Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Malam pernikahan Jaka dan Clara


__ADS_3

hari sudah semakin malam acara Jaka dan Clara belum juga kunjung selesai. para tamu yang hadir pun semakin ramai.


"hai,, Asti!"


ucap Sindi kuat ketika melihat Asti yang berjalan mondar-mandir melayani para tamu yang hadir.


"hai!"


Asti pun menghampiri Sindi dengan senang.


"wah,, sumpah kamu cantik banget as malam ini!"


ucap Sindi memuji Asti.


"iya beda jauh sama penampilan mu pas kuliah"


ucap Julia, membandingkan penampilan Asti yang sekarang dengan penampilan saat kuliah.


"kamu kalau kuliah berdandan kayak gini deh as! pasti semua cowok langsung tertuju padamu"


ucap Sindi memberikan saran sambil tertawa.


"jangan ah,,, entar ada yang marah!! sssttt.."


sambar Julia membuat teman teman Asti yang mendengarnya ikut tertawa.


"oh iya,, kalian sudah makan?"


tanya Asti kepada teman temannya.


"belum as,,"


jawab salah satu teman laki laki sekelas Asti.


"yaudah makanlah,, yuk yuk yuk"


ajak Asti, namun di jegat oleh salah satu tangan temannya.


"maksud dia,, belum yang kedua kali nya as"


ucap Sindi sambil tertawa.


"as! boleh gak bontot?"


tanya beni berbisik pada Asti.


teman teman Asti yang mendengarnya langsung tertawa mendengar pertanyaan yang di lontarkan beni dengan wajah yang tidak tahu malu di tambah wajah sok polosnya.


"boleh boleh,, tapi,, ngasih nya doubel ya Ben"


jawab Asti pelan dengan cara yang sama yang beni lakukan ke Asti.


beni yang mendengar jawaban Asti langsung cengengesan menatap asti.


Asti yang melihat wajah beni yang cengengesan langsung tersenyum seperti Joker.


"as,, kami mau pulang nih?"


pamit sindi mewakili satu kelas.


"kok cepat banget!! bentar lagi aja ya pulang nya?"


Asti membujuk mereka agar tidak pulang terlalu cepat.


"apa nya yang cepat, udah jam sebelas malam ini ketua? kasian anak cewek cewek ini takut gak dikasih pintu nanti sama orang tuanya"


jawab Jefri sembari menjelaskan kepada Asti.


"enak aja loh Jef!!"


ucap Julia yang tak terima dengan pernyataan Jefri.


"yaudah deh,, kalau memang gak bisa gapapa kok. makasih Yo udah Dateng! eh kita foto dulu lah sama pengantin nya? oke!!"


Asti pun membawa teman teman satu kelasnya menaiki pelaminan dan berfoto bersama dengan pengantinnya.


lalu mereka pun pulang.


tak lama kemudian Asti di panggil lagi oleh teman temannya, kali ini teman SMA nya. Asti pun menghampiri mereka dan ikut bergabung dengan mereka.


"apa cerita nih as?"


tanya salsa tentang kabar Asti yang sekarang.


karena jujur di antara mereka hanya Asti lah yang jarang sekali untuk ikut kumpul dan nongkrong dengan mereka.


"gak ada cerita sal,, gitu gitu aja lah gak ada yang berubah"

__ADS_1


jawab Asti seadanya.


"apaan gak ada! ada deng sal?"


sambar dini yang tidak setuju dengan ucapan Asti.


"apa?"


kepo Ade.


"Asti sekarang udah punya seseorang yang spesial, dia udah punya pacar yang sangat menyayangi nya"


jawab dini tanpa ragu.


Asti yang mendengar jawaban dini berusaha membungkam mulut dini, namun Asti kalah.


"beneran as?"


tanya ayu.


Asti pun tak tau harus menjawabnya, seolah tiba tiba kepalanya terasa gatal sekarang.


"emm,,"


semua orang menunggu jawaban dari Asti.


"jawab loh as?"


tanya salsa lagi.


"mana mungkin Asti mau jawab tanya dini aja lah. Din siapa pacarnya?"


tanya Vita kepada dini.


"pacarnya sahabat dekat pacar ku?"


jawab dini, tak lama kemudian Billy dan Kevin datang menghampiri dini.


"sayang,,"


manja dini saat Billy Dateng.


Billy pun pergi dan berdiri di samping dini menggenggam tangan dini.


"ini pacar nya Asti"


Kevin yang bingung, hanya terdiam. sedangkan Asti yang merasa malu hanya bisa menunduk dan menggelengkan kepalanya.


"as, kok gak pernah di kenalin sih"


ucap salsa.


"iya, ganteng tau as!"


sambar Ade.


"kenapa malu sih as,, kenalin dia sebagai pacar kamu?"


sambar Pipit.


"aku kira dia belum ada yang punya"


ucap ayu.


"jadi udah move on nih sama yang sana as?"


tanya Vita.


seketika Asti yang mendengarnya langsung terdiam, yang tadi nya menunduk sekarang kepalanya menatap wajah Vita.


dia kembali flashback lagi tentang laki laki yang ia sukai dalam diam, dan sudah lama ia lupakan.


namun tiba tiba ada sekecil rasa yang masih tumbuh untuk dia, laki laki itu.


"eh, sudah lah jangan mengingatkan Asti tentang itu lagi! dia sudah berusaha untuk melupakannya. sekarang dia sudah lupa kalian ingat kan lagi?"


ucap jenny yang memberikan Asti sedikit semangat.


Kevin yang mendengarnya hanya diam. dalam pikirannya dia harus tau siapa laki laki itu!


"oh iya kalian sudah pada makan? kalau mau makan lagi gapapa loh gaes"


ucap Asti menawarkan mereka makan.


"yaelah as, bisa bisa gembung nih perut!"


jawab salsa cetus.

__ADS_1


"kenalin dong nama pacarnya siapa?"


pinta Pipit kepada Asti.


"eh iya,, ini kenalin Kevin"


ucap Asti singkat sambil tersenyum memperkenalkan Kevin kepada mereka semua.


"oh iya udah malam ini as,, kita pulang ya,,"


pamit Vita.


"lah,, cepat banget sih vit!"


rengek dini.


"udah lama loh ini sudah hampir jam dua belas malam, mau jam berapa lagi kami sampai rumah?"


jelas Vita.


"ya,, tapikan aku masih kepengen sama kalian"


rengek lagi dini.


"yaudah,, kalau gitu kau pulang sama kami aja?"


salsa memberi saran.


"ahh, mana mungkin. yang ada pacarku marah lagi. yaudah deh kalian pulang aja Luan"


ucap dini pasrah.


mereka pun bersalaman dengan pengantinnya. tak lupa mereka berfoto bareng dengan pengantinnya.


"pulang ya as"


ucap Ade.


"iya hati hati Yo,, makasih udah mau Dateng"


balas Asti dengan senyuman manis. sembari mengantarkan mereka sampai ke depan parkiran.


"Jen!!"


Asti memanggil jenny.


"kenapa as?"


tanya jenny saat hendak pergi ke mobilnya.


"makasih Yo,, udah mau ngebantu nyebarin undangan pernikahan bang Jaka sama kak Clara"


ucap Asti berterima kasih atas bantuan jenny.


"oo tenang aja lah"


jawab jenny santai.


"satu lagi,, makasih udah bantuin aku tadi,,"


ucap Asti dengan senyum tipis.


"iya sama sama, yaudah aku balik dulu ya,, byee"


jawab jenny sembari melambaikan tangan meninggalkan Asti yang berdiri sendiri.


tak lama jenny pergi meninggalkan area parkiran.


"siapa laki laki itu?"


tanya Kevin yang tiba tiba sudah berada di belakang Asti.


Asti yang mendengar nya terkejut dan kaget saat melihat kearah belakang.


Asti pun pergi meninggalkan Kevin sendirian, tanpa menjawab pertanyaan Kevin.


namun, tangan Asti ditahan oleh Kevin. membuat Asti takut, Asti pun berusaha melepaskannya namun tenaga Kevin lebih besar dari Asti membuat Asti otomatis kalah.


"kenapa?"


tanya Asti yang memberanikan diri menatap Kevin.


"aku hanya ingin tau,, aku berhak tau untuk itu"


ucap Kevin.


"kev,, itu privasi ku. itu bagian dari masa lalu ku dan aku gak suka jika orang bertanya tentang masa lalu ku!"

__ADS_1


ucap Asti tegas, lalu pergi meninggalkan Kevin sendiri.


__ADS_2