
setelah kejadian itu, membuat Asti semakin hari semakin merasa bersalah.
pasalnya, Kevin belum bangun juga dari tidurnya yang sudah hampir setengah bulan.
flashback on
"dok, Gimana dok dengan anak saya Kevin? bagaimana keadaan nya dok? apa.."
pertanyaan mama Kevin terpotong, karena dokter berusaha menenangkannya.
"baiklah, saya harap ibu dan yang lainnya harus kuat. saat ini kami sudah melakukan yang terbaik dan sebisa mungkin kami berikan yang terbaik. namun, saat ini yang kita lakukan hanya pasrah dan berdoa kepada Tuhan, agar beliau segera sadar"
jelas dokter.
"maksud dokter gimana, apa yang terjadi dengan anak saya dok?"
kali ini mama Kevin tidak bisa mengendalikan perasaan nya.
"ini adalah waktu waktu tersulit bagi beliau, karena tabrakan yang beliau alami menyebabkan hantaman keras di kepala. kita tidak tau kapan beliau akan sadar, saat ini beliau sedang mengalami koma"
mama Kevin yang mendengar nya langsung lunglai dan duduk di bangku yang telah di sediain oleh pihak rumah sakit.
"tapi dok, apakah sejauh ini ada hal hal yang fatal? atau apa gitu dok?"
tanya papa Asti, yang ikut bersedih.
"sejauh ini masih aman aman saja sih pak, tadi kita sempat menjalankan operasi untuk mengambil gumpalan darah beku di bagian kepala nya, tapi sahih ini masih aman. untungnya pasien segera dibawa cepat, sehingga penanganan nya tidak terlalu sulit"
dokter tersebut pun tersenyum, setelah selesai dokter tersebut pergi dan meninggalkan keluarga tersebut.
flashback off
entah apa yang membuat Kevin tidak ingin bangun dari koma nya,,
setiap hari Asti Dateng ke rumah sakit untuk menjenguk Kevin.
tak jarang juga Asti mengelap wajah Kevin agar terlihat fresh dan sedikit diberi farfum agar wangi.
saat Dateng Asti selalu bicara sendiri, namun itu Asti lakukan agar Kevin cepat sadar dari koma nya.
"kev, kapan kau akan bangun? ini sudah hampir dua Minggu loh kev,,, kau gak kangen denganku? kau bilang kau akan jagain aku, anter jemput aku, tapi kenapa sekarang kau mengingkari nya kev?"
Asti menangis.
"kev,, aku kangen sama ulah mu!! sekarang tidak ada lagi orang yang seribet kamu!! kev, bangun ya,,, kau harus bangun. ingat kev,, sama canda mu itu. kau bilang cepatlah lulus agar kita bisa menikah.."
tawa Asti mengingat candaan Kevin.
kedua orang tua Kevin yang melihat Asti, sangat merasa sedih. mereka tau apa yang saat ini Asti rasakan.
pengorbanan Asti demi Kevin selama Kevin sakit, mereka mengetahui nya.
tak jarang juga Asti menginap dan tidur di samping Kevin.
__ADS_1
••••
Laras yang mendengar kabar Kevin kecelakaan merasa sedih, dia juga sering beberapa kali menjenguk Kevin.
tiba tiba pagi itu, saat Laras lagi duduk santai, Laras mendapatkan panggilan dari orang suruhan nya.
yang sudah menghilang sejak dua Minggu yang lalu.
"halo"
"o ternyata kamu masih ingat saya? kemana saja kamu selama ini? kenapa sampai sekarang Asti masih hidup?"
"apa!!!! kamu yang menabrak Kevin!!!,",
kaget Laras.
"dasar bodoh!!! kerjaan kamu gak ada yang becus!!! dengerin saya,,,, saya akan kasih gaji kamu kurang dari setengah dan kerjasama saya sama kamu putus!!"
Laras pun mematikan hp nya dan membanting kan nya ke sofa.
aduh,, gimana nih,,, Kevin kecelakaan karena ku,,, akhhhh,,, dasar!!! bawahan bodoh!!!
kesal Laras dalam hati sambil memikirkan jalan keluar nya.
bagaimana kalau Kevin gak sadar sadar?? aku pasti akan sangat bersalah atas kematian Kevin,,,
khawatir Laras dengan keadaan Kevin sekarang.
•••
perintah mama Kevin lembut.
"gak usah Tante,, Asti nginep sini aja. lagian besok kan hari Minggu tan,, jadi Asti nginep disini pun gapapa Tante"
tolak Asti pelan.
"kamu yakin?"
"iya tan, aku yakin"
"ya sudah Tante akan pulang dulu, kata nya nanti Jaka sama Clara akan kesini"
mama Kevin pun pergi meninggalkan Asti.
selama dua Minggu Kevin selalu di kunjungi oleh teman temannya baik teman satu kampus, teman organisasi, teman di luar, para dosen juga selalu menjenguk Kevin.
"Asti!"
panggil seseorang dari jauh, ternyata itu adalah Reza bersama dengan Dewi dan Vivi.
Asti pun mendekati Reza, dia memeluk Reza.
saat kejadian kecelakaan itu dia selalu curhat ke sahabat nya, terutama curhat kepada Reza.
__ADS_1
menurut Asti Reza adalah orang yang tepat dan mampu mengendalikan rasa nya.
Asti menangis sambil memeluk Reza.
"Kevin belum sadar za,,,"
rengek Asti dalam pelukan Reza.
"tenang lah ingat semua ini sudah diatur. kamu harus kuat"
Asti pun perlahan melepaskan pelukan nya, dari kejauhan terlihat Jaka dan Clara yang mendekati Asti.
Asti pun berlari rasa nya ia tidak sabar ingin memeluk kakak iparnya Clara, dengan sigap Clara membentangkan tangannya dan memeluk Asti erat.
"akan baik baik saja,, okey?? kamu gak boleh pesimis,,, tenang lah"
ucap Clara menenangkan Asti.
Asti pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata nya.
Jaka yang melihat adiknya yang tidak pernah seperti ini, kali ini rasa nya dia ingin memeluk Asti.
dia menatap Asti dalam dalam dan segera memeluk Asti, Asti yang kaget langsung refleks menangis. tangisannya sungguh sangat pecah kali ini.
"bang Kevin,,,"
rengek Asti masih takut kehilangan Kevin.
"eh,, denger Abang"
Jaka memegang wajah Asti dan mengangkat kepala Asti untuk saling tatap tatapan, perlahan Jaka menghapus air mata nya.
"dengerin Abang,, kamu bukan adik Abang yang lemah, kamu adalah adik Abang yang kuat. ingatkan kamu bilang dan mengaku bahwa diri mu adalah betina Samson. jadi kau harus kuat bukan?? ini hanya masalah kecil bagi Samson betina,, paham!!"
Asti pun mengangguk, dan mencoba menahan tangisannya.
"Asti ini makanan buat kamu, aku yakin kamu belum makan kan?"
tawar Clara, sambil mengeluarkan makanannya.
"enggak kak, Asti gak mau makan. masih belum laper"
tolak Asti dengan mata kosong, membuat Clara menjadi khawatir.
Clara pun meminta Jaka untuk membujuk Asti makan, namun tidak berhasil Asti terus menerus menolak.
kali ini Jaka meminta tolong pada sahabat Asti.
namun tetap di tolak.
harapan akhir adalah Reza.
"as,, kamu yakin gak makan? nangis itu butuh tenaga loh? oo iya kamu bukannya calon dokter. pasti kamu tau kan kalau gak makan akan menyebabkan apa saja,, ayo lah makan setidak nya demi Kevin. jika dia melihat mu di sini pasti dia juga akan memarahi mu dan memaksa mu bukan? ayo makan lah walaupun sesuap"
__ADS_1
bujukan Reza kali ini berhasil, dia mampu membuat Asti makan.
namun tetap saja saat ini di pikiran nya hanya ada Kevin Kevin dan Kevin.