Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Cemburu


__ADS_3

keesokan hari nya.


"Asti!!! bangun! entar kamu telat loh!"


teriak mama dari dapur.


Asti yang mendengar nya merasa berisik.


akhir nya Asti memutus kan untuk bangun.


pertama kali yang Asti lakukan adalah melihat jam dinding, ternyata jam dinding di kamar Asti menunjukkan pukul tujuh pagi.


rasa nya Asti ingin tidur kembali, karena hukuman yang kemarin membuat seluruh badan lemas dan linu linu.


tapi, Asti ingat bahwa jika dia tidak Dateng maka besok pasti, hukuman nya akan sangat berat dari yang kemarin.


Asti pun pergi mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


....


"hay Asti! pagi ini kamu harus semangat"


sapa Asti kepada diri sendiri di depan meja hias, sambil sedikit merapikan jilbab dan baju nya.


walaupun ya hasilnya gitu gitu aja, gak ada yang beda.


tapi itu lah Asti.


"Asti!! cepat keluar teman mu nih!!"


teriak mama membuyar kan Asti yang sedang merapikan jilbabnya.


"iya ma, sabar!"


teriak Asti dari dalam kamar.


tak lama kemudian asti keluar, ternyata yang Dateng adalah Kevin.


yak karim, ku kira siapa! rupanya dia. kenapa sih pagi pagi sudah disuguhi dengan minuman yang pahit gini.


kesal Asti saat melihat Kevin.


"ayo, nanti kita telat"


ajak Kevin.


"tapi, aku belum makan"


tolak Asti.


"sayang,, sudah lah makan di luar saja, kasihan jika Kevin menunggu mu lagi"


ucap mama.


"tapi ma,,"


jawaban Asti terpotong karena Kevin langsung berpamitan dengan kedua orang tua nya.


"yaudah om, Tante saya pamit. izin bawa Asti ya om"


pamit Kevin dengan sopan.


"oo iya, yaudah pergi lah entar kalian telat lagi"


jawab ayah.


"Asti ayo"


ajak Kevin sambil menarik tangannya.


Asti pun hanya pasrah.


saat keluar Kevin membukakan pintu mobil untuk Asti.


Asti masuk dengan wajah yang kesal.


lalu Kevin juga masuk ke dalam mobil.


"kamu tuh, suka banget sih! motong pembicaraan ku!"


kesal Asti.


"ya kenapa? lagian juga itu memang kebiasaan ku. makannya kalau aku suruh tuh nurut. paham!!"


jawab Kevin.


lah kenapa aku harus nurut. emang aku siapa kamu,, Gilak nih orang kali!


jawab asti dalam hati.

__ADS_1


lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju ke kampus.


Dari kejauhan, ternyata jenny melihat mereka yang sedang berjalan bersama masuk ke mobil.


sebenarnya jenny sangat kesal melihat pemandangan itu.


Asti kenapa kamu bodoh banget!


dia kemarin sudah hukum kamu dengan seperti itu, lalu sekarang kamu pergi bareng sama dia!!


akhhhh!


kesal jenny dalam hati sambil memukul stang mobil nya.


saat melihat mereka berjalan meninggal kan rumah Asti, jenny pun mulai menghidupi mobil dan melaju meninggalkan rumah Asti.


entah kenapa, hari ini jenny terlihat marah melihat Asti berjalan dengan laki laki itu. bukan itu saja alasan dia marah, tapi ada alasan yang lainnya, yang jenny sendiri tidak tau apa alasannya.


yang jelas jenny sangat kesal. rasa nya AC di dalam mobil tidak bisa mendingin kan amarah dia.


sesampainya di kampus.


jenny memarkir kan mobil nya di samping mobil laki laki tersebut.


saat jenny memarkir kan mobil nya, Asti pun keluar dari pintu mobil Kevin.


Asti yang menyadari itu mobil jenny pun langsung mengetok jendela kaca mobil.


"Jenn"


panggil Asti.


Jenny yang merasa terpanggil pun membuka jendela kaca nya.


"lah kenapa Asti?"


tanya jenny.


"loh,, bukannya kamu mau.."


ucapan Asti di potong oleh Kevin.


"as,, kamu belum makan kan! ayok!!"


ajak Kevin.


"Luan"


tapi mala yang terjadi adalah asti di tarik oleh Kevin. membuat Asti kesal, namun Asti tak bisa apa-apa. sudah berusaha untuk melepaskan genggaman tersebut namun tenaga Asti tak sepadan dengan tenaga Kevin.


lain dengan jenny, justru jenny mala marah melihat perlakuan dia kepada Asti, rasa nya jenny ingin sekali memukuli laki laki tersebut.


tapi ya tentu saja, yang jenny lakukan hanya bisa diam, diam dan diam.


emang ya laki laki gak ada otak nya, kasar banget sama cewek!!


kalau gak karena dia ketua di kampus ini aja gue akan tonjok tuh orang


kesal jenny.


tak terasa bel berbunyi.


siswa yang baru berkumpul ditengah lapangan, namun jenny dari tadi tidak melihat Asti.


kemana Asti? seharusnya kan dia sudah di sini?


tanya jenny dalam hati.


"hay Jenn"


sapa teman jenny yang baru nama nya Alex.


"hay"


jawab jenny singkat.


"loh lagi nyari siapa?"


tanya Alex.


"emm,, gue lagi... nyari teman gue"


jawab jenny cengengesan.


"cewek apa cowok nih?"


tanya Alex genit.


"ya cewek lah,,, mana mau cowok nyari cowok"

__ADS_1


sahut teman Alex membuat semua tertawa.


jenny yang mendengarnya hanya bisa tersenyum.


"siapa? teman apa demen nih?"


tanya Alex genit kembali.


seketika, jenny merasa berhenti. dia sejenak berpikir.


apa gue menyukai nya?


tapi mana mungkin,, kan dia dulu,,


lamunan jenny buyar karena terkejut mendengar teriak keras di telinga nya.


"Jenny!!!"


teriak Alex.


"eh, apaan sih loh. teman kok dia itu dulu teman satu kelas gue. wajar kan jika gue nyariin dia"


ucap Jenny.


"yayayaya. nanti kalau udah jumpa, kenali ke kita kita ya,, mana tau kan jodoh"


ucap Alex bercanda namun yang di dapatkannya adalah cubitan dari jenny.


"awas loh ya berani macam macam sama dia!"


ancam jenny.


yang melihat reaksi jenny, mereka hanya tertawa.


karena mereka sadar bahwa jenny sedang cemburu, begitu pula dengan Alex yang sadar, walaupun dia belum kenal lama dengan jenny.


namun bahasa cinta adalah bahasa universal, dia mudah di pahami namun sulit di lakukan.


tak lama kemudian ketua panitia pun membuka acaranya.


namun, mata jenny tidak menemukan Asti.


sampai akhir nya, Asti terlihat oleh jenny.


di situ Asti berdiri di dekat jenny. hanya beda lima orang saja dari jenny.


jenny pun mencoba bernegosiasi dengan teman teman di samping nya, agar mau berpindah tempat.


tak butuh waktu lama jenny merayu mereka. mereka pun bergeser, sampai akhirnya jenny berada di samping Asti.


Asti yang melihat jenny merasa kaget.


"ahh,, astaga Jenn!"


ucap Asti dengan pelan karena tidak ingin ketauan kakak panitia.


"sssttt jangan berbicara entar kena hukum lagi"


jawab jenny.


Asti pun tertawa mendengar jawaban dari jenny.


"kamu kenapa tadi pagi pergi bareng dia?"


tanya jenny.


"dia siapa?"


tanya balik Asti.


"dia,,, yang tadi pagi itu"


jawab jenny.


"oo dia itu Kevin namanya. kebetulan dia teman dini sama Billy dulu. paham!"


jawab Asti santai.


"lalu kenapa kamu masih mau sama dia pergi pagi? kan dia semalam ngasih hukuman sama kamu yang lumayan berat kemarin?"


tanya jenny heran.


"astaga Jenn,, aku tuh kemarin kan ada tiga hukuman yang harus aku jalani. nah itu tadi hukuman ke tiga, kebetulan keluarga dia sama keluarga ku itu saling kenal. jadi dia kek nya niat ngebantu aku tapi dalam bentuk hukuman deh? ya gak!!"


jelas Asti sembari menanyakan pendapat nya sama jenny.


"oo,,, mana aku tau. entah pun ada niat modus, kan gak tau!"


jawab jenny cetus.

__ADS_1


entah mengapa, saat Asti menjelaskan nya, jenny merasa begitu kesal. seolah-olah orang yang dia sayang pergi jauh dari nya


__ADS_2