
selesai itu, dia duduk ditaman. mengerjakan skripsi nya, seperti biasa dnegan di temani secangkir kopi yang telah ia pesan di kantin.
sesekali ia menyeruputi minuman tersebut lalu mengerjakannya. tak lama kemudian, tiba tiba ponsel Asti berbunyi. ternyata ia mendapat kan pesan dari nomor yang tak dikenalnya.
ia pun memeriksa isi pesan tersebut.
"hai, di save ya ini aku Yhanko"
Asti pun langsung bergegas untuk mengsave nomor tersebut.
"sudah ku save"
balas Asti.
"makasih. oh iya nanti malam kamu bisa keluar gak?"
"kemana?"
balas Asti.
"aku ingin nongkrong sama kamu. anggap saja ini sebagai awalan kita berteman. maksudnya merayakannya. gimana bisa"
awalnya Asti ingin menolak ajakan tersebut, namun tiba tiba Asti teringat dengan janjinya kepada pak Adi dosennya.
"baiklah"
"aku tunggu kamu jam tujuh, di depan rumah sakit ZZZ"
Asti pun menutup ponselnya, dan kembali lagi fokus pada kerjaannya.
••••••••••
malam kini sudah mulai menyelimuti, lampu semua mulai dihidupkan, terlihat beberapa dokter dan perawat pulang ke rumah. dan beberapa dokter dan perawat lainnya gantian, berganti sip untuk berjaga.
"Alhamdulillah selesai"
jawab Asti yang baru kelar dari tugasnya mengecheck pasien sebelum pulang. di segera ke lacinya utnuk mengambil tasnya dan pergi.
saat sampai di lobi, tiba tiba ponsel Asti berbunyi pesan dari Yhanko.
"aku sudah di depan nih, kamu dimana?"
Yhanko juga mengirimkan foto pap depan rumah sakit.
"sabar aku segera ke sana, ini aku udah sampai parkiran"
Asti pun berlari lari kecil menuju depan rumah sakit, ia takut jika Yhanko menunggu nya terlalu lama.
Asti pun segera masuk saat melihat mobil yang berhenti di pinggir jalan.
"maaf, sorry gue telat"
ucap Asti ketika hendak menutup pintu mobil.
"gapapa, lagian aku juga belum terlalu lama menunggu mu disini"
jawab Yhanko dengan senyuman manisnya.
"yaudah yuk pergi"
Yhanko pun segera menghidupkan mesin mobil nya dan pergi membelah jalanan meninggalkan rumah sakit tersebut.
dalam perjalanan tampak Asti yang diam saja tidak bersuara. Yhanko pun berbicara memecahkan suasana yang canggung tersebut.
"apakah itu tempat magang mu?"
__ADS_1
Asti mengangguk.
"kau tau, pemilik rumah sakit itu adalah teman dari paman ku. ya, walaupun usia mereka sangat beda jauh. kata pamanku dia itu adalah salah satu adek an kelas dia waktu kuliah. dulu dia sering bertanya sama pamanku ketika dia tidak mengerti suatu hal. karena mereka satu jurusan"
jelas Yhanko.
Asti terdiam, dia bingung harus bagaimana.
"kau kenapa diam saja, apakah kau tidak punya mulut untuk berbicara?"
tanya Yhanko yang kesal.
"aku harus jawab apa? dan aku harus tanya apa? aku bingung. karena kurang lebih aku sedikit tau tentang kamu"
sahut Asti.
"baiklah apa yang kau tau tentangku?"
tanya Yhanko.
"aku akan ceritakan setelah kita makan, aku sudah lapar karena tugas ku hari ini. boleh kah kau laju mobil mu dengan kecepatan yang lebih agar kita cepat sampai?"
ucap Asti.
"baiklah, calon ibu dokter"
Yhanko pun menambahkan sedikit kecepatan nya agar cepat sampai di restoran nya.
ketika sudah sampai di restoran yang akan ia makan bersama Yhanko, Asti masih berdiri tepat di depan mobil. dari struktur desain restoran nya saja ini akan membuat dia mengalami hal yang sama lagi seperti tadi siang.
"kau kenapa?"
tanya Yhanko mengakhiri lamunan Asti.
jawab Asti cengengesan sembari mencari alasan agar Yhanko bisa pergi dari restoran tersebut.
"kenapa kau tidak ingin makan di restoran ini? apa kau pernah kesini?"
tanya Yhanko penasaran.
"enggak aku belum pernah ke sini, tapi aku sedang tidak ingin makan disini. aku ingin makan di warteg pinggir jalan"
ucap Asti.
"pinggir jalan?"
"iya pinggir jalan!! ada salah satu langganan ku yang enak sekali dengan nasi gorengnya dan mie gorengnya. dia snagat laris sekali. ayo deh cicipin. selain haruga nya yang murah rasa nya juga tidak kalah saing kok sama yang di restoran"
Asti menarik tangan Yhanko agar masuk ke dalam mobil.
setelah di mobil.
"baiklah, sekarang aku paham. kau ini bilang saja tidak punya uang untuk masuk ke dalam restoran tersebut"
ucap Yhanko cetus.
Asti yang mendengarnya hanya cengengesan, karena apa yang dikatakan Yhanko sangatlah tepat.
"ya sudah ayo jalan, perut ku sudah lapar"
"baiklah, tapi kau tuntun jalanan ya. aku tidak tau tempat makan pinggir jalan tersebut"
mereka pun segera pergi ke sana.
setelah sampai sana, Asti memesan dua porsi nasi goreng. mereka duduk di meja danbangku yang telah di sediakan, bersama kerumana orang yang mengantri disana.
__ADS_1
"apakah kau bisa pastikan ini tempat yang higienis dan layak untuk makan?"
bisik Yhanko.
"sudah diam lah. ini higienis kok tenang saja"
jawab Asti sembari tersenyum, mencoba menghapus pikiran Yhanko yang negatif.
pesan mereka pun dateng.
"ayo makan lah"
Asti pun memakan duluan, sedangkan Yhanko menatap nasi goreng tersebut dengan tatapan jijik. ya, bukan jijik karena makanannya tapi jijik karena tempatnya yang di pinggir jalan.
"eh, kenapa kau tidak makan? apa kau tidak suka dengan nasi goreng? biar aku pesan mie goreng ya"
ketika Asti hendak memesan mie goreng, tiba tiba telunjuk Yhanko menempel di bibir Asti.
"diam lah. dan duduk!!"
"kalau begitu makanlah? ayo cobain, aku yakin kau akan suka?"
Yhanko pun dengan ragu ragu memakan nya. saat masuk ke dalam mulutnya untuk pertama kali, dia merasakan nasi goreng yang sangat lezat, bahkan nasi goreng ini kalah lezatnya dari pada nasi goreng restoran langganan nya.
"gimana? apakah kau suka?"
tanya asti.
"ya, aku suka. benar kata mu, jika ini adalah nasi goreng yang sangat enak, bahkan enaknya melebih nasi goreng langganan ku direstoran. aku baru pertama kali nyicipi nasi goreng seenak ini"
jawab Yhanko yang sangat lahap memakan nasi goreng tersebut.
"kan sudah ku katakan. kau jangan pernah menyepelekan warteg kecil kecilan pinggir jalan seperti ini! paham?"
jawab Asti merasa menang.
Yhanko pun mengangguk sembari menyuapi nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya.
"coba deh, tambah sama kerupuk ini pasti rasa nya sangat nikmat sekali"
dia pun segera mengikuti apa yang diperintahkan oleh Asti. benar saja, ini rasa nya jauh lebih nikmat. sangat pas, apalagi ditambah dengan angin malam yang semakin malam semakin terasa, ini sangat nikmat.
"wah, ternyata banyak ya makanan yang murah meriah tapi rasa nya tidak jauh berbeda dengan restoran terkenal"
ucap Yhanko yang baru menyadarinya.
"ya banyak lah!! tapi terkadang manusianya aja yang sombong. karena sudah kaya jadi merasa tidak layak untuk makan makanan yang murah meriah"
jawab Asti sembari tertawa.
"jujur ya as, ini adalah pengalaman pertama ku makan di apa tadi kau bilang..?
"warteg"
"ha iya itu warrteg. ini pengalamasn pertama kalinya. biasanya aku selalu makan makanan dari restoran"
"sudah pastilah. kau kau bukan orang biasa seperti kami. kau itu berada dari orang yang ada, bukan suatu hal yang heran bagiku jika kau baru pertama kalinya merasakan hal seperti ini"
sahut Asti dalam hati.
"baiklah, ingat ya Yhanko. terkadang hal yang sederhana itu bisa membuat orang bahagia. contohnya ini sekarang! kau sangat bahagian bukan aku ajak kesini? dengan aku ajak kesini ini adalah pengalaman pertama mu makan di warteg"
jawab Asti.
mereka pun mengobrol panjang. samapai akhirnya mereka berpisah di depan rumah Asti.
__ADS_1