
"apa Lo udah ceritakan semuanya ini pada Asti?"
tanya Dini yang tiba tiba teringat dengan teman lama nya itu.
"aku lagi berusaha Din, untuk mengatakan semuanya pada Asti. tapi, mungkin situasi dan keadaan tidak mendukung saat ini. sempat, beberapa kali aku ketemu dengan Asti, tapi saat ketemu Asti selalu saja berusaha menghindari ku"
jawab Kevin dengan wajah sendu.
"bukannya Asti udah mau nikah ya?"
tanya Billy yang baru menyadari bahwa pernikahan Asti akan diadakan Minggu ini.
"oh iya yang, kamu benar. terus sekarang gimana Vin?"
sambar Dini yang baru ingat undangan Asti.
"gak gimana gimana. mungkin keputusan yang tepat untuk saat ini adalah memendam cerita itu, aku gak mau Asti ngalami rasa sakit yang sama. jika dia bahagia aku akan ikut bahagia Din. mungkin juga kami bukan ditakdirkan untuk bersama, lagian bukan kah cinta tidak harus memiliki Din?"
jawab Kevin dengan senyum yang tampak menahan rasa perih di hatinya.
"Lo di undang.."
"iya Bil, gue diundang kebetulan suami Asti adalah rekan bisnis ku. kita cukup lama bekerja sama, jadi tidak mungkin aku tidak datang nanti"
jawab Kevin yang langsung memotong pertanyaan Billy.
"terus sekarang Lo akan apa? setelah Asti nikah nanti?"
"yang jelas aku akan melanjutkan hidupku Bil. aku tak ingin berhenti, setelah mengetahui orang yang aku sayang bahagia. dan mungkin, hati ku akan berhenti sampai sini Bil. aku memutuskan untuk melajang setelah Asti menikah nanti. dan aku juga akan membuang semua foto foto Asti. aku hanya pemilik kenangan nya Bil, bukan teman untuk seumur hidup"
jawab Kevin yang menghapus air matanya saat menetes membasahi pipinya.
"kau ikhlas teman?"
Kevin tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
Dini yang mendengar jawaban kevin merasa bahwa keputusan Kevin ada yang salah. Dini pun memberikan nasehat pada Kevin
"Vin, apapun keputusan yang kau ambil. itu pasti yang terbaik bagimu. karena hanya diri kita sendiri lah yang bisa memahami diri kita. tapi satu hal Vin, aku menyarankan agar keputusan mu untuk lajang itu sebaiknya di pikir pikir lagi. jika kau lajang akan banyak yang merasa iba pada mu nanti, karena kau tidak memiliki pasangan hidup dan keturunan. Vin, aku gak mau kasus ini bertambah"
"apa maksud mu sayang?"
"maksudku gini yang, kemarin Asti sempat pernah cerita. tentang satu laki laki yang memilih melajang karena Asti juga. Asti sungguh merasa bersalah karena keputusan yang diambil laki laki itu. jadi aku tak ingin Asti mengalami rasa bersalah nya lagi untuk yang kedua kalinya"
__ADS_1
jawab Dini yang memang ingat dengan cerita Asti.
"siapa laki laki itu?"
tanya Kevin yang merasa kepo
"dia bilang umurnya dibawah satu tahun Asti, dia adalah keponakan dari dosen pembimbing Asti. siapa ya?"
jawab Dini namun lupa dengan nama yang disebutkan Asti.
"Yhanko?"
"iya Yhanko. kau benar Kevin"
jawab Dini yang langsung mengiyakan jawaban Kevin.
"oo Yhanko, setau gue sih Yhanko pernah dekat dengan Asti kan? sampai sampai sahabat ku ini cemburu"
goda Billy.
"iya yang, bahkan yang aku dengar sih. waktu acara wisuda Asti, Yhanko sempat menembak Asti. dan beberapa tahun yang lalu Asti cerita kalau Yhanko benar benar ingin menikahinya, tapi Asti menolak dengan dalil bahwa cinta tidak bisa dipaksa"
sahut Dini yang ikut menggoda kevin.
balas Kevin sembari tersenyum.
"oh iya apakah ini keponakan ku?"
tanya Kevin yang menyadari kehadiran makhluk kecil di antara mereka.
Billy dan dini pun menganggukkan kepalanya dengan serentak. Kevin yang melihatnya senang kegirangan.
"wow, setelah acara pernikahan empat tahun yang lalu. kalian cepat ya ngaduk nya?"
rayu Kevin.
rayuan Kevin mampu membuat Dini tersimpuh malu.
"ya, namanya juga player jadi sekali ngaduk langsung jadi"
jawab Billy yang bangga tanpa ada rasa malu. namun, kebalikan dengan dini yang merasa kesal melihat suaminya yang bangga akan hal itu.
Kevin pun bermain dengan keponakan baru nya itu. melihat Kevin yang sangat penyayang pada anak anak, membuat Billy sebagai sahabat nya merasa sedih dengan kisah hidup Kevin. yang harus kehilangan cintanya demi bisa bersama keluarganya. yang di alami Kevin tidak lah adil.
__ADS_1
Dini yang melihat kesedihan Dimata suaminya itupun mempererat pegangan tangannya, memberikan energi yang positif untuk suaminya itu.
Dini tau apa yang dirasakan oleh suaminya saat ini, semenjak ia menjadi seorang ibu jiwa sensitif nya semakin mahir.
"sayang, kamu gak boleh sedih. seharusnya disaat seperti ini kamu harus jadi orang yang terkuat bagi sahabat mu, aku yakin kamu bisa. hari ini aku bersyukur karena telah di pertemukan kembali dengan Kevin. pemikiran ku yang kotor terhadap Kevin jadi hilang. jadi ini bukan saat nya untuk sedih, melainkan bersyukur karena sahabat mu masih baik baik saja"
ucap dini dengan nada yang lembut, membuat hati Billy tersentuh. Billy pun langsung mencium kening sang istri.
•••••••••••
semenjak pertemuan itu Kevin selalu menghabiskan waktu nya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya itu, bermain dengan si Billy kecil yang terlihat menggemaskan.
bahkan hanya dalam beberapa kali pertemuan si Billy kecil dan Kevin sudah sangat akrab, melebih keakraban seorang ayah.
setiap Kevin pergi ke rumah Billy, pasti Kevin selalu membawakan hadiah untuk keponakan baru nya itu. satu penyesalan bagi Kevin saat melihat si Billy kecil, yaitu ia menyesal karena tidak dapat menyaksikan proses pertumbuhan nya mulai dari melahirkan sampai ia tumbuh berusia empat tahun lebih.
"Vin, Lo udah makan?"
tanya Dini saat melihat Kevin yang sedang bermain dengan putranya itu.
"tenang aja kok Din, gue udah makan dari rumah. tadi kakak masak siang, jadi aman lah"
jawab Kevin yang sibuk bermain dengan si mungil.
"oo, kalau gitu kapan tante pulang?"
tanya Dini yang teringat dengan mama Kevin.
"gue kurang tau sih Din, cuma yang aku denger sih dia akan pulang sekitar tiga hari lagi"
jawab Kevin yang menduga duga.
"kalau tiga hari lagi? berarti bertepatan dong ya sama acara pernikahan Asti?"
Kevin yang baru teringat pun terdiam sejenak.
"ya, gitulah"
"Vin, Tante udah tau kalau Asti akan nikah?"
tanya Dini yang penasaran.
"aku kurang tau sih Din. tapi kalau sepengetahuan aku, mama belum tau kayak nya, soalnya kan aku gak ngasih tau mama kalau Asti akan menikah"
__ADS_1
jawab Kevin yang kali ini meladeni Dini.