Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Yhanko


__ADS_3

pagi ini Asti, tidak membawa mobilnya karena mobil yang dipakainya sedang di servis. jadi, pagi pagi sekali dia Dateng ke kampus di antar papa dan mama.


"kuliah lah yang betul! agar kau cepat lulus!"


ucap mama sebelum Asti membuka pintu mobil.


"iya ma, Asti janji. akan lulus pada waktunya gak lebih!"


Asti pun mencium kedua telapak tangan orang tuanya, dan membuka pintu beranjak dari duduknya dan keluar. lalu menutup pintu mobil kembali.


"dada...


ucap Asti ketika melihat mobil orang tua nya pergi meninggalkan nya sendiri. sembari melambaikan tangan nya.


ya, semenjak kampus baru kali ini lah Asti diantar oleh kedua orang tuanya. biasanya yang nganter Asti adalah abangnya Jaka, atau pacarnya Kevin. baru kali ini dia di antar oleh kedua orang tua nya.


ada sedikit rasa haru ketika orang tuanya yang mengantarnya ke kampus, karena terakhir orang tua nya nganter itu saat dia masih SMP. ya, masih SMP itu pun karena SMP Asti dekat dengan sekolah kedua orang tua nya kerja.


Asti pun beranjak masuk kampus. sebenarnya, ini masih sangat kepagian sekali. karena jam kelas akan masuk pukul sembilan sedangkan Asti dateng di pukul setengah delapan. namun mau bagaimana lagi? ini semua terjadi karena mobil satunya lagi di servis.


sampai kelas tak ada satu pun yang hadir, kelas masih sunyi. karena kelas masih sunyi, Asti memutuskan untuk ke kantin, setidaknya di kantin ramai tidak seperti dikelasnya.


dia pun pergi ke kantin. dia membeli beberapa makanan dan minum, duduk di salah satu meja yang telah di sediakan oleh pihak kantin.


saat duduk Asti melihat dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah, tak sengaja ia melihat Kevin. yang berjalan menuju kantin seperti ingin membeli sesuatu.


namun, seperti nya Kevin tidak menyadari keberadaan Asti. Asti ingin menegurnya, tapi lagi lagi dia harus bisa mengendalikan dirinya karena takut panggilan nya hanya akan membuat Kevin tidak fokus.


Asti pun terdiam, dan menarik nafas kasar karena tidak bisa berbuat apa-apa.


tak lama kemudian pak adi meminta Asti untuk dateng segera keruangan nya.


"as, datenglah ke ruangan saya segera. ini penting!"


begitulah kira kira isi pesan dari pak Adi. Asti pun beranjak dan meninggalkan kantin.


••••••


tok,, tok,,, tok,,


"masuk"


ucap Adi ketiak mendengar suara ketukan pintu.


Asti masuk dan segera duduk di depan meja pak Adi.


"ada urusan penting apa pak?"


"a....


saat hendak menjawabnya, tiba tiba seorang laki laki masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu membuat Adi dan Asti sedikit kaget.


"man.. maaf dateng telat, tadi malam aku habis Mabar dengan temanku"


seketika membuat Adi merasa kesal.


"kamu bisa gak sih di atur?! sudah saya bilang Mabar lah seperlunya!! saya katakan Mabar mu hanya saya kasih satu jam!"


"maaf paman, namanya juga seru jadi khilaf!!"

__ADS_1


ucap laki laki itu.


Asti yang melihat laki lkai itu pun sedikit kesal, karena masalah kemarin yang dibuat laki laki itu juga belum selesai bagi Asti.


"kau selalu saja menjawab pertanyaan ku!! kau tau!! pasti kakakku akan memarahiku karena tingkah mu yang tidak bisa di ubah!!"


laki laki itu terdiam.


saat dia terdiam dia baru menyadari bahwa ada seseorang yang sedang duduk di bangku tersebut, menatap dan memperhatikan mereka yang sedang berdebat.


"hei!! apakah kau tidak sopan mendengar pembicaraan orang lain?"


tanya laki laki itu kepada perempuan yang kemarin ia temui.


Asti pun langusng melototkan matanya, merasa kesal.


"bahkan di depan pak Adi pun dia masih berani memarahiku! dasar gak punya sopan santu sama sekali!"


ucap Asti dalam hati merasa kesal.


"hei!! jaga ucapan mu! kau yang tidak sopan karena masuk tanpa mengetukkan pintu terlebih dahulu!! pergilah dari ruangan ku!! dan pesanlah makanan di kantin karena aku tau kau belum makan!"


ucap Adi, yang di turuti oleh laki laki itu.


"Asti, maafkan saya kamu harus melihat kegaduhan tadi"


ucap Adi sembari memegang kepalanya yang langsung terasa pusing.


Asti mengangguk.


"baiklah Asti, ini!"


"ini adalah titipan dari dosen Yogo, karena hari ini dia tidak masuk, kalian di suruh mencari ke simpulan dan menjawab beberapa pertanyaan yang telah di berikan di sini"


jelas Adi.


"emang pak Yogo kemana pak?"


tanya Asti pelan


"pak Yogo tiba tiba dapat panggilan mendadak dari rumah sakitnya sehingga dia harus menerima panggilannya"


Asti mengangguk paham.


"boleh Asti tanya sesuatu?"


Asti ingin bertanya tentang laki laki itu yang tidak sopan pada pak Adi.


"silahkan"


"siapa laki laki yang masuk dengan tidak sopan itu pak? kenapa dia sangat berani kepada bapak?"


tanya Asti tanpa ragu.


"oh dia, dia adalah keponakan saya, dia anak dari kakak saya. dulu dia sekolah di luar negri, karena kebetulan jodoh kakak saya berasal dari luar negri"


ucap Adi sembari tertawa.


"dan ya, mungkin sekolah sana seperti itu. mereka tidak bisa menghargai guru ataupun yang lebih tua. karena disana mungkin memandang kekayaan dan kekuasaan. kebetulan suami kakak saya adalah pengusah yang terkenal, dia sangat di manja. sehingga pihak sekolah tidak sanggup, begitu juga dengan kakak saya. jadi mengirimkannya kepada saya untuk di didik. tapi, seperti nya saya juga tidak sanggup"

__ADS_1


lanjut Adi dengan nafas yang berat.


Asti mengangguk


"siapa nama keponakan bapak?"


"dia bernama Yhanko. apakah kau pernah bertemu dengannya sebelumnya as?"


tanya Adi penasaran.


Asti ingin menjawabnya dengan jujur, namun menurut nya pak Adi tidak perlu mengetahui hal ini.


"tidak pak, hanya sekali dan ini yang pertama"


jawab Asti sembari tersenyum palsu.


"as, boleh ya saya minta tolong?"


tanya Adi.


"tolong apa pak?"


tanya Asti heran.


"saya minta tolong agar kamu mau membantu saya untuk mengubah Yhanko!"


ucap Adi sedikit agak ragu dengan perkataan nya.


Asti yang mendengar nya hanya diam, dan merasa terkejut. karena ini adalah pilihan yang sulit, sulit karena laki laki itu juga membuatnya sangat kesal di hari itu.


"saya meminta tolong pada mu, karena saya yakin kamu bisa menangani nya? ya saya yakin itu? karena kamu juga salah satu mahasiswi yang terkenal dengan prestasi dan ke sopan santun kamu. kamu tidak pernah mengecewakan para dosen"


ucap pak Adi lagi, yang masih melihat Asti diam tidak menjawabnya.


tak ada respon dari Asti membuat Adi mengakhiri nya


"sudahlah, saya juga tidak memaksa kamu kok. jadi jangan...


ucapan Adi langsung di potong oleh Asti dengan segera.


"tidak pak!! saya siap membantu bapak sebisa saya!"


mendengar jawaban itu membuat pak Adi senang bukan main.


"terima kasih as, saya tau kamu tidak pernah mengecewakan saya"


ucap pak Adi dengan senang hati.


Asti pun tersenyum, palsu.


kalau ada yang nanyak kenapa Asti mau menerima nya?


"ya itu karena aku merasa kasihan dengan dosenku, bukan itu saja dia bukan dosenku saja dia juga dosen pembimbing ku. di tambah lagi dengan statusnya yang masih sendiri padahal umur sudah semakin bertambah tua. belum laku, membuatku merasa iba"


jawab Asti.


tuh udah di jawab langsung kan sama Asti;v


😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2