
siang hari pun tiba, waktu nya jam kuliah berakhir. seperti biasa semenjak Kevin dan Asti menjadi partner dalam organisasi, Kevin selalu menjemput dan mengantar Asti.
udah kayak supir pribadi aja.
Asti yang memahami nya, hanya diam dan ikut pulang bareng Kevin. karena juga seluruh kampus sudah tau bahwa saat ini mereka lagi sedang ada hubungan.
kali ini, rasa nya berbeda. Asti merasa tidak nyaman dan menjaga jarak kepada Kevin, Kevin yang sadar bahwa saat ini Asti lagi ingin menjaga jarak dengannya hanya diam, karena saat ini yang ada di pikiran Kevin adalah bagaimana cara agar Asti bisa menerima nya.
saat jalan menuju parkiran tiba tiba suara dering hp berbunyi, Asti yang menyadari suara hp tersebut adalah miliknya, langsung mengeluarkan hp nya dari tas dan segera mengangkat.
"assalamualaikum ma, kenapa ma?"
tanya Asti khawatir karena tidak biasanya mama nya nelpon di jam segini.
"sayang, gak ada. mama cuma mau bilang ajak Kevin ke rumah ya? soalnya mama tadi ngundang keluarga Kevin buat makan siang bareng dirumah"
"oo iya yaudah ma"
Asti pun mematikan hp nya hanya sebelah pihak dan menatap mata Kevin dengan tajam, Kevin yang merasa dilihati
"Napa?"
"huhh,, itu kamu tadi diundang sama mama buat makan siang bareng. katanya mama juga ngundang keluarga kamu, biar sekalian jadi kamu gak bolak balik"
jawab Asti dengan wajah datar.
"oo yaudah yuk, cepat nanti kita terlambat lagi"
kali ini Kevin berjalan meninggalkan Asti di belakang dengan gaya yang cool.
mereka pun segera meninggalkan kampus.
••••
sesampainya di rumah Asti.
Asti dan Kevin turun bersamaan. terlihat dari halaman rumah Asti, seperti nya keluarga Kevin sudah Dateng.
karena mobil berjejer di depan rumah Asti.
"assalamualaikum ma"
ucap Asti kuat saat sudah sampai di depan pintu, sembari masuk bersama Kevin.
"waalaikumsalam, masuk nak"
jawab mama Asti dari dalam ruang makan.
Asti langsung salaman mencium punggung tangan semua orang.
Kevin pun juga melakukan hal yang sama.
"ma, Asti ke kamar dulu ya ma? mau taruk tas dulu"
ucap Asti ke mama nya sambil berjalan meninggalkan ruang makan.
Kevin duduk di dekat bangku reysa.
__ADS_1
"vin, kok baru pulang? tumbenan"
"iya ma, tadi di jalan macet para. karena kan makan siang, lagian tadi Asti juga kayaknya ada praktek"
jelas Kevin.
"yaudah, makan dulu Vin? ayo makan! pasti kamu laperkan"
perintah mama Asti.
"iya tan, pasti"
Kevin menjawab dengan senyuman dan segera mengambil nasi dan masakan yang telat di hidangkan sama mama Asti.
tak lama kemudian Asti keluar, dengan gaya pakaian ala rumahan.
Asti mendekati meja makan, dan duduk di sebelah Keysa.
lalu Asti mengambil nasi dan menyentongnya lalu mengambil masakan mama nya.
"lah, Asti kamu gak mau makan ayamnya?"
tanya mama Kevin yang memperhatikan Asti, yang tidak menyentuh ayam goreng masakan mamanya.
"eh,, Tante bukan gitu Asti.."
"dia gak suka ayam kalau mau ayam ya jangan bertulang Bu, kalau bertulang dia tidak akan makan"
jawab mama Asti memotong omongan Asti.
"wah,, kamu makan juga milih-milih ya berarti?"
Jawab Asti cengengesan.
Asti pun makan dengan lahapnya. lalu setelah selesai makan semua keluarga berbicara satu sama lain, Asti dan Kevin yang tidak paham sama sekali hanya diam. dan sibuk bermain dengan teman di sebelah nya.
"Asti, kamu kapan punya pacar?"
tanya mama Asti tiba tiba membuat Asti kaget dan menatap mama nya yang tidak percaya bahwa mama nya akan menanyakan ini di depan semua orang.
"ma, mama apa sih. jangan bicara kan itu disini lah ma? malu"
jawab Asti pelan sambil melirik ke arah mata yang lain.
Kevin yang mendengar nya, merasa lucu.
oo jadi mama nya Asti, menginginkan hal yang sama
gumam Kevin dalam hati.
"lah, Asti? kamu belum kasih tau mama kamu kalau kamu sama kevin itu sudah pacaran?"
tanya mama Kevin pada Asti.
saat mendengar pertanyaan itu, membuat Asti makin kaget. dia tak percaya, bahwa akan jadi seperti ini.
"emang iya Asti?"
__ADS_1
tanya mama Asti, penasaran sambil menatap mata Asti dalam.
"emm,,, "
"iya Tante, aku sama Asti sudah pacaran. sengaja sih Asti gak bilang soalnya dia mau ngasih surprise sama Tante"
jawab Kevin sambil memegang tangan Asti yang saat itu tangan Asti berada di meja makan.
mendengar jawaban dan pegangan tangan Kevin membuat Asti sontak terkejut.
astaga kenapa harus terjebak di situasi seperti ini, aduh.. tambah laki laki ini pusing kepala ku . ribet banget
gumam Asti dalam hati yang merutuki nasib nya.
"Asti??"
panggil mama yang menatap tidak percaya.
"eh,, iya ma. benar kata Kevin Asti mau kasih kejutan tapi Mala terbongkar sekarang"
jawab asti cengengesan, dalam hati Asti terus menerus merutuki dirinya.
Kevin yang melihat dan mengerti apa yang Asti rasakan sekarang membuatnya ingin tertawa dan merasa menang.
"oo pantes sekarang Kevin tiap pagi jemput Asti"
ucap papa Asti sambil tersenyum.
"iya pa, sekarang putri kita sudah besar ya.. pandai menyembunyikan hal ini kepada kita"
jawab mama yang merasa kecewa.
Asti pun langsung berdiri dan memeluk mama nya dari belakang.
"enggak gitu ma,, namanya juga suprise ma! jadi ya harus di umpetin dulu"
mama pun tersenyum dan mengelus tangannya Asti dan menatap mata Asti. dia merasa bahagia karena anaknya sudah besar dan mau membuka dan bergaul selayaknya anak remaja pada umumnya.
"wah kalau gitu, kek nya kita bisa nih jadi besanan pak"
ucap papa Kevin, membuat Asti terkejut begitu juga dengan Kevin.
"papa jangan gitu lah pa? kita masih mau ngejalanin aja dulu belum niat mau serius pa. lagian kan kita masih kuliah, jadi kita mau fokus buat cita-cita kita dulu baru fokus ke yang lain"
jawab Kevin yang menolak pemikiran papa nya.
"kamu gimana Asti?"
tanya ayah.
"aku, aku sih sependapat yah sama Kevin, biar kan kita fokus pada cita cita kita dulu, baru kalau gimana selanjutnya,, ya itu urusan nanti. kita kan bisa berencana mama tapi kalau Tuhan berkata kita gak jodoh ya, maka kita gak bisa maksain kan yah?"
jelas Asti.
"emm,, iya iya mama paham. sekarang pemikiran anak anak kita udah dewasa ya bu"
ucap mama Kevin sambil tersenyum.
__ADS_1
Asti pun merasa malu, seketika pipinya berubah menjadi warna merah merah udang.