Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Kesepakatan


__ADS_3

karena masalah ini sudah merembet ke masalah keluarga, membuat Asti sangat bingung.


aduhh tuhan,, kenapa ini? kok jadi nya kayak gini sih, gimana mengakhiri permainan ini. banyak harapan di hubungan ini, astaga,, kenapa harus aku sih yang ngalami kayak gini.


gerutu Asti dalam hati di dalam kamarnya.


Asti terus menerus berpikir agar gimana cara nya dia bisa lepas dari hubungan yang di jalin secara sepihak seperti ini.


gimana ya? agar aku bisa bebas dari hubungan ini? aku sungguh tidak tahan sama semua ini!! tapi gimana? nanti banyak orang yang akan tersakiti?


tanya Asti pada dirinya sendiri.


Asti berusaha berpikir namun saat ini pikiran nya kacau.


sampai tiba-tiba Asti mendapat satu jawaban.


"eh, kenapa aku gak buat kesepakatan saja? ya hubungan bohongan ini juga masih amankan? tidak ada orang yang akan tersakiti"


ucap Asti menatap langit langit di kamarnya.


iya itu adalah pilihan yang tepat Asti


jawab diri Asti dalam hati.


Asti pun tersenyum dan merasa bahagia karena dia sudah mendapatkan jawaban nya. asti pun mengambil bantal guling nya dan tertidur dengan nyenyak dengan keadaan yang damai.


pagi yang indah, udara yang sejuk membuat Asti merasa senang.


pagi ini rasanya Asti sangat damai, bahkan dia memiliki kekuatan dua kali lipat dari yang sebelumnya.


"pagi ma, pagi yah"


sapa Asti yang keluar dengan senyuman manis nya sambil berjalan menuju ke ruangan.


"wah, ada yang lagi senang nih? ciee jadian,,"


ejek bang Jaka yang melihat Asti dengan wajah yang tidak biasa nya.


"apaan sih bang, merusak mood ku aja"


jawab Asti sambil duduk.


"Jaka, jangan gitu ah!!"


ucap mama.


"iya Jaka, biarkan lah adikmu tersenyum seperti ini. jarang jarang loh dia senyum seperti ini!"


ucap ayah menggoda Asti.


Asti pun merasa malu dan mengeluarkan wajah merona nya.


"ayah"


ucap Asti sambil menatap ayahnya.


ya begitu lah Asti yang memang jarang banget tersenyum, karena mood nya suka ganti ganti.


tapi, seluruh keluarga paham itu adalah kebiasaan Asti yang memang tidak murah dnegan senyumannya, namun kocak dengan tingkah lakunya.


"kamu di jemput sama pacar kamu ya?"

__ADS_1


tanya bang Jaka di tengah tengah sarapan pagi.


"apaan sih bang, stopp ya buat ngejek ngejek Asti"


jawab Asti kesal dengan Abang nya kali ini.


"iya iya, kan Abang cuma nanya doang. lagian kamu sok ngumpet ngumpetin hubungan kamu sama Kevin"


jawab Jaka kesal melihat reaksi dari Asti.


tak lama kemudian suara klakson mobil terdengar dari luar.


Asti pun segera bergegas berlari, berpamitan kepada orang tua nya dan segera pergi menuju ke mobil.


"pagi sayang"


ucap Kevin dengan senyuman.


"apaan sih, kev!"


Asti merasa kesal mendengar kata sayang dari Kevin, lalu Asti masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman.


tak lama kemudian mobil jalan membela jalanan.


saat di jalan Asti merasa canggung untuk berkata, Kevin yang melihat reaksi Asti pun bertanya


"Asti, kenapa?"


sambil fokus menyetir ke jalan.


Asti yang mendengar nya merasa gugup


"emm emm,, ini loh kev. aku,, aku,, kepengen kita nanti"


"abis,, abis pulang nanti' kita jangan pulang dulu. kita mampir makan diluar"


ucap Asti dengan akhiran cengengesan.


"oo aku kira apa, rupanya cuma ngajak itu doang!!"


"yaudah nanti kita pulang mampir di cafe, emang mau ngapain? mau rayain,,,"


jawab Kevin yang dipotong oleh Asti.


"apa?? rayain apa? jadian kita! gak ada!! kita kan gak pernah jadian. ini hanya hubungan bohongan doang!"


jawab Asti ketus.


tak lama kemudian Asti dan Kevin nyampai di kampus dan berpisah di tengah tengah jalan.


••••••


kringg,,, kring,,,


bel berbunyi dengan kuat tanda pulang, waktu juga sudah menunjukkan pukul dua belas siang.


seperti biasa, saat keluar Asti berjalan bareng dengan Kevin.


saat berjalan tidak ada sama sekali pun mereka berbincang atau berdebat, mungkin karena mereka capek kali ya.


mobil pun melaju dengan cepat meninggalkan debu yang berterbangan dan gerbang kampus.

__ADS_1


"kita mau pergi ke cafe mana?"


tanya Kevin.


"mau,, mau ke cafe biasa ajalah"


jawab Asti gugup.


Kevin pun tak menjawab karena Kevin tahu cafe yang dimaksud oleh Asti.


sesampainya di sana Kevin memarkirkan mobilnya tepat di depan cafe. setelah itu Kevin dan Asti turun dari mobilnya, lalu mereka pergi masuk ke dalam cafe dan memilih pesanan makanan mereka.


tak lama kemudian pesanan makanan mereka Dateng, dan mereka pun menikmati pesanan yang mereka pesan.


ditengah tengah makan Kevin bertanya pada Asti karena menurut nya tumben Asti mengajaknya makan seperti ini.


"oo iya, as. kamu kenapa ngajak makan? apakah ada yang mau kamu omongkan?"


"iya gapapa, aku hanya lagi suntuk dengan kuliah ku saat ini. jadi, aku ngajak kamu makan"


jawab Asti santai masih dengan menikmati makanannya.


"kamu yakin?"


"iya, emm... enggak jugak sih! aku mau ngomong sama kamu"


jawab Asti tutup poin, yang memang sudah tidak bisa di tahan.


"ngomong apa?"


"aku mau buat kesepakatan!"


"kesepakatan apa?"


tanya Kevin, penasaran.


"aku mau buat kesepakatan di hubungan yang penuh dengan kebohongan ini. aku masih tidak bisa menerima kamu"


jawab Asti.


"jadi kamu mau nya gimana?"


tanya Kevin yang kecewa mendengar jawaban Asti.


"aku mau nya kita buat kesepakatan, yang membuat kita terbatas. kesepakatan ini aku buat agar orang-orang yang berharap dengan hubungan kita ini tidak tersakiti. dan satu lagi agar kita juga tidak merasa risih atau terkekang"


ucap Asti perlahan menjelaskan tujuan dari kesepakatan ini.


"terus apa kesepakatan yang harus dibuat?"


tanya Kevin.


"aku minta tiga kesepakatan padamu. pertama aku tidak ingin urusan pribadi ku kamu ikut campurin begitu juga sebaliknya. kedua, aku tetap mau ada batasannya kau tidak boleh melakukan hal hal diluar batas, kamu cuma boleh pegang tangan doang gak lebih. setelah itu, jangan pernah romantis atau menggoda ku di saat kita sedang berdua"


"oke, kamu mau itu kan? baiklah aku akan melakukan nya. tapi ingat! jika kau dalam bahaya, aku berhak untuk melindungi mu dan aku tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa ini"


Asti yang mendengar nya hanya diam dan menganggap itu adalah masalah yang sepele.


"iya oke, jadi kita sepakat?"


Asti menjulurkan tangannya ke hadapan Kevin, Kevin pun membalasnya dengan penuh ke hangat.

__ADS_1


dalam hati, Kevin merasa tidak terima dan tidak setuju dengan kesepakatan ini. namun, ini semua Asti lakukan semata-mata hanya demi Asti, agar dia bisa mendapatkan kepercayaan dan hati Asti.


__ADS_2