
setengah hari Asti dibuat bahagia oleh tingkah Keysa. saat pulang Asti kembali kesal mengingat kejadian yang membuat dia harus ikut Kevin.
"kenapa as?"
"gapapa"
balas Asti dengan kesal, karena pertanyaaan Kevin membuat lamunannya buyar.
"makasih ya as"
ucap Kevin.
"makasih kenapa?"
"makasih tadi udah jaga Keysa dengan baik. bahkan kamu tadi tidak perduli dengan teman temanku"
jawab Kevin.
"lah kan aku Dateng buat Keysa, bukan buat teman teman mu. jadi yaudah aku anggap gak ada orang"
Asti tertawa. begitu juga dengan Kevin.
"tapi jujur ya as, tadi teman teman ku sempat memuji kamu. katanya menantu idaman, istri idaman"
"terus"
tanya Asti penasaran.
"ya kuping ku sakit denger kamu di puji"
tawa Kevin lalu Asti mencubit paha Kevin.
"auhh sakit as. dasar perempuan murahan"
ejek Kevin masih tertawa.
Asti yang mendengar nya hanya memasang wajah cemberut.
"iya iya aku minta maaf"
Asti tertawa puas mendengar Kevin meminta maaf pada nya.
"as. aku boleh tanya gak sesuatu"
"tanya lah"
jawab Asti dengan santai.
"kamu itu, kenapa sih. kalau di depan orang lain terutama di depan lawan jenis terlihat jutek banget?"
Asti menatap Kevin.
"emang iya? tapi menurutku enggak sih. eh mungkin. jadi kenapa aku bisa kayak gitu, karena sebelumnya akau melewati proses yang menyakitkan untuk diingat. jadi aku hanya belajar dari kesalahan ku"
Kevin yang mendengar nya pun seperti tertarik dengan Asti. namun Kevin tidak ingin tau terlalu dalam karena Kevin tau itu adalah privasi setiap orang.
"oo iya kev, btw makasih ya udah ngajak aku ke rumah mu. kalau enggak pasti aku akan nunggu panas panas di depan teras"
senyum Asti.
"iya sama sama"
tak terasa telah sampai di rumah Asti.
ternyata kedua orang tua nya sudah menunggu Asti di depan rumah.
Asti turun lalu mobil Kevin pergi meninggalkan Asti.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
jawab ayah.
"abis dari mana Asti?"
__ADS_1
tanya mama.
"entah,, Asti capek mau masuk dulu"
Asti berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.
"Asti!!"
teriak ayah.
Asti pun berhenti.
"kamu tuh ditanya jawab"
"ayah, kain kali gak usah anter Asti ya yah. percuma nganter kalau pulang nya gak dijemput"
jawab Asti dengan lemas.
"kamu kenapa Asti? kok ngomongnya gitu"
tanya mama.
"ma,, Asti gapapa. lain kali jangan ada yang anter Asti ma. jadi Asti bisa pergi bareng sama jenny biar pulang Asti gak harus nunggu taxi"
jawab Asti masih lemas.
"tadi kamu nelpon kenapa?"
tanya bang Jaka.
"oo itu tadi aku cuma mau minta jemput. tapi ternyata semua sibuk!"
jawab Asti sedikit menahan emosi nya.
"kok kamu jadi kesal"
tegas ayah.
"aku capek yah,,, capek,,, udah lah ayah emang sibukkan Abang juga gitu. yaudah Asti paham"
"ya kamu jangan marah marah gitu dong. kan emang biasa nya kek gitu kan?"
Jaka mulai marah dengan sikap Asti.
"iya biasanya! tapi kali ini enggak biasa!! untung tadi ada Kevin. kalau gak mau sampai kapan aku nunggu kalian pulang?"
emosi Asti tidak bisa dikontrol.
"lah emang biasanya gitu kan Asti!"
kali ini dengan nada tinggi.
"ini beda situasi Jaka!!"
saat selesai ngomong Asti Mala mendapatkan tamparan dari ayah nya.
"kamu bisa gak sopan!"
bentak ayah keras.
tapi Asti tidak membalas Mala Asti pergi begitu saja.
dalam kamar Asti menangis sekuat kuatnya.
dia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri, kenapa dia begitu marah.
padahal kesalahan itu Asti yang buat, namun kenapa Asti lampiaskan ke keluarga nya.
dalam kamar, Asti memukuli bantal guling nya.
melempari bantal miliknya ke dinding.
Asti sangat merasa kesal saat ini. dia tidak tau harus di lampiaskan ke siapa.
ada gak sih dari kalian yang mengalami hal serupa dengan Asti. dia yang membuat kesalahan sendiri, tapi dia Mala salahi orang atas kesalahannya.
__ADS_1
wah kalau yang ini jangan di contoh ya. ini gak bagus.
tapi manusia tidak pernah luput dari kata dosa bukan? kalau author pribadi si pernah. tapi saat ini author sedang belajar mengendalikannya, terutama mengendalikan emosi.
kalau udah marah tidak terkontrol, author sering melakukan diluar batas. menyakiti orang melalui perkataan pedas author kadang juga author sering bermain dengan fisik.
tapi Alhamdulillah sekarang author mencoba mengendalikan nya.
dan lumayan sekarang mulai bisa mengendalikannya.
balik ke Topik
"Asti buka sayang"
ucap mama dari luar pintu.
"ma, Asti gak mau di ganggu"
"tapi kamu harus makan?"
bujuk mama.
"nanti kalau Asti laper, Asti makan kok ma!"
"sayang ayo bukalah, ini mama kamu tega lihat mama nunggu didepan kamar kamu"
bujuk mama.
tanpa menjawab Asti membuka kan pintu untuk mama.
lalu Asti mempersilahkan mamanya masuk, dan menutup kembali pintu kamar nya.
"ada apa ma?"
tanya asti.
"kamu makan dulu baru mama tanya. ini sudah malam"
Asti pun memakannya perlahan.
setelah dapat beberapa sendok mama mencoba membuka pertanyaan.
"kamu kenapa kok marah? kan emang biasa gitu kan?"
"gapapa ma, tadi Asti cuma lagi capek aja. terus Asti tadi lupa bawa kunci rumah, jadi agak emosi saja. mama ditelpon gak di angkat, papa juga begitu juga Jaka.
kasian ma ngerepotin Kevin tadi"
jelas Asti.
"oo gitu toh, tapi seharus nya kamu gak marah marah kayak tadi sayang. kamu bisa jelasin perlahan lahan"
"lain kali jangan seperti itu. itukan kesalahan kamu sendiri jadi kamu jangan marahi orang yang tidak bersalah. maka nya lain kali diperiksa lagi kunci rumah sudah dibawah apa belum. paham!"
memberikan nasehat terhadap anaknya.
"iya ma"
"oo iya ma, bilang sama yang lain Asti minta maaf. karena sikap Asti tadi, jujur Asti hanay kesal saat itu tidak tau harus mengatakan kepada siapa"
ucap Asti.
setelah selesai makan mama pun keluar membawa piring makanan Asti yang sudah habis.
lalu Asti segera menutup pintu kamarnya dan kembali menguncinya.
tak lupa juga, Asti mematikan lampu nya.
itu adalah kebiasaan Asti dari dulu, sebelum tidur mematikan lampu. menurut Asti mematikan lampu itu membuat dia tertidur dengan nyenyak dan aman.
namun bukannya Asti tidur saat sampai di ranjang tempat tidur nya, justru Asti mala menghidupi hp nya dan mengscroll beranda sosial media nya. tak jarang dia melihat story story orang.
sampai tak sanggup lagi Asti menahan rasa ngantuk nya.
akhir nya Asti pun tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1
membuat dia lupa akan kejadian tadi.