
"assalamualaikum semua"
ucap Asti dengan ceria sembari menyalami mereka semua satu persatu.
"waalaikumsalam"
jawab mereka satu persatu, setelah melihat pasangan pengantin baru yang datang.
"haduh haduh haduh.. aroma aroma nya, kek ada yang habis hot nih!!"
goda Reysa, yang memang senang menggoda Asti.
godaan Reysa hanya mendapatkan tatapan melotot dari Asti.
"gimana gimana gol gak?"
tanya Clara iseng.
pertanyaan Clara membuat semua orang tertawa, sedangkan yang digoda kini hanya menunduk menhan rasa malunya.
Kevin yang melihat sang istri pun, menggandeng tangan istrinya lalu memberikan jempol, sebagai tanda jawaban untuk Clara.
"Asti, Kevin udah makan?"
tanya momi Kevin.
"kalau Jaka rasa sih, kayak nya belum deh Tan. soalnya kan suhu tadi malam pasti dingin sekali kan? jadi pasti mereka masih lapar!"
sambar Billy yang ikut dalam kebahagiaan keluarga Kevin dan Asti.
"Billy!!! apaan sih, ngawur!! udah ma, Asti sama Kevin udah makan kok ma tadi di hotel"
jawab Asti yang kesal pada Billy dan semuanya karena menggoda Asti.
"udah udah.. jangan digoda terus dong, kasian anak mama!"
timpal mama Kevin yang mendekati menantunya itu, dan memberikan pelukan pada mantu baru nya itu.
"Asti, sekarang kan Asti udah jadi istri Kevin? terus urusan Kevin juga disini udah selesai semua? jadi momi pikir, Kevin harus kembali untuk mengurus perusahaan nya disana"
ucap momi Kevin dengan nada serius.
Asti pun menatap Kevin dengan wajah bingung
__ADS_1
"maksud momi gini Lo sayang, momi ingin aku dan kamu tinggal bersama dengannya?"
ucap Kevin yang menjelaskan pada istrinya nya dengan singkat.
"tapi mi, Asti kan juga punya tugas disini? Asti juga punya beberapa bisnis disini? bagaimana mungkin Asti meninggalkan semuanya? apalagi Asti dibesarkan disini mi?"
tanya Asti yang menolak dengan lembut.
"sayang, masalah pekerjaan kan kamu bisa kerja disana. lagian momi yakin kalau Kevin pasti tidak akan mengizinkan mu bekerja! untuk bisnis mu, serahkaayn ke suami mu, dia bisa menghandle itu semua nak"
jawab Momi yang sedikit kecewa dengan menantunya.
"iya nak, lagian sekarang kamu udah jadi seorang istri. dimana suami melangkah kamu harus ikut, tapi ketika suami salah kamu harus tegur"
sahut mama Asti yang mulai ikut campur, karena ia mengenal betul bagaimana sifat putrinya itu.
"iya sayang, kamu jangan biarkan Kevin berpisah lagi dengan momi nya nak. pasti Kevin, sudah ceritakan semua nya padamu. cukup! sekali itu saja kakak ku harus dipisahkan oleh anaknya, tolong kali ini jangan lagi nak"
timpal mama Kevin yang membujuk Asti.
melihat orang orang yang Asti sayangi dan hormati pun membuat Asti luluh dan tidak berani untuk menolaknya.
"baiklah mom, Asti akan ikut. tapi, itu gak mudah kan mom? Asti harus urus surat surat kewarganegaraan, visa dan lain lain"
jawab Momi Kevin dengan antusias karena mendapat kan harapan nya.
"tapi, gimana sama Apri?"
tanya Asti yang tiba tiba ingat dengan mereka yang sudah bekerja dengan Asti. Asti tidak tega jika harus memecat mereka dengan alasan seperti ini.
"gini aja as. selama ini kan, kau menjadikan Apri sebagai asisten pribadi mu. dan kau mempercayai nya melebihi dirimu sendiri. jadi menurut Abang, kau jadikan Apri sebagai wakil mu. dia yang akan memantau semua bisnis ku disini. dan mereka mereka yang bekerja dengan mu pun, juga aman"
jawab Jaka yang memberikan saran.
Apri yang hadir di tengah tengah keluarga besar tersebut pun hanya diam dan menunduk saat topik nya adalah dirinya sendiri.
mendengar saran Jaka membuat Asti berpikir bahwa saran Jaka adalah saran yang terbaik. apalagi selama ini Apri sudah bekerja dengannya selama empat tahun. selam itu, tidak ada satu pengkhianatan pun yang dilakukan oleh Apri, padahal. Apri tau setiap kata sandi milik aset Asti semua.
ia pun menatap Apri, dan sangat yakin jika saran Jaka adalah yang terbaik.
"baiklah, aku akan jadikan Apri sebagai wakil ku disini. mulai hari ini kau Yang akan mengawasi bisnis ku disini! aku percaya penuh dengan ku Apri! aku yakin kamu pasti bisa!!"
mendengar jawaban Asti membuat Apri menatap Asti yang tak percaya bahwa Asti akan menjadikan dirinya sebagai wakilnya untuk mengurus bisnisnya. ingin sekali rasanya Apri menolak tawaran tersebut, namun tatapan Asti yang menyakinkan Apri, membuat Apri tak bisa menolak nya.
__ADS_1
mungkin ini adalah buah hasil dari kerja keras dan kesetiaan nya pada Asti, yang tak pernah membuat Asti kecewa. justru Mala sebaliknya, Apri selalu sigap dan ada di saat Asti sangat membutuhkan support ketika dia down.
"makasih as, aku janji tidak akan mengkhianati mu. dan aku janji akan tetap setia pada mu"
jawab Apri dengan ucapan yang pelan dan gerakan tangannya.
Asti yang mengerti semua ucapan Apri dan gerak tubuh yang Apri perlihatkan pun hanya tersenyum bahagia.
•••••••••••
"sayang, kamu udah siap siapin koper nya kan?"
tanya Kevin memastikan semuanya.
"iya Vin, udah. kan, semalam Asti gak bongkar bongkar kopernya, jadi Asti pastikan aman"
jawab Asti dengan santai, sembari membantu Kevin untuk menyusun bajunya kedalam koper.
"Vin, apa kau akan mengizinkan ku kerja setelah disana?"
tanya Asti tiba tiba.
"tidak!"
jawab Kevin singkat.
"kenapa? kan sayang gelar ku Vin?"
protes Asti.
"karena aku mampu menafkahi mu. lalu untuk apa kamu kerja? kecuali kalau aku gak mampu, baru kau ku bolehkan bekerja. jika kau bekerja, untuk apa uang mu? aku kan bisa membelikan semua yang kau ingin kan! aku akan kasih uang setiap hari untuk mu, jika kau ingin tambah bilang saja"
jawab Kevin yang tegas.
"tapi Vin, aku berniat untuk melanjutkan kuliah ku!"
"Asti, jika dalam hal ini aku akan mendukung mu. tapi tidak dengan bekerja!. jika kau ingin kuliah melanjutkan S2 mu, maka silahkan. aku izin kan! bahkan kau ingin lebih dari itu, aku izin kan. tapi tidak dengan bekerja. aku akan biayai semua kuliah mu jika kau ingi. melanjutkan pendidikan mu"
jawab Kevin yang kali ini memberhentikan aktivitas nya dan menatap mata Asti.
lagi lagi, Asti dibuat terharu dengan jawaban Kevin. jawaban yang sebenarnya tak ingin ia dengar, namun tidak dapat menolak bahwa jawaban itu mampu membuatnya bahagia.
untuk kesekian kalinya, Asti merasa menjadi orang yang sangat, sangat beruntung, dicintai dan dimiliki oleh Kevin.
__ADS_1
Asti kembali merasakan perannya sebagai putri raja yang sangat dilindungi oleh semua orang. mendapatkan suami seperti Kevin, di zaman sekarang sangat lah langkah. apalagi ditambah dengan mertua yang sangat menyayangi nya, membuatnya lengkap merasakan kebahagiaan yang hakiki.