkumpul dengan penuh membuat Asti sedikit lupa.


"Vin kita dimana sih?"


tanya Asti dengan wajah habis bangun tidur.


"kita udah nyampe, kita di rumah makan yang biasa kita makan"


jawab Kevin, sembari menarik tangan Asti untuk masuk.


sesampainya di dalam


"enak ya as, bisa tidur nyenyak?"


ucap Mela menggoda.


Asti terdiam, karena jujur Asti sangat merasa kecapean.


dia pun duduk di samping Kevin.


"kok tumben sih makan dirumah makan?"


tanya asti yang heran kepada teman teman Kevin.


"iya as, lapar. butuhnya bukan pengganjil lagi nih as! udah butuh nasi"


jawab Billy.


Asti pun mengangguk paham.


mereka pun sangat menikmati makanan rumahan yang telah mereka pesan.


"oh iya, sampai rumah nanti jangan kemana mana lagi ya gaes. istirahat selama beberapa hari agar tidak tumbang, jatuh sakit"


ucap Kevin mengingatkan.


"siap Vin"


jawab salah satu teman Kevin.


"jika di ingat ingat seru juga ya perjalanan liburan kita"


ucap dini antusias.


"iya, walaupun ada sedikit hal yang membuat kita takut tapi seru ya"


sambar Mela.


"kepengen deh kayak gini lagi"


ucap dini.

__ADS_1


"bisa, tenang aja. nanti kalau kita libur ada waktu kita akan pergi lagi. ya kan Vin?"


"iya"


jawab Kevin sambil tersenyum.


••••


kini semua pun pulang kembali ke rumah nya masing masing.


"as, ke rumah ku dulu yuk! nanti malam aku baru antar kamu"


ajak Kevin.


"kev, seperti gak usah deh! aku pulang aja ya? aku mau bersih bersih diri dulu Vin. kalau mau, nanti malam aja kamu jemput aku"


tolak Asti.


"kamu yakin, tadi mama telpon soalnya? kata mama semua keluarga mu ada dirumah karena mama ngadain acara syukuran"


Kevin menyakinkan Asti.


kini Asti pun bingung.


"ada acara apa emang nya di rumah?"


tanya Asti.


"acara syukuran kakak, karena kakak sudah hamil empat bulan".


"oo yaudah deh Vin terserah. Asti ngikut aja mana baiknya"


jawab Asti datar.


Kevin pun segera mempercepat kecepatan laju kereta nya agar bisa sampai ke rumah tepat waktu, dan acara belum selesai.


•••••


"assalamualaikum"


ucap Asti dan Kevin dengan kompak.


"waalaikumsalam"


jawab mama Kevin dengan ceria.


"masuk Vin!!"


perintah mama Kevin.


Kevin masuk melewati para tamu dengan biasa saja. sedangkan Asti, melewati para tamu dengan sedikit membungkuk kan badannya.


itu membuat kesan yang bagus di mata para tamu yang hadir.


"pak, itu menantu bapak?"


ucap kawan papa kevin yang kebetulan disana ada papa Asti.


"sopan loh pak, bagus cari menantu nih! udah sopan, cantik, bah attitude sama wajah seimbang"


puji kawan papa kevin sambil tertawa.


sedangkan papa Kevin dan papa Asti hanya tertawa tipis.


"pak, itu putri bapak ini. nama nya Asti. dia bukan menantu di keluarga ini. dia masih kuliah, sama dengan anak saya pak"


jelas papa Kevin, memperbaiki keadaan.


"oh iya, saya kira dia menantu bapak. berarti kalau gini belum ada yang punya ya pak?"


tanya kawan papa Kevin dengan papa Asti.


"belum pak"


jawab papa Asti sembari tertawa renyah.

__ADS_1


"bisalah nih, anak saya saya jodohkan dengan nya?"


papa Asti hanya terdiam tidak mampu menjawabnya.


"eh enak saja, dia itu calon menantu sini"


sambar papa Kevin yang tidak terima. membuat tawa di antara mereka.


•••••


"eh, itu adik ipar mu ya?"


tanya kawan kakak Kevin.


kakak Kevin jawab


"enggak, doa kan saja ya biar jadi adik ipar"


••••


yah begitu lha semua orang ketika melihat dua remaja ini berjalan bersama. memang Kevin dan Asti sangat serasih, bahkan semua orang mengira bahwa mereka adalah sepasang suami istri.


tidak hanya para tamu saja yang bilang mereka pasangan serasih, tapi langganan nasi goreng pinggir jalan tempat Asti beli pun juga mengira mereka adalah pasangan suami istri.


"ma kami kembali?"


teriak Kevin saat sudah melihat mama nya.


mama Kevin pun langsung memeluk Kevin.


"gimana liburan nya?"


tanya mama Kevin.


"iya gimana liburan nya? apakah Asti menyusahkan mu kev?"


sambar mama Asti.


Kevin tertawa menatap Asti, yang terlihat kesal


"liburan nya sih menyenangkan ma, tapi kalau Asti?.."


"Asti menyusahkan sekali Tan. lain kali Kevin gak ngajak Asti lagi lah Tan"


jawab Kevin usil.


alhasil Asti mendapatkan, sebuah pukulan kecil di kepalanya. membuat Asti sedikit kesakitan.


"tapi gak papa kok Tan, itung-itung belajar jadi suami Asti Tan"


ucapan Kevin kali ini membuat Asti merasa jijik.


"bisa bisanya ya, Kevin seperti ini. gak tau malu sekali Vin!"


ucap Asti dalam hati.


"ma, dimana bang Jaka dan kak Clara?"


tanya Asti.


"mereka masih di jalan as"


jawab mama Asti.


"yaudah as, kamu pergi gih mandi dan bersih bersih diri"


perintah mama Kevin.


"lah Tan, Asti gak bawa baju? ini aja terpaksa Tan karena Kevin bilang mama di sini"


"Tante sudah siapin baju untuk mu, semua perlengkapan mu sudah Tante siapin. gih sana mandi!"


jawab mama Kevin dengan lembut.


Asti pun menaiki tangga bersama Kevin.

__ADS_1


ternyata benar saja saat masuk ke kamar Kevin, Asti melihat ada sepasang baju yang terletak di sana. ya sepasang baju layaknya suami istri.


ada rasa terharu sih jika melihat hal ini, artinya dia begitu diinginkan di keluarga ini. tidak hanya Kevin yang benar-benar mencintai nya namun keluarga Kevin yang juga mendukungnya bahkan sangat menyayangi nya.


__ADS_2