Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Perpisahan


__ADS_3

Haduh, masa ini adalah masa yang paling menyedihkan ya! setiap awal pasti ada akhir, setiap yang hidup pasti akan mati dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan.


ini merupakan hukum alam, keduanya tidak dapat dipisahkan mereka saling terikat satu sama lain.


banyak air mata yang jatuh akibat perpisahan. tapi menurut ku perpisahan bukan lah akhir dari segalanya. awal bukan berarti akhir, tapi akhir adalah awal.


jadi berpisah bukan berarti berakhir tapi berpisah adalah awal yang baru untuk membuka album yang baru, kenangan yang baru.


awal dimana kita bisa membuktikan bahwa kita bisa jauh lebih baik dari sebelumnya.


dan saat ini Asti mengalami hal yang sama, namun Asti tidak sedih dengan perpisahan ini. bukan karena Asti yang memang terlalu cuek, atau memang yang tidak dekat dengan kawan sekelasnya, namun karena memang Asti yang beranggapan bahwa perpisahan bukan akhir dari segalanya.


Asti percaya pasti mereka akan bertemu lagi walaupun mungkin suasana nya sudah beda.


"oh iya as! kau udah ambil foto mu dirumah ketua?" tanya Ade.


"oo belum" jawab Asti singkat.


"Din, Asti juga belum ambil!" teriak Ade.


dini pun menghampiri Asti dan Ade.


"oo iya as,, entar kita pulang bareng ya biar bisa ambil fotonya! jadi aku ada teman" pinta dini.


"tapi,, aku bawa mobil?" tanya Asti.


"yaudah gapapa, aku nanti dijemput kok sama Billy!" jawab dini.


"kamu gak bareng sama aku?" tanya Asti.


"enggak kayak nya as,, kasian Billy kalau aku suruh gak usah jemput. soalnya Billy sudah kosongkan jadwal untuk aku kali ini" jawab dini cengengesan.


"yaudah gapapa" jawab Asti yang menggelengkan kepalanya melihat temannya ini terlalu bucin kalau udah sayang sama seseorang.


saat acara perpisahan di sekolah membuat seluruh seangkatan dengan Asti merasa sedih dan bahagia.


wah, kalian tahu kan gimana rasanya saat berpisah.


apa lagi momen dimana mereka saling menyalami guru satu persatu. disitu pecahan air mata membludak.


terlihat jelas dari yang awalnya make up rapi dan cantik. kini saat momen itu mulai lah luntur tuh make up.


ada sebagian orang mengabadikannya dengan perbanyak memory kamera, alias Selfi.


setelah selesai acara, seluruh anggota kelas berkumpul. untuk mempersiapkan acara perpisahan yang mereka buat sendiri.


"baiklah saya buka agendanya, besok jam tujuh pagi kita kumpul dirumah saya, bawah perlengkapan yang kalian butuhkan!"


ketua kelas mengingatkan.


"bagi yang memang bisa atau boleh bawa kendaraan maka dibawa. karena kita pasti akan membutuhkannya!" perintah ketua kelas.


"saat pergi nanti kita harus saling jaga satu sama lain! baik itu saja, silahkan bubar dan kembali ke rumah karena besok saatnya kita berbahagia".


perintah ketua kelas.


semuanya pun pergi dan kembali ke rumah masing masing.


dini pun memanggil ketua kelas.


"ketua!!! entar kamu dirumah kan?" sambil berteriak.


"ya aku dirumah,, kenapa??" tanya ketua.


"aku mau ambil foto sama Asti" jawab dini.


"oo yaudah, kalau gitu bareng aja!" ajak ketua.


"sorry kalau bareng aku kek nya gak bisa, karena aku tunggu jemputan. kalau mau sama Asti gimana?" jelas dini, Asti yang merasa terpanggil pun melihat dini dengan tatapan sinis.


"yaudah terserah, ti. ayo?" ajak ketua.


"yaudah,,, aku Luan Din!" ucap Asti berpamitan.


Asti pun pergi bersama ketua kelas, walaupun mereka beda kendaraan. ketua kelas menggunakan kereta dan Asti menggunakan mobil.


sesampainya..


"as yok masuk! tapi tunggu di ruang tamu aja! biar aku ambilkan foto nya" ajak ketua.


"iya,, oke aku paham" ucap Asti yang merasa sungkan.


ketua kelas pun masuk dan menggambil fotonya.


Asti yang menunggu di ruang tamu hanya diam dan mengagumi ruangan ini. karena menurutnya indah dilihat.


tak lama kemudian keluar lah ketua dengan setelan baju rumahan


"ini fotonya,, kamu pilih lah!" perintah ketua.


Asti pun memilihnya.


tak lama kemudian seorang wanita paruh baya Dateng membawa kan minuman.

__ADS_1


"diminum den! neng!" ucap paruh baya itu dengan sopan.


Asti pun hanya tersenyum.


"makasih ya mbok" ucap ketua.


kemudian paruh baya itu pun pergi menuju ke dapur.


Asti pun sudah selesai memilih.


"Jen,, aku ambil ini" ucap Asti.


jenny pun mengangguk.


ya ketua kelas nya Asti bernama jenny.


Asti meminum sambil mengobrol dengan jenny.


setelah hampir satu jam akhirnya dini Dateng dan segera langsung memilihnya baru mereka pun pulang.


Keesokan harinya.


"ma!! Asti pergi ya!" teriak Asti pagi pagi.


"kamu gak sarapan as!!" teriak mama.


"enggak sempat ma! sudah terlambat!!" teriak Asti.


Asti pun membawa mobilnya meninggalkan rumah.


sesampainya dirumah jenny.


terlihat ramai, teman teman sudah berkumpul.


dini yang menyadari Asti Dateng pun langsung menghampiri Asti.


"as,, loh kok lama banget sih!" tanya dini.


"sorry tadi gua bangun agak kesiangan" jawab Asti.


"as,, gue sama elu ya, soalnya aku gak bawa mobil" pinta dini.


"terserah" jawab Asti.


"baiklah karena semua sudah berkumpul jadi kita akan segera berangkat. nah untuk keselamatan bersama jadi setiap kendaraan itu yang pegang anak cowok" ucap ketua.


semua mengangguk.


saat pemilihan kendaraan para laki laki tidak ada yang ingin membawa mobil Asti.


"baiklah semua keputusan sudah di ambil, Asti aku yang akan bawa mobil kamu!" ucap jenny.


membuat Asti kaget.


mereka pun pergi, karena kali ini jenny yang membawanya. maka jenny yang membawa kendaraan paling belakang.


sedang yang memimpin adalah wakil ketua kelas.


dalam mobil dini, Vita, dan Pipit sangat berisik. membuat Asti pun merasa kesal. jenny yang melihat wajah kesal Asti pun bertanya.


"kamu kenapa as?" tanya jenny.


"gapapa" jawab singkat Asti.


"lalu kenapa wajah kamu seperti itu?" tanya jenny lagi.


"emm,,, aku merasa terganggu dengan keberisikan mereka" jawab Asti dengan bisik.


"apa kamu tidak menyukai keramaian? tapi kalau yang diluar kamu terlihat begitu ramai?" tanya jenny.


"aku bukan tidak suka, tapi ada saatnya ramai dan ada saatnya diam" jawab Asti.


jenny yang melihat ulah Asti tertawa kecil.


sesampainya di wahana permainan.


mereka pun bermain dengan puas. bahkan para laki laki bermain wahana yang ekstrim, ada juga sih beberapa perempuan juga. ada juga yang mengabadikan momen dengan berfoto foto.


tapi beda dengan Asti.


Asti mengabadikannya dengan makan. sepanjang mereka bermain. Asti tidak mau naik wahana apapun, tapi dia hanya mau makan. bahkan makanan itu dibawa kemana mana.


"as!! ayo naik! ini seru!" ajak jenny yang melihat Asti makan Mulu.


"enggak ahh, gue gak mood" jawab Asti.


"lah kan kamu yang kasih ide ini jadi tanggung jawab!" jenny pun memegang tangan Asti dan memaksanya ikut.


ternyata Asti sangat menikmati setiap permainan wahana tersebut.


dini yang melihat Asti dan jenny pun merasa bahagia.


akhirnya ada juga laki laki yang bisa membuatnya tertawa.

__ADS_1


ucap dini dalam hati.


tak sadar bahwa satu kelas pun lagi melihat Asti dan jenny.


"wah sepertinya Asti sudah terbuka"


"ehh kenapa jenny mau berteman dengan Asti"


"bagus deh jadi Asti bisa sadar"


"apa jenny udah ada hubungan dengan Asti!"


"kapan mereka jadian"


Asti dan jenny pun tidak sadar bahwa banyak mata yang tertuju pada mereka.


mereka memainkan semua wahana.


dari wahana yang sederhana sampai yang paling ekstrim.


sore tiba..


"jenny!! ini udah sore kita pulang yuk" ajak salah satu dari mereka.


"yaudah yuk" jawab jenny dengan santai.


"eh tapi jangan pulang dulu! kita makan dulu" bilang dini tiba tiba.


akhirnya pun mereka memutuskan untuk mampir makan diperjalanan nanti.


setelah selesai makan semua kembali ke rumah masing masing.


tiba tiba pesan di grup kelas pun masuk


"jangan lupa nanti malam, sore jam 6 sudah disini " .


sore pun tiba, kali ini mereka bebas ingin mengajak siapa, asal yang terpenting adalah mereka tidak melakukan hal hal yang membuat tuan rumah marah.


mereka pun berkumpul dirumah jenny. saat Asti Dateng, terlihat sudah ramai bahkan sudah mulai memanggang ayam dan ikannya.


namun Asti memandang dini.


oo jadi dini ngajak si billy,,


gumam Asti dalam hati.


Asti pun menghampiri jenny


"hay Jen,, sorry aku telat"


"iya gapapa, duduk lah dulu sembari nunggu ikannya Mateng" jawab jenny.


"cie cie,,,, " ejek semua kelas saat mengetahui jenny dan Asti berbicara.


"ada yang lagi dekat nih" ejek Adel salah satu teman Asti.


"jangan lupa kemek kemeknya, kalau udah jadian?" balas dini.


membuat yang hadir tertawa puas.


"apaan sih kalian! ga jelas!!" Asti pun cabut dari jenny, agar tidak di ejek lagi.


sebenarnya Asti merasa geli dengan ejekan tadi.


Asti pun pergi mendekati dini dan Billy.


"hay bil,,, apa kabar?" sapa Asti.


"aku baik kok, cie yang lagi jatuh cinta" ejek Billy dengan suara pelan.


tanpa aba aba Asti pun mencubit tangan Billy.


Billy pun kesakitan.


"auuuuuhh sakit as!" jawab Billy kesal.


membuat dini melihat tangan Billy dan melotot ke Asti.


"suruh siapa garain" jawab Asti.


ternyata Jenny dari kejauhan memperhatikan Asti. jenny yang tidak suka pun memanggil Asti.


"astiii!" teriak jenny.


"ya Jen,,," jawab Asti menoleh ke arah jenny.


"kamu kebelakang deh minta sama mama ku minuman dingin yang udah disediain" perintah jenny.


saat Asti hendak pergi, Asti pun diejek dini.


"cieee yang mau jumpa ibu camernya"


satu kelas kini tertawa. membuat Asti sedikit kesal.

__ADS_1


akhirnya pun mereka membuat acara malam ini terasa nikmat hingga tak terasa waktu menunjukkan jam 12 malam waktunya mereka bubar.


__ADS_2