
setalah selesai makan malam, Asti berencana untuk pergi malam ini menonton Kevin main futsal tanpa mengabari Kevin terlebih dahulu.
"ma,, pa,,, Asti pergi ya? mau ke rumah mama Kevin?"
ucap Asti meminta izin.
"lho,, tumben"
sahut mama
"biasanya kalau ke rumah mama Kevin kan siang hari? itu pun seminggu sekali?"
tanya mama yang merasa heran melihat Asti.
"iya sih ma,, tapi kan gak papa bertamu malam hari? lagian juga gak ada salahnya kan ma? yang penting Asti sudah bilang sama mama mau kemana"
jawab Asti yang takut ketahuan berbohong sama mama nya.
sengaja Asti tidak bilang yang sejujurnya, karena Asti pasti akan merasa malu. apalagi disana ada Jaka, pasti dia akan mengejek Asti habis habisan.
gak kebayang sih kalau Jaka yang mengejek Asti gimana.
"yaudah,, tapi pelan pelan jangan ngebut ngebut. pulang cepat ya? jangan lama!"
ucap mama.
Asti pun mengangguk dan segera berpamitan. dia cium telapak tangan ke dua orang tua nya lalu pergi meninggalkan rumah menggunakan mobil.
••••
sesampainya Asti di lapangan futsal
Asti pun turun setelah ia memarkirkan mobilnya di tempat yang aman.
Asti berjalan menghampiri keramaian yang terlihat mengelilingi lapangan tersebut.
di sana Asti melihat dini yang sedang bersorak sorak melihat Billy main futsal.
Asti pun menghampiri dini yang terlihat sangat senang.
"Hay Din"
panggil Asti membuat dini terkejut.
"astaga,, aku kira siapa? ternyata kamu as?"
ucap dini.
"semangat banget ya Bun?"
ejek Asti.
"semangat lah,,, pacar ku main! jadi harus semangat"
jawab dini dengan semangat.
karena pertandingan semakin lama semakin seru Asti pun ikut semangat mendukung tim pacarnya yaitu Kevin.
di satu sisi Kevin mendengar ada suara teriakan suara Asti, namun Kevin merasa bahwa itu hanyalah sebuah khayalan nya saja.
setelah selesai pertandingan pemain pun berkumpul dan beristirahat.
saat hendak ingin pergi menghampiri Kevin, Asti melihat ada seorang cewek menghampiri Kevin lalu memberikan Kevin sebuah botol minum dan mengelap keringat Kevin yang berjatuhan.
__ADS_1
Asti tak percaya bahwa itu adalah Kevin. dia pun mengucek ngucek mata nya berulang kali namun harapan nya berkata lain.
saat itu rasa nya Asti ingin menangis sejadi jadi nya. dia ingin pergi dari situ, namun Asti bukanlah perempuan yang lemah dia harus bisa menghadapi nya, pikiran negatif terus menerus Dateng menghantuinya.
Asti berharap bahwa perempuan tersebut adalah teman atau kerabat dekat Kevin.
Asti pun memberanikan diri untuk mendekat dengan perlahan walaupun hati dan pikiran nya saat ini merasa ragu.
saat mendekat tiba tiba dini memanggil Asti.
"Asti!! kemari lah cepat!!"
panggilan dini sangat kuat dan jelas, membuat Kevin pun menoleh ke arah tangan yang ditunjuk dini.
betapa kagetnya Kevin saat mengetahui bahwa Asti ada disini.
dari kejauhan Kevin melihat Asti, tak sengaja mata mereka saling tatap tatapan satu sama lain.
Kevin melihat kesedihan dimata asti, dia tau pasti Asti melihat semua kejadian tadi, dia tau bahwa saat ini pikiran Asti sedang diserang oleh pikiran negatif.
"Asti?? kok gak bilang sih kalau mau kesini?"
ucap Kevin menghampiri Asti.
"rencananya aku mau kasih kejutan,, tapi,,"
omongan Asti terhenti ketika dia melihat perempuan tersebut di belakang Kevin.
Kevin pun refleks menoleh ke belakang
"oo dia,,"
ucapan Kevin dipotong oleh perempuan tersebut.
"perkenalkan aku pacarnya Kevin"
Asti seketika pun langsung menatap Kevin yang meminta penjelasan.
Kevin yang ditatap pun merasa ketakutan, dia tak tau harus berkata apa.
jujur Kevin sangat tidak bisa menatap mata Asti dalam keadaan seperti ini.
"kev,,, kamu!!!"
sebuah tamparan melintas di pipi Kevin.
seketika Billy dan dini yang melihatnya langsung menuju ke arah mereka berdua.
"ada apa ini?"
tanya Billy, yang melihat Asti menangis.
"Vin, apa yang terjadi?"
"Asti,, kenapa kamu menangis?"
tanya dini yang menenangkan Asti diperlukannya.
namun semua pertanyaan yang diberikan, tidak ada satu pun di antara mereka yang mau menjawab nya. Billy dan dini semakin merasa cemas, bingung harus berbuat apa.
"Asti,, katakan pada ku apa yang terjadi?"
ucap dini kali ini tegas kepada Asti.
__ADS_1
Asti tidak berbicara namun dia memberikan isyarat kepada dini dengan menatap perempuan tersebut masih dengan tangisannya.
dini pun yang melihatnya merasa terkejut, dia tau apa yang dimaksud oleh temannya Asti.
"Vin,, katakan.. ini gak benarkan?"
tanya dini dengan nada lembut.
"Vin,, jawab!!"
kali ini dipertegas oleh Billy yang melihat Kevin terdiam dan tidak menjawab sama sekali.
"Din,, udah Din,, dia gak salah!! aku yang salah!!"
bentak Asti kepada dini dan Billy yang terus menerus seperti memojokkan Kevin layaknya santapan makanan yang lezat.
"as? kamu gak salah!"
ucap dini yang menolak perkataan Asti.
"aku salah Din,, hubungan kami salah,,, dari awal kami juga salah,,, dan aku,, aku seharusnya tidak menaruhkan rasa harapan yang besar terhadapnya,,, aku yang salah Din,,"
ucap Asti sambil menangis terisak-isak.
"as,, gak gitu? kamu gak salah as?"
ucap dini menenangi asti, tak berapa lama kemudian dia menatap perempuan tersebut dengan tajam.
kali ini dini mendekati perempuan tersebut dan hendak memberikan tamparan, namun ditahan oleh Asti yang menyadari dini yang pergi dari samping nya.
Asti menggelengkan kepalanya tanda tidak boleh, membuat dini semakin kesal.
"tapi as??"
Asti menjawab dengan gelengan kepala lagi.
kali ini pun dini menuruti perintah Asti.
"kev,, makasih ya sudah menjadi seperempat dalam hidupku. berkat mu aku kembali bisa merasakan hal ini, terima kasih"
ucap Asti menatap Kevin dalam.
"terima kasih untuk sesaat kamu bisa mengubah laki laki Dimata ku,, tidak semua laki laki itu sama. kamu ingat kan? dulu aku percaya dan sekarang semua itu hanya lah ucapan manis dari laki laki"
Asti masih menahan tangisannya.
"oo iya masalah hubungan ini,, udahan aja ya? aku capek, aku mau istirahat"
Asti meninggalkan Kevin dan mendekati perempuan tersebut.
"kamu!! aku gak akan pernah marah kok sama kamu? dendam sama kamu juga gak akan pernah? aku cuma mau ngucapin makasih"
senyum Asti.
"makasih kenapa?"
tanya perempuan tersebut.
"makasih karena berkat mu aku jadi tau siapa laki laki yang sebenarnya aku cintai. berkat kamu aku kembali ingat dengan prinsip ku, dan berkat kamu juga aku jadi sadar bahwa semua sama saja"
Asti pun pergi dan meninggalkan lapangan futsal tersebut. ada rasa sakit yang mendalam dirasakan oleh Asti, begitu kecewanya dia terhadap Kevin.
baru saja dia ingin berbaikan lagi dengan Kevin, namun Kevin mala membalasnya dengan seperti ini.
__ADS_1
isakkan semakin lama semakin deras, di dalam mobil Asti terus menerus menangis mengingat kejadian tersebut yang masih teriang riang di kepala Asti.
untungnya Asti masih bisa menahan emosinya hingga dia membawa mobil dengan selamat sampai dirumahnya.