Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Lembaran Baru


__ADS_3

Setelah dua bulan lebih Asti di rumah menganggur. akhir nya, Asti memasuki babak baru.


Asti masuk ke universitas favorit nya. syukur nya, Asti lulus dengan jalur beasiswa penuh dari pemerintah.


Asti sangat bersyukur, bahkan apa yang di inginkan Asti sejak awal tercapai. Asti masuk di jurusan kedokteran.


membuat Asti sangat bersyukur, terutama orang tua Asti.


mereka sangat bangga, sampai sampai mereka membuat syukuran di rumah mereka. walaupun sederhana, namun begitu berkesan di hati Asti dan seluruh keluarga.


Pagi tiba, sinar matahari sudah mulai menunjuk kan sinarnya. terlihat Asti yang sudah begitu siap dengan hari ini.


Asti terlihat mengubah penampilan nya.


menurut Asti awal baru, maka semua harus baru.


entah apa yang terjadi pada Asti, dia terlihat sedikit perduli dengan penampilan nya. padahal dulu, Asti tidak pernah sama sekali memperdulikan penampilan nya.


pagi hari ini, Asti seperti mendapatkan energi tiga kali lipat dari sebelumnya.


dia sangat senang banget.


setelah selesai Asti pun keluar kamar.


terlihat dari kejauhan mama, ayah, Abang dan reysa sudah kumpul di meja makan.


Asti pun menghampiri nya dengan senyum yang manis, membuat mama dan ayah merasa bahwa Asti sangat cantik.


tapi reysa dan Jaka yang melihatnya merasa heran dengan sikap Asti pagi ini.


"kak, kenapa kamu senyum senyum?"


tanya reysa.


"gapapa"


jawab Asti masih dengan senyuman nya.


"kakak mu, lagi Gilak tuh dek!"


ejek Jaka.


Asti yang melihat ejekan kakak nya, merasa kesal. namun, Asti hanya membalas dengan senyuman yang semakin manis.


membuat Jaka sangat kesal.


reysa yang melihat reaksi abang nya hanya tertawa.


"sudah sudah! sekarang Asti kamu makan. entar telat lagi"


perintah mama.


"iya ma"


jawab Asti, sambil menarik kursi dan duduk.


"Asti"


panggil ayah.


"iya yah"


jawab Asti, sambil mencentong nasi ke piring nya.


"as, bagaimana kamu sudah siap untuk awal yang baru?"


tanya ayah.


"ya ila yah,, Asti kira apa. Asti sangat siap ayah"


jawab Asti dengan menggelengkan kepala nya.


"oo ya oke, ayah kan cuma nanya,, kamu ingat! kuliah bukan lah hal yang main main tik, bahkan kuliah jauh lebih capek ke timbang sekolah"


ucap ayah memperingati Asti.


"iya yah"


jawab Asti mengangguk.


"satu lagi, jangan sia sia kan beasiswa ini. paham? karena semua orang tidak seberuntung diri mu"


ayah memberi kan nasehat lagi.


"iya yah,,, aku tau. Asti janji gak akan sia sia kan. beasiswa Asti"


jawab Asti dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"tik"


panggil Jaka.


"kenapa bang?"


tanya Asti.


"kamu naik taxi aja ya? Abang kan lagi magang. jadi gak sempat nganterin kamu lagi"


ucap Jaka, dengan jelas.


seketika Asti yang mendengar nya merasa kecewa. karena Asti kira Jaka akan mengantar kan dia ke kampus.


"yaudah deh"


jawab Asti kesal.


setelah selesai makan Asti pun menunggu taxi lewat.


namun tak ada taxi yang lewat saat itu, mungkin karena masih pagi.


kalau kalian tanya kenapa Asti gak naik mobil satu lagi?


jawaban nya karena mobil satu lagi, lagi di servis.


Asti punya kereta tapi, kereta itu akan di pakai mama dan ayah pergi kerja.


balik ke topik


hampir lima belas menit Asti menunggu, akhirnya ada juga taxi yang lewat.


Asti pun segera menstop kan mobil taxi tersebut lalu masuk ke dalam mobil.


"pak ke universitas favorit ya pak! gak pakai lama!"


perintah asti pada supir.


karena macet, jadi perjalanannya menuju ke kampus membutuhkan waktu lama.


dalam mobil Asti bergumam dalam hati


akhirnya setelah sekian lama, aku kembali merasa kan sekolah. namun kali ini dengan lingkungan yang berbeda.


semoga awal baru ini menjadi lembaran baru yang baik untuk aku kenang. semoga di lembaran baru ini aku bisa mencapai apa yang ingin aku capai.


terlihat semua mahasiswa sudah berbaris di lapangan.


Asti pun langsung membayar kan taxi tersebut lalu langsung masuk ke dalam untuk ikut berbaris di lapangan.


saat ingin masuk ke barisan ada dua orang mahasiswa laki laki dan perempuan, menjegat Asti. memakai jas Almamater kebanggaan kampus ini, membuat Asti sangat takut.


Asti tau bahwa Asti salah, sudah Dateng telat.


dan Asti paham mereka mereka yang menjegat Asti adalah salah satu anggota BEM kampus ini.


"kak saya ingin ikut masuk barisan"


ucap Asti perlahan karena merasa takut.


....


mereka diam dan masih melihat Asti, dengan tatapan ingin menerkam.


lalu salah satu di antara mereka angkat tangan.


"kak, ada yang telat nih!"


teriak perempuan itu.


seketika semua mahasiswa memandang perempuan yang berteriak tadi.


"siapa yang telat!"


ucap ketua BEM kampus dengan suara mikrofon nya, hingga semua mendengarnya.


"maju!"


perintah perempuan itu.


Asti pun maju, dan mendekati sumber suara mikrofon tersebut.


Asti maju dengan wajah tertunduk malu.


semua orang memandangi Asti.


seperti ingin memakannya. Asti semakin takut dan malu di buat karena tatapan setiap orang.

__ADS_1


di satu sisi Kevin merasa kesal karena Kevin merasa, masih anak baru saja sudah berani melanggar peraturan kampus.


mata Kevin seketika tertuju pada perempuan itu. namun Kevin tidak dapat melihat wajah perempuan itu, sebab perempuan itu dikelilingi oleh seluruh mahasiswa yang berbaris.


saat perempuan itu mendekati nya, Kevin dapat dengan jelas melihat wajah nya, membuat Kevin sedikit terkejut.


ternyata perempuan itu adalah Asti.


astaga Asti!!! dia salah satu mahasiswa kampus baru di sini? lalu kenapa dia terlambat? memang perempuan satu ini,,,


gumam kevin dalam hati dengan kesal.


Asti yang melihat wajah Kevin pun kaget,,,


apa?? dia?? ketua BEM?? astaga mati lah aku dibuat


gumam Asti dalam hati yang ingin menangis.


tapi begitulah Kevin, dia harus tegas dengan mahasiswa baru seperti nya.


"siapa nama mu?"


tanya Kevin cuek.


Asti pun diam sejenak, membalas dalam hati


bodoh,, kenapa dia tanya! kan dia sudah tau nama ku..


"ehh ditanya jawab! bukan diam!"


tegas Kevin.


"nama saya Asti Ayunda Sari kak"


balas Asti terpaksa.


"kenapa kamu telat?"


tanya Kevin lagi.


Asti diam lagi dan membalas lagi dalam hati


emangnya penting ya!! kamu juga siap nanyak nanyak.. kamu mau mempermalukan ku kan?? kenapa gak langsung aja sih. susah amat!


"emm,,, tadi saya gak ada kendaraan kak. jadi saya tunggu taxi. lalu tadi juga macet kan kak"


jawab asti gugup.


"kamu banyak alasan ya!"


ucap Kevin.


"tapi.."


jawaban Asti terpotong di sambar Kevin.


"saya tidak mau mendengar kan pendapat kamu!!! paham!!! pasti itu hanya alasan kamu biar kamu selamat dari hukuman"


ucap Kevin memarahi Asti di depan mahasiswa baru.


"hukuman buat kamu adalah kamu harus beresin toilet sampai bersih dan besok kamu harus memakai pakaian yang kami putus kan. dan satu lagi kamu harus lari lapangan sebanyak sepuluh kali!"


tegas Kevin.


Asti yang mendengar nya langsung melotot dan menelan ludah perlahan lahan.


"sekarang kembali ke barisan"


perintah Kevin.


Asti pun kembali ke barisan.


dia berbaris paling belakang, jujur dia merasa sangat malu, bahkan rasanya dia tidak ingin. ada di sini.


"baiklah itu adalah hukuman bagi kalian yang melanggar peraturan kampus. saya harap itu bisa jadikan kalian bahan pelajaran. paham!"


tegas Kevin didepan semua orang.


"paham Kak"


balas semua mahasiswa baru.


"baiklah acara akan saya balikkan ke panitia. untuk yang terlambat ikut saya sekarang!"


perintah kevin.


Asti yang merasa dipanggil pun berjalan dan mengikuti Kevin.

__ADS_1


__ADS_2