Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Khawatir


__ADS_3

saat Asti menjalankan hukuman nya, jenny yang melihat nya merasa sangat marah kepada ketua BEM kampus, yang telah memberikan hukuman yang menurut jenny hukuman itu terlalu berat.


Jenny yang berdiri berbaris bersama teman teman mahasiswa baru nya, hanya diam menahan amarah nya.


rasa nya jenny ingin keluar dari barisan dan mengajak Asti pergi dari kampus ini.


namun, Jenny juga tidak berdaya.


Asti aku minta maaf,,, kali ini aku tidak bisa bantu kamu


ucap Jenny dalam hati.


sambil menunjukkan wajah yang sedih.


"baiklah tugas kalian hari ini adalah kalian harus kenalan satu sama lain. jika nanti kami tanya kalian tidak tau maka hukuman sudah ada menunggu mu di depan, paham!"


ucap seorang panitia dengan microfon nya.


"paham kak"


jawab mahasiswa baru dengan antusias.


"kakak kasih waktu lima belas menit untuk mencari kenalan sebanyak banyaknya, hitungan satu dua tiga maka kalian bisa mulai. paham!!"


ucap lagi seorang panitia dengan microfon nya.


"paham kak"


jawab lagi mahasiswa baru dengan suara keras kali ini.


"satu,,,,, dua,,,, tiga,,, mulai!"


ucap panitia dengan keras.


saat di mulai semua pun langsung berkenalan satu sama lain, bahkan ada yang minta nomor handphone.


semua mahasiswa sibuk dengan perkenalan nya, termasuk jenny.


akan tetapi sesibuk sibuk nya jenny, jujur di dalam hati nya dia sangat khawatir dengan Asti.


dia takut Asti kenapa kenapa.


pikiran positif selalu terkalahkan oleh pikiran negatif nya tentang asti.


aku yakin pasti Asti sanggup kok.. eh kok aku gak yakin ya, dia kena muda capek.


tapi.. dia cewek yang strong jadi aku yakin dia bisa, eh enggak! kalau kenapa kenapa sama dia gimana?


astaga pikiran ku,,, ayo dong berdamai jangan ribut disaat situasi begini.


ucap jenny khawatir.


tapi Jenny tetap melakukan tugas nya.


demi memastikan Asti tidak kenapa kenapa, Jenny harus pura pura permisi ke toilet.


jenny menghampiri salah satu panitia acara ini.


"kak permisi"


ucap jenny sedikit ketakutan.


"kenapa?"


jawab panitia dengan cuek.


"kak, saya permisi mau ke toilet boleh gak?"


tanya jenny.


"yaudah sana, dalam waktu sepuluh menit kamu sudah harus kembali, paham!"


tegas panitia tersebut.


"iya kak, siap!"


ucap Jenny.


lalu jenny pergi ke arah toilet, agar terlihat dia benar benar ke toilet. setelah jenny merasa cukup untuk mengelabuhi panitia, jenny pun mencari lapangan.


ternyata Asti berada di lapangan basket.


terlihat Asti sangat lelah, bahkan dia lari sudah tak sanggup.


tapi betapa marah nya jenny, saat melihat ketua itu mala sibuk dengan handphone nya.


dasar ya tuh cowok, emang gak ada hati banget!


geram jenny dibuat laki laki tersebut.


Kevin terus melihat Asti dari ke jauhkan, bahkan Kevin melihat keringat Asti yang bercucuran membasahi wajah dan baju Asti.

__ADS_1


ingin rasa nya jenny, menarik Asti.


atau sekedar menyapa memberikan dia semangat, namun tak mungkin karena yang ada dia akan kena marah.


Asti,, aku minta maaf. andai aja kita bisa tuker posisi. pasti aku akan senang menjalankan nya. aku tak bisa melihat kamu seperti ini Asti...


merintih jenny dalam hati.


tak sadar bahwa jenny menetes kan air matanya, saat menyadari nya jenny langsung mengusap nya.


"aku yakin kamu bisa Asti,, lihat saja pembalasan ku!"


ucap jenny dengan penuh kesal kepada laki laki tersebut.


lalu jenny meninggalkan Asti yang sedang berlari.


jenny ingin masuk ke dalam barisan, tiba tiba ada seorang panitia yang menjegat jenny masuk.


lalu jenny tau, maksud kakak panitia ini menjegat nya. jenny pun langsung melihat jam yang berada di tangannya.


ternyata dia sudah lewat lima menit.


"dari mana kamu?"


tanya panitia dengan tatapan ingin menerkam.


"dari toilet kok kak"


jawab Jenny sedikit ketakutan.


"kok lama banget, bukan kah saya bilang bahwa waktu yang diberikan cuma sepuluh menit!"


tegas panitia.


"maaf kak, tadi.."


saat jenny ingin menjawab dan menjelas kan langsung di potong.


panitia mengira dia jujur.


"yaudah sana, masuk barisan!"


perintah panitia.


akhirnya jenny pun ikut masuk ke dalam barisan.


dan ternyata acara yang tadi belum kelar juag, bahkan di antara mereka sudah ada yang kena hukuman.


terlihat semua mahasiswa baru sangat senang dengan permainan ini.


game selesai.


selanjutnya mereka dapat tugas dari panitia lagi.


"baik tugas selanjut nya, kalian akan di bimbing oleh salah satu panitia, untuk mengelilingi kampus ini sekaligus akan di jelas kan oleh salah satu panitia. di akhir Sekmen nanti saya akan bertanya kepada kalian seputar lingkungan kampus. paham!!"


jelas panitia.


semua pun mengangguk paham.


mereka pun pergi mengikuti salah satu panitia.


saat berjalan panitia menjelas kan nama, fungsi gedung atau ruangan.


panitia menjelaskan semua nya.


di sana mahasiswa baru juga bisa tanya jika ada yang tidak paham.


saat berjalan, entah mengapa pikiran jenny selalu tertuju pada Asti.


bahkan dia makin merasa khawatir dengan kondisi Asti. pasalnya jenny melihat sendiri segimana nya Asti yang kecapean dan lemas.


pikiran jenny makin kacau dibuat.


bahkan dia tidak mendengarkan penjelasan panitia sama sekali.


jenny takut Asti tumbang dan sakit.


namun perjalanan pun tak berhenti begitu juga pemikiran dia yang tak berhenti memikirkan Asti.


setelah selesai mereka pun kembali ke lapangan. waktu menunjukkan pukul sebelas siang.


panitia juga membubarkan barisan. karena waktu mereka sudah habis. mungkin akan di lanjut kan esok hari.


semua bubar dan kembali ke rumah masing masing.


namun, jenny tidak. saat bubar jenny Mala langsung mencari Asti ke seluruh penjuru kampus, namun jenny tak melihat batang hidung Asti sama sekali.


membuat jenny makin khawatir.


jenny pun memutuskan untuk mengchat Asti.

__ADS_1


namun tak ada balasan dari Asti.


astaga Asti,, kemana kamu balas dong chat aku!!


kesal jenny.


mau tidak mau akhir nya jenny bertanya kepada salah satu Kakak panitia.


"emm, kak permisi"


ucap jenny kepada salah satu panitia.


"kenapa?"


jawab panitia itu sopan.


"saya mau tanya"


ucap jenny masih gugup.


"tanya apa?"


jawab panitia yang merasa heran.


"jangan malu malu, tanya aja"


ucap panitia tersebut.


jenny pun mengambil nafas dalam dalam dan perlahan mengatakan nya.


"emm,, tadi kan ada mahasiswa baru yang kena hukum. kira kira kakak tau gak mahasiswa baru itu dimana?"


panitia yang merasa curiga langsung bertanya.


"emang kamu siapa nya?"


"saya temannya kak"


jawab jenny.


saat mau menjawab ternyata ada seorang laki laki yang Dateng. Jenny yang merasa tidak asing pada wajahnya, seperti berusaha mengingat nya.


"raff,, ayo kita ke ruangan. ada rapat nih"


ajak Billy.


"sabar bill, ada yang nanyak ini aku harus jawab dulu"


jawab Rafli.


seketika Billy melihatnya, dan seperti Billy tidak asing dengan wajah nya.


astaga dia kan teman dini..


gumam Billy dalam hati.


"lah kamu, kamu kan temannya dini kan. siapa tuh, yang dekat dengan Asti?"


ucap Billy membuat Rafli kaget.


"lah kamu kenal dengannya bil?"


tanya Rafli.


Billy menjawab hanya dnegan mengangguk.


"kamu mau nanyak apa?"


tanya Billy.


"aku mau tanya tadi kan ada mahasiswa baru yang kena hukum karena terlambat. kira kira dia dimana ya? aku mau ajak pulang bareng"


jelas Jenny.


"lah,, dia udah di anter tuh sama Kevin, yang tadi ngasih hukuman sama dia. emang dia siapa?"


tanya billy yang tak tau siapa dia.


"dia itu Asti"


jawab jenny.


Billy yang kaget mendengar nya, hanay terdiam.


"lah dia juga masuk kampus ini?"


tanya Billy perlahan.


"iya, bahkan dia masuk jalur beasiswa"


jawab jenny.

__ADS_1


"yaudah bill, aku balik dulu ya. yang penting dia kan sudah pulang"


jenny pun berpamitan dan meninggalkan Billy bersama Rafli


__ADS_2