
saat dalam perjalanan pulang, Kevin melihat Asti terus saja memainkan hp nya.
Kevin yang melihatnya mereka kesal, Kevin pun memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba membuat Asti kaget.
"kenapa sih Vin? kok berhenti!!"
kesal Asti.
"kamu bisa gak sih, sedikit peka dengan lingkungan! jangan hp Mulu yang kamu lihat?"
bentak Kevin masih menahan kesalnya.
Asti yang melihat wajah kesal di Kevin hanya merasa aneh.
"terserah aku lah Vin? kan ini hak aku? lagian kenapa sih?"
"as,, iya itu hak kamu!! tapi kamu gak bisa lah cuekin orang yang ada disekitar kamu?"
kesal Kevin.
"aku gak nyuekin siapapun, kalau aku nyuekin aku gak akan jawab tuh pertanyaan teman teman mu"
jawab Asti santai.
"oke,, bisa gak kalau ketemu orang itu kayak dini? gak sibuk dengan hp nya tapi mendengar kan orang bercerita?"
tanya Kevin menahan amarahnya.
Asti yang mulai mendapatkan kata kata perbandingan pun semakin membuatnya kesal.
"jadi maksud kamu apa? kamu bandingin aku sama dini? jelas beda aku ya aku dini ya dini!! kalau kamu mau sama aku kaya dini yaudah sama dini aja jangan sama aku!!"
"huh!!"
Kevin mengeluarkan nafas dengan kasar
"percuma debat sama kamu yang keras kepala gak akan ada hasilnya! kamu yang aku kenal beda ya sama yang sekarang"
gerutu Kevin sembari menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Asti yang mendengar sedikit gerutuan Kevin yang pelan hanya diam, ingin rasa dia menangis tapi dia gak mau menangis di depan Kevin. dia tidak ingin Kevin melihat nya lemah.
••••
seminggu pun berakhir, sebelum seminggu berakhir Kevin sudah terlebih dahulu meminta izin orang tua Asti untuk membawa Asti pergi liburan selama beberapa hari.
dan karena orang tuanya sangat mempercayai Kevin mereka pun langsung dengan cepatnya memberikan izin.
pagi itu Kevin menjemput Asti, masih pagi yang buta.
Asti yang sudah bersiap-siap pun bergegas keluar dan berpamitan bersama kedua orang tuanya.
"assalamualaikum ma"
ucap Asti sebelum pergi berangkat.
"waalaikumsalam hati hati ya"
balas mama Asti sembari melambaikan tangan, yang melihat kepergian mereka berdua.
__ADS_1
dijalan udara sangat dingin, karena pagi buta mereka sudah berangkat.
Kevin pun menuju titik dimana dia berjanjian dengan teman-temannya.
disana terlihat semua teman teman Kevin membawa pasangan nya masing masing, hanya ada empat orang yang tidak membawanya. bukan karena pacar nya gak diizinin untuk pergi melainkan karena jomblo.
"yok udah kumpul semua nih"
ucap Kevin kepada semua nya.
"udah"
jawab mereka bersemangat.
"yaudah yok, dengerin aku saling jaga, kita gak tau apa yang akan kemungkinan terjadi nanti. kedua jangan pisah, paham!"
semua mengangguk dan mendengarkan instruksi dari Kevin.
"yaudah sebelum berangkat kita berdoa dulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing. berdoa dimulai,,"
semua pun berdoa dengan tulus, dan memohon perlindungan agar hal buruk tidak terjadi dengan mereka.
selesai berdoa, serombongan ini pun pergi.
masih pagi buta tepatnya masih jam setengah empat pagi membuat semua nya kedinginan bahkan Kevin melihat dari kaca spion nya bahwa Asti yang sudah memakai jaket tebal pun masih terasa dinginnya.
Kevin pun perlahan-lahan menggenggam tangan Asti dan menarukan kedua tangan Asti di pinggang nya.
"peluk lah erat erat,, agar rasa dingin mu berkurang"
ucap Kevin kepada Asti.
Asti pun menuruti perkataan Kevin, karena Asti tau bahwa Kevin tidak akan membiarkan Asti kedinginan apalagi kesakitan.
"Vin, Carikan aku masjid atau musholla ya. aku mau mampir sebentar untuk sholat"
pinta Asti membisikkan nya ke telinga Kevin.
Kevin pun mengangguk lalu memberikan aba aba menggunakan tangannya untuk berhenti. saat mereka sampai di depan halaman musholla.
"gaes yang mau sholat, sholat lah. atau yang mau buang air silahkan. aku mau sholat dulu"
ucap Kevin.
beberapa diantara mereka ada yang sholat, ada juga yang buang air, dan ada juga yang duduk duduk menunggu yang sholat.
setelah selesai sholat perjalanan pun lanjut.
ditengah perjalanan sekitar jam sepuluh Asti merengek kelaparan, seperti anak kecil.
"Vin,, aku laperr berhenti dulu yuk udah mau siang nih"
awalnya Kevin tidak mendengarkan permintaan Asti.
"Vin,, laparr banget Vin sumpah!! berhenti dulu yuk beli roti aja biar aku makan di jalan? Vin nanti kalau aku sakit gimana Vin?"
rengek Asti lagi.
"diam lah!! bentar lagi aja ya kita makan? sebentar lagi juga sampai kok"
__ADS_1
ucap Kevin menenangkan Asti.
namun bukannya tenang mala semakin bersikap seperti anak anak.
"Vin,, ayok lah Vin,,, aku laparr,, nanti kalau aku sakit gimana? nyusahin kamu nanti,, ayok lah,, Vin,, kan gak aku aja yang lapar tapi yakin lah cewek yang lain juga"
Kevin yang mendengar suara Asti seperti anak kecil ini pun langsung luluh, dia ingin menahan tawa. mungkin jika bisa melihat ekspresi Asti pasti wajah nya akan sangat menggemaskan bagi Kevin.
"baiklah,, kita akan pergi ke minimarket"
ucap Kevin.
tak lama kemudian ada minimarket Kevin langsung memberikan aba aba berhenti menggunakan tangannya.
Kevin berteriak
"yang lapar bisa beli makanan, tapi makannya di jalan ya.. takut nanti sampai sana kemalaman"
semua pun berbondong bondong untuk membeli sedikit pengganjil perut.
setelah selesai membeli, perjalanan dilanjutkan kembali.
Asti pun memakan roti yang telah dia beli begitu juga dengan yang lain.
tak lupa Asti membagikannya kepada Kevin.
dia menyuapi Kevin yang masih fokus ke jalanan.
pelan pelan Asti menyuapi Kevin roti, lalu bukan roti saja yang dibeli Asti ada beberapa cemilan lainnya Asti pun membukanya dan memakannya, begitu juga dengan Kevin yang menerima suapan makanan dari Asti.
ada rasa senang dalam diri Kevin, karena baru kali ini Asti bersifat seperti ini. setelah sekian lama nya mereka tidak saling berkomunikasi atau pergi bareng
setelah selesai makan, biasalah kalau udah abis makan pasti otak tidak bekerja lagi. itu lah yang Asti alami, ditambah lagi dengan angin jalanan yang sepoi sepoi membuat mata Asti terpejam rapat tak tertahankan.
Kevin yang mengetahui Asti tidur di bahu nya pun menarik tangan Asti untuk merangkulnya lalu Kevin membawa kecepatan kereta dengan kecepatan sedang. takut jika terjadi sesuatu nantinya.
saat di perjalanan Kevin melihat pemandangan yang indah, dia pun memberi aba-aba berhenti seperti tadi.
lalu menyuruh mereka untuk istirahat sembari mengabadikan momen bagi yang mau. semua pun turun dan duduk di tepi pemandangan yang bagus dan indah itu.
beberapa dari mereka ada yang segera foto ada juga yang duduk melemaskan otot-otot nya.
"as, bangun lah"
ucap Kevin pelan.
Asti pun bangun dengan perlahan.
"kita udah sampai ya?"
"belum, kita berhenti sebentar untuk istirahat"
jawab Kevin.
Asti pun beranjak dari kereta dan turun diikuti dengan Kevin.
saat bangun Asti melihat pemandangan yang sangat begitu indah membuat hatinya sejuk dan damai.
karena jujur Asti sangat menyukai alam, bahkan dia sangat mencintainya. karena dengan melihatnya, Asti selalu bisa tambah bersyukur dan dia merasa lebih dekat dengan Tuhan.
__ADS_1
Asti pun tidak meninggalkan moment ini dia yang biasanya tidak suka berfoto di depan orang banyak, kali ini dia menyuruh dini untuk mengambil beberapa foto.
tak lupa juga dia mengajak Kevin untuk ikut berfoto. keseruan pun terjadi disana.