Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
makan bersama Alex


__ADS_3

"as!!"


panggil seorang laki laki dari belakang.


Asti pun segera menoleh kearah suara, tampak Alex yang sednag berlari di lorong rumah sakit.


"iya pak ada apa?"


tanya Asti.


Alex mengatur nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Asti.


"apakah kamu sibuk nanti siang? maksud saya jam makan siang"


"enggak pak, kenapa pak?"


"saya ingin mengajak kamu untuk makan siang bareng saya. ya, hitung hiitung ini sebagai apresiasi saya terhadap kamu. karena dalam beberapa hari ini kamu sangat cekatan dalam menangani pasien"


jawab Alex mencari alasan.


"em,, tapi pak? saya gak enak nanti nya dnegan dokter yang lain dan teman teman saya juga"


"kamu tenang saja, kita gak akan makan disini kok. kita makan diluar"


jawab Alex, merasa deg degan.


"baik lah pak, saya akan terima. tapi jangan lama lama ya pak? soalnya saya takut seperti kemarin lagi"


jawab Asti sembari tersenyum meninggalkan Alex yang berdiri disana.


Alex yang mendengar jawaban dari Asti merasa puas dan senang. entah apa yang membuatnya merasa puas dan senang. baru kali ini dia merasakan hal seperti itu. padahal mengajak perempuan lain makan bersama bareng dengan nya itu bukan lah hal yang biasa baginya. tapi entah apa yang terjadi ketika Asti menerima tawarannya.


•••••••••


jam menunjukkan pukul dua belas siang, Asti pun segera bergegas meninggalkan ruangan Yani.


"mau kemana as? ayo gabung ke kantin bareng?"


ajak salah satu perawat yang memang sering nongkrong dengan Asti sejak magang disini.


"m maaf lain kali saja ya? hari ini aku sdang ada janji sama orang untuk ketemu"


jawab Asti sembari berjalan cepat, ia tak mau nanti di berikan pertanyaan pertanyaan dari para perawat tersebut, seperti di interogasi saja.


Asti pun menunggu di depan rumah sakit yang agak jauh dari parkiran.


terlihat mobil berwarna hitam dengan merek Mercedes itu pun berhenti tepat di depan Asti, Asti pun segera masuk, takut nanti ada yang melihatnya.


"sudah siap?"


tanya Alex.


Asti mengangguk.

__ADS_1


tak berapa lama Asti berhenti di salah satu restoran. mereka masuk dan memilih bangku lalu memesan makan yang ingin mereka pesan.


ya terlihat dari harga harganya saja sudah mampu membuat kantong Asti bolong, Asti pun tak berani untuk memilihnya.


"tenang saja, aku kan yang mengajak mu untuk makan disini? jadi aku akan menraktirmu"


terlihat Asti yang masih bingung, akhirnya Alex mengambil keputusan untuk memilihkannya.


"mbak, satu lagi saya pesan makanan yang best seller disini"


Asti menatap pelayan itu dan pelayan itu pergi. lalu Asti menatap Alex.


"sorry, aku hanya ingin membantu mu untuk memilih makanan. karena kau lama sekali untuk memilihnya"


jawab Alex santai.


tak berapa lama pesanan mereka Dateng, mereka pun menikmati pesanan mereka, sembari mengobrol ngobrol hal hal kecil.


"oh iya, saya kira kamu itu orang yang kuper tau?"


tanya Alex membuka pembicaraan.


Asti terdiam.


"iya, karena kamu kalau dilihat dari penampilannya itu seperti penutup. seperti orang yang, apa ya kalau dibilang. yang hanya suka membaca buku, tidak ingin keluar. tapi ternyata enggak ya saya salah, ternyata kamu penampilan nya saja seperti itu, tapi sikap kamu sama seorang itu gak tertutup Mala enjoy"


puji Alex sembari tertawa tipis.


Asti tersenyum.


"lah kenapa gitu ?"


"iya karena mereka tau kelemahan saya adalah ibu saya. Jiak saya menolak pasti ibu saya akan memarahi saya"


Alex yang mendengarnya tertawa renyah.


"ternyata kamu itu orangnya lucu juga ya"


ucap Alex.


"lumayan pak, ini mungkin karena lingkungan keluarga yang pelawak"


jawab Asti ngasal, membuat Alex tertawa lagi.


"o iya. kalau saya dengar kamu itu mahasiswi berprestasi di kampus mu?"


tanya Alex, ganti topik.


"ah,, bapak salah. itu bukan saya kali pak. itu orang lain. kalau saya cuma di senangi aja sama dosen, makannya dibilang mahasiswi berprestasi"


jawab Asti semakin membuat Alex tertawa.


ya begitu lah Asti ketika sudah kenal degan orang lain. dia akan terasa humble terhadap orang tersebut. mungkin, dari parasnya dia akan terlihat galak, namun dari hatinya dia akan terlihat sangat humoris.

__ADS_1


siapa pun orang yang ingin mengenalnya, pasti akan tertarik dengannya, karena orang nya humble, dan humoris ditambah lagi dia selalu terbuka. ya, tak jarang Asti merendah dirinya agar dia bisa lebih dekat dengan orang tersebut.


mereka pun terus mengobrol mengobrol, hingga tidak terasa makanan yang tadi di pesan telah habis dilahap mereka.


dan waktu pun terus saja berputar, membuat mereka tak terasa sudah berada di lima belas menit terakhir jam makan siang.


"wah, ternyata kamu itu orangnya lucu juga. kelihatan seperti tertutup, tapi ketika sudah kenal jauh ternyata kamu orangnya sangat terbuka"


puji Alex.


"ah bapak jangan terus memuji saya dong, entar telinga saya naik. gak bisa dikondisikan"


jawab Asti mereka pun tertawa.


"baiklah, kita harus segera ke rumah sakit"


Alex berdiri dan membayar makanan mereka.


"pak makasih ya pak, atas ajakan makan siangnya. lain kali saya akan traktir bapak"


ucapa Asti ketika mereka jalan menuju parkiran.


"iya, baiklah. saya akan tunggu traktiran kamu"


jawab Alex yang kemudian masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Asti.


mereka pun segera berangkat dan meninggalkan restoran tersebut.


"pak berhenti!!"


ucap Asti ketika mobil sudah dekat dengan halaman rumah sakit.


"lah kenapa Asti?"


tanya Alex heran.


"saya turun sini aja ya pak, takut ketauan sama yang lain gak enak nanti nya pak. entar jadi bahan gosipan lagi pak"


jawab Asti sembari membuka sabuk pengaman.


"oo yaudah saya anter saja sampai depan pintu gerbang"


"gausah pak, gak enak dilihat. bapak ma enak di dapan ruangan gak denger ocehan gosip mereka. saya yang keliling ruangan pasti akan di kaish pertanyaan, dengan seribu pertanyaan yang sama"


jawab Asti.


Alex pun menahan tawanya mendengar jawab Asti.


"baiklah"


Asti pun membuka pintu mobil, sebelum menutupnya


"makasih ya pak sekali lagi"

__ADS_1


lalu Asti menutupnya dan pergi berjalan meninggalkan mobil Alex. tak lama kemudian, Alex berjalan melewati Asti yang sedang jalan kaki. lalu memasuki rumah sakit dan memarkirkan mobilnya.


Asti pun sampai di lemari miliknya, dia pun segera mengambil alatnya untuk memeriksa keadaan pasien nya. dia dateng satu persatu ke ruang rawat inap ya di dampingi dengan suster yang bisa ikut bersamanya.


__ADS_2