Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
TPBK 178


__ADS_3

"uh.. hari ini melelahkan sekali ya Apri! mala banyak kartu lagi yang harus dibagikan"


ucap Asti mengeluh saat mereka sampai dan memutuskan untuk mampir di restoran.


"yang sabar, namanya juga mau nikah Asti!"


jawab Apri yang memberikan semangat pada Asti.


"mbak.. menu nya dong mbak!!"


panggil Asti meminta pelayan untuk melayaninya.


Andara yang tak sengaja mendengar nama Asti pun menghentikan langkahnya, yang kebetulan memang ingin makan siang di restoran tersebut.


"Asti"


ucap Andara memastikan nama yang ia denger.


Andara pun mundur beberapa langkah untuk mensejajarkan posisinya dengan meja Asti.


"Asti, Lo pesan apa?"


tanya Apri yang tak menyadari ada orang yang berdiri di belakang pelayan tersebut.


"telinga ku gak salah dengar. berarti perempuan yang disampingnya itu adalah Asti"


umpat Andara dalam hati.


setelah pelayan tersebut pergi Andara pun berpura pura menjatuhkan tas nya di samping Asti.


"maaf, maaf"


ucap Andara sembari mengambil tasnya.


"eh iya gapapa mbak. mbaknya mau kemana?"


tanya Asti dengan ramah.


"tadinya saya pikir meja ini kosong mbak. eh rupanya udah di ada mbak nya disini. jadi saya mau di meja belakang saja"


jawab Andara dengan lembut.


"oo, yaudah mbak gabung aja? lagian kami cuma berdua kok mbak?"


ucap Asti menawarkan diri.


"mbak, yakin nih. saya gapapa duduk disini?"


"iya mbak gapapa. duduk aja, udah pesan makanan?"


balas Apri dengan lembut.


"belum mbak"


"yaudah, mas, mas kemari!!"


panggil Asti yang melihat pelayan laki laki di ujung restoran.

__ADS_1


Andara pun segera memesan menu makanannya, setelah memesan Andara mencoba untuk akrab dengan kedua perempuan yang ada didepannya saat ini.


"wah, mbak nya habis shopping ya?"


tanya Andara saat melihat ada paper bag besar di sudut meja.


"enggak, itu adalah kartu undangan pernikahan saya"


jawab Asti dengan wajah yang bahagia.


"mbaknya mau nikah? wah, selamat ya mbak"


Asti hanya tersenyum melihat perempuan di depannya.


"nama mbaknya siapa?"


tanya Asti.


"nama saya Andara, mbak siapa?"


"oh panggil saja saya Asti, dan ini teman saya Apri"


"sekaligus asisten pribadinya"


sahut Apri yang sangat bangga menjadi asisten pribadi Asti.


"mbak, mbak kesini mau ketemuan sama seseorang ya?"


tanya Asti masih dengan gaya bahasa yang formal.


"ah, jangan panggil mbak panggil nama saya aja. iya as, saya ingin jumpa dengan tunangan saya. ia ngajak ketemuan di restoran ini. tapi kok gak muncul muncul ya. mala saya baru pertama kali datang ke negri ini! saya jadi bingung harus tanya sama siapa"


"emang nama tunangan mbak nya siapa? mana tau saya kenal?"


tanya Asti merasa iba.


"namanya Kevin Wijaya Nugroho. mbak nya kenal?"


jawab Andara dengan senang hati.


jawaban Andara membuat Asti dan Apri kaget bersamaan. entah mengapa, tiba tiba Asti merasa kan goresan baru dihatinya. jawaban Andara, membuat Asti kembali merasakan luka lagi dengan kesakitan beribu ribu kali lipat.


Asti pun menahan air matanya lalu menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban nya. sedangkan Apri yang di sampingnya, perlahan menggenggam tangan Asti memberikan kekuatan pada Asti, agar Asti bisa tegar.


"apakah secepat ini kau beralih dari ku Vin? empat tahun aku menunggu, ternyata kau sudah memiliki tunangan. secepat itu ya Vin? aku pikir aku salah karena telah melibatkan David ke dalamnya, tapi ternyata kali ini benar! keputusan ku benar karena melibatkan David di dalamnya. jika kau bahagia bersama wanita ini, aku juga turut bahagia untuk mu Vin"


lirih Asti dalam hati.


"oo gak tau ya as. padahal kami kesini untuk fitting baju Lo as. hah, dia memang suka begitu. dia itu sangat sibuk dengan kerjaan nya"


balas Andara yang kali ini merasa puas melihat Asti yang menahan rasa sakitnya.


"ternyata ini yang namanya Asti, apa yang Kevin lihat darinya? bahkan wajahnya saja tidak cantik jika dibandingkan denganku. wanita yang terlihat cupu dengan hijab nya, tidak ada lekukan tubuh yang bisa di pandang. dasar Kevin!! mata nya salah kali ya!!"


hujat Andara dalam hati, melihat penampilan Asti yang tertutup dan sangat sederhana.


setelah itu tak lama kemudian pesanan mereka datang. mereka juga mengobrol ngobrol walaupun terkesan Andara lah yang lebih banyak berbicara tentang tunangan nya tersebut.

__ADS_1


sedangkan Asti hanya bisa tersenyum dan menahan air mata, mendengar cerita dari Andara. jujur saat ini Asti merasa iri dengan Andara. karena Kevin tidak pernah memperlakukan Asti selembut Kevin memperlakukan Andara.


•••••••••••••


di tempat yang berbeda kini David sudah mengetahui apa alasan Kevin pergi meninggalkan Asti. David hanya bisa terdiam, tanpa berbicara sekali pun saat Kevin sudah selesai menceritakan nya.


"apa kau sekarang sudah puas?"


tanya Kevin yang tak mampu menahan air mata yang menetes saat Kevin menceritakan semuanya.


David pun menatap mata Kevin dengan dalam untuk beberapa saat.


"aku tau apa yang harus aku lakukan setelah ini"


"apa yang ingin kau lakukan?"


tanya Kevin penasaran.


"aku hanya perlu identitas diri mu. aku tak tau, apakah yang kulakukan ini benar atau salah. setelah Asti mengetahui semuanya, dia yang akan memilih imam nya"


jawab David tersenyum tipis.


"katakan pada ku apa yang ingin kau lakukan?"


"aku akan menyelesaikan semua ke salah pahaman ini. Asti harus tau yang sebenarnya"


jawab David.


"tidak. menurut ku ia tak boleh tau tentang hal ini vid, jika ia tau yang ada mala ia akan merasa hidupnya di permainan oleh kedua laki laki. tidak vid, aku tidak ingin kau menyakiti nya!"


balas Kevin yang merasa cemas dengan kesehatan mental Asti.


"percayalah padaku, semua akan baik baik saja. aku akan mengurus semuanya"


sahut David yang mencoba meyakinkan Kevin.


"besok, aku minta pada mu untuk kirimkan kartu identitas diri mu dan beberapa dokumen penting lainnya. aku butuh itu!"


perintah David.


"kau ingin apa dengan kartu identitas ku?"


tanya Kevin yang tak mengerti dengan jalan pemikiran David.


David yang mendapat kan pertanyaan tersebut merasa wajar. karena kevin pasti takut jika kartu identitas nya di salah gunakan.


"yang jelas aku tidak akan menyalah gunakan kartu identitas mu itu. aku hanya butuh itu untuk mengurus sesuatu"


jawab David.


"baiklah, besok akan ku Kiram kan kartu dan beberapa dokumen tentang diriku pada mu. tapi ingat jika terjadi sesuatu, kau harus bertanggung jawab!! aku akan mencekik mu!!"


"yayaya, serahkan saja dulu"


balas David yang merasa santai.


"baiklah, kalau begitu urusan ku selesai. aku akan balik ke kantor, jadi aku pergi duluan. bye.."

__ADS_1


ucap David meninggalkan Kevin yang masih duduk di bangkunya.


__ADS_2