
pagi yang indah, matahari bersinar dengan sangat cerah, pepohonan hijau membuat mata sejuk ditambah lagi dengan langit yang cerah, semakin membuat rasa syukur di hati Asti
"Asti!"
sapa Sindi. Asti pun menoleh ke arah suara tersebut.
"loh kenapa gak pernah bilang sih, kalau Abang loh satu universitas disini?"
tanya Sindi saat sampai tepat di samping Asti.
"sorry, ya gimana ya. bukan nya gak mau bilang, tapi kan kemarin abang ku sibuk dengan magang nya. bahkan dia tidak pernah mengantarku ke kampus. jadi giman mau kenalin nya"
Jawab Asti seadanya.
"oo iya, hari ini gak ada tugas kan as?"
tanya Sindi khawatir.
"enggak deh kek nya, yaudah yuk masuk kelas. nanti telat kena hukuman lagi"
mereka pun segera masuk ke kelas.
"Asti, aku kangen sama kamu"
peluk Julia.
"astaga,, loh kangen julidin gue kan"
balas Asti kesal, membuat Julia cengengesan.
"ketua, hari ini semua dosen masuk?"
tanya Jefri.
Asti pun memeriksa hpnya.
"sabar,, aku liat dulu"
setelah beberapa saat
"hari ini semua dosen masuk, termasuk wali kelas kita dosen Adi"
"lah bukannya kemarin dia keluar kota ya?"
tanya Julia yang memang selalu update.
"entah,, disini aku lihat semua dosen Dateng. bahkan mereka ngchat aku"
jawab Asti seadanya
••••••
lain dengan Asti yang masuk sudah di tanya tanya. Kevin Mala justru masuk selalu dapatkan pujian dari kamu hawa.
"Kevin"
"eh si manis lewat tuh, idaman mama ku tuh"
"aduh moga dia punya ku, aminn"
"eh, gausah ngehalu. mana mau dia sama kamu! sadar!"
"sumpah Kevin makin hari makin keren aja"
"lama gak jumpa, wajahnya makin makin aja"
tiba tiba Laras menghampiri Kevin.
__ADS_1
Kevin yang tau, kalau Laras ingin menyambut nya langsung merangkul pinggang Laras.
Laras merasa senang.
sedang kan cewe lain merasa iri dengan Laras, yang selalu bisa berjalan dengan Kevin, kapan pun dan dimana pun.
"Laras, sampai sini aja ya? aku harus keruangan rapat"
"iya aku paham"
Kevin pun membelai rambut Laras dengan pelan dan Laras pun tersenyum merasa bahagia.
lalu Laras pergi meninggalkan Kevin.
"hai,, gimana gimana?"
tanya Kevin setiba nya disana.
"gini bro. kita harus mempersiapkan pemilihan ketua BEM yang baru, karena masa jabatan mu akan berakhir"
jawab Rafli, Billy mengangguk.
"yaudah persiapkan saja segala keperluan nya"
perintah Kevin.
"vin"
panggil Billy pelan.
Kevin pun menoleh ke billy.
"apakah kamu akan ikut lagi? kan kamu masih bisa menjabat?"
Kevin diam sejenak
"emang kalau aku mau, masih bisa?"
"bisa Vin, asalkan wakil mu harus ganti"
jawab Rafli memberikan saran.
"iya Vin, Rafli benar"
setuju Billy.
"emang cari calon itu gampang?"
tanya Kevin melas.
"vin, emang sih gak gampang. tapi aku cuma ngasih masukan. kalau memang kau mau maka, kau harus cari wakil perempuan. soalnya aku yakin kalau kamu pilih lagi cowok. suara cewek akan kalah dengan cowok. tapi kalau pilih cewek maka beberapa bagian dari cowok akan membantu"
jelas Rafli.
"yaudah lah, nanti aku pikir pikir dulu"
"yaudah balik ke kelas yuk. sudah mau di mulai nih"
ajak Rafli.
mereka pun meninggalkan ruang rapat tersebut sambil berlari menuju kelas.
Asti berjalan keluar bersama teman temannya yang lain. dalam perjalanan Asti dan teman temannya mengobrol tak jarang juga Asti tertawa bersama teman temannya.
biasalah, kalau perempuan jumpa sesama perempuan lain, pasti ada saja bahan gosipan atau bahan candaan.
saat berjalan tiba tiba ada seseorang yang memanggil Asti dari belakang, Asti seperti tanda dengan suara ini. Asti pun menoleh ke belakang di ikuti dengan teman Asti yang lain.
__ADS_1
saat melihat kebelakang ternyata itu adalah Kevin. Asti pun langsung merasa gelisah, ketika Kevin memanggilnya.
"ada apa?"
tanya Asti perlahan.
"emm,, ayo ikut aku, soalnya ada sesuatu buat kamu!",
ajak Kevin ragu mengatakan nya di depan teman teman Asti.
sesaat Asti menoleh ke arah teman temannya.
"yaudah sana pergi,, mana tau kan penting"
ejek salah satu diantara mereka.
Asti pun berjalan dan mendekati Kevin. Asti mengikuti Kevin di samping belakang Kevin.
"nih,,, ini baju wisuda yang harus kamu pakai dan keluarga mu pakai!"
ucap Kevin santai.
"baju wisuda?"
"astaga,, perempuan bodoh! ini tuh baju wisuda dari Clara. dia itu nitip kan baju ini ke aku untuk di berikan ke kamu"
kesal Kevin melihat Asti lama memahami maksud dari kata katanya.
tak lama kemudian pun Asti mengambil baju tersebut dari genggaman tangan Kevin.
"oo iya Asti satu lagi, kata Clara baju yang warna nya beda itu punya mu. kau pakailah di acara nanti"
Asti mengangguk.
"udah ini aja?"
tanya Asti, Kevin yang mendengar pertanyaan Asti sangat kesal.
"iya"
jawab Kevin males.
"yaudah, bilang sama kak Clara makasih"
saat Asti ingin melangkah meninggalkan Kevin tiba tiba ia berhenti dan berbalik badan menatap Kevin.
"vin, acaranya kapan?"
"astaga,,, kamu tuh lupa ingatan atau emang caper?"
tanya Kevin kesal, sambil memukul keningnya pelan.
Asti yang melihatnya diam tak berkutik.
"tanya kan saja pada Jaka, aku yakin Jaka tau"
"ehh,, panggil abangku bang Jaka ya!! dia lebih tua dari kamu! jangan gara gara abangku pacaran sama kak Clara sahabat mu jadi bisa panggil dia dengan nama!"
bentak Asti marah yang tidak terima Kevin memanggil abangnya dengan sebutan nama.
"terserah"
Kevin pun pergi meninggalkan Asti sendiri.
emang ya,, cowok yang ga punya sopan santun tuh cem Kevin. dasar...
kesal Asti dalam hati melihat sikap Kevin yang meninggalkan Asti begitu saja tanpa meminta maaf.
__ADS_1
Asti pun pergi ke parkiran, hari ini dia berniat untuk segera pulang, karena banyak nya tugas kuliah yang menumpuk sehingga dia harus selesai kan sekarang, agar dia bisa Dateng ke acara Clara calon kakak ipar nya.
sesampainya Asti masuk ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan kampus.