
di benua lain, waktu tetap berjalan seiring dengan perkembangan zaman yang terus maju. Kevin yang saat ini sangat sibuk dengan bisnis nya karena perusahaan nya yang semakin pesat dan berkembang. menjalin banyak hubungan kerja sama dengan perusahaan perusahaan lainnya, baik perusahaan kecil maupun perusahaan yang besar.
"tuan, saya ingin memberikan berkas berkas file ini"
ucap asisten Kevin yang menyerahkan setumpukan map yang berisi berkas berkas penting.
"letakkan saja di situ!!"
perintah Kevin sembari melirik meja kebesaran nya.
dengan sigap asisten pribadi Kevin pun meletakkannya di atas meja kebesaran bos nya itu.
"tuan, bulan depan kita harus pergi bertemu dengan tuan Madrid di..."
ucap asisten pribadi Kevin itu sedikit ragu. karena ia mengerti apa yang terjadi pada tuan bos nya itu.
Kevin yang diberitahu pun terdiam tampak termenung sekali. Kevin pun mengambil nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya dengan perlahan.
"iya aku tau, kemarin pak Madrid juga sudah meng-email ku. tapi, kau tau sendiri kan gimana dengan mom? dia pasti tidak akan pernah mengizinkan ku pergi ke sana sekali pun itu urusan bisnis. gini aja, gimana kalau kamu yang kesana? aku yakin kamu bisa mengambil keputusan yang tepat nantinya"
usul Kevin kepada Joan.
"tapi tuan, mereka ingin bertemu dengan anda dan membahas nya secara langsung dengan anda"
jawab Joan yang langsung membantah usulan Kevin.
lagi lagi Kevin terdiam, ia bingung karena pak Madrid adalah klien bisnisnya.
"lalu menurut mu apa yang harus aku lakukan Joan?"
tanya Kevin yang menyerah memikirkannya.
"gini saja tuan. kita tetap akan pergi ke sana , masalah nyonya nanti biar saya yang urusin. saya akan berusaha bujuk nyonya agar mengizinkan kita pergi"
jawab Joan menenangkan hati Kevin.
"terserah, mana baiknya aja"
jawab Kevin yang meninggalkan ruangannya.
•••••••••••
jadwal keberangkatan nya sudah hampir dekat, dua hari lagi mereka akan pergi melakukan perjalanan bisnis namun selama itu mereka masih belum bisa mendapatkan izin Nyonya.
"mom, pliss mom.. kali ini aja.. Kevin janji akan pulang mom..."
__ADS_1
rintih Kevin yang tak pernah putus asa dalam mendapatkan izin momi nya.
"no Kevin no!!!! momi bilang tidak, tidak!! momi tidak akan pernah izin kan kamu kembali ke sana!!"
balas Momi Kevin dengan tegas.
"tapi, Kevin ke sana cuma mau memperlebar bisnis mom.. Kevin kesana bukan untuk pulang.. Kevin kesana karena ada urusan bisnis mom. jika tidak percaya, tanya Joan!!"
balas Kevin yang mencoba membuka pemikiran momi nya.
"enggak, momi gak akan pernah setuju apapun itu alasannya!!"
ucap momi dengan lembut namun tetap tegas.
"maaf Nyonya, tapi kami harus ke sana Nyonya. setuju atau pun tidak setuju kami akan tetap kesana nyonya"
sambung Joan yang memberanikan diri
"heiii!!!! aku tidak menyuruh mu berbicara!!'
bentak momi Kevin kepada Joan.
"saya tau Nyonya, tapi nyonya juga harus tahu. bahwa masalah pribadi tidak bisa di.campur adukkan dengan masalah pekerjaan. begini aja Nyonya, jika Nyonya tidak bisa mempercayai tuan Kevin maka Nyonya bisa mempercayai omongan saya. kami akan pulang jika semua urusan bisnis disana telah selesai, itu janji saya"
"ayo lah mom.. come on!!! bukan kah selama ini momi ingin perusahaan kita berkembang pesat? dan bukan kah momi mempercayai Joan dari pada aku anak mu?"
sambar Kevin yang kembali bersemangat dalam membujuk momi nya itu.
"kau janji akan kembali? dan tidak akan menetap di sana selama lamanya?"
tanya momi Kevin menyorot mata Kevin dengan tajam.
"iya Kevin janji, Kevin akan kembali mom"
jawab Kevin memeluk momi nya itu.
"baiklah, aku akan setuju. tapi ingat, jika kau lama lama disana? maka jangan melarang ku untuk menjemput mu pulang!!"
ancam momi Kevin.
Kevin pun mengangguk, lalu keduanya kembali berpelukan dengan erat.
waktu terus berjalan, Kevin terus dikejar oleh urusannya yang begitu menumpuk. dengan cepat Kevin menyelesaikannya hari itu juga, karena besok ia akan pergi melakukan perjalanan bisnis nya ke negara kecil nya, negara dimana ia tumbuh besar dan memiliki banyak kenangan nya di sana.
hari ini Kevin pulang malam, karena ia mengurus semua masalah nya di kantor. agar saat di tinggalkan nanti, kantor utamanya tak memiliki masalah.
__ADS_1
saat sampai rumah seperti biasa yang dilakukan oleh orang orang pekerja ialah melempar kan jas nya ke sembarangan tempat, dan melonggarkan dasinya. setelah itu ia langsung pergi ke dapur untuk buat kopi hitam yang menjadi santapan hari nya.
selesai membuat secangkir kopi, Kevin pun kembali ke dalam kamarnya. saat ia membuka pintu kamar mata nya langsung tertuju pada foto bingkai besar di sana. ia tersenyum, entah apa yang terjadi yang jelas kini hati Kevin sangat damai.
"Asti, kau tau aku akan pulang besok. walaupun itu untuk urusan bisnis, tapi aku senang. karena setidaknya, aku bisa kembali mengenang masa masa itu. aku harap aku bisa jumpa kau di sana. dan, aku juga sudah siap dengan apapun nanti yang terjadi saat kita bertemu. kau tau, aku sangat senang sekali..."
ucap Kevin berbicara sendiri sembari menatap foto Asti dengan setitik air mata.
Kevin pun segera menghapusnya saat menyadari bahwa air mata jatuh di pipi nya. ia pun meraih hp miliknya yang ia letakkan di meja nakas.
lalu ia mencari nomor seseorang dan menelponnya.
"halo, assalamualaikum"
terdengar suara dari sembarang hp.
"waalaikumsalam ma, apa kabar ma?"
tanya Kevin dengan nada lemah lembut.
"Alhamdulillah baik sayang. kamu gimana kabar nya? apa masih.."
"Kevin baik kok ma. Kevin gak mau ngebahas itu ma, Kevin cuma mau bilang besok Kevin akan melakukan perjalanan bisnis, jadi Kevin berencana selama disana Kevin akan menginap di rumah mama. boleh kan ma?"
jawab Kevin sembari menyampaikan niat awalnya.
"kau mau kesana? apa momi mu sudah.."
"iya ma, momi sudah kasih izin untuk ke sana"
sambar Kevin yang tak mau memperpanjang pembicaraan.
"oooo yaudah kalau Kevin mau menginap di rumah, nginap aja sayang. pintu rumah itu akan selalu terbuka untuk mu nak. di sana ada bibi nanti mama kabarin bibi agar membersihkan kamar mu. dan kemungkinan kakak mu akan pulang besok"
"yaudah ma, makasih ya ma. mama jaga kesehatan, jangan sakit sakitan. nanti kalau Kevin punya waktu, Kevin akan pergi menjenguk mama"
balas Kevin sembari memperingati mama nya itu agar menjaga kesehatan tubuh.
"iya sayang"
"yaudah ma, good night"
ucap Kevin mengakhiri teleponan tersebut.
"night too sayang"
__ADS_1