Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Hukuman


__ADS_3

Kevin yang melihat Asti diam dan menurut dengan nya, merasa senang.


saat berjalan Kevin menahan tawa nya agar terlihat tegas pada nya.


rasain cewek murahan,,,


emang enak! maka nya jangan ngelakuin kesalahan. tapi gapapa.. Mala bagus kan, jadi aku sedikit bisa dapat hiburan.


jarang jarang kan aku ngerjain cewek murahan itu.


gumam Kevin dalam hati.


Asti terus berjalan mengikuti Kevin.


lalu tiba tiba Kevin berhenti, membuat Asti terkejut karena Asti dari tadi hanya menunduk tanpa melihat ke depan. hingga tak sengaja menabrak Kevin.


"eh,, kamu jalan lihat lihat dong!"


bentak Kevin.


"ya kamu,, suruh siapa berhenti tiba tiba"


jawab Asti kesal.


"ehh kok kamu mala jawab!! saya ketua BEM di sini, paham!!"


tegas Kevin.


membuat Asti kesal parah sama Kevin, lalu Asti hanya diam.


"ehh jawab!"


bentak Kevin.


"gimana sih! tadi diam salah jawab salah! yang benar yang mana?"


jawab Asti dengan emosi yang sedikit ditahan.


"ehh kamu mahasiswa baru kan! jangan berani ngebentak saya"


jawab Kevin marah.


lalu Kevin diam sejenak dan mengambil nafas lalu mengeluarkan kembali.


"baiklah,, sekarang kamu lari lapangan selama sepuluh tahun!"


perintah Kevin.


"iya"


jawab Asti singkat.


Asti pun melepas kan tas nya dari bahu nya dan menaruk kan nya di atas kursi panjang.


lalu tak lama kemudian, Asti pun langsung lari mengelilingi lapangan.


baru tiga kali keliling lapangan Asti merasa capek. Asti pun berhenti dan mengambil nafas kembali lalu mengeluarkan nya.


setelah itu Asti melanjutkan lari nya.


baru enam kali keliling, Asti gak kuat. Asti berhenti dan duduk di tengah lapangan.


Kevin yang melihat nya langsung membentak Asti.


"Asti ayo lari! siapa yang suruh kamu duduk. cepat!! banyak hukuman yang belum kamu selesaikan, paham!!! ayo cepat"


Asti yang mendengar nya langsung berdiri dan lari walaupun kaki nya sudah sangat lemas. tenaga nya sudah hampir habis.


bahkan dia lari dengan kaki yang terpincang-pincang.


namun Kevin tidak merasa bersalah.


setelah hampir satu jam lebih akhirnya Asti menyiapkan hukumannya.


Asti pun menghampiri Kevin


"Vin,,, aku sudah menyelesaikan nya. tapi biar kan aku istirahat sebentar ya?"


ucap Asti sambil mengatur nafas nya yang masih seng senggukan.


Kevin yang terpanggil, langsung memasang tatapan tajam


"enggak!! kamu harus kerja kan hukuman mu sekarang! kalau tidak kamu akan ketinggalan materi, paham!!"


tegas Kevin.


saat Asti ingin menjawab, Kevin langsung memegang tangan Asti dan membawa nya ke toilet.


sesampainya..


"ayo, sekarang kamu bersihkan toilet ini!"


Kevin memerintah kan Asti sambil menunjukkan arah ke toilet.


Asti pun melihat toiletnya, saat mau masuk.


ternyata aroma pesing nya bukan main.


padahal itu adalah toilet perempuan.


rasa nya Asti ingin muntah, karena tidak tahan dengan bau Pesing nya.


"Vin,, aku gak kuat"


ucap Asti dengan lemas.


"ayo, suruh siapa Dateng telat!"

__ADS_1


jawab Kevin.


"satu jam wajib siap, paham!!!"


perintah Kevin.


saat Asti ingin menegosiasi, Kevin mala pergi meninggal kan Asti sendiri.


Asti semakin kesal melihat nya.


Tuhan lembaran baru apa yang kau berikan padaku.


aku ingin lembaran baru yang baru, tapi kenapa lembaran baru nya di awali dengan seperti ini?


keluh Asti dalam hati.


dengan pasrah Asti pun mengerjakan semua tugas nya, meski pun sesekali dia merasa ingin muntah namun di tahannya.


Asti membersihkan nya dengan ikhlas, dia menyikat WC, mengepel lantai toilet, mengelap kaca toilet, membuang sampah dalam toilet dan banyak lainnya.


dan ya, keringat terus dateng dan dateng menghampiri Asti.


Asti bolak balik mengelap keringat nya, tak jarang juga keringat Asti jatuh, jatuh ke lantai.


setelah selesai Asti beristirahat, setidaknya sampai Kevin dateng dan memeriksa toiletnya.


hampir satu setengah jam lebih Asti duduk menunggu Kevin, sampai tak sadar dia tertidur di depan toilet.


untungnya saat itu tidak ada orang yang ke toilet, jadi dia merasa tidak malu.


"oh iya, aku balik dulu ya. aku harus memeriksa mahasiswa baru yang terlambat itu dulu"


ucap Kevin kepada Billy.


"yaudah"


jawab Billy.


Kevin meninggalkan Billy dan pergi menuju toilet.


saat sampai di toilet.


Kevin melihat Asti yang tertidur di depan toilet. membuat Kevin ingin tertawa namun, sambil menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku perempuan ini.


"dasar cewek aneh"


gumam Kevin.


"ehh mahasiswa baru!! bangun!"


bentak Kevin membangun kan Asti.


"huaaa"


Asti menguap.


tanya Asti.


"kamu Gilak atau sakit?" tanya Kevin balik.


"aku.."


linglung Asti.


"sudah lah, ayo sekarang ikut saya ke ruangan saya!"


perintah Kevin.


saat Kevin berjalan sudah hampir jauh, ternyata Asti masih tetap duduk.


Kevin yang menyadari nya langsung melihat ke belakang.


astaga,,, perempuan ini memang...


geram Kevin dalam hati.


Kevin pun melangkah kembali mendekati Asti.


saat ingin marah, Kevin melihat Asti yang memang sangat lemas.


akhirnya Kevin memutuskan untuk memapah jalan Asti.


karena merasa kasihan.


Kevin juga punya rasa simpati walaupun sedikit.


saat memapah Asti, mereka para kaum hawa mulai membicara kan Asti dan Kevin.


apalagi Asti merupakan mahasiswa baru di kampus. mereka merasa tidak senang dengan Asti.


"ehh,, lihat tuh anak mahasiswi baru, genit amattt"


"dia siapa? kok Kevin mau memapah dia sih!"


"iii mending aku aja Kevin yang dipapah"


"wah baru juga masuk sudah cari cari masalah nih orang"


begitulah kira kira omongan mereka. Asti yang mendengar nya hanya diam bahkan Asti tidak perduli saat ini. Asti pun tidak mendengar jelas omongan mereka.


begitu juga dengan Kevin, Kevin bahkan tidak mendengarkan nya sama sekali. saat ini yang dipikir kan Kevin hanya lah ke selamat Asti.


sesampainya di ruangan.


Kevin segera menaruk kan Asti di kursi sofa.


lalu mengangkat kaki Asti ke sofa.

__ADS_1


Asti kaget saat Kevin memegang kaki nya.


namun Kevin, mala tetap mengangkat kaki Asti.


Asti yang melihatnya hanya diam.


"kev..."


ucap Asti namun langsung di potong oleh Kevin.


"diam! hukuman mu selanjutnya adalah kamu beristirahat di sini sampai aku dateng, jangan kemana mana"


perintah Kevin.


Asti pun hanya mengangguk.


saat Kevin keluar, Asti pun memejamkan mata nya.


Kevin keluar menuju kantin.


Billy yang dari tadi di kantin melihat Kevin, lalu memanggilnya.


"Vin"


teriak Billy.


"sabar"


balas Kevin.


Kevin pun ke warung memberikan beberapa roti dan minuman.


Billy yang heran melihat Kevin. karena biasanya Kevin tidak pernah membeli roti sebanyak itu.


"Vin,, wahh roti tuh. mari aku minta"


pinta Billy.


"iya Vin, kek nya kebanyakan itu sama mu"


ikut Rafli.


"apaan sih kalian! ini untuk anak telat itu"


kesal Kevin.


"lah emang nya kenapa?"


tanya Billy.


saat mau menjawab Laras Dateng.


"Vin,, aku denger kamu lagi dekat sama mahasiswi baru itu ya?"


tanya Laras manja.


.....


tak ada jawaban.


"Vin jawab! aku aja gak pernah kamu papah kayak gitu"


marah Laras.


"lah apaan sih kamu Laras! emang kamu siapa nya Kevin?"


tanya Billy yang merasa pusing melihat Laras berbicara.


"eh diam kamu ya!"


bentak Laras.


saat emosi Billy naik, Rafli pun menahan Billy.


"Laras kamu tau kan Kevin gak mau jawab, jadi alangkah lebih baiknya kamu pergi. karena percuma Kevin juga gak akan mau jawab"


perintah Rafli dengan halus.


Laras yang merasa kesal pun meninggalkan mereka.


"lanjut"


ucap Rafli.


"lanjut apaan?"


tanya Kevin heran.


"kenapa.."


omongan Rafli terputus di sambar Kevin.


"oo yang itu, jadi tadi tuh aku rasa aku udah kasih hukuman yang berat kali ya sama dia. jadi badannya lemas. sekarang dia beristirahat di ruangan ku. yaudah sekian dan terima kasih"


jelas Kevin sambil lari meninggalkan mereka.


sesampainya di ruangan.


Kevin membanguni Asti, Asti pun bangun.


lalu Kevin menyuruh Asti makan roti dan minum, Asti pun juga menuruti nya.


setelah selesai Asti pun duduk.


"hukuman mu besok, saya jemput kamu dirumah"


ucap Kevin.

__ADS_1


saat ingin membantah Kevin menyuruh Asti diam.


__ADS_2