
saat malam hari sesudah magrib, Kevin pun bergegas turun tangga hendak menjemput Asti di rumahnya. namun, saat baru membuka pintu kamar tiba tiba ponsel Kevin berbunyi.
Kevin mengira itu adalah pesan dari Asti, ia pun segera merogoh kantong nya dan mengambil ponselnya, lalu ia membuka layarnya. namun, saat dilihat ternyata itu dari nomor yang tak dikenal. membuat Kevin mengeryitkan keningnya. apalagi nomor yang tak dikenal itu mengirimkan beberapa foto.
Kevin segera buka, saat melihat foto foto tersebut, Kevin merasa jengkel. dia kesal. dia marah. dia pun segera mempercepat langkahnya.
••••••••••
"Vin, kenapa diam saja?"
tanya Asti yang sudah duduk di bangku samping.
"Kevin, kok diam?"
tanya Asti lagi yang tak dapat jawaban dari Kevin.
"kau kenapa Kevin? Vin ayo lah bicara atau berangkat nanti kita telat!"
ajak Asti.
Kevin pun menyodorkan ponselnya kepada Asti. Asti menerimanya. Asti yang tau kata sandi ponsel Kevin pun langsung membukanya. saat membukanya, alangkah kagetnya Asti melihat foto foto tersebut. sekarang Asti paham kenapa Kevin masih diam saja.
Asti mengambil nafas dan mengeluarkan nya secara perlahan.
"oke. Asti bisa jelasin"
Kevin langsung menoleh ke arah Asti.
"semalam memang Asti pergi sama pak Alex. tapi sejujurnya Asti ingin menolak, cuma pak Alex selalu punya alasan untuk menjawab penolakan ku kev. dan foto foto ini.....
Asti pun menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir.
aku harap kau tidak marah kev. ini salah Asti. Asti gak tau kalau dia berniat jahat sama Asti"
jelas Asti dengan wajah yang kesal.
Kevin pun tersenyum dan melihat Asti yang sangat menyesal dengan perbuatannya.
"as, tatapan aku"
seketika Asti langsung menurut dan menatap Kevin.
"aku gak marah. aku cuma mau kamu jujur dalam setiap hal. ini lah ayang aku takutkan, ada pihak pihak yang tidak suka dengan kita dan dia memanfaatkan situasi ini. aku percaya sama kata kata mu tadi, tapi mulai sekarang kau harus berhati hati dalam setiap hal. aku ingin mulai dari sekarang setiap kemana pun kau, harus bilang pada ku. apapun itu bilang padaku. kita sudah menjalani hubungan ini sudah lama. gak mudah untuk sebuah hubungan sampai dititik ini. aku gak mau ke hilangan mu"
ucap Kevin dari hati.
Asti dapat merasakan ketulusan dari setiap ucapan Kevin.
Asti mengangguk.
"Asti janji mulai sekarang Asti akan bilang sama Kevin. Asti janji gak akan ngulangi kesalahan ini"
"baiklah. aku senang mendengar janji mu itu. kalau begitu mulai sekarang aku akan mengantarkan mu pergi magang dan pulang bersamaku. seperti dulu"
ucap Kevin sembari menghidupkan mesin mobilnya.
"Vin, apa itu gak akan membuat mu...
"enggak. aku hanya tidak mau ada orang lain yang memanfaatkan situasi nya nanti"
potong Kevin dan melajukan mobilnya.
"apakah kamu sudah sholat?"
tanya Kevin.
__ADS_1
Asti menggelengkan kepala.
"kenapa?"
"itu urusan ku, kau tidak perlu tau"
jawab Asti menoleh ke jendela di sampingnya sembari menahan rasa malunya.
••••••••••••••
"assalamualaikum"
ucap Asti, langsung memeluk kakaknya Clara yang sudah lama tidak berjumpa.
"kak Jaka apa kabar?"
tanya Kevin.
"baik. apakah Clara sudah jadi istri yang baik buat kak Jaka?"
tanya Billy menggoda Clara.
Clara mengeluarkan wajah malunya.
"sudah lah itu tidak penting untuk dibahas. sekarang yang penting adalah kau bil. ada apa kau memanggil kami berkumpul disini?"
ucap Clara menghindari topik yang tadi.
saat ingin mengatakannya, seorang pelayan dateng membawakan pesanan mereka. lalu pergi dan meninggalkan mereka.
"sabar lah Ra? nikmati dulu makanannya"
jawab Billy sembari tersenyum manis.
setalah hampir habis makanan dan minuman mereka Asti pun kembali bertanya mengingat tujuan awal nongkrong.
"Din, katakan ini ada apa? kenapa semuanya di suruh kumpul?"
dini pun tertawa malu, pipi nya kini berubah seperti udang rebus. entah apa yang membuatnya malu, hanya dini dan Billy lah yang tau.
Asti menaikkan alisnya melihat tingkah dini yang berubah ketika di tanya.
"ini.. gue harap sahabat sahabat gue dateng ya. ini gue undang hanya teman teman dekat dan kerabat terdekat saja"
ucap Billy menyodorkan surat undangan.
semua menatap surat undangan tersebut, di situ terdapat nama dini dan Billy.
"kalian mau menikah?"
tanya Kevin tidak percaya.
Billy menggeleng serentak dengan dini.
"lalu?"
tanya Clara masih bingung.
"aku sama dini, akan tunangan seminggu lagi. tunangan dulu. awalnya aku mau menikah. tapi orang tua kami tidak setuju karena kami masih sama sama kuliah. setidaknya tunggu aku tamat dulu baru boleh menikah. jadi setelah aku wisuda nanti kemungkinan besar aku akan menikah"
jelas Billy.
Asti yang mendengarnya pun langsung memeluk dini.
"aa.. aku senang. yey... dini ku akan menikah"
__ADS_1
Clara pun tak kalah senangnya. semua yang mendengarnya disana sangat senang dengan kabar tersebut. memberikan selamat kepada kedua pasangan itu bertubi-tubi.
"aku kira Asti dan Kevin yang akan menyusul ku. tapi ternyata tidak"
ucap Clara menggoda Asti.
"apaan sih kak"
jawab Asti yang menahan rasa malunya.
Clara pun tertawa melihat Asti yang menahan rasa malunya.
"Kevin, kapan kau akan ajak dia serius?"
goda Clara pada Kevin.
Kevin hanya tersenyum dan mengangkat bahunya.
"pasti Ra, gue pasti nikahi dia kok. tapi dia nya sudah siap apa belum?"
"wah adekku pasti akan selalu siap"
jawab Jaka menatap Asti.
kini semua mata tertuju pada Asti.
"aa,,, Abang!!!"
ucap Asti yang sedang berusaha memukuli abangnya. karena tempat duduk mereka dibatasi oleh Clara.
melihat tingkah adik kakak tersebut membuat yang melihatnya tertawa bahagia.
"Vin. kau ini jika mau sama adikku, haru s benar benar dijaga ya! jika tidak aku akan terpaksa menarik adikku untuk berpisah dengan mu"
ancam Jaka serius.
"tenang. percaya kan saja sama Kevin"
jawab Kevin santai.
"oh iya. sebentar lagi kalian akan tamat kan?"
tanya Clara pada Billy dan Kevin.
mereka berdua mengangguk.
mereka pun kembali berbicara, berbincang-bincang, mengejek satu sama lain dan banyak lagi, sambil ditemani dengan musik band yang ada di cafe.
setelah di lihat sudah agak larut. mereka pun memutuskan untuk pulang, dan berpisah di area parkiran.
"oh iya as, besok aku jemput kamu jam berapa?"
tanya Kevin di dalam mobil.
"jemput aku, jam jam enam ya. soalnya dokter yang membimbing aku di rumah sakit lagi cuti. jadi aku dikasih tugas tanggung jawab sama dokternya"
jawab Asti.
"baiklah. sekarang Asti ku sudah dipercaya ya untuk menangani pasien dokternya"
goda Kevin sembari tersenyum dan tetap fokus pada jalanan.
"Kevin..
ucap Asti merasa malu.
__ADS_1