
"assalamualaikum Asti!!"
teriak seseorang dari luar pintu.
membuat Asti beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke depan. dia mengintip dari jendela, ternyata itu adalah sahabat nya Vivi, Dewi dan Reza beserta Hendrik. dan satu laki laki yang berada di belakang mereka.
Asti pun merasa heran siapa laki laki tersebut? dan kenapa mereka Dateng ke rumah?
dari pada bertanya pada diri sendiri, lebih baik buka as!;v
Asti pun segera membuka pintu tersebut
"waalaikumsalam"
saat pintu terbuka tiba tiba saja kedua sahabatnya, memeluk Asti sampai sampai Asti tak bisa bernafas.
"sorry sorry as, gue gak sengaja! abisnya gue kangen banget sama kamu"
ucap Vivi sembari mencubit pipi Asti yang gemas.
Asti pun tak menjawab dia Mala memasang wajah memelas.
"mau ngapain?"
tanya Asti cetus.
"yaelah, as!! sahabat dateng bukannya disuruh masuk dulu kek, ini Mala di interogasi"
jawab Dewi kesal.
Asti pun berjalan masuk
"yaudah masuk!"
ucap Asti.
"duduk lah aku akan membuatkan minuman untuk kalian!"
ucap Asti yang menuju ke dapur.
"mau ngapain mereka? kenapa dateng tidak bilang bilang terlebih dahulu sama aku. kalau gini kan aku kerepotan?"
tanya Asti dalam hati sembari berkutak Katik dengan air, ceret dan gelas. menyiapkan minuman untuk mereka.
Asti pun keluar dari dapur membawa nampan berisi minuman yang dibuatnya dan beberapa gelas untuk mereka.
Asti meletakkan nya tepat di meja yang berada didepan mereka.
"minum la".
"katakan padaku kenapa kalian dateng? ada perlu apa?"
tanya Asti yang masih penasaran.
"as, santai dulu lah. kami juga belum minum"
jawab Dewi sembari meminum air yang di tuangkan nya di gelas.
"baiklah as, lho siap siap. kita akan pergi?"
perintah Dewi. semua mengangguk.
"pergi kemana?"
__ADS_1
tanya Asti kaget.
karena itu terlalu mendadak bagi dirinya. apalagi Dewi belum sama sekali ada bilang kepada nya.
"kita pergi untuk sekedar nongkrong aja kok gak lebih!!"
jawab Vivi membuyarkan lamunan Asti.
"tapi...
"gak pakai tapi tapi!! kamu kira kami ke sini gak pakai bensin. jangan bilang mau nolak dengan seribu alasan mu!! kami sengaja dateng tanpa bilang kepada mu agar kau bisa ikut tanpa penolakan"
cela Reza tegas.
Asti terdiam, dia tak mampu berdebat dengan Reza. dia pun berdiri dan melangkah meninggalkan mereka.
"baiklah, tunggu aku disini!"
tak lama kemudian Asti dateng dengan penampilan santai nya. yang terlihat biasa saja namun kece.
"ayo berangkat lah!"
ajak Asti berjalan keluar.
setelah mereka semua keluar Asti pun mengunci rumahnya dan menaruhkan ditempat rahasia. karena kebetulan hari ini tidak ada seorang pun di dalam rumah. papa dan mamanya Asti pergi untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya yang lumayan jauh dari rumahnya dan adiknya Asti ikut bersama kedua orang tuanya.
••••••••••
"as? mau pesan apa?"
tanya Reza yang melihat wajah Asti masam.
"pesankan saja aku teh manis"
"yaelah as, kalau cuma mau teh manis untuk apa kemari!! mending di rumah murah meriah muntah!! ayo pesan yang benar!!"
sahut Hendrik yang melihat Asti masih kesal.
"sudah lah, aku saja yang pilihkan! mbak minumannya jus alpukat dan makanannya nasi goreng"
ucap Dewi memesan makanan dan minuman untuk Asti.
"tidak mbak!! ubah menu makanannya. aku hanya ingin kebab tapi daging ayam ya mbak?"
"baik mbak, silahkan menunggu ya"
jawab pelayan tersebut sembari pergi meninggalkan meja mereka.
"sudah lah as, jangan marah marah? iya kami salah gak bilang bilang dulu sama kau? tapi kan kami gak salah! habisnya kau selalu sibuk dan mencari alasan untuk menolak ajakan kami. apakah kau tidak rindu dengan kami?"
jelas Vivi mencoba mengembalikan mood Asti.
ya, memang sejak beberapa semester lalu dia jarang sekali berjumpa atau berkumpul dengan sahabatnya. tidak salah sih jika mereka melakukan ini yang hanya ingin meluangkan waktu bersama.
"baiklah"
jawab Asti yang sudah mengerti.
"lalu siapa laki laki itu?"
"kau tidak tau dia siapa? tebak deh siapa dia?"
sahut Dewi.
__ADS_1
Asti pun mengeryitkan keningnya, sembari menatap sahabatnya satu persatu. namun, tetap saja tatapan mereka tidak bisa menemui jawabannya.
Asti pun menyerah dan mengangkat pundaknya tanda tak tau.
"baiklah, dia itu sahabat kita juga as?"
jawab Dewi.
"iya masa kau tidak kenal dengan dia sih? padahal kau pernah membuatnya merasakan sakit?"
sambung Vivi.
seketika dia langsung teringat, siapa laki laki itu? ya Asti hanya sekali menyakiti hati laki laki selebihnya laki laki lah yang selalu menyakitinya. baik di sengaja atau tidak.
seketika wajah Asti langsung berubah kaget, dia pun menunduk kala mengingat masa lalu nya yang pernah menyakitinya.
"kenapa as?"
tanya Reza yang meliha reaksi Asti berubah.
Asti masih menunduk dan diam tak menjawab.
"tenang lah as, dia sudah memaafkan mu kok? lagian itu adalah cinta monyet!!"
ucap Reza lagi.
kali ini Asti menatap wajah Reza, namun posisi kepala masih menunduk.
"iya tenang saja as. itu kan cinta monyet, kenapa harus kau pikirkan? semua sudah berlalu. btw kau semakin cantik aja ya"
seketika Asti terdiam saat orang tersebut angkat bicara. seketika jantung nya terhenti beberapa saat, ketika mendengar suaranya.
Asti pun mengangkat kan kepalanya memberanikan diri menatap laki laki itu lagi dan tersenyum kepadanya dengan senyuman tipis.
ya, jujur kalau ditanya gimana sekarang perasaan Asti? jelas dia sedang menahan malu yang sangat luar biasa. dan ada rasa penyesalan yang mendalam bagi Asti. padahal laki laki tersebut sangat mencintainya saat itu, namun karena rasa sakit hati yang dibuat seseorang dia menjadikan laki laki tersebut sebagai pelampiasan.
dan itu hanya bertahan seminggu, karena saat itu Asti sadar, bahwa tidak ada untungnya pacaran. dan dia sadar, bahwa dia salah menjadikan seseorang sebagai pelampiasan. ya, pelampiasan ke sedihannya.
tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. dan mereka pun langsung menikmati pesanan yang telah mereka pesan.
"as, apa kesibukan mu akhir akhir ini?"
tanya Dewi selesai makan.
"aku sedang sibuk untuk mempersiapkan skripsi dan penelitian"
jawab Asti yang masih mengunyah makanan.
"oh ya? sesibuk itu kah?"
"iya Vi, kalian kan enak. kursus hanya setahun! kalau kuliah!! sulit bro semakin dekat tamatnya maka semakin sulit tugasnya".
"oo jadi kamu sibuk dengan kuliah? oh iya gimana kabar ibu dan bapak?"
tanya laki laki itu.
"Alhamdulillah kabar ibu dan bapak sehat kok Adji. gimana sama kabar keluarga mu?"
tanya Asti balik.
"sehat, bahkan sangat sehat"
jawab Adji dengan senang hati.
__ADS_1
mereka pun berbincang-bincang membahas apa yang bisa di bahas, tak jarang dari bincangan tersebut, terdapat tawa mereka.