
pagi ini Asti merasa tidak ingin ke kampus, entah mengapa dia malas untuk ke kampus, perasaan nya mengatakan akan terjadi sesuatu namun Asti tidak tau sesuatu itu apa.
"Asti kamu gak ngampus sayang?"
tanya mama Asti sembari menghidangkan makanan di meja makan.
"kayak nya enggak deh Mak, aku merasa gak enak badan"
"gak enak apaan, sini Abang periksa"
sambar Jaka sambil memeriksa kening Asti.
"lah kamu gak kenapa Napa kok! gak panas!! sudah lah ayo siap siap berangkat ke kampus nanti kasian loh Kevin nungguin kamu"
Jaka mendorong badan Asti masuk ke dalam kamarnya secara paksa.
sedangkan Asti yang di dorong memasang wajah yang cemberut.
kenapa ya,, kok pagi ini perasaan ku gak enak? rasa nya aku tidak ingin ngampus hari ini. tapi,, kalau aku gak kampus gimana sama praktek ku. hari ini aku ada praktek lagi
yaudahlah aku siap siap, semoga perasaan ku ini tidak benar dan tidak terjadi apa apa.
gumam Asti dalam hati berharap hari ini tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.
saat makan tiba tiba seseorang mengetuk pintu rumah Asti, mama pun menghampiri dan membuka pintu tersebut.
ternyata itu adalah Kevin, mama mempersilahkan Kevin untuk masuk dan menunggu Kevin di dalam rumah.
"bentar ya Vin,, Asti masih makan. tadi, tumbenan dia bangun telat"
ucap mama mencari alasan.
"iya Tante"
jawab Kevin mengangguk dan tersenyum.
"kamu udah makan Vin?"
"udah Tante, tadi dirumah sudah sarapan"
jawab Kevin.
"Asti cepat!!! kasian Kevin nungguin nih!!"
teriak mama dari depan ruang tamu.
"iya mak,, Asti Dateng"
Asti pun berjalan membawa bekal makan siang dan paperbag nya.
"yaudah yuk kev"
ajak Asti, Asti pun keluar hendak menggunakan sepatu nya.
"Tante berangkat ya tan, assalamualaikum"
Kevin mencium punggung tangan mama Asti lalu keluar.
mama Asti pun mengantarkan Kevin keluar, sampai akhirnya mereka menghilang dan pergi meninggalkan halaman rumah.
di tengah tengah jalan
"tumben bangunnya kesiangan, abis bergadang sama siapa?"
tanya Kevin membuka percakapan.
"aku gak bergadang, aku juga gak kesiangan"
ucap Asti yang menolak pernyataan Kevin.
"tapi kata mama kamu kesiangan,,, kalau gak kesiangan kenapa kamu lama sekali?"
tanya Kevin menoleh ke Asti sejenak.
"iya,, ya biasalah!! urusan wanita"
sebenarnya Asti ingin mengatakan perasaan tidak enaknya yang sejak tadi pagi mengganggu pikiran nya, namun di tahan oleh Asti.
karena Asti merasa ini bukan lah hal yang penting sehingga Kevin tidak perlu tau semuanya.
Kevin pun melajukan mobil nya membela jalanan. Kevin segera, mempercepat mobilnya karena Asti sudah telat.
__ADS_1
"oo iya Asti, nanti aku akan terlambat menjemput mu. karena belakangan ini aku sibuk dengan praktek ku"
"jadi kamu pulang jam berapa?"
tanya Asti menoleh ke Kevin.
"mungkin aku akan jemput kamu di jam makan kali ya"
"oo kalau gitu, kamu gak usah jemput aku di jam makan. soalnya hari ini juga aku akan ada praktek jadi pulangnya agak lama"
usul Asti.
"yaudah gitu pun jadi"
tak lama kemudian mereka sampai di depan kampus, Asti pun keluar dan masuk ke dalam kampus meninggalkan Kevin.
••••
waktu menunjukkan pukul empat sore, matahari perlahan mulai redup, jalanan perlahan mulai ramai.
Asti menunggu Kevin tepat di depan kampus yang kebetulan di depan kampus terdapat halte bus.
"Vin, aku tunggu kamu di halte bus depan kampus"
Kevin yang membaca pesan Asti pun segera melajukan mobilnya dengan cepat, namun secepat-cepatnya tetap saja akan telat karena macet yang tidak bisa dihindari.
Asti sudah menunggu Kevin hampir setengah jam, dia tau Kevin lama karena pasti jalanan yang macet, Asti sabar menunggu.
di sisi lain Kevin merasa cemas, dia takut Asti kenapa Napa.
tak lama kemudian mobil Kevin sudah sampai di sebrang kampus, Kevin melihat Asti yang duduk di halte bus.
Kevin pun keluar dari mobil, dan melambaikan tangan ke arah Asti.
Asti yang melihatnya bergegas menyebrang.
dari kejauhan Kevin melihat mobil yang sama yang menabrak Asti.
saat Asti hendak ingin menyebrang, Kevin segera berlari, karena Asti yang memang selalu ceroboh dan ingin tergesa-gesa.
"Asti!!! awas!!!"
Kevin berteriak dan mendorong Asti ke sebrang sana yang aman.
seketika semua kendaraan yang melintas berhenti menyaksikannya.
Asti yang kaget dan syok melihat Kevin langsung mendekati Kevin.
dia nangis nangis histeris, Asti terus menerus memanggil nama Kevin.
"Kevin!!!! bangun kev, kev, kamu gak bisa gini!!"
sementara sebagian pengendara yang melihatnya segera membantu dan menghubungi ambulan agar dapat tertangani.
Asti terus menerus menjerit histeris, dia pangkukan perlahan kepala Kevin di atas kakinya, dielus dengan lembut wajah Kevin.
kini tangannya di penuhi dengan darah Kevin.
sebagian orang ada yang mencoba menenangkan Asti.
tak lama kemudian mobil ambulan Dateng, saat jasad Kevin hendak di bawa, Asti pasrah.
dia berdiri dan masuk ke dalam mobil ambulan bersama Kevin.
Asti terus menerus meneteskan air mata, ia genggam tangan Kevin kuat.
sementara para pengendara lain membantu membersihkan darah di jalan.
menurut Asti, kejadian ini terlalu cepat. ia tidak melihat Kevin yang tertabrak, Asti merasa ini hanya sebuah mimpi.
berulang kali Asti memukul, mencubit, diri sendiri namun Asti merasa kesakitan.
itu pertanda bahwa ini memang benar benar terjadi.
"Kevin,,, kenapa kau harus menolong ku,, biarkan saja aku yang tertabrak kev,,, kenapa??"
ucap Asti sambil sesenggukan.
andai Asti tidak ceroboh, menyebrang melihat kanan kiri pasti tidak akan seperti ini.
setelah tiga puluh menit menempuh perjalanan akhirnya, mobil ambulan sampai tepat di depan rumah sakit cinta sehat.
__ADS_1
mereka pun segera membuka mobil dan membawa Kevin masuk ruang IGD, sementara Asti turun dengan lunglai.
tenaga nya terkuras habis karena Kevin tertabrak tepat di hadapan nya.
bayangan bersalah terus menerus membayanginya.
Asti turun masih dengan lumuran darah di badannya.
Asti dibantu seorang perawat untuk segera membersihkan tangan Asti yang penuh dengan darah.
setelah selesai, Asti pun di minta keterangan dan pertanggung jawaban dari pihak rumah sakit agar Kevin bisa di tindak lanjutin.
Asti pun siap bertanggung jawab.
Asti di ingatkan kembali oleh perawat di sana agar segera menghubungi keluarga terdekat.
Asti pun mengirim pesan singkat
"assalamualaikum,,, ma, pa, Tante, om, Asti mohon segera ke RS. Cinta Sehat, nanti Asti kirim kan alamatnya"
pesan Asti langsung di terima oleh semua orang.
mereka pun segera pergi menuju RS. Cinta Sehat.
sesampainya di sana
semua kaget melihat Asti yang di lumuri dengan darah.
"Asti?? kata kan pada mama ada apa ini?"
"iya Asti kenapa om Tante di suruh kesini?"
"kemana Kevin nak?"
"Asti sayang jawab,, ada apa ini"
semua orang menatap Asti, yang masih terdiam duduk dengan lemas.
Asti masih takut untuk mengatakannya tapi mereka harus tau keadaan Kevin yang sebenarnya.
"sebelum nya, Asti mohon maaf kalau Asti salah"
Asti menahan tangisannya.
"Asti kumpulkan kalian disini, karena.."
"karena apa Asti!!"
bentak mama kali ini.
"Kevin ma,,, Kevin,,,"
tangisan Asti pecah dan langsung memeluk mama nya.
"sayang lihat Tante, kenapa dengan Kevin??"
tanya mama Kevin yang merasa tidak enak.
"Kevin,,, Kevin ke tabrak ma,,"
tangisan Asti semakin pecah, sedang yang lain kaget. terutama mama Kevin yang semakin syok bahkan dia lemas tak berdaya.
"Tante,,, ini salah Asti Tante"
Asti Dateng mendekati mama Kevin dan memegang tangan mama Kevin, namun di tolak oleh mama Kevin.
"ceritakan kepada Tante seperti apa kejadiannya!"
Asti pun mulai menceritakan semua nya pada mama Kevin.
"begitu lah tan,,, seharusnya Kevin gak menolong ku,, biar kan aku tertabrak Tan"
Asti menangis histeris dia sungguh sangat merasa bersalah.
mama Kevin yang mendengar nya langsung memeluk Asti.
dia tau gimana sekarang perasaan Asti.
Asti menangis dipelukan mama Kevin, berulang kali Asti meminta maaf.
"yaudah sekarang kamu dengerin Tante,, kamu pulang, mandi, dan istirahat lah,,, besok kalau mau ke sini Dateng lah,,, tapi untuk malam ini kamu harus pulang, mandi dan istirahat. paham anak cantik?"
__ADS_1
mama Kevin meminta Asti untuk pulang, agar Asti bisa membersihkan diri nya.
pertama nya Asti tidak ingin pulang, namun setalah dibujuk dibujuk dibujuk, akhirnya Asti memutus kan untuk segera pulang.