
hancur, itulah yang dirasakan oleh Asti ketika ia sampai kamar. harapannya kini kembali hancur lagi. pernikahan yang diharapkan nya akan terjadi setelah ia tamat wisuda kini harus tertunda.
pagi hari nya Asti seperti biasa bangun dan bersiap siap pergi ke kampus untuk memberitahukan hasil revisinya yang baru setengah pekerjaan itu kepada dosen pembimbing nya.
"ma.. Asti bawa mobil ya ma?"
izin Asti meraih kunci mobil yang terletak di meja tv.
"lah. kamu enggak pergi barengan sama Kevin?"
tanya mama Asti yang kaget, karena tak biasanya putrinya itu berangkat ke kampus sendiri.
Asti menggelengkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. tak berniat untuk menjawab pertanyaan mama nya.
"yaudah sayang, hati hati ya.. jangan ngebut ngebut!!"
ucap mama Asti ketika anaknya menyalami punggung telapak tangan nya.
Asti tersenyum dan meninggalkan ibunya yang sibuk di dapur.
•••••••••••••••••
hari kini kian berganti dengan cepat. malam dan pagi terus berebut tiap hari. cuaca pun kian berganti yang kemarau berganti dengan hujan. dan kini tanpa sadar pun bulan terus berjalan, melanjutkan tugasnya begitu juga dengan waktu.
setelah beberapa bulan Asti menyelesaikan revisinya skripsi nya, hari ini setelah berbulan bulan Asti keluar dari ruangan yang penuh dengan hawa yang mencengkram kan. ia keluar dengan perasaan yang sangat bahagia.
"giman gimana?"
tanya Sindi yang penasaran begitu juga dengan teman teman yang lainnya.
"gue lulus!!!"
teriak Asti kegirangan.
semua teman temannya pun ikut merasakan kebahagiaan Asti, mereka lompat kegirangan, mengucapkan selamat kepada Asti yang telah lulus mendapatkan sarjananya.
"ma... Asti lulus ma!!!"
__ADS_1
teriak Asti memenuhi isi rumah.
seketika mama Asti yang berada di dalam kamar pun keluar begitu juga papanya yang fokus pada korannya kini menghampiri nya, dan adiknya yang fokus pada tugas nya juga menghampiri sang kakak.
dengan cepat sang papa menghamburkan pelukan nya pada putrinya, Asti yang di hambur kan dengan pelukan tersebut pun langsung membalas pelukan sang papanya. merasa senang, bangga, dan bahagia membuat seorang papa menangis di pelukan putrinya.
rasa bangga kini menguak di dalam diri seorang papa.
"selamat ya sayang, papa sangat senang mendengar kabar mu ini. papa sangat bangga memiliki putri seperti mu. semoga anak papa ini sukses ke depannya"
ucap sang papa kepada anaknya sembari memberikan kecupan di kening anaknya gadis nya itu.
selesai meladeni papa nya, kini Asti langsung mendapat kan pelukan seorang ibu. ya, pelukan yang sangat hangat. yang jarang Asti rasakan. terdengar dengan jelas isakan mama nya, membuat Asti ikut menangis.
seorang ibu mana yang tidak bangga atas ke suksesan anaknya yang melihat perjuangan anaknya yang dari awal. melihat wajah yang lelah di wajah anaknya hanya demi ingin mencapai yang ingin dia capai. ini adalah titik kebahagiaan bagi seorang ibu. melihat anaknya sukses, mencapai keinginannya.
"ma,, mama jangan menangis? ini kan kabar bahagia bukan sedih"
ucap Asti melepaskan pelukan ibunya dan menyapu air mata ibunya dengan lembut.
"kau ini bodoh apa!! sudah sarjana kok bodoh! aku menangis bukan karena sedih. tapi aku menangis karena bahagia. aku terharu melihat perjuangan mu yang tiada kenal lelah sayang. melihat kau yang di remehkan orang. kini dengan gelar ini kau sedikit bisa menaikkan derajat mu sendiri di mata orang orang"
"mama ucapkan selamat ya sayang, mama akan selalu berdoa untuk kesuksesan mu. dan ingat pesan mama, jangan pernah meninggi nak atas apa yang telah kau capai. terus lah merendah, ini semua hanya titipan. kita gak tau kapan Allah akan mengambilnya kembali. jangan sombong, di atas orang sombong masih ada lagi yang lebih sombong. kau paham kan maksud ibu?"
lanjut mama Asti mengucapkan selamat pada putrinya atas pencapaian pertamanya dan sedikit memberikan nasehat kepada putrinya.
Asti pun mengangguk kan kepalanya ia paham akan maksud ibu nya itu.
"selamat ya kak. aku bangga punya kakak seperti kak Asti. sangat bangga. walaupun terkadang ngeselin. tapi,, nanti kalau kakak sudah kerja jangan lupa ya bagi waktu buat adik mu ini"
ucap Reysa kepada Asti.
Asti tersenyum dan tertawa lalu memeluk adik perempuan satu satu nya itu.
"Asti!!"
teriak seseorang dari luar.
__ADS_1
ternyata itu adalah suara Clara yang dateng bersama dengan Jaka abangnya.
dengan segera Asti memeluk kakak iparnya itu. dan dibalas oleh Clara dengan hangat.
"selamat ya dek. akhir nya kau bisa mendapatkan gelar sarjana dokter setelah empat tahun. kakak gak nyangka akan secepat ini. sekarang adik ipar ku ini akan masuk ke dunia yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja"
ucap Clara memberikan selamat pada Asti yang penuh antusias.
Clara tak hanya mengucapkan selamat saja kepada Asti. namun juga memberikan boneka beruang wisuda, dan buket bunga dengan beberapa coklat di dalamnya.
"ini untuk calon ibu dokter yang sebentar lagi akan menjadi ibu dokter"
ucap Clara sembari memberikan buket dan boneka tersebut kepada Asti.
dengan senang hati asi menerimanya. lalu Asti menghampiri sang Abang. ia memeluknya erat. sang Abang juga membalas nya dengan pelukan yang erat juga tak kalah erat nya dari asti.
"akhir nya, si judes Abang ini sudah sarjana juga?"
ucap Jaka menggoda adik nya itu.
"Abang.."
lirih Asti mencubit pinggang Jaka.
"sudah sudah. tapi emang benarkan. akhirnya kesayangan Abang sudah sarjana juga. itu tanda nya kesayangan Abang ini sudah semakin dewasa. tidak lagi membutuhkan perlindungan Abang nya tiap hari. dia sendiri saja bisa melindungi dirinya sendiri. kalau ada yang nakal nakal cukup di suntik saja, atau potong telinga nya dengan gunting"
ucapnya lagi yang memang suka menggoda adik nya itu.
"abaang..."
lirih Asti mencubit pinggang Jaka kali ini cubitan nya kuat, membuat Jaka meringis kesakitan.
sedangkan papa, mama, Clara dan juga Reysa yang melihat nya hanya tertawa.
"iya udah ampun ibu dokter. kali ini serius. Abang ucapkan selamat ya untuk boneka kecil Abang yang judes dan jutek nya minta ampun. semoga apa yang kamu ingin kan segera tercapai. dan semoga kesuksesan selalu bersama mu. dan satu lagi cepat lah menyusul. katakan itu pada Kevin"
ucap Jaka memberikan selamat kepada adik nya itu.
__ADS_1
ucapan Jaka berhasil membuat Asti malu. tiba tiba Asti teringat dengan Kevin. ya, raut wajah sedih nya kini ia sembunyikan di depan keluarga nya. tapi sesungguhnya dalam hati rasa sedih bersemayam di hati Asti, ketika harus mengingat sang kekasih.