Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
TPBK 173


__ADS_3

"Apri, aku ingin. habis ini semua jadwal ku di cancel aku ada acara"


perintah Asti pada Apri.


Apri yang mendengar perintah Asti itu pun menjadi kaget dan terheran-heran. karena setau Apri tak ada jadwal dadakan hari ini.


"kenapa tiba tiba di cancel as?"


tanya Apri yang tak jauh dari tempat duduk Asti.


"karena nanti malam aku akan mengadakan acara di rumah keluarga ku. aku juga ingin kau menyiapkan sebuah gaun lamaran untukku dan gaun untuk mu"


jawab Asti tanpa menoleh kearah asisten nya itu.


"untuk siapa gaun itu? apa.."


"ya, aku yang akan dilamar. jadi siapkan saja!"


jawab Asti yang memotong pertanyaan Apri dengan cepat.


"kapan kau dekat dengan laki laki as?"


tanya Apri yang keceplosan, pasalnya ia tau semua jadwal Asti dan kesibukan Asti. bahkan hal pribadi tentang Asti.


"apa kau kira aku tidak bisa dekat dengan laki laki hah!! apa kau kira aku akan kalah dengan masa lalu ku? apa aku tidak berhak melanjutkan hidupku?!"


tanya balik Asti yang kali ini sudah mulai kesal karena Apri selalu bertanya.


Apri yang melihat Asti yang marah marah dan berdiri dihadapannya kini pun hanya menunduk, ia merasa bersalah dengan pertanyaan nya itu.


"maaf as, aku akan persiapkan semua nya"


jawab Apri yang lebih memilih untuk mengalah dan pergi meninggalkan ruangan Asti.


•••••••••••


malam tiba, Asti sudah menggenakan baju lamaran yang telah di pilih Apri. baju berwarna biru awan menunjukkan jati diri Asti yang sangat sejuk di pandang.


"sayang, siapa yang akan datang?"


tanya mama Asti yang memang tak tau menahu tentang hal ini.


tak lama kemudian suara pintu pun berbunyi.


tok tok tok


Jaka pun segera membuka pintunya, betapa kagetnya Jaka saat melihat David dan keluarganya berdiri di depan pintu. Jaka tak percaya dengan pemandangan ini, pasalnya Jaka melihat begitu banyak bawaan barang dari David untuk di serahkan nantinya ke Asti.


"assalamualaikum"


ucap David.


"waalaikumsalam"


Jaka pun langsung memeluk rekan kerjanya itu.


dan dibalas oleh David.


Asti yang melihatnya hanya tersenyum tipis, sedang kan kedua orang tuanya menatap Asti dengan penuh rasa haru.


"ayo masuk masuk"

__ADS_1


ajak mama Asti dengan hormat.


mereka semua pun masuk, lalu tak lama kemudian sahabat sahabat Asti datang menghadiri acara lamaran tersebut karena Asti memang mengundang mereka secara langsung.


"Asti..."


ucap Dewi yang sangat bahagia karena akhirnya temannya ini menuruti nasehatnya.


Asti hanya tersenyum tipis, karena jujur saat ini Asti tak tau apakah ini keputusan yang tepat atau tidak. yang Asti tau, ia harus segera melanjutkan hidupnya agar dimata Kevin Asti tidak terlihat lemah.


"wah, nak Asti dandan tipis seperti ini saja sudah cantik"


puji sang ibu mertua.


"iya ya Bu, pilihan David memang tidak pernah salah sama sekali"


sambung ayah David.


keluarga Asti hanya bisa tersenyum, mereka semua masih tidak menyangka dengan hal ini.


•••••••••


di sisi lain Kevin baru pulang dari urusan nya, ia masih tak menyangka bahwa ia akan berjumpa dengan Asti. bayangan wajah Asti masih terngiang dengan jelas. kemarahan Asti yang bisa dilihat dari tatapan nya, Kevin sungguh merasa bersalah. dan kesal dnegan takdir yang selalu mempermainkan hidupnya.


tok tok tok


Kevin mengetuk pintu ketika ia sudah sampai di depan rumah nya dulu.


"sabar!!"


teriak seseorang dari dalam.


"den Kevin!!!"


Kevin tersenyum sembari mengucapkan salam sebelum masuk rumah


"assalamualaikum bi"


"waalaikumsalam, ayo den masuk. non!! non!!! den Kevin udah dateng non!!"


teriak bibi sembari mempersilahkan Kevin masuk.


seorang perempuan pun keluar bersama satu anak laki laki yang ia gendong.


"Kevin!!"


teriak perempuan itu dari tangga.


Kevin pun menghampiri dan memeluk kakaknya itu, yang sangat ia rindukan.


"kata mama, seharusnya kau sampai semalam, kenapa ini baru dateng ke rumah?"


tanya kakak Kevin yang kesal, karena kemarin kakaknya itu menyiapkan penyambutan yang luar biasa untuk adiknya itu.


"maaf kak, aku sibuk jadi aku memutuskan untuk menginap di hotel satu malam. aku takut aku datang malam itu akan merusak tidur kakak"


jawab Kevin yang merasa bersalah.


"yaudah, sekarang kamu ke kamar. kakak sudah beres kan kamar mu, kakak akan siapkan makanan untuk mu. pasti adikku ini sangat lapar"


ucap kakak Kevin meninggalkan Kevin.

__ADS_1


"jangan repot repot kak!!!"


teriak Kevin.


Kevin pun berjalan menuju ruangan yang telah lama ia tinggalkan. ruangan dimana ia merasa nyaman, menyimpan banyak kenangan tentang masa kecilnya.


saat membukanya, Kevin pun kembali mengecek satu persatu isi kamarnya, tak ada yang berkurang dan hilang dari sana. semua masih sama tetap pada tempatnya. masih sama, tidak ada bedanya. Foster Foster kesayangan nya pun masih terpajang rapi disana. foto kebesaran nya pun terpajang indah di atas ranjang nya.


dan foto momen bersama Asti tak hilang dari sana. setelah mengecek semua nya, Kevin pun memutus kan untuk membersihkan diri.


selesai membersihkan diri, Kevin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya menutup bagian bawahnya saja. Kevin keluar, karena ia lupa membawa baju ganti.


Kevin pun membuka lemarinya tersebut, saat membukanya tiba tiba ada sepaket baju yang masih terbungkus dengan rapi jatuh ke lantai. membuat Kevin merasa heran.


"ini baju siapa?"


"kenapa ada di lemari ku? firasat aku tidak pernah membeli baju ini?"


•••••••••••


"halo bang"


sapa Kevin saat melihat Zain yang sudah duduk manis di meja makan.


"hei, Kevin. kapan Dateng?"


tanya Zain.


"barusan aja kok bang. oh iya kak, Kevin mau nanya"


jawab Kevin sembari duduk di bangku meja makan.


"tanya apa dek?"


"kak, baju baru yang di lemari ku itu milik siapa?"


"emang ada baju baru di lemari mu? kalau ada baju baru, berarti itu punya mu. mungkin kamu lupa kali kalau kamu pernah beli baju itu sebelum kamu pergi"


jawab kakak Kevin yang tak tau tentang baju itu.


"enggak kak. baju itu juga ada gaun perempuan nya. dan seingat Kevin, Kevin gak beli apa apa deh kak sebelum Kevin pergi?"


sahut Kevin yang memastikan bahwa itu bukan barang miliknya.


"bi!!"


"iya non, ada apa non?"


jawab bibi yang segera berlari menuju ruang makan.


"bi, kata Kevin ada satu paket baju di kamar nya. itu punya siapa ya bi?"


bibi pun mencoba mengingat-ingat tentang baju tersebut. karena bibi sendiri sudah semakin tua, ingatannya pasti akan melemah.


"oh, bibi ingat non. baju itu dari non Asti. baju itu udah lama sekali non dikasih sama non Asti"


jawab bibi yang sudah mengingat.


"Asti?"


ucap Kevin yang terkejut.

__ADS_1


"iya den, itu dari non cantik. katanya itu baju untuk digunakan di acara wisuda nya den. tapi kan den sama non dan ibu gak balik balik, jadi bibi simpan aja di kamar Aden. pas non pulang, bibi lupa buat ngasih tau"


sahut bibi yang memang bersalah karena lupa ngasih tau hal penting tersebut.


__ADS_2