Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Gagal


__ADS_3

tiba tiba telpon Laras berdering, laras mengambil hp nya dari dalam tas dan memeriksa panggilan tersebut dari siapa.


saat Laras memeriksa, ternyata itu dari nomor yang Laras kenal walaupun tidak di simpan dia di kontak.


Laras pun segera menjauh dari kerumunan, dia mencari tempat yang sepi agar tidak ada yang mendengar percakapan nya.


"halo! kenapa kau telpon aku saat aku di kampus!!"


bentak Laras pelan sambil melihat ke sekeliling nya.


"maaf boss, saya gagal menjalankan tugas saya"


jawab dari sebrang sana.


"kenapa bisa gagal!!!"


bentak Laras kecewa.


"maaf boss,,, seharusnya tadi malam dia sudah tertabrak karena sendiri. tapi.."


"tapi apa?"


kali ini Laras tidak bisa menahan amarahnya.


"tapi tiba tiba Kevin Dateng menariknya ke arah nya boss"


Laras pun terdiam sejenak.


bisa bisa nya tuh cewek,,, selamat! mau di buat mati aja susah amat sih!!


dasar cewek pelakor emang lama mati!!


kesal Laras dalam hati.


"boss"


panggil dari sebrang sana.


Laras pun terkejut


"baik kamu dengar, untuk tugas mu kali ini aku tidak akan kasih upah kerja nya. kamu harus bisa berusaha lagi, pokoknya sampai aku dengar kabar kecelakaan atau kematian Asti baru aku akan kasih upah kerja mu!! paham!!"


ucap Laras .


"paham boss"


Laras pun segera pergi dari sana, takut ada orang yang mengetahui obrolan mereka dan curiga pada nya.


dia pun segera berjalan mendekati geng geng nya.


"dari mana Lo ras??"


tanya Cherly teman satu geng Laras.


"iya, kemana loh Laras? penting banget ya sampai harus jauh dari kami?"


sambung Cici.


Laras yang mendengar nya menelan ludah perlahan, dia takut kalau dia ketahuan.


"enggak, aku tadi pergi ke taman. tadi supir ku telpon aku kata nya dia Dateng agak telat karena mobilnya mau di servis"


jawab Laras sambil cengengesan.


••••


Kevin dan Asti turun dari mobil.


"as! selama beberapa hari ke depan kamu mau kemana aja aku akan anterin"


ucap Kevin menggandeng tangan Asti.

__ADS_1


Asti yang mendengar melihat Kevin


baru kali ini, ada laki laki yang sangat perduli dengan ku. apa dia memang tulus ingin bersama ku?


gumam Asti dalam hati.


Asti merasa Kevin sangat memperhatikan dia, bahkan sangat menjaga nya. namun, Asti tetap masih tidak ingin melupakan prinsip nya.


dia ingat prinsip nya, tapi kenapa sejak belakangan ini prinsip nya tergoyahkan melihat sikap Kevin.


"aku anter kamu sampai depan kelas ya?"


tanya Kevin, mengeluarkan Asti dari lamunannya.


Asti pun mengangguk tidak membantah sama sekali.


"kev, makasih ya"


"makasih kenapa?"


Kevin menoleh ke arah Asti.


"iya makasih, yang tadi malam. kalau kamu gak nolongin aku mungkin,,, aku tidak bisa hadir hari ini"


Kevin tersenyum


"iya sama sama,,, oh iya kamu terlihat gemoy saat seperti ini"


ucapan Kevin membuat Asti terbelalak, dalam hati Ida merasa malu.


dia pun langsung mempercepat jalannya dan meninggalkan Kevin di belakang sambil tersenyum bahagia.


membuat pipi nya merona secara alami.


setelah sampai di depan kelas.


"as, belajar yang betul ya... biar kita cepat tamat biar cepat nikah"


candaan Kevin mala mendapatkan cubitan dan injakan kaki dari Asti.


ucap Kevin kesal.


"bercanda mu gak lucu. sumpah!!"


Asti berjalan masuk ke ruangan, namun tiba tiba Kevin memanggil Asti. Asti pun berhenti dan menoleh ke belakang.


"ada apa?"


tanya Asti datar.


"ingat kalau ada apa-apa hubungi aku"


setelah mendengar Asti masuk dan Kevin segera pergi meninggalkan kelas Asti.


"oyy Napa Lo Vin?"


Billy mengageti Kevin yang duduk di kantin sambil termenung, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"eh bil,, gapapa"


Kevin menarik nafas dalam-dalam.


"kita gak ada kelas kan hari ini?"


"ada, tapi dosennya gak Dateng. tapi kau kenapa? kok kayak lagi sedang memikirkan sesuatu?"


"iya aku memang sedang memikirkan sesuatu, aku sedang menunggu telpon dari suruhan ku"


"emang kenapa?"


tanya Billy semakin penasaran.

__ADS_1


"semalam ada seseorang yang kayak nya sengaja ingin membuat Asti celaka!"


ucap Kevin geram dan tanpa ragu oleh Billy.


Billy yang mendengarnya kaget.


"lalu? kau nampak wajahnya atau apa gitu?"


"aku tidak nampak wajah nya karena dia memakai kaca hitam. tapi yang jelas,, mobil itu berwarna hitam BK belakang nya ada angka sembilan"


jelas Kevin.


tak lama kemudian, Kevin mendapatkan telpon dari orang suruhan nya itu.


Kevin pun segera mengangkatnya, karena dia sudah sangat geram dan ingin mengetahui pelaku tersebut.


"halo, sudah dapat informasi tentang mobil tersebut!!"


"kenapa belum dapat?"


"hanya itu saja informasi, yang kamu dapat?"


"lalu untuk apa kau menelponku?"


"aku gak mau tau bagaimana pun cara nya kau harus dapat dan temu kan pelaku nya, paham!!"


Kevin mematikan telpon nya dengan kesal. sedangkan billy, yang melihat kekesalan di wajah Kevin pun penasaran kenapa Kevin bisa sekesal ini.


"kamu kenapa Vin?"


"aku kesal, dia menelpon ku tapi sangat tidak berguna!! dia gak dapat informasi apa pun hanya dapat informasi mobil itu bukan milik si pengguna yang kemarin ingin mencelakai Asti"


Kevin memukul meja nya dengan kuat.


"sabar Vin, sabar,, gak segampang itu mencari informasi seseorang"


Billy pun mencoba menenangkan amarah Kevin.


" jadi gimana? sama Asti?"


"ya mungkin aku harus bisa menjaga Asti sebisa ku dan semampu ku. harus siap siaga lah untuk Asti"


ucap Kevin.


"iya bener tuh Vin, kau harus tetap ada di samping nya jangan sampai kau lengah jangan biarkan Asti sendiri"


jawab Billy yang setuju dengan Kevin.


"satu lagi, segala kemungkinan bisa terjadi kapan pun"


sambung Billy lagi.


setelah selesai akhirnya mereka pun beranjak dari kantin dan pergi ke ruangan melanjutkan mata pelajaran kuliah mereka.


bel berbunyi tanda pulang.


saat pulang, Asti mencari cari Kevin. biasanya Kevin yang selalu menunggu Asti di depan pintu, tapi kali ini tidak.


dia pun bergegas mempercepat langkahnya menuju ruangan Kevin, yang lumayan jauh dari ruangan Asti.


namun, Asti tidak melihat Kevin sama sekali.


tak lama kemudian Asti mendapat pesan


"aku gak bisa nganter kamu pulang karena aku sedang ada praktek, tapi aku sudah kirim kan supir ku untuk mengantar mu pulang"


Asti yang membacanya merasa kesal.


sia sia gue Dateng kesini,, kenapa tidak dari tadi sih! kirim pesannya.


gumam Asti dalam hati yang kesal.

__ADS_1


Asti pun berjalan malas menuju ke parkiran. sesampainya di sana, ada seseorang yang melambaikan tangan kepada Asti, Asti pun langsung sadar dan engeh laki laki itu siapa.


dia pun segera menghampiri laki laki tersebut dan masuk ke dalam mobil tersebut.


__ADS_2