Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Ikut Campur


__ADS_3

pagi hari yang cerah Jaka pergi ke kampus sepagi ini, kali ini Asti juga ikut bersamanya.


Jaka memutuskan sebelum ke kampus dia akan mengunjungi rumah Clara, untuk minta maaf.


minta maaf sebenarnya adalah hal yang gampang, namun tidak segampang yang diucapkan.


mengucapkannya sangat mudah, tapi butuh keberanian yang kuat.


sesampainya dirumah Clara.


Asti dan Jaka membuka pintu pagar Clara, namun Mala dikasih pemandangan yang tidak enak di pagi hari. Asti dan Jaka melihat Kevin dan Clara yang pergi bareng.


seketika Clara terdiam, semua yang ada disitu terdiam.


Clara pun mencoba melepaskan tangan Kevin, namun Kevin menahannya dan memegang erat tangan Clara.


"wahh,, masih punya wajah kamu Dateng kesini? gak tau malu atau gimana sih!" ucap Kevin pada Jaka.


"aku tidak ada urusan denganmu!" jawab Jaka tegas.


"tapi,, aku ada urusan denganmu!" bentak Kevin.


"maka selesai kan nanti. saat ini aku ingin berbicara dengan Clara ku!" jawab Jaka


"wawww,, hahaha Clara mu!! jika memang dia Clara mu. kenapa tidak kau jaga dia dengan baik!!!" bentak Kevin yang kesal dengan Jaka.


"Clara pliss,, dengerin aku. aku kesini ingin meminta maaf atas kelakuan ku kemarin' pinta Clara.


Clara menangis,, rasanya Clara tidak ingin memaafkan sikap Jaka kemarin. tapi Clara masih sayang dengan Jaka, Clara ingin memeluk Jaka.


namun Kevin menarik tangan Clara paksa.


"Clara!! kamu gilakk, kamu mau sama orang yang sudah menghina mu habis habisan!" bentak Kevin.


"Vin, aku tau Jaka gak sengaja.. dia bilang seperti itu karena dia tidak tau hubungan yang terjadi antara kita berdua" ucap Clara.


"hah,, seharusnya bisa kan dia berpikir positif dulu! bisa kan dia berfikir oh mungkin dia sepupu Clara! bukan asal tuduh Clara"


jawab Kevin.


"Vin,, lepaskan Clara. Clara punya hak untuk mengambil keputusan!"


jawab Jaka yang tidak tega melihat Clara seperti itu.


"wahh kamu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan,, Jak!! " ucap Jaka.


"Clara masih polos dia tidak tahu dengan cinta, jangan kamu bodoh bodohin dia Jaka!" kesal Kevin.


"aku tidak membodoh bodohin dia Vin" jawab Jaka yang tidak terima.


Asti yang melihatnya bingung, tapi dia merasa kesal dengan sikap Kevin.


"Vin,, lepaskan Clara" ucap Asti.


"oo ternyata dia kakak mu, pantes kakak adik sama!" jawab Kevin.

__ADS_1


"wahh,, Gilak kamu ya" jawab Asti santai.


"kamu yang Gilak,,, jaga tuh omonganku!!" marah Kevin.


"kamu sahabatnya kan?" tanya Clara.


"ya,, aku sahabat nya" jawab Kevin dengan bangganya.


"apa tugas kamu sebagai seorang sahabat?" tanya Asti lagi.


"tik,, diam lah pertanyaan mu sungguh tidak berguna" bisik Jaka.


"kamu meragukan ku sebagai seorang sahabat!" kesal Kevin.


"jawab pertanyaan ku! jangan mengalihkan pertanyaan ku!" bentak Asti.


"kalau aku gak mau jawab gimana!" bentak Kevin yang tak mau kalah.


"bilang sama abangmu jangan ganggu Clara lagi, tinggalin dia. Clara tidak butuh laki laki seperti dia!" bentak Kevin.


kali ini Asti tidak bisa menggunakan bahasa lembutnya, Asti tidak tahan dengan sikap Kevin.


"Vin, Clara gak keberatan dengan ini semua kenapa kamu keberatan Vin? kamu sahabatnya gak lebih dari itu. jangan IKUT CAMPUR urusan Yang terjadi antara mereka!" ucap Asti dengan tegas.


"aku berhak untuk ikut campur dalam urusan mereka karena dia,, laki laki pengecut ini membuat orang yang ku sayang menjadi seperti ini!" bentak Kevin.


"Vin, lepaskan dulu tangan dia. kamu sahabatnya kan? kamu seharusnya melindungi dia bukan menyakiti dia. tangan dia kesakitan itu" pinta Asti.


Kevin yang tidak sadar dengan itu langsung melepaskan tangan Clara. dan Clara berlari menuju ke pelukan Jaka.


lalu Asti mendekat ke Kevin.


"Vin, walaupun kamu sahabatnya. kamu tidak bisa ikut campur dalam hal apapun itu! Clara punya kehidupan nya, Clara punya keputusan nya. kamu sahabatnya tapi hanya sebatas sahabat, bukan seperti tuan yang menentukan nasibnya" jelas Asti.


Kevin terdiam


"katanya kamu sahabatnya tapi masa kamu tidak tau hal kecil yang membuatnya sakit, aku tau kamu suka dengannya bukan? tapi kamu tidak bisa egois!


Clara dan Jaka pun pergi meninggalkan Asti dan Kevin.


saat Asti ingin meninggalkan Kevin, Asti menyari ke Jaka. bahkan menelpon, tiba tiba ada pesan singkat masuk.


"dek Abang sudah telat, kamu pulang sendiri ya!"


Asti merasa kesal saat membacanya Asti pun menunggu taxi lewat namun tak kunjung lewat.


saat Kevin tersadar dari lamunannya Kevin segara meninggalkan rumah Clara. namun, saat dia ingin berjalan terlihat Clara yang duduk termenung, berdiri lagi, seperti sedang menunggu seseorang.


"kamu kenapa?" tanya Kevin.


Asti diam.


"dimana Jaka dan Clara?" tanya Kevin lagi.


"mereka sudah pergi meninggalkan aku, dan sekarang aku pulang menunggu taxi" jawab Asti.

__ADS_1


Kevin yang senang melihat Asti tersiksa pun cabut dan membawa mobilnya.


iiiih dasar tuh cowok yak! gak peka banget. nawari kek atau gimana gitu! ini enggak sama sekali.


kesal Asti dalam hati.


saat dijalan Kevin merasa khawatir dengan perempuan mesum tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk kembali.


dari kejauhan terlihat mobil menuju kemari, dan ternyata itu adalah mobil nya Kevin.


"mau numpang gak?" tawar Kevin.


"ahh nanti.." jawab Asti belum juga menyelesaikan katanya Kevin melajukan mobilnya.


"Kevinnn oke aku mau" teriak Asti memanggil Kevin.


mobil Kevin pun berhenti dan segera pergi meninggalkan rumah Clara.


Asti yang merasa malu karena seuzon dengan Kevin tadi pun, tidak berkutik sama sekali.


bahkan kakinya saat ini terasa sangat gatel, namun Asti menahannya.


"makasih" ucap Kevin.


"makasih kenapa?" tanya Asti.


"makasih karena sudah mau mengingatkan ku akan tugas sahabat" jawab Kevin.


"iya sama-sama" ucap Asti.


"oo iya ini gak ada imbalan nya kan" tanya Asti yang merasa takut.


Kevin ingin tertawa namun menahannya, dia pun ingin bermain sedikit dengan Asti.


"ya adalah" jawab Kevin.


ketika mendengarnya Asti pun merasa semakin ketakutan.


"a a apa?" tanya Asti gugup.


"kamu kan cewek murahan, jadi bolehlah sedikit disini" Kevin menunjukkan bibirnya dengan wajah yang genit.


seketika Asti langsung mencubit paha Kevin.


"aku sudah katakan aku bukan cewe murahan"


kesal Asti.


"aduhh sakit Asti! tadi aku hanya bercanda!" jawab Kevin jujur karena merasa kesakitan.


Asti yang mendengarnya merasa kesal, namun ada perasaan lega dalam hatinya.


Kevin yang melihat Asti dengan ekspresi seperti itu ingin tertawa karena Kevin merasa bahwa kali ini dia menang dari cewek murahan ini. ya walau pun tidak sepenuhnya menang. namun Kevin tetap bahagia.


ketika sudah sampai rumah Asti.

__ADS_1


Asti pun turun dan masuk kedalam rumah.


__ADS_2