Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
ungkapan rasa


__ADS_3

di sisi lain Asti yang mengajak Yhanko dalam kebaikan, kini mala ada orang mulai memikirkan hal hal yang negatif tentang Asti.


pemikiran negatif terus menerus masuk, ya siapa lagi kalau bukan Kevin. karena semalam Asti menolaknya dengan alasan skripsi dan pagi tadi melihatnya pergi lari pagi dengan laki laki yang pernah di jelasin oleh Asti.


ya walaupun Asti sudah mengatakan semua nya kepada Kevin, namun tetap saja sebagai seorang laki laki dia tidak terima jika orang yang dia cintai dekat dengan laki laki lain. ditambah lagi dengan kebohongan Asti.


"Asti!! kenapa sih kau tidak mengatakannya dengan jujur!! akhhh"


ucap Kevin marah melampiaskan nya kepada klakson mobil yang kebetulan terjebak macet.


••••••••••••••


hari pun sudah mulai hampir petang. tampak disana matahari mulai tergelincir meninggalkan tempatnya. kemacetan sore pun mulai terjadi.


namun Kevin belum juga mendapatkan panggilan dari Asti. padahal dia sudah menelpon Asti sudah hampir ratusan kali.


menurut Kevin;v


"apakah dia sesibuk itu dengan laki laki itu!! sampai sampai tidak mau menjawab telpon ku!!"


ucap Kevin mulai kesal.


tiba tiba pintu kamar di ketuk oleh seseorang.


"masuk!!"


ternyata perempuan itu adalah pelayan yang sudah lam bekerja di rumah Kevin.


"ada apa"


tanya Kevin datar, memendam rasa kesalnya.


"dibawah ada non Lulu den. dia ingin bertemu dengan den Kevin"


"akhhhh ngapain lagi sih!! tuh anak!!


Kevin mengeluarkan nafas secara perlahan mencoba mengendalikan emosi nya.


"baiklah, suruh tunggu sepuluh menit. aku akan segera turun"


perempuan itu pun keluar menyampai kan pesan nya.


"Kevin"


panggil Lulu antusias.


saat melihat Kevin turun menuruni anak tangga, bahkan karena tidak di jawab Lulu pun ikut menghampiri Kevin kesana.

__ADS_1


"kita keluar yuk?"


ajak Lulu dengan senyuman menjijikkan bagi Kevin.


"aku ingin berbelanja sebentar kok. ayo lah Vin,,


bujuk Lulu yang tak mendapat respon dari Kevin.


"Vin, ayo lah. ajak Lulu. dia kan kesini hanya sesekali. gak ada salahnya jika kamu menemaninya belanja. lagian kan kota ini sudah berubah sejak dia pergi keluar sayang"


sambar mama dari bawah sana.


Kevin menarik nafas dan mengeluarkan nya dengan kasar, kemudian mengangguk. mana mungkin Kevin menolak permintaan mama nya.


••••••••••


sesampainya di pusat perbelanjaan, Kevin dan Lulu berjalan. Kevin mengikuti kemana pun Lulu pergi, bahkan dia juga membantu Lulu untuk memilihnya. ya, itu paksa dia lakukan hanya karena Lulu selalu merengek di depan umum, membuat Kevin jengkel dan malu.


jika sudah menemani perempuan belanja pasti itu akan memakan waktu yang lama. membuat Kevin semakin kesal. namun, dia menahannya agar setidaknya dia tidak mempermalukan dirinya di depan orang banyak.


sudah selesai dengan belanjaannya, Lulu mala meminta kevin untuk menemaninya makan di salah satu restoran yang ada di mall tersebut.


lagi lagi dengan langkah terpaksa dia mengikuti Lulu. Lulu memesan dua porsi makanan dan minuman padahal Kevin tidak ingin makan atau minum. dia ingin segera sampai di rumah agar bisa menjauh dari Lulu.


"Vin, makan lah"


ucap Lulu ketika makanan yang di pesan nya sudah sampai. Lulu menyodorkan satu makanan dan minuman untuk Kevin.


"aku tidak lapar"


jawab Kevin datar yang masih sibuk dengan hpnya.


mendengar jawaban Kevin membuat Lulu tidak sabaran mengungkapkan semua unek unek di hatinya.


"Vin, kamu kenapa sih!! dari tadi kita berangkat dari rumah bahkan saat dirumah kamu tidak memperdulikan ku. tunggu aku paksa baru kamu mau!!"


Kevin kaget mendengar ocehan Lulu yang lumayan keras.


"diam dan pelan lah jika ingin berbicara"


"tidak bisa!!! sekarang biarkan semua orang dengar dengan jelas"


kali ini mata semua pengunjung restoran sudah menatap Lulu dan Kevin. Kevin yang menggunakan Opi pun segera menjatuhkan topinya, menutup wajahnya dengan topi karena malu. sedangkan Lulu, bodoh amat.


"Kevin!!! aku gak suka kamu giniin aku?"


nada Lulu mulai mengecil.

__ADS_1


Kevin pun kembali memasangkan topi pada tempatnya dengan rapi.


"baik, sekarang apa mau mu!"


tanya Kevin yang melotot kearah Lulu


"aku mau kau mendengar kan ku!!"


"baik, sekarang aku dengarkan"


jawab Kevin santai.


"Vin, aku suka sama mu? makannya kenapa aku gak mau kamu cuekin aku kayak tadi. ya mungkin aku Gilak. menyukaimu dari dulu sampai sekarang. tapi ini beneran gak bohong. aku menjadi seperti sekarang karena demi mu. aku berubah agar aku bisa layak mendapatkan mu"


ucap Lulu blak blakan.


kevin sangat kaget mendengar ucapan Lulu.


"maaf lu, sebelum terlalu jauh. ketahuilah bahwa aku tidak pernah menyukaimu. bahkan aku tidak pernah memberikan mu sebuah harapan. jika kau anggap setiap perintahku dulu adalah sebuah harapan maka itu salah. dan jika kau anggap aku menuruti mu sekarang maka itu salah besar jika kau anggap itu tanda suka"


balas Kevin mengangkat kedua tangannya.


"kok kamu kayak gitu sih Vin. aku sudah berubah hanya demi kamu!! penampilan ku aku ubah hanya demi kamu!!! semua ini aku lakukan hanya untuk mu Kevin!!!"


ucap Lulu yang tak terima dengan jawaban kevin. seolah, dia sedang terkena petir yang mematikan.


"tapi, aku gak menyuruhmu berubah bukan? aku tidak pernah menyuruhmu berubah hanya demi aku!! aku menyuruhmu berubah hanya untuk dirimu sendiri. biar kau layak untuk di sukai oleh banyak laki laki yang saat itu banyak menghina mu"


Jawab Kevin tegas.


"lagian kau taukan. aku harap kau masih tidak melupakan perjumpaan kita di sana, dan makan malam di rumah ku"


tiba tiba Lulu ingat, dan mengerti maksud dari Kevin.


"oh Asti. apa kurang nya aku dari Asti Vin? kenapa kau memilih dia? kau belum kenal dia lama kan Vin? ketimbang aku!!"


tanya Lulu, yang kini sudah mulai berkaca-kaca.


"kurang mu secara fisik tidak ada. bahkan aku unggul secara finansial darinya. tapi ada satu yang kurang dari mu dan itu membuat perbandingan mu sangat jauh darinya. yaitu akhlak dan iman nya"


jawab kevin santai sambil mengingat awal kenapa dia sangat ingin Asti menjadi miliknya.


"akhlak? aku jauh berakhlak dari nya Vin"


ucap Lulu yang tak mau kalah dari Asti.


"iya jauh, jauh sekali karena Asti lah yang tetap akan menang. akhlak mungkin kalian setara tapi iman itu beda. kau lihat saja penampilan mu! bahkan kau membuka aurat mu di depan semua orang. sedangkan Asti, sangat tidak suka dengan auratnya yang terbuka. bahkan sehelai rambut saja yang keluar dia akan sangat merasa malu"

__ADS_1


jawab Kevin tegas.


Kevin pun berlalu pergi meninggalkan Lulu yang masih menangis disana.


__ADS_2