Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
TPBK 187


__ADS_3

"jika tidak apa?"


tanya mama Asti pada momi kevin.


"jika tidak, aku akan memutuskan untuk melajang"


jawab Kevin yang menatap Asti dengan begitu dalam.


mendengar jawaban Kevin membuat Asti melepaskan pelukannya, dan menoleh kearah kevin dengan tatapan yang tak percaya.


"iya as, jika kau menikah bukan dengan ku maka aku akan memutuskan untuk melajang seumur hidup ku. aku tidak akan menikah, hati ku akan berhenti pada dirimu"


ucap Kevin lagi karena menatap Asti yang tampak tak percaya dengan ucapan Kevin.


Asti yang mendengar ucapan Kevin pun menjadi semakin hancur. ia tak menyangka bahwa banyak orang yang mencintai nya, Asti teringat dengan Yhanko, cinta yang sama besar nya seperti Kevin.


"za, kata Reza Asti kan yang bisa mengendalikan hidup Asti?"


tanya Asti pada Reza.


Reza menganggukkan kepalanya sembari menghapus air mata Asti.


"za, jika Kevin saja bisa mengambil keputusan yang besar dalam hidup nya itu hanya demi ku, maka aku bisa kan melakukan hal yang sama? jika aku tidak menikah dengan Kevin, maka aku akan melajang sama seperti yang Kevin lakukan untukku"


ucap Asti penuh keyakinan menatap mata Reza lalu menoleh kearah kevin dengan senyuman yang manis.


Kevin yang mendengar keputusan Asti yang memilih melajang untuknya pun merasa merinding sekujur tubuh karena ia tak percaya cinta nya terbalas. rasa benci yang Kevin lihat di mata Asti, kini menghilang dari mata Asti tersebut.


"tapi, as.."


balas Reza yang tidak setuju dengan keputusan Asti.


"aku yang memiliki hidup ku, aku yang berhak untuk menentukan hidupku"


jawab Asti yang tak lepas menatap Kevin.

__ADS_1


"apa apan ini Asti!!"


bentak ayah Asti menarik tangan Asti.


"ayah, aku tau ini akan membuat ayah kecewa. tapi jika kebahagiaan ayah saja membuat ku menderita, lalu untuk apa aku menuruti ayah!!"


bentak Asti yang mulai lancang pada kedua orang tuanya.


"Asti, kau tidak boleh berkata seperti itu pada orang tua mu!"


sambar Kevin mengingatkan Asti untuk tidak berkata kasar pada ayahnya.


"tapi Vin.."


Kevin segera menggelengkan kepalanya,pertanda tidak boleh di bantah. Asti pun hanya diam dan kembali menatap ayahnya.


"ayah lihat, orang yang ayah benci kini membela ayah! ia tidak ingin aku menjadi anak yang durhaka dengan melawan ayah ku sendiri! ayah, keputusan putri mu ini sudah final jika aku tidak menikah dengan Kevin, maka jangan pernah berharap akan ada pernikahan lagi di keluarga kita!!'


ucap Asti dengan tegas sembari menahan rasa sedihnya.


"om Tante, Kevin tau, ini kesalahan Kevin. yang hilang tanpa kabar dan menggantungkan hati Asti cukup lama. Kevin tau ke marahan dan kekesalan kalian pada Kevin, tapi disini Kevin dateng ingin menyelesaikan semuanya, Kevin ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi"


"pak, niat Kevin disini sudah baik pak. lalu kenapa kalian menghalangi niat baik Kevin? ini benar benar tidak adil pak bagi Kevin. lagian gini pak, jika mereka bukan jodoh pasti Allah tidak akan mempertemukan mereka kembali setelah empat tahun lama nya"


bantu Reza untuk mendapat restu dari kedua orang tua Asti.


"apa jaminan mu yang tidak akan membuat kesalahan yang sama nanti?"


tanya ayah Asti yang seperti nya mulai luluh.


"saya tidak bisa menjamin apa pun pak. tapi saya janji tidak akan melakukan hal yang sama, dan saya janji akan membahagiakan Asti dunia dan akhirat. jika saya melakukan hal yang sama saya siap untuk kehilangan Asti!"


jawab Kevin yang mulai mendapatkan secercah harapan.


ayah Asti yang mendengar jawaban Kevin pun hanya diam sembari menatap wajah putrinya dengan teliti. ia tak tega melihat putri sulungnya itu terlihat menderita, seorang ayah mana yang tega melihat putrinya menderita seperti itu. apalagi, ia menjadi saksi atas rasa cinta putrinya yang kian lama ia pendam.

__ADS_1


wajah Asti yang sendu dan sembab, ditambah dengan make up yang sudah berlunturan, bawah mata yang bengkak membuat betapa mirisnya Asti.


"baiklah, aku akan berikan restuku untuk kalian berdua. aku bukan lah ayah yang akan tega melihat putri ku menderita seumur hidup nya!"


sahut sang ayah yang membuat Asti senang dan reflek langsung memeluk sang ayah.


"makasih ayah, aku kira.."


"kau kira aku adalah ayah yang kejam? mana mungkin aku bisa kejam sama putriku yang satu ini! dia begitu baik, penurut, bahkan sangat menyayangi keluarganya. apa alasan ku untuk kejam pada mu?"


sambar ayah Asti yang sudah mengetahui apa yang akan dikatakan oleh anaknya itu.


ayah Asti pun mengecup pucuk ujung kepala putrinya itu. melihat moment yang jarang terjadi antara Asti dan ayah nya, membuat keluarga Asti yang melihatnya merasa terharu. mereka ikut merasakan apa yang di rasakan oleh Asti dan ayahnya itu.


terutama Kevin, saat mendengar kata restu dari ayah Asti membuat nya bernafas lega. jangan tanyakan lagi bagaimana hati Kevin saat ini, yang pasti hati nya saat ini melebih kata kata indah, tak dapat dijelaskan dengan kata kata, karena rasa senang, lega, dan bahagia menjadi satu.


melihat calon ayah mertuanya yang sangat menyayangi putrinya itu membuat Kevin sedikit merasa iri, karena ia tak bisa mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya. tapi Kevin bahagia, dan rasa tanggung jawab nya semakin besar ketika Kevin tau wanita yang akan dinikahi nya adalah sosok yang sangat dicintai oleh keluarga nya, terutama kedua orang tuanya.


"baik lah, kalau begitu kita akan mulai acara pernikahan nya sekarang!"


ucap David yang turut ikut bahagia atas keputusan Asti, namun juga sedih karena bukan dia yang menjadi pendamping hidup Asti.


Asti yang baru menyadari keberadaan David pun segera melepaskan pelukannya lalu berjalan kearah David dengan tatapan yang merasa bersalah.


"bang"


panggil Asti dengan rasa sedih.


"enggak Asti, aku gapapa. aku baik baik aja. sebelum kita menikah pun aku sudah memikirkan ini, untuk memperbaiki hubungan mu dengan Kevin. aku tau sejak awal tentang apa yang terjadi, aku merasa curgi dengan gelagat mu saat jumpa Kevin pertama kali. jadi aku menanyakan nya kepada Jaka, setelah dapat cerita aku menanyakan semua rasa penasaran ku kepada Kevin. ini memang niat awal ku Asti. aku tidak ingin hanya memiliki mu setengah, aku ingin memiliki mu seutuhnya. tapi Allah berkata lain, kau bukan diciptakan untukku melainkan untuk Kevin"


balas David yang tak ingin melihat rasa bersalah diwajah Asti.


"jadi, yang di mobil itu?"


tanya Asti yang ingat dengan perdebatan nya yang di mobil.

__ADS_1


"ya, itu aku sudah mengetahui semuanya. sebenarnya, kalau saat itu kamu tidak keras kepala.. mungkin acara ini tidak akan terjadi, tapi karena kau keras kepala dan aku ada celah untuk membatalkannya maka aku manfaat kan celah itu"


jawab David dengan senang hati.


__ADS_2