Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Di Undang Makan Malam


__ADS_3

pagi yang indah, matahari masuk menyinari isi rumah. seolah cahaya surga menghampiri isi rumah.


"pagi ma, yah" sapa reysa.


"hay Rey, udah mandi?" tanya mama.


"sudah ma, tenang saja. dimana kakak Asti ma?" tanya reysa.


"masih tidur mungkin, kan semalam kakak satu harian pergi sama kak Dewi" jawab mama.


"pagi mama" sapa Jaka.


"pagi sayang,, kamu gak kuliah hari ini?" tanya mama.


"enggak ma, soalnya memang gak ada jadwal kuliah. lagian kan sekarang Jaka lagi masa masa magang ma.. jadi gak kuliah"


jelas Jaka.


"oo kamu magang ya,, mama lupa! kamu sudah mau wisuda" ucap mama yang lupa kalau anak laki laki satu satunya itu sebentar lagi akan wisuda.


"gapapa ma,, sekarang sih kerjaan Jaka ya,, siapin skripsi nya dulu" ucap Jaka.


"ma, mana Asti?" tanya Jaka lagi.


"kenapa hari ini semua banyak tentang Asti!" ngomel mama.


karena memang sejak pagi ayah juga menanyakan keadaan Asti, tadi reysa juga dan sekarang Jaka ikut ikutan.


"Asti dikamar" jawab sebel mama.


"ya mama,,, wajar lah ma. kami tanyak karena kan semalam kami gak nampak mukak nya sama sekali"


jawab Jaka yang melihat wajah mama nya sebel.


tak lama kemudian Asti Dateng.


"selamat pagi ayah, mama" sapa Asti sambil meluap karena jujur Asti masih merasa ngatuk banget.


"pagi nak" sapa ayah.


"sekarang sudah puas, lihat wajah Asti ada nongol disini"


mama bicara pada Jaka, reysa ,dan ayah dengan wajah kesal nya.


"kenapa ma?" tanya Asti kebingungan.


"tanya aja pada ayah mu, atau Abang mu, atau reysa. yang mungkin kangen dengan mu"


jawab mama.


Asti pun memberikan kode bertanya pada semua, namun


krik.. krik...


hanya diam.


"sudah lah tik. jangan dipikirin omongan mama mu,,, biasa"


jawab ayah sambil memberikan kode tanpa sepengetahuan mama.


membuat Asti, Jaka, reysa tertawa pelan.


"Asti kemarin abis dari mana?" tanya ayah.


"oo biasa yah,," jawab Asti cengengesan.


"kok gak izin dulu, main kabur aja. kalau terjadi apa apa dengan mu gimana?"

__ADS_1


tanya ayah khawatir.


"iya ayah, maaf.." jawab Asti yang mengaku salah.


"ayah gak marah. ayah juga gak ngelarang. tapi kalau kamu pigi pigi gak bilang kan, kasihan mama dia khawatir sama kamu. semalam mama kamu bahkan gak mau kerja loh,,, gara gara kamu"


jelas ayah pada Asti.


"kamu tuh anak perempuan. wajar kalau mama bereaksi seperti itu. kalau kamu semalam gak pulang gimana?"


timpal mama dengan sedikit kesal melihat tingkah laku Asti kemarin.


"maaf ma, sudah buat sekeluarga khawatir" ucap Asti yang tidak menyangka bahwa keluarga nya sangat mengkhawatirkannya.


"yaudah lain kali jangan diulang, paham!"


jawab ayah.


"iya yah" jawab Asti sambil mengangguk.


saat berkumpul tiba tiba


"eh iya, ayah inget sesuatu. nanti malam kita akan pergi ke rumah anak murid ayah"


ucap ayah, mengagetkan semua orang.


"lah,, emang semua diundang. udah ah,, ayah sama mama saja yang Dateng"


jawab Asti.


"lah,, gimana bisa?" tanya ayah.


"apanya yang gak bisa yah" jawab Asti.


"iya gimana bisa ayah pergi tanpa kalian. orang murid ayah juga ngundang anak anak ayah kok" jelas ayah.


jawab Jaka dengan nada lembut.


"emang mau keman kalian?" tanya mama.


"mau pergi ma, kebetulan kata nya dia di undang sama sahabat nya. jadi yaudah dia minta aku temani. sorry ma"


Jaka menjelaskan kepada mama dan ayah.


"yaudahlah kalau begitu. pergi lah sama Clara, kamu sudah terlanjur janji dengannya"


ayah memberikan izin kepada Jaka.


Jaka pun senang yang mendapat kan izin dari ayahnya.


Asti yang melihat Jaka merasa kesal, lalu Asti mencari ide untuk tidak ikut. karena memang badan Asti lagi tidak enak, jadi dia gak mau keluar rumah beberapa hari ini.


"yah, Asti juga" ucap Asti antusias.


"apa?" tanya ayah biasa saja.


"iss ayah, Asti juga ada janji sama Dewi ya" rengek Asti.


"kamu kan semalam sudah seharian sama dia, jadi kali ini kamu luang kan waktu bersama keluarga. paham!" jawab ayah tegas.


saat Asti ingin membela diri nya, ayah langsung mengangkat jari telunjuknya. memberikan kode bahwa ayah, tidak ingin dibantah, dan menyuruh Asti diam.


Asti yang melihat respon ayah sedikit kesal dengan ayahnya membuatnya memasangkan wajah cemberut nya.


dan tentu Jaka dan reysa yang melihat wajah Asti seperti itu mala merasa bahagia.


karena Asti memang orang yang cerewet dan bawel super dirumah, melebihin mama nya.

__ADS_1


mama yang melihat wajah Asti Mala mengejek Asti


"hayoo,, suruh siapa kemarin pergi gak pamit. hukuman" tawa mama senang.


Asti yang merasa di ejek oleh ibu, adik dan abangnya akhirnya hanya diam.


tiba tiba reysa bertanya.


"ayah siapa yang ngundang ayah tadi?"


ayah pun langsung menjawab


"murid ayah dulu, kenapa reysa?"


tanya ayah penasaran.


"lah, gimana ayah bisa jumpa dengan murid ayah?" tanya reysa.


"baiklah.." jawab ayah.


flashback on


beberapa hari kemarin, ayah dan mama Asti sering diundang berjumpa dengan teman teman nya dulu.


mereka mengadakan reunian.


kebetulan teman ayah Asti, ada yang menjadi pengusaha. namanya Roy.


"hay den" sapa Roy.


"hay,,, apa kabar Roy?" jawab Denny sambil menanyakan kabar Roy.


"baik bro, giman gimana. sama kabar kamu?" tanya Roy kembali.


"Alhamdulillah Roy sehat" balas Denny.


mereka pun berbincang-bincang dan terkadang diiringi dengan tawa canda.


Denny merupakan nama ayah Asti.


nah saat ngobrol tiba tiba Roy mengundang Denny secara pribadi.


"eh, besok Dateng ya kerumah nanti aku sharelock alamatnya ke kamu"


"lah ngapain nih" jawab Denny yang merasa sungkan.


"ala,,,, makan makan doang" ucap Roy. lalu mereka tertawa.


keesokan harinya, ternyata dirumah Roy sedang di ada kan acara. terlihat jelas teman teman Roy seorang pengusaha. saat menunggu ternyata dia jumpa dengan anak didiknya bernama Zain.


awalnya Denny tidak kenal dengan Zain, karena sangking banyaknya nama nama anak murid membuatnya lupa.


lalu Zain membantu denny mengingatnya. saat mengingatnya Denny tertawa begitu juga dengan istri nya, yang memang juga guru dari Zain.


lalu Zain mengobrol sebentar dengan mereka berdua. ditengah tengah obrolan.


Zain mengundang kedua guru nya untuk menghadari acara makan malam.


tidak boleh ada tolakan ucap Zain saat itu.


flashback off


"begitulah Rey" ucap ayah di ujung cerita.


"oo gitu ya, yah?" respon reysa dengan santai.


setelah mendengar nya Asti pun pergi ke kamar nya karena dia merasa mengantuk sekali dan butuh tenaga untuk nanti acara nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2