Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Bingung


__ADS_3

"ma, Asti balik dulu ya ma"


pamit Asti yang hendak bergegas pulang.


"loh kamu gak nginep aja dek? ini udah malam loh dek?"


tanya Jaka kaget.


"enggak bang, besok Asti ada jadwal lagi, adek gak bisa nginep di rumah. lain kali aja ya bang? kalau untuk keselamatan Asti tenang aja, Asti tadi bawa beberapa bodyguard kok bang"


jawab Asti yang mengerti dengan kekhawatiran abangnya itu.


"enggak, papa bilang malam Aini kamu nginep disini! ini perintah!"


sambar papa Asti yang memberi perintah dengan tegas.


"pa.. Asti gak bisa, besok pagi Asti harus pergi. ada banyak jadwal besok pa?"


balas Asti yang menolak perintah papanya.


"besok hari Minggu. libur!! gak ada jadwal jadwal seperti itu. kamu ingat kan, sama janji kamu? kamu akan sering dateng dan mengunjungi papa dan mama, bila perlu akan nginep disini sekali sekali"


balas sang papa yang tak mau kalah, mengingatkan janji sang putri.


"karena janji kamu itu lah, papa mengizinkan mu untuk pindah rumah sendiri dan berpisah dari kami"


lanjut sang papa yang masih mengungkit janji tersebut.


Asti pun yang mengingatnya, merasa bersalah. ia menunduk tak ingin menanggapi ucapan sang papa.


"sekarang, tepati janji mu!"


ucap papa meminta janji nya.


Asti pun menganggukkan kepalanya


"baiklah pa, Asti akan menginap disini malam ini. yaudah Asti duluan masuk kamar ya pa, Asti ngantuk"


ucap Asti melangkah masuk menuju kamarnya.


saat membuka kamar yang lama ia tinggali itu, membuat Asti tertegun, ia melihat semuanya masih sama, tak ada sedikitpun yang di rombak di dalamnya. meja belajar nya pun masih sama.


ada rasa kangen menyelimuti Asti, ya kangen dengan kamar yang menjadi saksi kesedihan nya, saksi perjuangan nya, Asti jadi teringat tentang masa masa dimana ia fokus mencapai cita-cita nya, menangis sejadi jadinya ketiak kondisi nya sedang down.


Asti pun menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya, yang lama tak ia kunjungi. ya, Asti sangat jarang menginap di rumah kedua orang tuanya, ada alasan kenapa Asti tidak pernah mau menginap di rumah keluarga nya?


alasannya adalah karena setiap kali Asti menginap di rumah kedua orang tuanya, pasti mama akan menanyakan pertanyaan yang sama, dengan topik yang sama yaitu menikah. membuat Asti semakin pusing, jika setiap kali ia menginap selalu di tanyakan tentang masalah nikah.


Asti pun membersihkan dirinya. pukul sudah menunjukkan jam dua dini hari, Asti masih belum bisa tidur. Asti pun keluar membuat cappucino hangat untuk dirinya, lalu ia membuka pintu ruang tamu dan menenangkan diri disana.

__ADS_1


ya, itu adalah kebiasaan Asti ketika ia tidak bisa tidur. di rumahnya pun ia sering melakukan hal ini, namun bedanya Asti selalu duduk dan menenangkan dirinya di balkon kamarnya.


"as, mau saya temani?"


tawar Apriana yang entah sejak kapan berdiri di dekat Asti.


Asti pun kaget melihat Apriana yang sigap berdiri di samping nya.


"duduk lah"


perintah Asti.


ya, Apriana tau dan sangat mengenal betul kebiasaan Asti. yang sering susah tidur ditengah malam hari.


"bagaimana dengan jadwal ku besok?"


tanya Asti sembari menegukkan minumannya.


"jadwal pagi sampai siang kosong as. hanya saja besok malam kau ada pertemuan dengan beberapa klien, yang akan kita beli saham nya"


jawab Apriana.


"baiklah. kalau begitu nanti siang hingga sore aku akan pergi ke mall untuk memberikan beberapa mainan dan baju buat keponakan ku"


ucap Asti yang menyusun agenda besok.


"baik as, bisa diatur"


jawab Apriana.


perintah asti lagi.


Apriana pun mengangguk paham.


Reysa yang baru saja keluar dari pintu kamar hendak mengambil air minum pun kaget, ketika melihat pintu depan terbuka lebar. dengan perasaan yang was was, Reysa dengan perlengkapan kayu balok di tangannya pun melangkah menuju ke depan.


ia melangkah tak memberikan suara sama sekali. perlahan dan pasti. namun, saat sampai di ruang tamu, Reysa merasa heran karena sepanjang perjalanan dari dapur ku ruang tamu, ia tak melihat sama sekali barang yang hilang. walaupun begitu bukan berarti membuat Reysa lenggang. ini bisa saja tipuan maling tersebut, begitulah kira-kira pemikiran Reysa.


hitungan satu, dua, tiga, Reysa keluar dengan tangan yang terangkat ke atas memegang balok kayu tersebut dengan erat seperti siap mementung seseorang.


namun saat keluar alangkah kagetnya ia ketika ia melihat asti dan Apriana. dia pun mematung, Asti yang melihatnya menatap Reysa dengan tatapan bingung.


"kau kenapa Reysa? kok bawa balok?"


tanya Asti.


dengan cepat Reysa menurunkan balok tersebut dan menjawab pertanyaan sang kakak


"aku, aku tadi kira ada maling makannya bawa balok. soalnya kan kak, udah jam dua lewat. jadi wajar saja kalau aku kira yang membuka pintu rumah itu maling"

__ADS_1


Apriana yang mendengar nya pun menahan tawanya.


"jadi kamu kira aku maling?"


tanya Asti.


Reysa pun menganggukkan kepalanya


"habisnya, papa kan gak pernah keluar malam duduk di sini di jam dua lewat seperti ini. jadi aku kira Kakak maling. kakak kok gak tidur? ini udah malam loh kak?"


tanya Reysa penasaran.


"aku hanya belum mengantuk. aku gak bisa tidur. maaf ya membuat mu panik tadi, ini memang sering kakak lakukan ketika di rumah sendiri. jadi, ya alhasil terbiasa deh terbawa kemana mana"


jawab Asti sembari meminta maaf.


"iya kak gak papa, Reysa paham kok. kak, sebenarnya ada yang Reysa ingin sampaikan?"


balas Reysa yang membuat Asti dan Apriana jadi penasaran.


"apa? sampaikan lah?"


"kak, kakak tau kenapa papa melarang Kakak pulang hari ini?"


Asti pun menggelengkan kepalanya dengan segera.


"itu karena ada hal penting yang belum di sampaikan papa ke kakak"


"apa?"


tanya Asti yang semakin bingung.


"kak. aku tau kenapa papa belum menyampaikan niat nya, itu karena ia takut jika ia menyampaikan nya kakak akan merasa sedih dan kecewa. begitu juga dengan aku kak, aku takut kakak tidak akan menerima nya"


jawab Reysa yang masih ambigu.


"kenapa aku tidak akan menerimanya? apa ini masalah tentang lamaran seseorang yang dateng lagi ke rumah? mereka ingin melamar ku lagi?"


tanya Asti yang menebak nebak dengan ucapan Reysa.


"tidak kak bukan itu"


jawab Reysa yang semakin bingung menjelaskan nya.


"lalu apa?"


"kak, sebelumnya Reysa minta maaf ya kak. mungkin ini akan membuat kakak sakit hati, atau membuat kakak kecewa dengan ku. tapi ini harus kukatakan"


"katakan lah tanpa ragu dek?"

__ADS_1


tanya Asti yang melihat keraguan di wajah sang adik.


__ADS_2