Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pamit


__ADS_3

"Jaka!!"


panggil Clara.


Jaka pun menghampiri istri nya yang lagi sibuk dengan kopernya, untuk mempersiapkan barang barang yang akan mereka perlukan untuk honeymoon.


"kamu periksa lagi gih!! barang barang kamu, takut nanti ada yang ketinggalan"


ucap Clara, yang masih sibuk membereskan barang-barang tersebut.


Jaka pun segera memeriksa koper miliknya. dia mengcheck barangnya.


"udah ini udah semua kok. makasih Ra?"


Jaka tersenyum.


Clara yang mendengarnya pun langsung menatap Jaka dan tanpa sengaja dua mata itu saling menatap dalam-dalam, walaupun tatapan itu hanya sesaat Clara pun membalas senyuman suaminya.


"udah yuk kita tidur? besok juga masih bisa kan berberes beres lagi"


ajak Jaka yang menarik lengan istri nya itu.


"enggak Jak!! ini harus aku siap kan sekarang, kalau besok itu akan sangat merepotkan"


Clara menolak ajakan suaminya dengan lembut.


Jaka tampak kecewa dengan penolakan Clara, namun apa yang dikatakan istri nya ini juga benar. jika besok di lanjutkan maka itu akan sangat merepotkan nya.


akhirnya pun Jaka memutuskan untuk menunggu Clara siap dan segera pergi ke dapur.


tak lama kemudian, Jaka dateng dengan membawakan susu sapi yang sudah dihangatkan. karena meminum susu sapi itu merupakan kebiasaan Clara yang tidak bisa di hilang.


dia pun menyodorkan minum hangat tersebut kepada istri nya.


"minum lah, aku gak mau jika melihat istriku ini kelelahan"


Clara pun mengambil minuman tersebut, dan meminumnya. ada rasa haru yang dirasakan oleh Clara. karena sejak awal pernikahan nya dengan Jaka, Jaka tidak pernah merepotkan nya.


bahkan selama ini dia lah yang selalu merepotkan Jaka. namun, Jaka selalu sabar menghadapinya. tak jarang Jaka harus mengalah, agar tidak terjadi pertikaian di antara mereka.


rasa syukur juga selalu Dateng setiap harinya, memiliki suami yang tidak banyak menuntut itu membuat Clara sangat bersyukur. bahkan sampai detik ini, dia dan Jaka belum pernah melakukan hubungan intim, ya belum pernah.


bukan Jaka yang tidak mau akan tetapi Clara yang tidak siap.namun kembali lagi, Jaka tidak mempermasalahkan hal itu. justru dia menghormati keputusan istri, bahkan dia akan menunggu Clara sampai Clara benar benar siap.


Jaka sangat tahu betul bagaimana cara memperlakukan Clara.


"udah"


ucap Clara ketika minuman hangat itu sudah habis dia minum.


Clara pun memberikan gelas tersebut kepada Jaka.


"makasih, Jaka"


ucap Clara sambil tersenyum menatap wajah suaminya itu.


Jaka pun segera pergi mengembalikan gelas tersebut pada asalnya. lalu kembali, saat kembali Jaka sudah melihat Clara yang telah usai membereskan kopernya.

__ADS_1


"yaudah yuk kita tidur Jak, aku capek"


ucap Clara sembari mengajak Jaka tidur.


•••••••


tok,, tok,, tok,,


pagi yang indah terdengar suara ketukan


"siapa as?"


tanya mama yang masih berkutik di dapur.


Asti menggeleng, dia pun segera ke depan untuk membuka kan pintu.


alangkah kagetnya Asti, ketika melihat Clara dan abangnya Jaka.


"ma!! kak Clara sama bang Jaka!!"


teriakan anak perempuan nya itu membuat mama Asti berjalan cepat ke depan, begitu juga dengan ayah yang segera keluar dari kamar untuk menemui anaknya.


"Jaka, Clara kok gak bilang sih sama mama kalau kalian mau dateng?"


tanya mama Asti sembari memeluk menantu kesayangan nya ini.


"iya ma, soalnya Jaka juga mau sekalian pamit gitu ma"


jawab Jaka sembari masuk ke dalam rumah.


"pamit?"


"iya pa, Abang mau honeymoon sama kak Clara! tapi bisa bisa nya keluarga nya sendiri di kasih tau paling akhir. sedangkan orang lain dikasih tau paling awal!"


jawab Asti dengan niat menyindir.


Clara yang mengetahui nya pun langsung memeluk adik ipar nya, dia merasa bersalah karena tidak memberitahu kan Asti terlebih dahulu.


"oo sorry, bukan aku gak mau ngasih tau kamu duluan sayang.. tapi, memang aku rasa aku gak perlu ngasih tau kamu. karena pasti Kevin sudah menyampaikan nya!"


jawab Clara merasa bersalah.


"jadi kapan keberangkatan kalian?"


"kami berangkat nanti malam ma, doa kan saja agar kami sehat sehat ya ma"


jawab Jaka memeluk mama nya.


"iya udah pasti lah, gak sabar nih tangan mama kepengen menimang cucu"


ucap mama pelan.


Clara yang mendengarnya pun, langsung mengeluarkan pipi merahnya yang membuat Asti semakin ingin menjahili nya.


"iya kak, pokoknya kalau pulang harus udah ngisi ya kak!! soalnya aku juga ngebet banget nih ke pengen punya keponakan. aku mau keponakan aku nanti manggil aku bunda"


ucapan Asti sukses membuat Clara semakin malu.

__ADS_1


"Asti.."


ucap Clara pelan sembari menahan rasa malunya.


"yaudah, bentar lagi kita sarapan ya. mama lagi masak"


mama pun mulai berjalan ke dapur, namun langkahnya dihentikan oleh Clara saat Clara memanggil nya.


"kenapa nak?"


"apakah Clara boleh ikut bantu mama di dapur"


tanya Clara.


"ayo dengan senang hati"


jawab mama.


mereka pun pergi ke dapur. di dapur terdapat mama, Clara dan Asti.


"kalian mau honeymoon kemana Ra?"


"kurang tau ma, soalnya mama Clara yang menyiapkan semua honeymoon kami ma. jadi kurang tau mau"


jawab Clara jujur.


"berapa hari kak honeymoon nya?"


tanya Asti.


"sekitar mungkin seminggu lebih lah as, kan Jaka megang perusahaan ayah. jadi gak mungkin kan ditinggal lama lama"


jawab Clara lagi.


"nak, mama sih saran ya. kalau nanti honeymoon jangan lupa! kalian harus minum jamu kuat, biar bisa bertahan beberapa ronde"


ucap mama blak blak kan di depan Asti.


Asti yang mendengar nya langsung melotot, dia terkejut bukan main. sedangkan Clara, sedikit merasa malu.


"kenapa tik! kau juga akan merasakan hal yang sama dengan nya. jadi gak perlu kaget dengan hal yang beginian"


ucap mama ketika melihat ekspresi anak perempuan nya.


"ih,, ngeri ah ma!!"


"hei,, kamu itu calon dokter!! masa sama yang beginian aja kamu udah ngeri!!!"


teriak mama yang melihat Asti meninggalkan dapur dan menuju kamar.


sedangkan Clara yang melihatnya hanya tersenyum, dia sedikit menahan tawa karena melihat interaksi ibu mertua dan adik iparnya yang lucu.


di sisi lain adalah dua orang laki laki yang sedang berbincang-bincang sembari di temani dengan tv nya.


ya, mereka sedikit berbincang-bincang tentang semua hal. terkadang mereka berbincang tentang pekerjaan, tentang kehidupan, bahkan tak jarang juga Jaka meminta nasehat papanya, sampai terakhir mereka membahas hal hal yang berbau fulgar.


bisa di bayangkan sendiri lah ya, sefulgar apa Jiak dua laki laki yang membahasnya.

__ADS_1


tak lama kemudian mama Kevin memanggil semua nya sarapan pagi di meja makan.


semua orang pun berkumpul sembari menikmati makanan yang telah di sajikan oleh mama.


__ADS_2